About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 18 Agustus 2013

Fate : Pain [Choi Siwon-Choi Jonghyun]

1.        Title                      : Fate Chaptered 2 : Pain
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Jung Jiyoung, Choi Siwon[Udah pada tahu ya ni orang member boyband apa. Ok bagi yang belum tahu Visualnya Super Junior, Choi Siwon putra konglomerat pemilik Hyundai Departement Store*Tebar berlian*], Choi Jonghyun[Changjo Teentop], Jung Byunghee[G.O MBLAQ]  and other casts find by your self!!
4.        Rated                   : PG 13
5.        Lenght                  : Short Story*Rencana Threesome*
6.        Genre                   : AU, Romance, Family and other up to readers.
7.        Disclaimer            : Choi Siwon pasti member Super Junior*peluk satu-satu*, Choi Jonghyun member Teentop*maksud ane Changjo* karena author lagi kesem-sem sama ni bocah jadi ni bocah nyempil di ni FF. Ada 3 part di FF ni dan itu diambil dari lirik lagu Hero bagian Shindong oppa yang paling unhyuk-unhyuk*cubit pipi* pertama Down, Pain dan Fate. Dan jadilah ni FF. Story is Mine!! Typo(s) anywhere. No PLAGIAT. Pure present by me Ikrillah Khoirun Nisa’ atau pena name sama Fortunia Ryu*tunjukin tag name* segitu aja yah.. capek!!

Story.....


            Kami memasuki rumah bergaya eropa dengan cat putih dan pintu yang tingginya sekitar 3 meter mungkin ? Siwon oppa menuntunku menyusuri rumah megahnya. Memang aku pernah kemari tapi hanya sebatas sampai diruang tamu saja. Kami sampai dibelakang rumah dan dapat kulihat segerombol manusia tengah asyik bercengkrama di teras paviliun kecil. Diantara mereka ada Jonghyun yang hanya diam duduk diantara mereka.
            Mataku menatap Choi Hyunri Ahjumma-Eomma Siwon oppa- yang terlihat mendominasi percakapan dan Han Jihyun Ahjumma-Eomma Jonghyun- yang hanya sesekali tersenyum. OMONA!! Eomma eotteokhe ? Aku gugup sekali.
“Oppa~ lain kali saja. Aku-”
“Kalau kau belum siap itu sebagai alasan, maka jika aku hendak mengenalkanmu pada orang tua-ku kau akan menjawab seperti itu terus Jiyoung-ah” kulepaskan genggaman tangannya dan menaikan tanganku menjadi menggenggam lengannya. Tanganku tak bisa diam, kuremas lengan kemejanya melampiaskan rasa gugupku.
“Ayo, tak apa. Semua akan baik-baik saja” aku mengikuti langkahnya menghampiri mereka. Semakin mendekati mereka semakin kuat remasanku pada lengannya.
“Annyeong Abeoji, eomma” aku ikut membungkuk mengikuti Siwon oppa. Kulihat Jihyun Ahjumma tersenyum melihatku berdiri disamping Siwon oppa. Memang aku cukup dekat dengannya.
“Ah Siwon-ah, kau sudah datang. Duduklah, kau membawa seseorang” Siwon oppa menatapku sambil mengangguk menanggapi ucapan Choi Ahjussi. Ia menuntunku untuk duduk disampingnya dan Jonghyun. Aku sempat melempar senyum singkat padanya tapi Jonghyun hanya diam tak berekspresi.
“Semuanya kenalkan ini-”
“Mian Choi, kami sedikit terlambat karena tadi ada keperluan mendadak” kutolehkan kepalaku untuk melihat siapa yang menginstrupsi perkataan Siwon oppa. Seorang namja paruh baya dan mungkin istrinya serta yeoja muda tapi mungkin lebih tua kira-kira 3-5 tahun dariku. Dari pakaian mereka jelas kalau mereka berasal dari golongan yang setara dengan Siwon oppa. Konglomerat.
            Choi Ahjussi terlihat antusias dengan kedatangan mereka. Mereka-Choi Ahjussi dan orang itu- saling berjabat tangan dan tertawa renyah. Aku menoleh kearah Siwon oppa dengan tatapan mataku seolah bertanya ‘Mereka Siapa ?’ Siwon oppa hanya menggeleng. Iris mataku menangkap gelagat Jonghyun yang aneh. Duduknya sepertinya tidak tenang. Bola matanya berputar kesana kemari. Apa dia tahu sesuatu ?
Author POV
“Siwon-ah, kenalkan ini tuan Kwan Songjung” ujar Tuan Choi memperkenalkan relasi bisnis dan- lihat saja nanti!! Siwon berdiri dan menunduk hormat pada tuan Kwan yang disambut tawa renyah para orang tua disana.
“Aish, kau terlalu sungkan Choi!!” Siwon hanya tersenyum simpul. Tuan Choi berdehem sebelum berucap.
“Dan yeoja yang duduk disampingnya adalah putri tuan Kwan. Kwan Hyoeun. Manis bukan ? Apa ia masuk kriteriamu Siwon-ah ?” Siwon menatap abeojinya tak percaya sementara yang ditatap masih tersenyum cerah. Ia tahu akhir dari pembicaraan ini adalah apa. Niatnya meminta kedua orang tuanya meluangkan waktu untuknya untuk memperkenalkan yeoja-nya. Bukan diperkenalkan anak rekan bisnisnya!! Siwon melirik Jiyoung yang kini terus memperhatikan Hyoeun.
“Kudengar Hyoeun sekarang semester 5 di Inha, benar itu tuan Kwan ?” kali ini Nyonya Choi-eomma Siwon- yang bertanya. Matanya terlihat begitu berbinar, memang dimana Nyonya Choi Hyoeun adalah sosok menantu yang diharapkannya. Eh ?
“Abeoji, eomma. Bisa dengarkan aku sebentar” suara intrupsi dari Siwon membuatnya kini menjadi pusat perhatian. Siwon yang ditatap hanya menghela nafas sebelum angkat bicara. Dalam benaknya, dia tak ingin mengecewakan Jiyoung dan justru hari ini menjadi hari yang tak diinginkan untuk diingat bagi Jiyoung.
“Abeoji tahukan siapa yang ada disampingku ?” ia bingung bagaimana memulainya, sementra Tuan Choi hanya mengangguk.
“Putri Tuan Jung Youngjin bukan ? Saat pertemuan membahas pabrik di Incheon, Oppa-nya sedikit cerita tentang adiknya. Benarkan ?” Siwon hanya mengangguk. “Bukankah ia hoobae-mu Jonghyun-ah ?” kali ini suara istri kedua dari tuan Choi yang diikuti anggukan kepala Jonghyun.
“Jiyoung, uri yeojachingu. Tuan Jung sudah tahu dan aku berniat memberitahukan hubungan kami pada eomma dan abeoji” Jonghyun menepuk jidatnya. Ini pasti akan memusingkan, abeojinya tipikal orang yang keras kepala sedangkan hyeong-nya adalah tipikal namja yang gigih. Perang dalam keluarga akan segera dimulai. Batin Jonghyun.
            Sementara suasana menjadi hening. Tuan Kwan-diwajah tua itu tersirat sekali ekspresi kaget. Bagaimana mungkin, bukankah ia sudah mengatakannya pada Tuan Choi jika putri semata wayangnya ini mencintai putra sulungnya. Kenapa justru hari ini putrinya harus menelan kenyataan pahit yaitu Siwon sudah memiliki seorang kekasih. Kenapa tak bilang saja dari awal.
“Ah- kenapa jadi kaku seperti ini. Ayo masuk dulu, kita makan bukankah sudah waktunya makan malam” ujar istri pertama dari Tuan Choi disertai senyuman canggung.

*** Fate:Pain ***

            Keluarga Kwan selesai makan malam bersama. Kini mereka duduk diruang santai namun kontras dengan suasana yang menyelimuti manusia-manusia ini. Tegang untuk Siwon, gelisah untuk Jiyoung dan khawatir untuk Jonghyun. Kenapa Jonghyun khawatir ? Tentu saja karena ia takut Jiyoung akan menangis semalaman lagi. Ia tak ingin yeoja yang tak seharusnya ia cintai ini merasa tersakiti. Ia tahu seberapa besar ia berusaha mengubah hati yeoja itu untuk melihatnya namun tak akan pernah berhasil. Jadi keputusannya sekarang adalah menjaganya dan melihatnya tersenyum bahagia disamping hyeong tirinya.
“Siwon-ah sejak kapan ? Maksudku sejak kapan kau mengenalnya dan kalian menjalin hubungan yang lebih serius-pacaran- ini” sebagai sang eomma, Nyonya Choi berusaha memahami apa yang diinginkan putranya walau ia tak yakin akan menerima ini karena- sudah kubilangkan Nyonya Choi ini begitu menginginkan Hyoeun yang menjadi menantunya.
“Kami bertemu sekitar 4 tahun yang lalu dan hubungan ini sejak Jiyoung masuk senior high school. Sekitar 1 tahun lebih” jawab Siwon. Wajahnya kini tak memancarkan ketakutan seperti saat akan mengenalkan Siwon hanya saja tubuhnya tegang bila Tuan Choi yang bicara. Ia takut abeoji-nya tak menerima hubungan mereka.
“Kau bilang di hoobae Jonghyun, dari mana kau tahu Jihyun-ah ?” Nyonya Choi bertanya pada istri kedua suaminya. Memang untuk hubungan tua-muda ini mereka tak ada masalah kecuali-kasih sayang tuan Choi yang hanya tercurah untuk Siwon saja. Mungkin karena- Jihyun menikah dengannya karena perjodohan ? Atau mungkin lebih tepatnya amanat.
“Jonghyun beberapa kali mengajaknya kemari dengan chingudeul yang lain. Kupikir karena ia satu ekskul-Klub Dance- dengan Jonghyun. Waktu itu juga Jiyoung diantar pulang oleh Siwon, kupikir karena Jonghyun tak bisa dan hari sudah malam. Aku tak menyangka ternyata mereka memiliki hubungan” jelas Jihyun menatap Jiyoung yang duduk dihadapannya diapit oleh Choi Muda.
“Siwon-ah, abeoji tidak bisa menerima. Pertama karena perbedaan usia kalian, kupikir kalian terpaut lebih dari 10 tahun. Kedua kau sudah mapan dan sudah saatnya kau menjalin hubungan yang lebih serius. Kegita dia masih Senior high school, tentu pikirannya masih untuk bersenang-senang dengan teman-temannya-belum dewasa-. Keempat abeoji ingin kau menikah paling lambat akhir tahun ini, dia masih tingkat 2 jadi ia tak bisa menikah bukan ? Kelima ada yeoja yang lebih pantas bersanding denganmu dibanding dirinya. Keenam aku sudah menjodohkanmu dengan Hyoeun dan mau tak mau kau harus menerimanya” tanpa ingin tahu reaksi dari orang yang ada disana Tuan Choi melenggang begitu saja meninggalkan ruangan ini.
            Mendadak ruangan kembali menjadi hening. Padahal tadi suasana mulai mencair tapi setelah tuan Choi yang terhormat itu membuka mulutnya, ruangan ini menjadi canggung. Siwon tersadar dari keterpakuannya saat tangan halus Jiyoung menyentuh tangan kirinya. Jiyoung tersenyum samar seolah mengatakan ‘Nan gwaenchana’. Hanya orang bodoh yang percaya, tentu saja bagaimana tersenyum dengan mata seolah mengatakan itu tapi sudut bibir itu bergetar. Dalam hati ia merutuki orang tuanya, apa ini hadiah yang ia berikan pada Jiyoung untuk ulang tahun ke-17-nya ?
“Siwon-ah, sudah malam. Sebaiknya kau antar Jiyoung pulang” suara istri kedua dari tuan Choi itu menatap Jiyoung dengan pandangan iba. Karena ia tahu Jiyoung adalah gadis yang baik, walau hanya bertemu beberapa kali tapi ia yakin dari sorot mata dengan iris coklat gelap itu.
“Jiyoung-ah, ayo. Permisi” Siwon menggenggam tangan Jiyoung berusaha memberi kekuatan pada yeojanya bahwa ini semua pasti bisa diatasinya. Sedangkan Jiyoung- pikiran yeoja itu masih kosong. Apakah aku memang tak pantas untuk namja sesempurna Siwon oppa ? Aku tahu ia lebih pantas dariku tapi- membayangkannya saja membuatku ingin menangis. Batin Jiyoung.

*** Fate:Pain ***

“Jangan dipikirkan, lekas tidur. Sekarang pikirkan saja sekolahmu” ucap Siwon ditepat dihadapan Jiyoung seraya membuka seatbelt Jiyoung. Senyuman tulus dan berkesan ceria itu Jiyoung terkekeh geli.
“Aku hanya memikirkan sekolah sedangkan oppa memikirkan nasib banyak orang yang bekerja diperusahaan oppa. Oppa egois, kau menyuruhku untuk tidak memikirkannya tapi oppa sendiri takkan pernah berhenti memikirkannya bukan ?” Siwon menjauhkan dirinya setelah seatbelt itu terbuka.
“Tapi aku tak akan menangis semalaman hingga membuat orang rumah khawatir. Aku tak akan meninggalkan pekerjaanku begitu saja” Jiyoung menatap sinis Siwon yang hanya tersenyum lurus kedepan.
“Kau menyindirku ?” Siwon menoleh, tangannya mengacak anak rambut Jiyoung.
“Tidur yang nyenyak. Aku langsung pulang, maaf tidak bisa mampir” Jiyoung mengangguk lalu keluar, melambaikan tangannya pada Siwon hingga mobil mewah itu menghilang dari jarak pandangnya.

*** Fate:Pain ***

“Annyeong Ahjumma” Jiyoung menunduk hormat pada wanita yang telah melahirkan orang yang dicintainya. Namun Nyonya besar Choi itu enggan menatap Jiyoung barang sedetikpun, wajah angkuh yang jelas berbeda saat beberapa minggu yang lalu mereka bertemu dikediamannya.
“Aku tak tahu kau yeoja seperti apa. Tapi kau dari kalangan terhormat jadi bukankah itu akan mencoreng nama keluargamu jika kau masih menempel pada putraku yang sebentar lagi akan bertunangan dengan Hyoeun” baru saja Jiyoung mendudukan dirinya tapi Nyonya besar Choi ini langsung pada inti kenapa ia meminta Jiyoung datang kemari. Tanpa basa-basi atau sekedar manawari minum dulu!!
            Jiyoung hanya tersenyum kecil. Tadi pagi Siwon baru saja menelponya, mengatakan bahwa dirinya akan sibuk akhir-akhir ini dan memungkinkan waktu bertemu mereka berkurang. Mungkin ini yang disebut dengan sibuk olehmu oppa ?? Bukannya ingin berpikiran negatif tapi- bukankah sudah jelas kedua orang tua Siwon tak menyukainya!! Lalu ia bisa apa, ia tak tahu cara mempertahankan Siwon karena ia hanya gadis SMA biasa.
“Kupikir kau lebih pantas untuk Jonghyun ketimbang putraku. Siwon butuh yeoja yang bisa berpikir dan bertindak dewasa bukan manja dan kekanakan yang hanya bisanya merengek sepertimu. Seharusnya kau sadar itu, walau kau berasal dari kelas yang sama tapi perbedaan itu tak bisa terhapus begitu saja. Terlebih Siwon adalah penerus Hyundai, aku tak akan membiarkan putraku bersama dirimu bocah. Jadi- kau tak akan mengganggunya lagi bukan ?” Nyonya Choi menaikan satu alisnya memberi kesan semakin angkuh pada Jiyong. Jiyoung hanya diam dengan wajah biasa, membuat Nyonya Choi menggeram tertahan.
“Bukankah kau masih punya mulut untuk menjawab Nona Song ?” Jihyun kali ini tersenyum, ia membenarkan anak rambutnya lalu menyelipkannya dibelakang telinga.
“Bukankah anda adalah istri pertama dari Tuan Choi Jihoon ? Dan bukankah Jihyun Ahjumma adalah istri kedua Tuan Choi karena itu adalah amanat dari mendiang Eomma dari Tuan Choi ? Apakah sekarang Tuan Choi mencintai Jihyun Ahjumma ? Amanat dan Perjodohan bukankah itu sama saja ? Anda pasti bisa membedakan cara Tuan Choi menatap anda dan saat Tuan Choi menatap Jihyun Ahjumma. Aku tak bisa berkata apa-apa permisi” Jiyoung meraih ransel sekolahnya lalu berjalan meninggalkan Nyonya Choi yang menggeram mendengar ucapan Jiyoung barusan. Matanya mengamati anak yang baru berusia 17 tahun itu.

*** Fate:Pain ***

            Jiyoung menghempaskan buku Biologinya begitu saja hingga jatuh kepangkuannya. Tangan halusnya mengusap wajahnya frustasi sambil mengerang tertahan. Ia meraih ponsel yang tergeletak begitu saja diatas meja didepannya. Mencari dalam buku telepon nomor orang yang mengganggu pikirannya, didekatkannya ponsel itu pada telinga kirinya hingga suara sang operator membuatnya melempar ponsel itu disofa tempatnya duduk.
‘Oppa, sebenarnya apa yang terjadi ? Tak biasanya ponselmu tak aktif apalagi tak membalas pesan dariku’ hatinya tak tenang.
‘Kau bisa datang padaku kapan saja kau mau. Jiyoung-ah, aku mencintaimu tapi kini aku menjagamu untuk Siwon hyeong. Kau bisa percaya padaku lagi, maaf sudah membuatmu tak nyaman dengan rasa ini’ ucapan Jonghyun menginang dikepalanya. Ia mengetikkan beberapa baris kalimat sebelum mengirimnya. Kedua tangannya tertangkup didepan dada, berdo’a agar Jonghyun membalas pesannya.
“Jiyoung-ah, kau kenapa ?” Jiyoung memandang Byunghee yang sudah duduk disampingnya, bahkan televisi didepannya-pun telah menyala.
“Kapan oppa ada disini ?” bukannya menjawab Jiyoung justru bertanya membuat Byunghee menggulung majalah dan mendaratkannya dikepala Jiyoung.
“Sejak kau sibuk dengan ponselmu. Hey, sekarang apa lagi ? Kemarin karena ulang tahun. Sebelumnya karena sekertaris Siwon hyeong. Sekarang apa lagi eoh Tuan Putri ?” tanya Byunghee mencubit hidungnya membuat Jiyoung semakin menggeram.
“Itu-” ucapanya tertahan karena ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk.
‘Aku sedang dalam perjalanan menuju rumahmu. Bersiaplah, sekitar 10 menit aku sampai. Ada hal penting yang aku juga baru tahu. Akan kujelaskan dimobil dan kuharap kau tak panik’
            Jiyoung melenggang pergi menuju kamarnya dengan tergesa meninggalkan Byunghee yang menatap punggung yeodongsaengnya dengan penuh tanda tanya dan kekhawatiran.
“Kuharap membiarkanmu bersama Siwon Hyeong bukan pilihan yang salah” gumam Byunghee sebelum mengalihkan pandangannya kelayar televisi. Moto GP sirkuit Aragon, Spanyol!!
*** Fate:Pain ***

            Byunghee berjalan untuk membukakan pintu. Ia tersenyum melihat Jonghyun berdiri dibalik pintu. Ia menyuruh Jonghyun untuk masuk lalu meninggalkannya untuk memanggilkan adiknya dikamar. Beberapa saat kemudian ia kembali lagi.
“Sebenarnya kali ini apa lagi yang terjadi ?” Jonghyun bingung. Harus dari mana ia menceritakannya.
“Siwon hyeong hendak berangkat ke Jepang tapi ternyata-”
“Jonghyun-ah kajja” Jonghyun buru-buru berdiri lalu memberi salam sebelum pergi.
“Akan kujelaskan nanti hyeong” pamitnya mengikuti langkah Jiyoung yang melangkah tak sabar.
*** Fate:Pain ***

“Kau berhutang penjelasan padaku Jonghyun-ah” ucap Jiyoung memecahkan keheningan diantara mereka. Mata Jonghyun menatap smartphone-nya yang ia letakkan di deskboard.
“Ada disana” ucap Jonghyun singkat. Dengan cepat Jiyoung mengambil smartphone itu. Ia melihat video yang sudah terbuka disana. ia menyentuh layar smartphone itu hingga video itu diputar.
“Aku tak bisa menepati janjiku. Ternyata aku tak bisa meng-handle-nya sendiri. Jiyoung-ah, jangan lagi kau pikirkan aku. Uri Princess, lupakan aku. Maaf membuatmu menangis. Aku benar-benar tak bisa bersamamu walau aku sangat ingin. Jiyoung, carilah namja yang lebih baik dariku, yang tak bisa hidup tanpamu disisinya. Namja yang mau melakukan apapun untukmu. Sekali lagi maafkan aku. Maaf karena meninggalkanmu yang menangis seorang diri”
            Selesai video itu diputar Jiyoung menghapus air matanya kasar lalu meletakan smartphone itu pada tempatnya. Ia menolah pada Jonghyun yang fokus menyetir disampingnya.
“Kita mau kemana ?” tanya Jiyoung dengan suara yang berubah menjadi sedikit serak.
“Siwon hyeong awalnya ke Jepang karena urusan bisnis tapi ternyata Abeoji dan Choi Ahjumma menahan Siwon hyeong disana, mereka mengurung Siwon hyeong, menyita seluruh alat komunikasinya dan aku baru saja mendapat e-mail itu darinya. Malam ini adalah pesta pernikahan mereka, kita akan menyusul mereka. Aku sudah meminjam helikopter milik keluarga Byung Hun Hyeong” Jiyoung mengangguk. Ia tahu seberapa keras Jonghyun berusaha melakukan apapun untuknya tanpa meminta balasan. Dan seberapa keras hidup Jonghyun tanpa bimbingan dan kasih sayang seorang appa.
*** Fate:Pain ***

            Jonghyun membawa Jiyoung menyelinap masuk kedalam ruangan hotel dengan pengamanan super ketat itu. Mereka berbaur dengan para tamu undangan lain yang tentu mereka semua bukan orang sembarangan.
Prokk prokk prokk....
            Suara itu menyadarkan mereka membuat mereka saling bertukar pandang. Serempak mereka mengalihkan pandangan mereke ke podium. Nyonya Choi membawa kotak cincin yang hanya tinggal kotaknya saja berdiri disamping Tuan Choi, lalu Nyonya Kwan dan Tuan Kwan yang tersenyum manis menatap putri mereka tersenyum lebar dengan tangan saling berkait dengan- Choi Siwon!!
Jiyoung POV
            Kurasakan sepasang tangan menyangga tubuhku hingga aku masih bisa berdiri menatap mereka dari sini. Oppa, bukankah kau meminta maaf karena tidak bisa menepati janjimu untuk terus menjagaku, berada disampingku ? Tapi kenapa disana kau terlihat tersenyum begitu bahagia ? Kenapa seolah tak ada perlawanan yang kau berikan, justru seolah-olah ini adalah saat yang kau tunggu-tunggu.
            Apa ini alasannya kau melangsungkan pertunanganmu di Jepang ? Karena kau tak ingin aku menganggu acaramu ini. Atau- jangan-jangan dimatamu aku hanya anak SMA yang bisa kau permainkan ?
“Jangan dilihat” Jonghyun membalikkan badanku hingga membelakangi podium. Air mataku turun hingga membasahi bajunya. Kusandarkan kepalaku pada dadanya. Menangis tanpa suara. Jonghyun-ah, aku melihatnya. Kau terlambat!! Aku melihat mereka-
“Kita pergi” aku mengangguk mengikuti langkahnya yang menuntunku keluar dari tempat ini. Tubuhku terasa begitu lemas, jika ia tak menuntunku mungkin aku tak sanggup berjalan meninggalkan tempat ‘terkutuk’ ini.
*** Fate:Pain ***

Jonghyun POV
            Kuhentikan mobilku dipekarangan rumah Jiyoung. Kulirik ia tertidur dengan bekas air mata yang belum mengering sepenuhnya. Kuusap jejak air mata yang menodai pipinya. Tidurnya nampak pulas, mungkin karena ia lelah menangis. Aku tersenyum lalu keluar untuk menggendongnya.
Ting tong...
            Byunghee hyeong keluar membukakan pintu. Aku menatapnya seolah berkata untuk diam. Ia membiarkanku membawa Jiyoung masuk. Kubaringkan tubuhnya rapuh diatas tempat tidur. Kuusap kepalanya pelan. Memberi kenyamanan agar ia tak terganggu.
“Jiyoung-ah, sekarang aku harus bagaimana ? Siwon hyeong sudah bertunangan bukankah itu berarti hubungan kalian sudah berakhir ? tapi- bukankah selama ini sia-sia saja ? Aku tak ingin berharap Young-ah. Bisakah kau memberiku kepastian ? Melihatmu bersama dengan Siwon hyeong dengan senyum bahagia membuatku sakit. Apalagi melihatmu tak bisa menahan tubuhmu sendiri untuk berdiri dengan air mata seperti ini. Kau membuatku seperti orang tak berguna” tesss...
            Kuhapus air mataku yang mengalir jatuh dikening Jiyoung. Aku takut mengganggunya. Aku mengecup keningnya sekilas sebelum keluar.
*** Fate:Pain ***
End => Pain
TBC => Fate

Tidak ada komentar:

Posting Komentar