About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Senin, 26 Agustus 2013

Memories [Super Junior]


1.      Title                 : Memories
2.      Author             : Fortunia Ryu
3.      Casts               : Super junior members. Elf.
4.      Lenght             : Songfict
5.      Rated              : PG 13
6.      Genre              : Dream, Friendship. Family.
7.      Disclaimer       : Lagu yang begitu menyentuh hatiku selain Let’s not. Lagu album Mr. Simple yang begitu harmoni. Menenangkan hati. Ini hanya unek-unek saya saja. No Plagiat, typo(s) anywhere....

Story....



[Kyuhyun]
Saranghaetjanha uri
Hamkkehan manheun nal dongan

Tidak bisakah kita saling mencintai(seperti dulu)
Sangat banyak waktu yang kita habiskan bersama

“Kyuhyun-ah, karena hari ini hari ulang tahunmu kau ingin merayakannya dimana ?” tanya Sungmin hyeong. aku memutar bola mataku berharap ada tempat yang kurasa bisa menjadi objek yang menarik.
“Mollayeo hyeong. Aku bingung” jawabku. Memang tak ada tempat yang ingin aku kunjungi saat ini. Kulihat semua hyeongku, ah! Ani- hyeongku yang ada disini menghela nafas. Aku tahu apa yang mereka pikirkan karena aku juga memikirkannya. Dulu- ulang tahun pertamaku bersama mereka kami masih tinggal diapartement lama yang sangat sempit. Berbagi makanan sederhana dan merayakannya penuh kesederhanaan. Namun kehangatan itu begitu kental membuatku nyaman berada ditengah-tengah mereka. Menjadi adik kecil mereka dan selalu merepotkan mereka.
“Hyeong, aku ingin pergi dulu sebentar” ucapku lalu melesat pergi.
***
            Disinilah aku berada. Ditaman apartement kami dulu. Ditempat ini juga untuk pertama kalinya aku terbuka dengan Hangeng hyeong. Aku tahu kehadiranku pada awalnya tak bisa mereka terima. Aku tahu. Mereka sudah lebih dulu training bertahun-tahun hingga mereka bisa debut sedangkan aku hanya training selama 3 bulan saja.
“Chogiyo. Permisi, boleh aku duduk disini ?” aku mengangguk. Dari pakaian yang ia pakai ia anak sekolah. Lihatlah, ini sudah jam 1 malam. Kenapa ia belum pulang ? Apa dia arwah gentayangan ?
“W-wae ? Kenapa menatapku seperti itu ?” ia terlihat gugup saat aku menatapnya. aku memandang wajahnya. Seperti pernah melihatnya.
“Apa aku mengenalmu ? Sepertinya aku tak asing dengan wajahmu ahgasshi ? dan- kenapa malam-malam seperti ini kau belum pulang ? orang tuamu pasti khawatir” kulihat ia menatap lurus kedepan. Wajahnya berubah sendu.
“Kami baru saja menyelesaikan projek untuk Hangeng gege. Sebentar lagi tanggal 9 februari. Jika aku pulang, orang tuaku hanya akan memarahi. Lagi pula besok aku akan ke fanmeetingnya Kyuhyun oppa” aku tersentak. Ternyata ia ELF, dan ia tak menyadari bahwa ini adalah aku. Cho Kyuhyun Super junior!!
“Ohya, memangnya projek apa ?”
“Kami menulis surat untuk Hangeng gege dan mengirimkannya untuk gege besok. Kami meminta bantuan dari ELF china untuk menyerahkannya pada Gege. Walaupun hanya menulis surat- setidaknya aku ingin Gege tak melupakan kami. Super Junior dan ELF. Kami berharap dengan mengirim surat untuknya, mengingatkannya bahwa dimanapun ia berada kami akan selalu mendukungnya karena ia bagian dari Super Junior selamanya” aku terhenyak. ELF memang selalu mendukung kami. Berada disisi-sisi kami dan berusaha menjadi tameng untuk kami dapat terus ada.
“Chogiyo, aku permisi dulu” ujarnya melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkanku.

[Sungmin dan Kibum]
Hamkke aphahaetjanha seoroui irin juldo moreugo
Bukankah kita sudah terluka bersama

“Hyeong bagaimana kabar yang lain ? Kudengar album terbaru kalian diprediksi akan menjadi album terlaris untuk tahun ini” aku menatapnya sendu.
“Album kita bukan kami” ucapku membuatnya meletakkan cup coffenya.
“Aku sudah keluar hyeong” ujarnya lirih sambil menunduk. Aku menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.
“Kenapa kau mau kembali bersama kami Kibum-ah ? Kau tahu, dorm sekarang sangat sepi. Satu per satu kami menjalani wajib militer. Apa artinya penghargaan jika dibalik itu semua kami menangis. Aku lebih memilih super junior yang dulu, dimana kita masih bersama. Menghadapi semuanya bersama, media, netizen, paparazi. Tapi kenapa setelah kita berada dipuncak keemasan kau memilih jalan untuk sendiri ?” aku menyayangimu Kibum-ah seperti dongsaengku sendiri. Seperti Sungjin maupun Kyuhyun.
“Bukankah jika bersama akan lebih mudah ?” lanjutku dan membuatnya kehilangan kata-kata.

[Donghae]
Neon eodi inneun geoni,
Naui moksori deullijil anni
Apheun nae simjangi neoreul chatneunda, neoreul bureunda
Michidorok

Kita tidak tahu dimana kau berada
Apa kau dapat mendengar suaraku
Hatiku yang disakiti ini selalu mencari kamu, memanggilmu
Membuatku gila

“Donghae-ah, kau harus tersenyum didepan kamera. Arraseo ?” aku mengangguk pasrah. Setelah keluarnya kru dari salah satu stasiun TV musik semua member mengerubungiku.
“Gwaenchanayeo hae-ah ?” tanya Leeteuk hyeong. Aku hanya mengangguk. Jika pun aku baik saat ini tapi hatiku tidak.
“Bagaimana mungkin ia baik-baik saja, jika ayahnya baru saja meninggal hyeong ?” aku menoleh kearah Kang In hyeong. Sifatnya yang blak-blakan kadang membuat orang didekatnya risih namun aku menyukainya. Setidaknya ia tak munafik.
“Kau harus ikhlas Donghae hyeong. Karena pada dasarnya semua orang akan meninggal dan meninggalnya manusia itu hanya tuhan yang tahu” aku terunyah mendengar penuturan Kibum. Ia bahkan lebih dewasa sekarang.
###
“Donghae-ah, sekarang akting Kibum lebih matang. Ia melakukannya seolah-olah itu memang benar terjadi” aku menoleh kearah Eunhyuk yang berceloteh ria sambil memakan cemilan.
“Ne, ia memang aktor sejati. Aku bangga sebagai hyeongnya” ujarku lirih.

[Eunhyuk]
Johahaetjanha
Jageun nae misoe useojwotjanha
Tidak bisakah kita saling menyukai (satu sama lain)
Bukankah (kau) tersenyum karena sedikit senyum dariku

            Aku tersenyum ditengah-tengah mereka. Selesai melakukan perform Don’t don. Lagu yang menurut sebagian besar orang dulu, lagu yang hanya membisingkan telinga. Dapat kulihat dari sini beberapa ELF, atau mungkin hampir seluruh ELF di Tokyo dome kini mengusap air mata mereka.
            Yah, aku tahu- atau tepatnya kami tahu bahwa apa arti lagu ini. Lagu yang dulu sempat dipandang sebelah mata. Namun karena support dari mereka aku masih bertahan disini. Untuk berdiri, tersenyum, menari, bernyanyi dan menangis bersama mereka.
            Akan lebih menyenangkan jikalau Hangeng hyeong dan Kibum berada ditenga-tengah kami sekarang. Menyanyi bersama mereka semua sambil tersenyum. Super Show 1 adalah Show yang ingin kulakukan lagi. Bukan kuulang namun kulakukan lagi. Mereka adalah alasanku untuk tersenyum.

[Shindong dan Siwon]
Hamkke ureosseotjanha
Naui nunmure aphahaetjanha
Tidak bisakah kita menangis bersama
Bukankah (kau) merasa sakit karena tangisku

Aku duduk termenung sendiri ditaman. Akhir-akhir ini aku terus berpikir keras. Apakah aku pantas berada ditengah-tengah mereka ? Mereka sungguh berbakat sedangkan aku ? jangan ditanya lagi. Aku jauh dari kata sempurna. Tubuhku saja terlalu gemuk. Wajahku juga tak setampan Siwon. Danceku tidak selincah Eunhyuk dan suaraku jauh dari Yesung Hyeong.
“Hyeong” aku tersentak. Siwon.
“Kuperhatikan akhir-akhir ini hyeong sering melamun sendiri ditaman ini. Wae ?” aku menghela nafas.
“Apa keberadaanku hanya menghambat karier kalian saja Siwon-ah ? Kau tahu bukan. Aku tak seperti kalian dan kadang itu membuatku-”
“Minder ? Ya, aku juga pernah merasakannya” aku menatap Siwon tak percaya. Mana mungkin ia seperti itu. Ia sempurna, wajah tampan, latar belakang keluarganya yang baik dan ia berbakat.
“Aku pernah seperti itu Hyeong. Aku pernah berpikir kalian memiliki bakat masing-masing sedangkan aku- aku hanya memiliki wajah yang tampan tanpa kemampuan. Dan saat aku mengatakan itu Leeteuk hyeong mengatakan ‘jika kau keluar dari Super Junior maka kami bukan Super Junior lagi. Kita memiliki kekurangan dan kelebihan yang saling melengkapi satu sama lain’. Ucapannya membuatku tersadar bahwa aku cukup dibutuhkan disini. Geuraeyeo ?” aku mengangguk sambil membalas senyumnya.
[Heechul dan Leeteuk]
Jigeum eodi inneun geoni
Jichin nae moseubi boijil annni
Apheun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda
Michidorok

Dimana kamu sekarang
Bisakah kamu melihat lelahnya aku
Hati yang disakiti ini selalu mencarimu, Memanggilmu
Menjadi gila

Aku menatap pemandangan kota Seoul malam hari dari balkon apartement. Biasanya jika kami senggang dulu aku dan Hangeng akan minum dan saling berbagi cerita disini. Kini hanya ada angin dan awan hitam tanpa bintang. Mungkin bintang sudah tak mau lagi bersaing dengan gemerlapnya kota.
“Heechul-ah” aku menoleh.
“Oh, hyeong” dapat kulihat dari sudut mataku ia duduk disampingku.
“Tumben sekali kau memanggilku hyeong. Kau kenapa Heechul-ah ?” aku terdiam. Saat masa-masa sulitku dulu ia selalu ada disisiku. Memberiku semangat dan tersenyum. Namun aku ? aku tak tahu apa-apa tentang dirinya. Bukankah aku orang yang tak berguna.
“Hangeng pasti tak ingin kau semakin down waktu itu. Maka dari itu ia memilih memendamnya sendiri” aku tahu arah pembicaraannya. Hah, tentu saja.
“Tapi kenapa ia meninggalkanku. Ia tahu kalau dirinya adalah alasan aku tak mengakhiri hidupku. Ia satu-satunya orang yang mengenalku dengan baik. Ia yang mengerti tentang aku hyeong” ucapku lirih.
“Naega-, aku merasa seperti seorang leader yang tak mampu membimbing semua memberku. Bahkan aku tak dapat mencegah Kibum untuk pergi, aku tak tahu sama sekali tentang perasaan Hangeng. Heechul-ah, bukan hanya kau yang merasa kehilangan. Jadi jangan terpuruk lagi. Mengurung diri seperti ini tak akan membuat dirimu lebih baik” ia pergi meninggalkanku setelah mengatakan hal itu. Aku tahu aku menyinggung perasaanya. Jung soo, kau leader terbaik untuk kami!!

[Yesung]
Naegero dorawajullae
Maeil ne ireum bureumyeo
Jichin gidarim soge
Neoreul chaja hemaeneun najanha

Kembali ke sisiku
Aku yang selalu memanggil namamu setiap hari
Hatiku yang lelah karena menunggu kamu
Aku, yang selalu bertanya-tanya karena aku mencari kamu

Aku tersenyum disela-sela fansmeeting kali ini. Menanyakan nama fans menandatanganinya dan tersenyum. Mereka bukan hanya sekedar fans untukku. Mereka adalah orang yang mendukungku, menyemangatiku hingga aku bisa seperti sekarang ini[1].
“Oppa, kau masih berhubungan Kibum oppa tidak ?” aku menatap seorang yeoja yang berdiri didepanku dengan penuh tanda tanya.
“Namamu ?”
“Kim Hyunri” ucapnya, aku menulis namanya lalu menyerahkan album yang sudah kutanda tangani padanya.
“Oppa” aku tersenyum tipis.
“Masih, tentu saja. Waeyo ? Ada yang ingin kau titipkan untuknya ?” wajahnya langsung girang dan dengan semangat ia membuka tas selempang yang ia bawa. Warna biru, warna ELF dan juga warna favorite Kibum.
“Ige oppa. Jeongmal gamsahae” yeoja itu menunduk lalu melenggang pergi. Karena penasaran aku membuka kotak coklat yang dibawanya. Album super junior yang kelima. Mr. Simple.
‘Oppa, aku belum mendapat tanda tanganmu di album itu. Tolong ditanda tangani dan kembalikan lagi pada Yesung oppa. Tolong katakan padanya jika sudah ditanda tangani aku akan mengambilnya jika bertemu dengannya. Kim Hyunri’

            Dia benar-benar seorang ELF. Ia mengoleksi semua tanda tangan kami pada CD albumnya. Bahkan ia tahu betul tentang Kibum. Aku menyimpannya dan kembali tersenyum pada ELF lainnya. ‘Kibum-ah, mereka menantimu. Mengapa kau belum kembali ? Apa dunia luar lebih menarik untukmu ?’

[Ryeowook]
Sarangi nunmuri neowaui chueogi
Han bangul han bangul ddo nae gaseume heulleo naerinda

Cinta tangis dan kenangan tentangmu
Gelombang demi gelombang mengalir dalam hatiku

            Aku membuka album kenangan yang diberikan padaku saat Sushow tadi. Buku dengan cover berwarna Sapphire blue dengan halaman pertama gambar seluruh member Super junior yang 13+2.
           Tanganku membolak-balik buku dengan tebal lebih dari 10 cm. Sangat tebal seperti sebuah buku sejarah kuno. Aku sampai terkikik sendiri saat melihat beberapa pose yang ada disana. Foto yang diambil olehnya secara diam-diam ataupun langsung. Foto dimana kami bertiga belas dengan Zhoumi dan Henry. Namun semakin kubuka semakin sedikit member yang berada disatu stage itu. Foto comeback stage yang hanya diisi oleh beberapa diantara kami saja.
            Dihalaman terakhir buku ini tertulis. ‘I’m ELF and We’ll always stand beside Super Junior. ELF memang bukan fandom terbesar namun kami akan selalu berada disamping Super Junior. Menjaga mereka dengan cara kami. Mensupport mereka dengan cara kami. Saling berbagi dan mengerti, karena itulah yang Super Junior ajarkan pada kami. Tentang persahabatan, kerja keras dan impinan. Merekalah Super Hero kami. Uri Superman. Super Junior The Last Man Standing’.
            Aku menutup buku itu sambil tersenyum. Kalian memang bukan keluargaku, tak ada hubungan darah antara kami. Namun kalian rumah keduaku setelah rumah keluargaku. Tempat aku berbagi suka, duka dan mewujudkan impian yang dulu begitu jauh dari genggamanku.
[Hangeng]
Ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
Oneuldo bin nae gaseumeul
Ddo jeoksinda

Bersama dengan kenangan yang tidak bisa menghapus tangisku
Hari ini hatiku kosong lagi
Terasa hampa~

            Hatiku kembali terunyah. Ingatanku melayang pada kejadian beberapa waktu yang lalu. Kutengok jam diatas nakas. Jam 11 malam. Jika situasinya masih sama seperti dulu- mungkin aku tengah berada ditengah-tengah mereka. Bercanda bersama, menghabiskan malam hingga larut hanya untuk bercanda saling menumpahkan isi hati masing-masing. Menguatkan satu sama lain. Walau sebenarnya diri mereka juga rapuh.
###
“Ge”
“Hemm” sahutku sambil menandatangi album yang ia bawa.
“Yesung gege menanyakan kabarmu” seketika aku langsung menatap wajahnya. Seorang gadis dengan wajah yang polos. Apa benar mereka masih mengingatku ? Apa mereka masih menganggapku bagian dari mereka ?
“Darimana kau mengetahuinya ?” tanyaku penasaran.
“Aku kekorea dan datang ke fansmeeting mereka” jawabnya polos.
“Kau bisa berbahasa korea ?” ia menggeleng sambil tersenyum.
“Seorang temanku, ELF korea yang menerjemahkannya. Yesung gege memintaku menyampaikannya padamu jika aku bertemu denganmu” aku menyerahkan albm dan poster yang sudah kutanda tangani. Ia terlihat menulis sesuatu dikertas dan menyobeknya.
“Ini dari Yesung gege” ia berbalik. aku membacanya sekilas.

“Bagaimana kabarmu Hangeng hyeong ? Aku memintanya untuk mengatakan ini padamu jika ia bertemu denganmu. Kita adalah keluarga. Dimanapun dirimu kau tetap bagian dari kami. Ini nomer ponselku. Kau bisa menghubungik. Aku tak melarangmu untuk pergi jauh dari kami, tapi jika kau ingin kembali maka kembalilah, kami menerimamu dengan tangan terbuka. Kau tahu Heechul sangat merindukanmu”


Super Junior


Memories


[1] Saat awal debut Yesung Oppa dianggap member yang tidak memiliki daya tarik. Yesung oppa juga awalnya member yang paling terlupakan di Super Junior. Namun setelah beberapa tahun kemudian fans Yesung oppa atau Clouds merupakan salah satu fans individual terbanyak diantara member Super Junior.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar