1.
Title : Broken Heart
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Kim Kibum, Yoo Hyera, Kim
Jongwoon. And other casts find by your self.
4.
Rated : PG 15
5.
Genre : AU, Romance, Angst, and
other up to reader.
6.
Lenght : Oneshoot
7.
Disclaimer : Story is Mine!! Typo(s) anywhere.
No plagiat. FF yang aku ketik dihari ultahnya Kibum Oppa. Saengil Chuka
Hamnida Uri Snow White. Karena ini berdekatan dengan ultahnya Yesung oppa atau
Uri nampyeon jadi ceritanya nyambung. Untuk kelanjutannya diketik dihari
Ultahnya Yesung oppa juga. Dan Uri Snow White adalah tunangan saya. 3 minggu
terakhir saya fokus buat FF buat Namjachingu saya dkk(baca : Changjo Teentop),
jadi ini FF comeback saya ke FF untuk Uri Hero.
Story.....
Kim Kibum POV
Kurenggangkan
tanganku kesamping kanan dan kiri. Euh... pegalnya!! Jatah libur masih lama.
Masih ada 2 bulan lagi sebelum SS2 selesai, dan itu artinya aku akan semakin
jarang tidur. Hah.. susahnya jadi artis terkenal.
“Kibum-ah, Hyera datang. Sebaiknya kau bersihkan dirimu dulu. Ia
sedang ada didapur” aku menoleh kepintu yang dimana hanya ada kepalanya
orangnya saja. Ck!! Leeteuk hyeong. Tapi setidaknya aku merasa beruntung berada
disini dikelilingi orang-orang seperti mereka. Belum lagi Hyera. Masih banyak
alasanku untuk tersenyum dan aku tak tahu harus bagaimana jika salah satu dari
mereka akan menghilang dari sisiku.
***
“Hyera-ah. Kapan aku datang ? Kenapa tidak ke Kamarku dulu”
kulingkarkan tanganku dipinggangnya dari belakang. Kuhirup aroma rambutnya yang
wangi. Lalu kusandarkan kepalaku dipunggungnya walaupun aku tahu kini ia sedang
sibuk dengan masakannya. Dia memang suka memasak untuk kami. Tipe wanita idaman
bukan ?
“Oppa, lepaskan dulu. Kau tunggulah bersama oppadeul diruang
tengah” aku mencibir pelan lalu melepaskan pelukanku darinya. Aku menoleh
kebelakang dan kutemukan Yesung hyeong tengah menatap kami. Tapi- tatapannya
sedikit berbeda. Ah- atau hanya perasaanku saja ya ?
“Hyeong, yang lain ada diruang tengah ?” ia hanya mengangguk
sebagai jawaban. Aku berjalan beberapa langkah hingga sampai disekat pembatas
dapur dengan ruang tengah. Kulihat Yesung hyeong menghampiri Hyera. Dan Hyera
terlihat begitu ceria. Berbeda denganku.
***
“Sini Oppa aku ambilkan” aku hanya terdiam saat orang pertama yang
ditawarinya justru Yesung hyeong. Kenapa bukan aku yang jelas-jelas
Namjachingu-nya ? Apa benar kata Heechul hyeong diantara mereka ada sesuatu.
Ah. Kim Kibum babo!! Mana mungkin begitu. Buang jauh-jauh pikiran bodohmu itu.
Ingat mereka keluargamu dan Hyera bukan tipe wanita yang seperti itu.
“Hyera-ah” ucapku sambil menyodorkan piringku kearahnya sambil
tersenyum. Ia tersenyum manis membalas senyumku lalu meraih piring yang
kusodorkan padanya. Senyum paling indah didunia ini. Hanya senyumnya.
“Ige-” aku menggeleng.
“Suapi aku”
“MWO ?” aku merenggut tanpa membalas ucapannya.
“Geuraeyo” aku tersenyum senang saat ia mulai menyuapiku dan kadang
bergantian memakan makanannya sendiri. Mataku tak sengaja menangkap ekspresi
yang- seperti tak suka dari Yesung hyeong. Sebenarnya ada apa ? Apa karena aku
jarang di dorm jadi ada sesuatu yang tak kuketahui eoh ? Kuharap itu bukan hal
yang buruk.
***
Samar-samar
kudengar suara dari kamar Yesung hyeong. Sedikit ribut ditengah malam dimana
seharusnya ini jam tidur dan aku terbangun karena rasa haus yang menyiksa tenggorokanku.
Kuurungkan niatku untuk kedapur dan merapatkan diri dipintu kamar Yesung
hyeong.
“Kau lihatkan tadi ? Dimana hati nuranimu Kim Jong Woon ?” itu-
bukankah suara Heechul hyeong. Mungkin ini alasan beberapa kali Yesung hyeong
menatapku dengan tatapan yang sedikit tak bersahabat.
“Cinta memang seperti ini hyeong. Aku tak bisa, aku sudah mencoba
untuk menghapusnya tapi tak bisa hingga semuanya menjadi seperti ini. Aku tak
bisa melepaskannya hyeong. Walau dia bingung memilih antara aku atau Kibum. Selama
ia belum memutuskan aku masih bisa didekatnya”
“Jangan keras Kim Jong Woon!!! Kau tahu Kibum sangat mencintai
Hyera”
“Tapi Hyera berpaling menatapku hyeong”
“Setidaknya pikirkan perasaan Kibum”
“Dia juga tak memikirkan perasaanku hyeong”
“Kau-”
Kutarik tubuhku
untuk sedikit menjauh dari kamar itu. Tidak aku tak sanggup lagi mendengar
semuanya. Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa Yesung hyeong dan Hyera- tapi tadi
Heechul hyeong bilang. Jadi ini arti tatapanmu itu untukku hyeong. Ck!! Kukira
walaupun kita tak begitu dekat kau begitu menyayangiku tapi-
***
Kutajamkan
penglihatanku. Tak salah lagi, itu memang meraka. Bukan orang yang mirip atau
apa walau aku hanya melihat punggung wanita yang mengisi hati dan pikiranku
sedang mengalungkan kedua tangannya dileher namja yang wajahnya tak asing
bagiku. Sangat tak asing bagiku!!
Pukk
Aku menoleh.
Kulihat Heechul hyeong berdiri disampingku. Ia menatap datar kearah pemandangan
yang kulihat tadi. Pintar sekali mereka mencari tempat. Taman yang sepi!! Kubalikan
badanku untuk berjalan menjauhi tempat yang bagaimana aku pun tak tahu langkah
hatiku membawaku kesini. Seseorang mencekal tangan kiriku. Kudapati Heechul
hyeong tengah menatapku datar.
“Butuh penjelasan ?”
“Semuanya sudah jelas” ujarku dingin. Lalu melangkah kembali
meninggalkan tempat dimana terbuktinya bahwa janjimu untuk menutup hatimu untuk
namja selain diriku hanya omong kosong belaka. Kukira kau berbeda Yoo Hyera!!
***
“Ada apa ?” tanyaku dingin. Menatap wajahnya yang dulu membuat
hatiku tenang kini justru berbalik. Sangat sakit akan penghianatan yang
dilakukannya dibelakangku. Terutama dengan hyeong-ku sendiri.
“Oppa. Neo gwaenchanayeo ?” kutepis tangannya yang berusaha
menyetuh keningku. Ia terlihat kaget karena responku. Ia kembali duduk dan
menatapku sendu.
“Mianhae. Jeongmal Mianhae Oppa. Kudengar dari Heechul Oppa- kau
sudah tahu semuanya. Sekali lagi aku minta maaf atas kesalahan yang kuperbuat
dengan Yesung oppa geudae-” ia menatapku lembut.
“Sejujurnya aku sudah tak memiliki rasa untukmu oppa. Mian, aku-”
“CUKUP!! Geumanhae!! Aku tak ingin mendengarnya” kututup telingaku
dengan kedua tanganku.
“Jangan lanjutkan!! Aku tak sanggup mendengarnya”
“Geudae. Oppa inilah kenyataannya kita harus berakhir. Terlalu lama
seperti ini membuatku semakin merasa bersalah terhadapmu oppa”
“Kau menyakitiku Yoo Hyera. Kau sadar itu eoh ?” tess. Untuk
pertama kalinya aku menangis untuk wanita. Yoo Hyera. Kau begitu hebat.
“Oppa pantas mendapatkan yang lebih baik dariku. Mianhae oppa, tapi
aku memilih Yesung oppa. Aku mencintainya” ia meraih tasnya yang diletakkan
diatas meja lalu berdiri bersiap meninggalkanku disini. Sendiri. Tapi ia juga
membawa hatiku dan meninggalkan rasa sakit yang menyiksa ini.
“Berhenti disana. Walau kau mencintainya dan ia mencintaimu kau tak
ditakdirkan untuknya. Yoo Hyera, kau hanya untukku. Jadi kembalilah duduk
disini temani aku. Dan kuanggap semuanya tak pernah terjadi” nihil. Ia kembali
melanjutkan langkahnya. Kenapa kau pergi tanpa membawa rasa sakit ini. Waeyo ?
Apa yang kurang dariku. Bagaimana aku bisa tersenyum jika alasanku untuk
tersenyum sudah tak ada lagi. Kau sendiri yang memintaku tapi kau tak memberiku
kesempatan untuk tersenyum Yoo!!
***
Kubuka pintu
apartement pelan. Kuusap wajahku cepat lalu melangkah dengan tujuan akhir adalah
kamar. Seharian syuting dan besok jadwal latihan SS2, aku harus tidur cepat.
Setidaknya dengan begini akan lebih baik daripada hanya memikirkan orang yang
tak memikirkanku. Kuhentikan langkahku dibalik lemari pajangan dekat ruang
tengah. Sebegitu bahagiannyakah kau bersama Yesung hyeong Hyera-ah ? Kau bahkan
tak pernah selepas itu saat berada didekatku.
“Jangan dilihat. Itu akan membuatmu semakin sakit. Anggap ini mimpi
buruk dan lupakan ia” aku menganggup dan mengikuti langkah Heechul hyeong yang
melangkah meninggalkan tempat tadi.
“Jangan ditahan. Katakan pada hyeongmu ini Kibum. Jangan kau simpan
sendiri. Jika kau tak tahu dimana kau bisa mencurahkan semua yang kau rasakan,
berbagi beban yang selama ini kau pikul. Datanglah padaku. Aku hyeongmu Uri
Snow white”
***
“Oppa” aku menoleh. Kucampakan skripsi yang berada ditanganku
begitu saja. Kuhampiri sosok yang hampir 1 tahun ini tak berada dalam
jangkauanku, tak ada dalam jarak pandangku. Walau dirinya tetap berada didalam
hati. Kusentuh pipinya, kuteliti ia baik-baik. Hyera-ah, aku menangis eoh ? Aku
sudah lama mengenalmu. Matanya beradu dengan mataku, ia menatapku sendu tapi
penuh kesakitan dimatanya.
“Apakah sesakit ini Oppa ?” tess. Satu tetes air matanya
yang turun mengenai jariku yang masih berada dipipinya. Kuhapus air mata yang
keluar walau itu percuma, lalu kugenggam tangannya dan membawanya ke mobilku
yang kuparkir tak jauh dari lokasi syuting.
Aku hanya diam
duduk dibelakang kemudi. Memandangi wajahnya yang hanya menunduk sambil menangis
terisak. Ada apa denganmu Hyera-ah ? Apa yang pria brengsek itu lakukan padamu
hingga kau terlihat begitu berantakan ? Ia menghapus jejak air mata di pipinya
lalu mengangkat wajahnya menatapku.
“Aku tak tahu rasanya akan sesakit ini. Hahahaha... apa oppa begitu
kacau sama sepertiku ? Oppa bisa menertawaiku. Apa oppa puas melihatku seperti
ini ? Oppa pasti membenciku. Dan dengan tak tahu malu aku kembali berada dalam
jarak pandang oppa” ia tertawa sumbang yang disertai beberapa isakan. Aku masih
diam. Aku bahkan lebih kacau darimu Hyera...
“Aku minta maaf. Sekali lagi, aku menyesal- aku menyesal tak bisa
mengunci hatiku sendiri. Mungkin akan berbeda cerita jika aku menjaga hatiku
baik-baik. Oppa memang pantas mendapatkan yang lebih baik dariku”
“Untukku kau yang terbaik. Dan sebelum kau minta maaf aku sudah
memaafkanmu Hyera-ah. Seperti yang kukatakan dulu, temani aku disini dan aku
akan menganggapnya hanya mimpi buruk” ia terlihat kaget dengan ucapanku. Tapi
aku serius.
“Aku tak bisa”
“Waeyo ?”
“Terima kasih atas cinta yang kau berikan untukku. Aku sangat
berterima kasih pada Tuhan yang membiarkanmu merasakan tulusnya dicintai
seorang namja seperti Oppa. Dan mungkin ini memang balasan untukku. Andai aku
tak menyia-yiakanmu oppa. Annyeong oppa!!” aku hanya mematung, tubuhku terasa
kaku untuk bergerak mengejarnya hingga punggungnya yang bergetar itu perlahan
mengecil dan tak terlihat lagi. Dan perasaanku- sedikit tak enak. Mollaseoyo~
***
Bugg Bugh Bugg
Aku terengah
enggan dan berkali-kali menghentakkan tangan Heechul hyeong yang berusaha
menahan tubuhku. Ingin sekali kuludahi orang yang sedang meringis memegangi
perutnya terduduk disana. ingin sekali kubuat ia tak bisa melihat dunia lagi
esok hari. Ingin sekali kubuat ia- kulangkahkan kakiku mendekat kearahnya walau
Heechul hyeong terus menahan tubuhku.
“Lepaskan hyeong!!”
“Jangan gila Kim Kibum. Hentikan!!”
“Tapi ini semua karena dia hyeong. Selama ini aku mengalah,
kubiarkan mereka bahagia walau aku menangis dalam diam. Kukira ia akan membuat
Hyera terus tersenyum seperti itu tapi apa ?” kupalingkan wajahku menatap dia
yang tertunduk dengan tatapan penuh emosi.
“Dia justru membuat Hyera pergi dengan cara seperti ini hyeong.
Bagaimana jika kau ada diposisiku hyeong ? Membiarkannya terus menghirup udara
bebas tanpa rasa bersalah sedikitpun. Membiarkannya bahagia dengan hidupnya dan
wanita barunya eoh ?”
“Tapi ia keluargamu juga Kibum-ah. Jangan seperti ini, kendalikan
emosimu” kusentakkan tangannya yang mencengkram lenganku.
“Aku tak sudi bersaudara dengan orang sepertinya” aku berbalik
berjalan 3 langkah. Menatapnya setiap hari hanya akan membuatku tak bisa
menahan diri untuk mengirimnya ke neraka.
“Aku keluar dari Super Junior”
“KIM KIBUM!!!”
***
Kupastikan satu
hal Kim Jongwoon. Kau- takkan pernah akan bahagia dalam hidupmu. Bagaimanapun
cara kau harus merasakan apa yang aku dan Hyera rasakan. Dan jika bisa- akan
kukirim kau ke neraka. Kau harus merasakan neraka dunia ini Kim. Hidupmu tak
akan pernah tenang Kim Jongwoon-ssi!!
Kuletakkan 3
tangkai bunga mawar putih ditempatnya yang baru. Aku berdiri memandangnya
sejenak lalu kulangkahkan kakiku meninggalkannya yang hanya tinggal nama. Ia
pergi tapi ia membawa hatiku bersamanya. Salahmu jika setelah ini aku bisa
hidup dengan baik Hyera. Karena kau membawanya bersamamu.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar