1.
Title : Fate Chaptered 2 : Pain
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Jung Jiyoung, Choi
Siwon[Udah pada tahu ya ni orang member boyband apa. Ok bagi yang belum tahu
Visualnya Super Junior, Choi Siwon putra konglomerat pemilik Hyundai
Departement Store*Tebar berlian*], Choi Jonghyun[Changjo Teentop], Jung
Byunghee[G.O MBLAQ] and other casts find
by your self!!
4.
Rated : PG 13
5.
Lenght : Short Story*Rencana
Threesome*
6.
Genre : AU, Romance, Family and
other up to readers.
7.
Disclaimer : Choi Siwon pasti member Super
Junior*peluk satu-satu*, Choi Jonghyun member Teentop*maksud ane Changjo*
karena author lagi kesem-sem sama ni bocah jadi ni bocah nyempil di ni FF. Ada
3 part di FF ni dan itu diambil dari lirik lagu Hero bagian Shindong oppa yang
paling unhyuk-unhyuk*cubit pipi* pertama Down, Pain dan Fate. Dan jadilah ni
FF. Story is Mine!! Typo(s) anywhere. No PLAGIAT. Pure present by me
Ikrillah Khoirun Nisa’ atau pena name sama Fortunia Ryu*tunjukin tag name*
segitu aja yah.. capek!!
Story.....
Kami memasuki rumah
bergaya eropa dengan cat putih dan pintu yang tingginya sekitar 3 meter mungkin
? Siwon oppa menuntunku menyusuri rumah megahnya. Memang aku pernah kemari tapi
hanya sebatas sampai diruang tamu saja. Kami sampai dibelakang rumah dan dapat
kulihat segerombol manusia tengah asyik bercengkrama di teras paviliun kecil.
Diantara mereka ada Jonghyun yang hanya diam duduk diantara mereka.
Mataku menatap
Choi Hyunri Ahjumma-Eomma Siwon oppa- yang terlihat mendominasi percakapan dan
Han Jihyun Ahjumma-Eomma Jonghyun- yang hanya sesekali tersenyum. OMONA!! Eomma
eotteokhe ? Aku gugup sekali.
“Oppa~ lain kali saja. Aku-”
“Kalau kau belum siap itu sebagai alasan, maka jika aku hendak
mengenalkanmu pada orang tua-ku kau akan menjawab seperti itu terus Jiyoung-ah”
kulepaskan genggaman tangannya dan menaikan tanganku menjadi menggenggam
lengannya. Tanganku tak bisa diam, kuremas lengan kemejanya melampiaskan rasa
gugupku.
“Ayo, tak apa. Semua akan baik-baik saja” aku mengikuti langkahnya
menghampiri mereka. Semakin mendekati mereka semakin kuat remasanku pada
lengannya.
“Annyeong Abeoji, eomma” aku ikut membungkuk mengikuti Siwon oppa.
Kulihat Jihyun Ahjumma tersenyum melihatku berdiri disamping Siwon oppa. Memang
aku cukup dekat dengannya.
“Ah Siwon-ah, kau sudah datang. Duduklah, kau membawa seseorang”
Siwon oppa menatapku sambil mengangguk menanggapi ucapan Choi Ahjussi. Ia
menuntunku untuk duduk disampingnya dan Jonghyun. Aku sempat melempar senyum
singkat padanya tapi Jonghyun hanya diam tak berekspresi.
“Semuanya kenalkan ini-”
“Mian Choi, kami sedikit terlambat karena tadi ada keperluan
mendadak” kutolehkan kepalaku untuk melihat siapa yang menginstrupsi perkataan
Siwon oppa. Seorang namja paruh baya dan mungkin istrinya serta yeoja muda tapi
mungkin lebih tua kira-kira 3-5 tahun dariku. Dari pakaian mereka jelas kalau
mereka berasal dari golongan yang setara dengan Siwon oppa. Konglomerat.
Choi Ahjussi
terlihat antusias dengan kedatangan mereka. Mereka-Choi Ahjussi dan orang itu-
saling berjabat tangan dan tertawa renyah. Aku menoleh kearah Siwon oppa dengan
tatapan mataku seolah bertanya ‘Mereka Siapa ?’ Siwon oppa hanya menggeleng.
Iris mataku menangkap gelagat Jonghyun yang aneh. Duduknya sepertinya tidak
tenang. Bola matanya berputar kesana kemari. Apa dia tahu sesuatu ?
Author POV
“Siwon-ah, kenalkan ini tuan Kwan Songjung” ujar Tuan Choi
memperkenalkan relasi bisnis dan- lihat saja nanti!! Siwon berdiri dan menunduk
hormat pada tuan Kwan yang disambut tawa renyah para orang tua disana.
“Aish, kau terlalu sungkan Choi!!” Siwon hanya tersenyum simpul.
Tuan Choi berdehem sebelum berucap.
“Dan yeoja yang duduk disampingnya adalah putri tuan Kwan. Kwan
Hyoeun. Manis bukan ? Apa ia masuk kriteriamu Siwon-ah ?” Siwon menatap
abeojinya tak percaya sementara yang ditatap masih tersenyum cerah. Ia tahu
akhir dari pembicaraan ini adalah apa. Niatnya meminta kedua orang tuanya
meluangkan waktu untuknya untuk memperkenalkan yeoja-nya. Bukan diperkenalkan
anak rekan bisnisnya!! Siwon melirik Jiyoung yang kini terus memperhatikan
Hyoeun.
“Kudengar Hyoeun sekarang semester 5 di Inha, benar itu tuan Kwan
?” kali ini Nyonya Choi-eomma Siwon- yang bertanya. Matanya terlihat begitu
berbinar, memang dimana Nyonya Choi Hyoeun adalah sosok menantu yang
diharapkannya. Eh ?
“Abeoji, eomma. Bisa dengarkan aku sebentar” suara intrupsi dari
Siwon membuatnya kini menjadi pusat perhatian. Siwon yang ditatap hanya
menghela nafas sebelum angkat bicara. Dalam benaknya, dia tak ingin
mengecewakan Jiyoung dan justru hari ini menjadi hari yang tak diinginkan untuk
diingat bagi Jiyoung.
“Abeoji tahukan siapa yang ada disampingku ?” ia bingung bagaimana
memulainya, sementra Tuan Choi hanya mengangguk.
“Putri Tuan Jung Youngjin bukan ? Saat pertemuan membahas pabrik di
Incheon, Oppa-nya sedikit cerita tentang adiknya. Benarkan ?” Siwon hanya
mengangguk. “Bukankah ia hoobae-mu Jonghyun-ah ?” kali ini suara istri kedua
dari tuan Choi yang diikuti anggukan kepala Jonghyun.
“Jiyoung, uri yeojachingu. Tuan Jung sudah tahu dan aku berniat
memberitahukan hubungan kami pada eomma dan abeoji” Jonghyun menepuk jidatnya.
Ini pasti akan memusingkan, abeojinya tipikal orang yang keras kepala sedangkan
hyeong-nya adalah tipikal namja yang gigih. Perang dalam keluarga akan segera
dimulai. Batin Jonghyun.
Sementara suasana
menjadi hening. Tuan Kwan-diwajah tua itu tersirat sekali ekspresi kaget.
Bagaimana mungkin, bukankah ia sudah mengatakannya pada Tuan Choi jika putri
semata wayangnya ini mencintai putra sulungnya. Kenapa justru hari ini putrinya
harus menelan kenyataan pahit yaitu Siwon sudah memiliki seorang kekasih.
Kenapa tak bilang saja dari awal.
“Ah- kenapa jadi kaku seperti ini. Ayo masuk dulu, kita makan
bukankah sudah waktunya makan malam” ujar istri pertama dari Tuan Choi disertai
senyuman canggung.
*** Fate:Pain ***
Keluarga Kwan
selesai makan malam bersama. Kini mereka duduk diruang santai namun kontras
dengan suasana yang menyelimuti manusia-manusia ini. Tegang untuk Siwon,
gelisah untuk Jiyoung dan khawatir untuk Jonghyun. Kenapa Jonghyun khawatir ?
Tentu saja karena ia takut Jiyoung akan menangis semalaman lagi. Ia tak ingin
yeoja yang tak seharusnya ia cintai ini merasa tersakiti. Ia tahu seberapa
besar ia berusaha mengubah hati yeoja itu untuk melihatnya namun tak akan
pernah berhasil. Jadi keputusannya sekarang adalah menjaganya dan melihatnya
tersenyum bahagia disamping hyeong tirinya.
“Siwon-ah sejak kapan ? Maksudku sejak kapan kau mengenalnya dan
kalian menjalin hubungan yang lebih serius-pacaran- ini” sebagai sang eomma,
Nyonya Choi berusaha memahami apa yang diinginkan putranya walau ia tak yakin
akan menerima ini karena- sudah kubilangkan Nyonya Choi ini begitu menginginkan
Hyoeun yang menjadi menantunya.
“Kami bertemu sekitar 4 tahun yang lalu dan hubungan ini sejak
Jiyoung masuk senior high school. Sekitar 1 tahun lebih” jawab Siwon. Wajahnya
kini tak memancarkan ketakutan seperti saat akan mengenalkan Siwon hanya saja
tubuhnya tegang bila Tuan Choi yang bicara. Ia takut abeoji-nya tak menerima
hubungan mereka.
“Kau bilang di hoobae Jonghyun, dari mana kau tahu Jihyun-ah ?”
Nyonya Choi bertanya pada istri kedua suaminya. Memang untuk hubungan tua-muda
ini mereka tak ada masalah kecuali-kasih sayang tuan Choi yang hanya tercurah
untuk Siwon saja. Mungkin karena- Jihyun menikah dengannya karena perjodohan ?
Atau mungkin lebih tepatnya amanat.
“Jonghyun beberapa kali mengajaknya kemari dengan chingudeul yang
lain. Kupikir karena ia satu ekskul-Klub Dance- dengan Jonghyun. Waktu itu juga
Jiyoung diantar pulang oleh Siwon, kupikir karena Jonghyun tak bisa dan hari
sudah malam. Aku tak menyangka ternyata mereka memiliki hubungan” jelas Jihyun
menatap Jiyoung yang duduk dihadapannya diapit oleh Choi Muda.
“Siwon-ah, abeoji tidak bisa menerima. Pertama karena perbedaan
usia kalian, kupikir kalian terpaut lebih dari 10 tahun. Kedua kau sudah mapan
dan sudah saatnya kau menjalin hubungan yang lebih serius. Kegita dia masih
Senior high school, tentu pikirannya masih untuk bersenang-senang dengan
teman-temannya-belum dewasa-. Keempat abeoji ingin kau menikah paling lambat
akhir tahun ini, dia masih tingkat 2 jadi ia tak bisa menikah bukan ? Kelima
ada yeoja yang lebih pantas bersanding denganmu dibanding dirinya. Keenam aku
sudah menjodohkanmu dengan Hyoeun dan mau tak mau kau harus menerimanya” tanpa
ingin tahu reaksi dari orang yang ada disana Tuan Choi melenggang begitu saja
meninggalkan ruangan ini.
Mendadak ruangan
kembali menjadi hening. Padahal tadi suasana mulai mencair tapi setelah tuan
Choi yang terhormat itu membuka mulutnya, ruangan ini menjadi canggung. Siwon
tersadar dari keterpakuannya saat tangan halus Jiyoung menyentuh tangan
kirinya. Jiyoung tersenyum samar seolah mengatakan ‘Nan gwaenchana’. Hanya
orang bodoh yang percaya, tentu saja bagaimana tersenyum dengan mata seolah
mengatakan itu tapi sudut bibir itu bergetar. Dalam hati ia merutuki orang
tuanya, apa ini hadiah yang ia berikan pada Jiyoung untuk ulang tahun ke-17-nya
?
“Siwon-ah, sudah malam. Sebaiknya kau antar Jiyoung pulang” suara
istri kedua dari tuan Choi itu menatap Jiyoung dengan pandangan iba. Karena ia
tahu Jiyoung adalah gadis yang baik, walau hanya bertemu beberapa kali tapi ia
yakin dari sorot mata dengan iris coklat gelap itu.
“Jiyoung-ah, ayo. Permisi” Siwon menggenggam tangan Jiyoung
berusaha memberi kekuatan pada yeojanya bahwa ini semua pasti bisa diatasinya.
Sedangkan Jiyoung- pikiran yeoja itu masih kosong. Apakah aku memang tak pantas
untuk namja sesempurna Siwon oppa ? Aku tahu ia lebih pantas dariku tapi-
membayangkannya saja membuatku ingin menangis. Batin Jiyoung.
*** Fate:Pain ***
“Jangan dipikirkan, lekas tidur. Sekarang pikirkan saja sekolahmu”
ucap Siwon ditepat dihadapan Jiyoung seraya membuka seatbelt Jiyoung. Senyuman
tulus dan berkesan ceria itu Jiyoung terkekeh geli.
“Aku hanya memikirkan sekolah sedangkan oppa memikirkan nasib
banyak orang yang bekerja diperusahaan oppa. Oppa egois, kau menyuruhku untuk
tidak memikirkannya tapi oppa sendiri takkan pernah berhenti memikirkannya
bukan ?” Siwon menjauhkan dirinya setelah seatbelt itu terbuka.
“Tapi aku tak akan menangis semalaman hingga membuat orang rumah
khawatir. Aku tak akan meninggalkan pekerjaanku begitu saja” Jiyoung menatap
sinis Siwon yang hanya tersenyum lurus kedepan.
“Kau menyindirku ?” Siwon menoleh, tangannya mengacak anak rambut
Jiyoung.
“Tidur yang nyenyak. Aku langsung pulang, maaf tidak bisa mampir”
Jiyoung mengangguk lalu keluar, melambaikan tangannya pada Siwon hingga mobil
mewah itu menghilang dari jarak pandangnya.
*** Fate:Pain ***
“Annyeong Ahjumma” Jiyoung menunduk hormat pada wanita yang telah
melahirkan orang yang dicintainya. Namun Nyonya besar Choi itu enggan menatap
Jiyoung barang sedetikpun, wajah angkuh yang jelas berbeda saat beberapa minggu
yang lalu mereka bertemu dikediamannya.
“Aku tak tahu kau yeoja seperti apa. Tapi kau dari kalangan
terhormat jadi bukankah itu akan mencoreng nama keluargamu jika kau masih
menempel pada putraku yang sebentar lagi akan bertunangan dengan Hyoeun” baru
saja Jiyoung mendudukan dirinya tapi Nyonya besar Choi ini langsung pada inti
kenapa ia meminta Jiyoung datang kemari. Tanpa basa-basi atau sekedar manawari
minum dulu!!
Jiyoung hanya
tersenyum kecil. Tadi pagi Siwon baru saja menelponya, mengatakan bahwa dirinya
akan sibuk akhir-akhir ini dan memungkinkan waktu bertemu mereka berkurang.
Mungkin ini yang disebut dengan sibuk olehmu oppa ?? Bukannya ingin berpikiran
negatif tapi- bukankah sudah jelas kedua orang tua Siwon tak menyukainya!! Lalu
ia bisa apa, ia tak tahu cara mempertahankan Siwon karena ia hanya gadis SMA
biasa.
“Kupikir kau lebih pantas untuk Jonghyun ketimbang putraku. Siwon
butuh yeoja yang bisa berpikir dan bertindak dewasa bukan manja dan kekanakan
yang hanya bisanya merengek sepertimu. Seharusnya kau sadar itu, walau kau berasal
dari kelas yang sama tapi perbedaan itu tak bisa terhapus begitu saja. Terlebih
Siwon adalah penerus Hyundai, aku tak akan membiarkan putraku bersama dirimu
bocah. Jadi- kau tak akan mengganggunya lagi bukan ?” Nyonya Choi menaikan satu
alisnya memberi kesan semakin angkuh pada Jiyong. Jiyoung hanya diam dengan
wajah biasa, membuat Nyonya Choi menggeram tertahan.
“Bukankah kau masih punya mulut untuk menjawab Nona Song ?” Jihyun
kali ini tersenyum, ia membenarkan anak rambutnya lalu menyelipkannya dibelakang
telinga.
“Bukankah anda adalah istri pertama dari Tuan Choi Jihoon ? Dan
bukankah Jihyun Ahjumma adalah istri kedua Tuan Choi karena itu adalah amanat
dari mendiang Eomma dari Tuan Choi ? Apakah sekarang Tuan Choi mencintai Jihyun
Ahjumma ? Amanat dan Perjodohan bukankah itu sama saja ? Anda pasti bisa
membedakan cara Tuan Choi menatap anda dan saat Tuan Choi menatap Jihyun
Ahjumma. Aku tak bisa berkata apa-apa permisi” Jiyoung meraih ransel sekolahnya
lalu berjalan meninggalkan Nyonya Choi yang menggeram mendengar ucapan Jiyoung
barusan. Matanya mengamati anak yang baru berusia 17 tahun itu.
*** Fate:Pain ***
Jiyoung
menghempaskan buku Biologinya begitu saja hingga jatuh kepangkuannya. Tangan
halusnya mengusap wajahnya frustasi sambil mengerang tertahan. Ia meraih ponsel
yang tergeletak begitu saja diatas meja didepannya. Mencari dalam buku telepon
nomor orang yang mengganggu pikirannya, didekatkannya ponsel itu pada telinga
kirinya hingga suara sang operator membuatnya melempar ponsel itu disofa
tempatnya duduk.
‘Oppa, sebenarnya apa yang terjadi ? Tak biasanya ponselmu tak
aktif apalagi tak membalas pesan dariku’ hatinya tak tenang.
‘Kau bisa datang padaku kapan saja
kau mau. Jiyoung-ah, aku mencintaimu tapi kini aku menjagamu untuk Siwon hyeong.
Kau bisa percaya padaku lagi, maaf sudah membuatmu tak nyaman dengan rasa ini’
ucapan Jonghyun menginang dikepalanya. Ia mengetikkan beberapa baris kalimat
sebelum mengirimnya. Kedua tangannya tertangkup didepan dada, berdo’a agar
Jonghyun membalas pesannya.
“Jiyoung-ah, kau kenapa ?” Jiyoung memandang Byunghee yang sudah
duduk disampingnya, bahkan televisi didepannya-pun telah menyala.
“Kapan oppa ada disini ?” bukannya menjawab Jiyoung justru bertanya
membuat Byunghee menggulung majalah dan mendaratkannya dikepala Jiyoung.
“Sejak kau sibuk dengan ponselmu. Hey, sekarang apa lagi ? Kemarin
karena ulang tahun. Sebelumnya karena sekertaris Siwon hyeong. Sekarang apa
lagi eoh Tuan Putri ?” tanya Byunghee mencubit hidungnya membuat Jiyoung
semakin menggeram.
“Itu-” ucapanya tertahan karena ponselnya bergetar menandakan ada
pesan masuk.
‘Aku sedang dalam perjalanan menuju rumahmu. Bersiaplah, sekitar 10
menit aku sampai. Ada hal penting yang aku juga baru tahu. Akan kujelaskan
dimobil dan kuharap kau tak panik’
Jiyoung melenggang
pergi menuju kamarnya dengan tergesa meninggalkan Byunghee yang menatap
punggung yeodongsaengnya dengan penuh tanda tanya dan kekhawatiran.
“Kuharap membiarkanmu bersama Siwon Hyeong bukan pilihan yang
salah” gumam Byunghee sebelum mengalihkan pandangannya kelayar televisi. Moto
GP sirkuit Aragon, Spanyol!!
*** Fate:Pain ***
Byunghee berjalan
untuk membukakan pintu. Ia tersenyum melihat Jonghyun berdiri dibalik pintu. Ia
menyuruh Jonghyun untuk masuk lalu meninggalkannya untuk memanggilkan adiknya
dikamar. Beberapa saat kemudian ia kembali lagi.
“Sebenarnya kali ini apa lagi yang terjadi ?” Jonghyun bingung.
Harus dari mana ia menceritakannya.
“Siwon hyeong hendak berangkat ke Jepang tapi ternyata-”
“Jonghyun-ah kajja” Jonghyun buru-buru berdiri lalu memberi salam
sebelum pergi.
“Akan kujelaskan nanti hyeong” pamitnya mengikuti langkah Jiyoung
yang melangkah tak sabar.
*** Fate:Pain ***
“Kau berhutang penjelasan padaku Jonghyun-ah” ucap Jiyoung
memecahkan keheningan diantara mereka. Mata Jonghyun menatap smartphone-nya
yang ia letakkan di deskboard.
“Ada disana” ucap Jonghyun singkat. Dengan cepat Jiyoung mengambil
smartphone itu. Ia melihat video yang sudah terbuka disana. ia menyentuh layar
smartphone itu hingga video itu diputar.
“Aku tak bisa menepati janjiku. Ternyata aku tak bisa
meng-handle-nya sendiri. Jiyoung-ah, jangan lagi kau pikirkan aku. Uri
Princess, lupakan aku. Maaf membuatmu menangis. Aku benar-benar tak bisa
bersamamu walau aku sangat ingin. Jiyoung, carilah namja yang lebih baik
dariku, yang tak bisa hidup tanpamu disisinya. Namja yang mau melakukan apapun
untukmu. Sekali lagi maafkan aku. Maaf karena meninggalkanmu yang menangis
seorang diri”
Selesai video itu
diputar Jiyoung menghapus air matanya kasar lalu meletakan smartphone itu pada
tempatnya. Ia menolah pada Jonghyun yang fokus menyetir disampingnya.
“Kita mau kemana ?” tanya Jiyoung dengan suara yang berubah menjadi
sedikit serak.
“Siwon hyeong awalnya ke Jepang karena urusan bisnis tapi ternyata
Abeoji dan Choi Ahjumma menahan Siwon hyeong disana, mereka mengurung Siwon
hyeong, menyita seluruh alat komunikasinya dan aku baru saja mendapat e-mail
itu darinya. Malam ini adalah pesta pernikahan mereka, kita akan menyusul
mereka. Aku sudah meminjam helikopter milik keluarga Byung Hun Hyeong” Jiyoung
mengangguk. Ia tahu seberapa keras Jonghyun berusaha melakukan apapun untuknya
tanpa meminta balasan. Dan seberapa keras hidup Jonghyun tanpa bimbingan dan
kasih sayang seorang appa.
*** Fate:Pain ***
Jonghyun membawa
Jiyoung menyelinap masuk kedalam ruangan hotel dengan pengamanan super ketat
itu. Mereka berbaur dengan para tamu undangan lain yang tentu mereka semua
bukan orang sembarangan.
Prokk prokk prokk....
Suara itu
menyadarkan mereka membuat mereka saling bertukar pandang. Serempak mereka
mengalihkan pandangan mereke ke podium. Nyonya Choi membawa kotak cincin yang
hanya tinggal kotaknya saja berdiri disamping Tuan Choi, lalu Nyonya Kwan dan
Tuan Kwan yang tersenyum manis menatap putri mereka tersenyum lebar dengan
tangan saling berkait dengan- Choi Siwon!!
Jiyoung POV
Kurasakan sepasang
tangan menyangga tubuhku hingga aku masih bisa berdiri menatap mereka dari
sini. Oppa, bukankah kau meminta maaf karena tidak bisa menepati janjimu untuk
terus menjagaku, berada disampingku ? Tapi kenapa disana kau terlihat tersenyum
begitu bahagia ? Kenapa seolah tak ada perlawanan yang kau berikan, justru
seolah-olah ini adalah saat yang kau tunggu-tunggu.
Apa ini alasannya
kau melangsungkan pertunanganmu di Jepang ? Karena kau tak ingin aku menganggu
acaramu ini. Atau- jangan-jangan dimatamu aku hanya anak SMA yang bisa kau
permainkan ?
“Jangan dilihat” Jonghyun membalikkan badanku hingga membelakangi
podium. Air mataku turun hingga membasahi bajunya. Kusandarkan kepalaku pada
dadanya. Menangis tanpa suara. Jonghyun-ah, aku melihatnya. Kau terlambat!! Aku
melihat mereka-
“Kita pergi” aku mengangguk mengikuti langkahnya yang menuntunku
keluar dari tempat ini. Tubuhku terasa begitu lemas, jika ia tak menuntunku
mungkin aku tak sanggup berjalan meninggalkan tempat ‘terkutuk’ ini.
*** Fate:Pain ***
Jonghyun POV
Kuhentikan mobilku
dipekarangan rumah Jiyoung. Kulirik ia tertidur dengan bekas air mata yang
belum mengering sepenuhnya. Kuusap jejak air mata yang menodai pipinya.
Tidurnya nampak pulas, mungkin karena ia lelah menangis. Aku tersenyum lalu
keluar untuk menggendongnya.
Ting tong...
Byunghee hyeong
keluar membukakan pintu. Aku menatapnya seolah berkata untuk diam. Ia
membiarkanku membawa Jiyoung masuk. Kubaringkan tubuhnya rapuh diatas tempat
tidur. Kuusap kepalanya pelan. Memberi kenyamanan agar ia tak terganggu.
“Jiyoung-ah, sekarang aku harus bagaimana ? Siwon hyeong sudah
bertunangan bukankah itu berarti hubungan kalian sudah berakhir ? tapi-
bukankah selama ini sia-sia saja ? Aku tak ingin berharap Young-ah. Bisakah kau
memberiku kepastian ? Melihatmu bersama dengan Siwon hyeong dengan senyum
bahagia membuatku sakit. Apalagi melihatmu tak bisa menahan tubuhmu sendiri
untuk berdiri dengan air mata seperti ini. Kau membuatku seperti orang tak
berguna” tesss...
Kuhapus air mataku
yang mengalir jatuh dikening Jiyoung. Aku takut mengganggunya. Aku mengecup
keningnya sekilas sebelum keluar.
*** Fate:Pain ***
End => Pain
End => Pain
TBC => Fate

Tidak ada komentar:
Posting Komentar