1. Title : Memories
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Super junior members. Elf.
4.
Lenght : Songfict
5.
Rated : PG 13
6.
Genre : Dream, Friendship. Family.
7. Disclaimer : Lagu yang begitu menyentuh hatiku
selain Let’s not. Lagu album Mr. Simple yang begitu harmoni. Menenangkan hati.
Ini hanya unek-unek saya saja. No Plagiat, typo(s) anywhere....
Story....
[Kyuhyun]
Saranghaetjanha uri
Saranghaetjanha uri
Hamkkehan manheun nal dongan
Tidak bisakah kita saling mencintai(seperti dulu)
Sangat banyak waktu yang kita habiskan bersama
“Kyuhyun-ah, karena hari ini hari ulang tahunmu kau
ingin merayakannya dimana ?” tanya Sungmin hyeong. aku memutar bola mataku
berharap ada tempat yang kurasa bisa menjadi objek yang menarik.
“Mollayeo hyeong. Aku bingung” jawabku. Memang tak
ada tempat yang ingin aku kunjungi saat ini. Kulihat semua hyeongku, ah! Ani-
hyeongku yang ada disini menghela nafas. Aku tahu apa yang mereka pikirkan
karena aku juga memikirkannya. Dulu- ulang tahun pertamaku bersama mereka kami
masih tinggal diapartement lama yang sangat sempit. Berbagi makanan sederhana
dan merayakannya penuh kesederhanaan. Namun kehangatan itu begitu kental
membuatku nyaman berada ditengah-tengah mereka. Menjadi adik kecil mereka dan
selalu merepotkan mereka.
“Hyeong, aku ingin pergi dulu sebentar” ucapku lalu
melesat pergi.
***
Disinilah
aku berada. Ditaman apartement kami dulu. Ditempat ini juga untuk pertama
kalinya aku terbuka dengan Hangeng hyeong. Aku tahu kehadiranku pada awalnya
tak bisa mereka terima. Aku tahu. Mereka sudah lebih dulu training
bertahun-tahun hingga mereka bisa debut sedangkan aku hanya training selama 3
bulan saja.
“Chogiyo. Permisi, boleh aku duduk disini ?” aku
mengangguk. Dari pakaian yang ia pakai ia anak sekolah. Lihatlah, ini sudah jam
1 malam. Kenapa ia belum pulang ? Apa dia arwah gentayangan ?
“W-wae ? Kenapa menatapku seperti itu ?” ia
terlihat gugup saat aku menatapnya. aku memandang wajahnya. Seperti pernah
melihatnya.
“Apa aku mengenalmu ? Sepertinya aku tak asing
dengan wajahmu ahgasshi ? dan- kenapa malam-malam seperti ini kau belum pulang
? orang tuamu pasti khawatir” kulihat ia menatap lurus kedepan. Wajahnya
berubah sendu.
“Kami baru saja menyelesaikan projek untuk Hangeng
gege. Sebentar lagi tanggal 9 februari. Jika aku pulang, orang tuaku hanya akan
memarahi. Lagi pula besok aku akan ke fanmeetingnya Kyuhyun oppa” aku
tersentak. Ternyata ia ELF, dan ia tak menyadari bahwa ini adalah aku. Cho
Kyuhyun Super junior!!
“Ohya, memangnya projek apa ?”
“Kami menulis surat untuk Hangeng gege dan
mengirimkannya untuk gege besok. Kami meminta bantuan dari ELF china untuk
menyerahkannya pada Gege. Walaupun hanya menulis surat- setidaknya aku ingin
Gege tak melupakan kami. Super Junior dan ELF. Kami berharap dengan mengirim
surat untuknya, mengingatkannya bahwa dimanapun ia berada kami akan selalu
mendukungnya karena ia bagian dari Super Junior selamanya” aku terhenyak. ELF
memang selalu mendukung kami. Berada disisi-sisi kami dan berusaha menjadi
tameng untuk kami dapat terus ada.
“Chogiyo, aku permisi dulu” ujarnya melambaikan
tangannya dan berjalan meninggalkanku.
[Sungmin dan Kibum]
Hamkke aphahaetjanha seoroui irin juldo moreugo
Bukankah kita sudah terluka
bersama
“Hyeong bagaimana kabar yang lain ? Kudengar album
terbaru kalian diprediksi akan menjadi album terlaris untuk tahun ini” aku
menatapnya sendu.
“Album kita bukan kami” ucapku membuatnya
meletakkan cup coffenya.
“Aku sudah keluar hyeong” ujarnya lirih sambil
menunduk. Aku menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.
“Kenapa kau mau kembali bersama kami Kibum-ah ? Kau
tahu, dorm sekarang sangat sepi. Satu per satu kami menjalani wajib militer.
Apa artinya penghargaan jika dibalik itu semua kami menangis. Aku lebih memilih
super junior yang dulu, dimana kita masih bersama. Menghadapi semuanya bersama,
media, netizen, paparazi. Tapi kenapa setelah kita berada dipuncak keemasan kau
memilih jalan untuk sendiri ?” aku menyayangimu Kibum-ah seperti dongsaengku
sendiri. Seperti Sungjin maupun Kyuhyun.
“Bukankah jika bersama akan lebih mudah ?” lanjutku
dan membuatnya kehilangan kata-kata.
[Donghae]
Neon eodi inneun geoni,
Neon eodi inneun geoni,
Naui moksori deullijil anni
Apheun nae simjangi neoreul chatneunda, neoreul
bureunda
Michidorok
Kita tidak tahu dimana kau berada
Apa kau dapat mendengar suaraku
Hatiku yang disakiti ini selalu mencari kamu, memanggilmu
Membuatku gila
“Donghae-ah, kau harus tersenyum didepan kamera.
Arraseo ?” aku mengangguk pasrah. Setelah keluarnya kru dari salah satu stasiun
TV musik semua member mengerubungiku.
“Gwaenchanayeo hae-ah ?” tanya Leeteuk hyeong. Aku
hanya mengangguk. Jika pun aku baik saat ini tapi hatiku tidak.
“Bagaimana mungkin ia baik-baik saja, jika ayahnya
baru saja meninggal hyeong ?” aku menoleh kearah Kang In hyeong. Sifatnya yang
blak-blakan kadang membuat orang didekatnya risih namun aku menyukainya.
Setidaknya ia tak munafik.
“Kau harus ikhlas Donghae hyeong. Karena pada
dasarnya semua orang akan meninggal dan meninggalnya manusia itu hanya tuhan
yang tahu” aku terunyah mendengar penuturan Kibum. Ia bahkan lebih dewasa
sekarang.
###
“Donghae-ah, sekarang akting Kibum lebih matang. Ia
melakukannya seolah-olah itu memang benar terjadi” aku menoleh kearah Eunhyuk
yang berceloteh ria sambil memakan cemilan.
“Ne, ia memang aktor sejati. Aku bangga sebagai
hyeongnya” ujarku lirih.
[Eunhyuk]
Johahaetjanha
Johahaetjanha
Jageun nae misoe useojwotjanha
Tidak bisakah kita saling menyukai (satu sama lain)
Bukankah (kau) tersenyum karena sedikit senyum dariku
Aku
tersenyum ditengah-tengah mereka. Selesai melakukan perform Don’t don. Lagu
yang menurut sebagian besar orang dulu, lagu yang hanya membisingkan telinga.
Dapat kulihat dari sini beberapa ELF, atau mungkin hampir seluruh ELF di Tokyo
dome kini mengusap air mata mereka.
Yah,
aku tahu- atau tepatnya kami tahu bahwa apa arti lagu ini. Lagu yang dulu
sempat dipandang sebelah mata. Namun karena support dari mereka aku masih
bertahan disini. Untuk berdiri, tersenyum, menari, bernyanyi dan menangis bersama
mereka.
Akan
lebih menyenangkan jikalau Hangeng hyeong dan Kibum berada ditenga-tengah kami
sekarang. Menyanyi bersama mereka semua sambil tersenyum. Super Show 1 adalah
Show yang ingin kulakukan lagi. Bukan kuulang namun kulakukan lagi. Mereka adalah
alasanku untuk tersenyum.
[Shindong dan Siwon]
Hamkke ureosseotjanha
Naui nunmure aphahaetjanha
Tidak bisakah kita menangis bersama
Bukankah (kau) merasa sakit karena tangisku
Aku duduk
termenung sendiri ditaman. Akhir-akhir ini aku terus berpikir keras. Apakah aku
pantas berada ditengah-tengah mereka ? Mereka sungguh berbakat sedangkan aku ?
jangan ditanya lagi. Aku jauh dari kata sempurna. Tubuhku saja terlalu gemuk.
Wajahku juga tak setampan Siwon. Danceku tidak selincah Eunhyuk dan suaraku jauh
dari Yesung Hyeong.
“Hyeong” aku tersentak. Siwon.
“Kuperhatikan akhir-akhir ini hyeong sering melamun
sendiri ditaman ini. Wae ?” aku menghela nafas.
“Apa keberadaanku hanya menghambat karier kalian
saja Siwon-ah ? Kau tahu bukan. Aku tak seperti kalian dan kadang itu
membuatku-”
“Minder ? Ya, aku juga pernah merasakannya” aku
menatap Siwon tak percaya. Mana mungkin ia seperti itu. Ia sempurna, wajah
tampan, latar belakang keluarganya yang baik dan ia berbakat.
“Aku pernah seperti itu Hyeong. Aku pernah berpikir
kalian memiliki bakat masing-masing sedangkan aku- aku hanya memiliki wajah
yang tampan tanpa kemampuan. Dan saat aku mengatakan itu Leeteuk hyeong
mengatakan ‘jika kau keluar dari Super Junior maka kami bukan Super Junior
lagi. Kita memiliki kekurangan dan kelebihan yang saling melengkapi satu sama
lain’. Ucapannya membuatku tersadar bahwa aku cukup dibutuhkan disini.
Geuraeyeo ?” aku mengangguk sambil membalas senyumnya.
[Heechul dan Leeteuk]
Jigeum eodi inneun geoni
Jichin nae moseubi boijil annni
Apheun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul
bureunda
Michidorok
Dimana kamu sekarang
Bisakah kamu melihat lelahnya aku
Hati yang disakiti ini selalu mencarimu, Memanggilmu
Menjadi gila
Aku
menatap pemandangan kota Seoul malam hari dari balkon apartement. Biasanya jika
kami senggang dulu aku dan Hangeng akan minum dan saling berbagi cerita disini.
Kini hanya ada angin dan awan hitam tanpa bintang. Mungkin bintang sudah tak
mau lagi bersaing dengan gemerlapnya kota.
“Heechul-ah” aku menoleh.
“Oh, hyeong” dapat kulihat dari sudut mataku ia
duduk disampingku.
“Tumben sekali kau memanggilku hyeong. Kau kenapa
Heechul-ah ?” aku terdiam. Saat masa-masa sulitku dulu ia selalu ada disisiku.
Memberiku semangat dan tersenyum. Namun aku ? aku tak tahu apa-apa tentang
dirinya. Bukankah aku orang yang tak berguna.
“Hangeng pasti tak ingin kau semakin down waktu
itu. Maka dari itu ia memilih memendamnya sendiri” aku tahu arah
pembicaraannya. Hah, tentu saja.
“Tapi kenapa ia meninggalkanku. Ia tahu kalau
dirinya adalah alasan aku tak mengakhiri hidupku. Ia satu-satunya orang yang
mengenalku dengan baik. Ia yang mengerti tentang aku hyeong” ucapku lirih.
“Naega-, aku merasa seperti seorang leader yang tak
mampu membimbing semua memberku. Bahkan aku tak dapat mencegah Kibum untuk
pergi, aku tak tahu sama sekali tentang perasaan Hangeng. Heechul-ah, bukan
hanya kau yang merasa kehilangan. Jadi jangan terpuruk lagi. Mengurung diri
seperti ini tak akan membuat dirimu lebih baik” ia pergi meninggalkanku setelah
mengatakan hal itu. Aku tahu aku menyinggung perasaanya. Jung soo, kau leader
terbaik untuk kami!!
[Yesung]
Naegero dorawajullae
Naegero dorawajullae
Maeil ne ireum bureumyeo
Jichin gidarim soge
Neoreul chaja hemaeneun najanha
Kembali ke sisiku
Aku yang selalu memanggil namamu setiap hari
Hatiku yang lelah karena menunggu kamu
Aku, yang selalu bertanya-tanya karena aku mencari
kamu
Aku
tersenyum disela-sela fansmeeting kali ini. Menanyakan nama fans
menandatanganinya dan tersenyum. Mereka bukan hanya sekedar fans untukku. Mereka
adalah orang yang mendukungku, menyemangatiku hingga aku bisa seperti sekarang
ini[1].
“Oppa, kau masih berhubungan Kibum oppa tidak ?”
aku menatap seorang yeoja yang berdiri didepanku dengan penuh tanda tanya.
“Namamu ?”
“Kim Hyunri” ucapnya, aku menulis namanya lalu
menyerahkan album yang sudah kutanda tangani padanya.
“Oppa” aku tersenyum tipis.
“Masih, tentu saja. Waeyo ? Ada yang ingin kau
titipkan untuknya ?” wajahnya langsung girang dan dengan semangat ia membuka
tas selempang yang ia bawa. Warna biru, warna ELF dan juga warna favorite
Kibum.
“Ige oppa. Jeongmal gamsahae” yeoja itu menunduk
lalu melenggang pergi. Karena penasaran aku membuka kotak coklat yang
dibawanya. Album super junior yang kelima. Mr. Simple.
‘Oppa, aku belum mendapat tanda tanganmu
di album itu. Tolong ditanda tangani dan kembalikan lagi pada Yesung oppa.
Tolong katakan padanya jika sudah ditanda tangani aku akan mengambilnya jika
bertemu dengannya. Kim Hyunri’
Dia
benar-benar seorang ELF. Ia mengoleksi semua tanda tangan kami pada CD
albumnya. Bahkan ia tahu betul tentang Kibum. Aku menyimpannya dan kembali
tersenyum pada ELF lainnya. ‘Kibum-ah, mereka menantimu. Mengapa kau belum
kembali ? Apa dunia luar lebih menarik untukmu ?’
[Ryeowook]
Sarangi nunmuri neowaui chueogi
Sarangi nunmuri neowaui chueogi
Han bangul han bangul ddo nae gaseume heulleo naerinda
Cinta tangis dan kenangan tentangmu
Gelombang demi gelombang mengalir dalam hatiku
Aku
membuka album kenangan yang diberikan padaku saat Sushow tadi. Buku dengan
cover berwarna Sapphire blue dengan halaman pertama gambar seluruh member Super
junior yang 13+2.
Tanganku
membolak-balik buku dengan tebal lebih dari 10 cm. Sangat tebal seperti sebuah
buku sejarah kuno. Aku sampai terkikik sendiri saat melihat beberapa pose yang
ada disana. Foto yang diambil olehnya secara diam-diam ataupun langsung. Foto
dimana kami bertiga belas dengan Zhoumi dan Henry. Namun semakin kubuka semakin
sedikit member yang berada disatu stage itu. Foto comeback stage yang hanya
diisi oleh beberapa diantara kami saja.
Dihalaman
terakhir buku ini tertulis. ‘I’m ELF and We’ll always stand beside Super
Junior. ELF memang bukan fandom terbesar namun kami akan selalu berada
disamping Super Junior. Menjaga mereka dengan cara kami. Mensupport mereka
dengan cara kami. Saling berbagi dan mengerti, karena itulah yang Super Junior
ajarkan pada kami. Tentang persahabatan, kerja keras dan impinan. Merekalah
Super Hero kami. Uri Superman. Super Junior The Last Man Standing’.
Aku
menutup buku itu sambil tersenyum. Kalian memang bukan keluargaku, tak ada
hubungan darah antara kami. Namun kalian rumah keduaku setelah rumah
keluargaku. Tempat aku berbagi suka, duka dan mewujudkan impian yang dulu
begitu jauh dari genggamanku.
[Hangeng]
Ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
Oneuldo bin nae gaseumeul
Ddo jeoksinda
Bersama dengan kenangan yang tidak bisa menghapus
tangisku
Hari ini hatiku kosong lagi
Terasa hampa~
Hatiku
kembali terunyah. Ingatanku melayang pada kejadian beberapa waktu yang lalu.
Kutengok jam diatas nakas. Jam 11 malam. Jika situasinya masih sama seperti
dulu- mungkin aku tengah berada ditengah-tengah mereka. Bercanda bersama,
menghabiskan malam hingga larut hanya untuk bercanda saling menumpahkan isi
hati masing-masing. Menguatkan satu sama lain. Walau sebenarnya diri mereka
juga rapuh.
###
“Ge”
“Hemm” sahutku sambil menandatangi album yang ia
bawa.
“Yesung gege menanyakan kabarmu” seketika aku
langsung menatap wajahnya. Seorang gadis dengan wajah yang polos. Apa benar
mereka masih mengingatku ? Apa mereka masih menganggapku bagian dari mereka ?
“Darimana kau mengetahuinya ?” tanyaku penasaran.
“Aku kekorea dan datang ke fansmeeting mereka”
jawabnya polos.
“Kau bisa berbahasa korea ?” ia menggeleng sambil
tersenyum.
“Seorang temanku, ELF korea yang menerjemahkannya.
Yesung gege memintaku menyampaikannya padamu jika aku bertemu denganmu” aku
menyerahkan albm dan poster yang sudah kutanda tangani. Ia terlihat menulis
sesuatu dikertas dan menyobeknya.
“Ini dari Yesung gege” ia berbalik. aku membacanya
sekilas.
“Bagaimana kabarmu Hangeng hyeong
? Aku memintanya untuk mengatakan ini padamu jika ia bertemu denganmu. Kita
adalah keluarga. Dimanapun dirimu kau tetap bagian dari kami. Ini nomer
ponselku. Kau bisa menghubungik. Aku tak melarangmu untuk pergi jauh dari kami,
tapi jika kau ingin kembali maka kembalilah, kami menerimamu dengan tangan
terbuka. Kau tahu Heechul sangat merindukanmu”
Super Junior
Memories
[1] Saat awal debut Yesung Oppa dianggap member
yang tidak memiliki daya tarik. Yesung oppa juga awalnya member yang paling
terlupakan di Super Junior. Namun setelah beberapa tahun kemudian fans Yesung
oppa atau Clouds merupakan salah satu fans individual terbanyak diantara member
Super Junior.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar