1.
Title : [The Girl Like] Black
Tinkerbell
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Yoo Changhyun [Ricky
Teentop], Chang Eunsoo, Lizzy [After School], Choi Jinri [Sulli f(x)], Jung
Soojung [Krystal f(x)], Kim Dason[Sistar], Teentop member and other. Ah- ada
Melanie [Chocolat] yang namanya cuma disebut aja.
4.
Rated : PG 15
5.
Lenght : Oneshoot
6.
Genre : AU, Romance and other.
7.
Disclaimer : FF bagian dari Miss Right Love
Story. Ini menceritakan bagaimana Ricky yang imut-imut ini yang tadinya playboy
bisa tobat. Story is Mine!! No Plagiat. Typo(S) anywhere.
Yoo Changhyun [Ricky] POV
“Masuklah Eunsoo-ya” ia tersenyum girang. Rambut hitam sepunggung
dengan bando rajut berwarna coklat membuatnya semakin sempurna.
“Oppa ada waktu hari ini ?” aku terdiam sejenak sambil menstater
mobil. Hari ini sebenarnya Dasom memintaku untuk menemaninya shopping. Aish!!
Dasar yeoja. Tapi bagaimanapun juga dia itu cantik dan manis dan aku belum
bosan. Hahaha, tapi Eunsoo-
“Geurae, nanti oppa usahakan. Memangnya kau ingin kemana ?” tanyaku
sesekali melirik kearahnya yang menatap jalanan diluar.
“Aku ingin membeli kado untuk Eonni, 2 hari lagi Jin Ah Eonni ulang
tahun. Oppa, bukankah ini bukan jalan menuju sekolahku ?” aku tersenyum garing,
satu tanganku mengusap tengkukku.
“Kita- jemput Lizzy dulu” ucapku kikuk. Dia mendesah pelan lalu
menyandarkan punggungnya. Terlihat jelas raut kecewa diwajahnya, Mian
Eunsoo-ya. Tapi aku memang tak bisa berhenti.
Kuhentikan mobil Renault Samsung SM5-ku
didepan pintu gerbang sebuah rumah bergaya eropa. Kenapa aku tidak masuk
kedalam ? Ya, karena Lizzy sudah menungguku didepan gerbang. Yeoja yang baru
menjadi yeojachingu-ku 2 minggu yang lalu. Aku tak sengaja bertemu dengannya di
bioskop saat nonton dengan Sulli.
“Oppa” sapanya ketika aku menurunkan kaca jendela mobil. Ia
tersenyum hangat tapi tak lama kemudian senyumnya hilang saat melihat Eunsoo.
“Geu yeoja nugusaeyo ?” tanyanya dengan nada ketus.
“Dia sepupuku. Aku memang biasa berangkat sekolah dengannya, cepat
masuk Lizzy-ah aku tak ingin terlambat karena harus mengantar kalian berdua”
kulihat Eunsoo hanya menunduk. Bagaimana tidak, aku memperkenalkan dia sebagai
sepupuku padahal- ia yeojachingu-ku. Aku heran kenapa ia tak meminta putus
denganku saja.
“Eunsoo-ssi, bisakah kau pindah kebelakang ? Aku ingin duduk
disamping Ricky Oppa, kaukan hanya sepupunya kurasa tak masalah” aku menatap
Eunsoo cemas, ia tersenyum lemah sambil mengangguk. Kuamati dirinya yang keluar
dan masuk kebelakang. Ini memang bukan pertama kalinya tapi- kenapa kau tak
pernah menumpahkannya padaku Eunsoo ? Aku tahu aku kejam tapi aku tak bisa
hidup dengan satu wanita dihidupku.
“Oppa ayo jalan” teguran Lizzy membuatku kembali tersadar dan
menstater mobil.
***
“Sulli-ah kita putus” aku berdiri dengan tangan yang kumasukkan
kesaku celana jeans biru tua yang kupakai. Aku menatapnya datar, wajahnya
memerah karena hampir menangis tapi aku sudah bosan dengannya.
“Waeyo ? Ada yeoja lain yang merebut hatimu dariku oppa ? Atau-
benar kata Melanie kalau oppa adalah playboy” aku mengangguk sambil menunjukkan
smirk-ku. Ia juga berdiri dan hendak menamparku tapi kutahan pergelangan
tangannya.
“Tak semudah itu Nona Choi, aku hanya main-main. Salahmu sendiri
yang mengikuti permainanku. Aku sudah bosan kupikir 1 bulan itu cukup lama. Kau
tak terlalu membosankan juga” ujarku santai. Wajah manisnya berubah menjadi-
ah, yang jelas sedikit menyeramkan.
“Kau- kau keterlaluan Yoo Changhyun-ssi. Suatu saat kau akan
membayarnya. Saat kau mencintai seorang wanita, wanita itu justru akan
meninggalkanmu. Kupastikan kau pasti akan merasakan sakit hati dan kehilangan
yang begitu dalam karena itu karma untukmu sendiri” aku hanya
mengangguk-anggukkan kepalaku.
“Ternyata kau yeoja dengan omongan pedas juga ya. Permisi Nona
Choi” ujarku santai lalu berlalu meninggalkannya. Masih ada Eunsoo-ku yang
menunggu.
***
“Dasom-ah, mian aku tak bisa menemanimu hari ini. Eomma memintaku
untuk tetap dirumah ada acara keluarga. Geurae, aku janji lain kali aku pasti
akan menemanimu. Yes Princess,as your wish.. oh ya acaranya sudah hampir
dimulai aku tutup dulu. Ne, annyeong chagiya~ saranghae” kumasukan ponselku
kesaku jaket coklat yang kupakai lalu beralih menatap Eunsoo yang sudah masuk
kedalam mobil. Aku tak suka ia mendengar pembicaraanku dengan yeojachingu-ku
yang lain walau ia tetap memang senyumnya.
“Kita mau kemana ?”
“Eonni suka sekali membaca novel, dan kudengar salah satu penulis
favorite-nya baru saja mengeluarkan novel baru. Aku ingin membelinya untuk
eonni, kita ketoko buku terdekat saja oppa. Aku takut nanti oppa ada ‘acara’”
aku mengengguk paham. Untukku Eunsoo yang utama.
***
“Hey Krys” aku merangkul yeoja yang hanya berekspresi datar itu.
Dingin. Itu kesannya tapi menurutku itu tantangan baru untukku.
“Ricky-ssi bisa turunkan tanganmu dari pundakku” aku justru menyandarkan
kepalaku dibahunya.
“Ricky-ssi” aku mengangkat kepalaku dan menarik tanganku dari
pundaknya.
“Kau tahu, kau bukan gadis biasa Krys. Biasanya mereka langsung
menerimaku saat menyatakan perasaanku pada mereka”
“Dan perasaan itu hanya sementara. Geuraeyeo ?” aku terdiam. Mata
dinginnya menatapku tajam. Hey, ini akan menarik.
“Tapi ini berbeda Krys”
“Kalau begitu putuskan semua yeojachingu-mu Ricky-ssi. Dalam 1
minggu jika iya baik kuterima pernyataanmu itu” ia melenggang pergi
meninggalkanku di cafe sendirian. Aish!! Kuteguk capucino yang mulai mendingin
dengan cepat. Sangat menarik. Mudah memang memutuskan semua yeochingu, toh
setelah aku mendapatkan Krystal aku bisa mencari yang lain lagi.
***
“Eunsoo-ya” aku menarik tangannya untuk mengikutiku masuk kedalam
rumahku. Tepatnya kedapur. Ia mengangkat wajahnya menatapku dengan penuh tanda
tanya. Kutangkupkan tanganku dikedua pipinya yang akhir ini terlihat semakin
tirus. Kudekatkan wajahku untuk mengecup keningnya, turun hingga kehidung dan
bibirnya. Tanganku berpindah ketengkuknya agar semakin memperdalam ciuman kami.
Ia terlihat terengah-engah saat aku melepaskan ciuman kami dan kuusap-usap
pipinya yang terlihat tirus.
“Mianhae Eunsoo-ya, aku- akhir-akhir ini aku kurang
memperhatikanmu. Kau tahu aku sangat rindu denganmu, bagaimana jika nanti malam
kita kencan” kudekatkan wajahku hingga kening kami bertubrukan dan kutatap
matanya dalam.
“Nan gwaenchana Oppa, memang oppa tak ada acara. Sudah lama kita
tidak kencan ani ? Lebih dari 2 bulan yang lalu”
“Oppa ingat” aku terkekeh pelan. Aigoo~ ekspresinya menggemaskan
sekali.
“Aish, tentu saja. Sekarang kita ketaman ya, eomma sudah lama tak
bertemu denganmu dan ia memintaku membawamu kemari” aku menjauhkan wajahku dan
menarik tangannya untuk mengikutiku.
“Jadi ini bukan karena kau merindukanku oppa ? Aish” aku hanya
tersenyum simpul mendengar gerutuannya. Manis. Mianhae Eunsoo-ya kerap
membuatmu sakit hati karenaku. Tapi aku juga tak akan melepasmu kecuali kau
yang memintanya. Walau aku tahu kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku.
***
Aku tersenyum
melihatnya penuh semangat turun menuju taman hiburan. Aku mengikutinya dengan
berjalan santai dibelakangnya. Mungkin ia tak sabaran hingga meraih tanganku
menariknya hingga sedikit berlari.
“Aku ingin naik-”
“Changhyun-ssi!!” aku menoleh. Sulli- mantan yeojachingu yang baru
kuputuskan 4 hari yang lalu. Ia bersama chingudeulnya berjalan mendekati kami.
Kurasa Eunsoo meremas telapak tanganku takut. Yah.. Eunsoo pernah dilabrak
salah seorang mantan yeojachingu-ku.
“Ada apa ?” tanyaku ketus.
“Jadi ini mangsa barumu” ucapnya penuh smirk sinis. Hey!! Chang Eunsoo
itu sudah bersamaku sejak 2 tahun yang lalu nona Choi. Ah- tunggu!! Ia bilang
Eunsoo mangsa baruku, berarti dia tak tahu tentang Eunsoo bukan ?
“Ahgassi, kusarankan kau jangan terlalu cinta pada namja yang
berdiri disampingmu ini. Masih banyak namja diluar sana yang memiliki hati
tidak seperti Tuan Muda Yoo ini. Berhati-hatilah, saat kau tengah berada
dititik dimana kau tak bisa menjalani harimu dengan baik tanpanya ia akan
meninggalkanmu ahgassi. Aku sudah mencoba mengingatkanmu karena kita sesama
wanita. Aku harap kau tak akan mengalami sakit hati yang kurasakan juga” cecar
Sulli panjang lebar. Aku menatapnya jengah, kutarik Eunsoo untuk menjauh dari
Sulli dan teman-temannya.
“Gwaenchana ?” kusentuh dagunya membuatnya mendongak menatapku. Ia
mengangguk lemah.
“Wajahmu terlihat pucat tak seperti tadi, kita saja Eunsoo-ya~ aku
tak ingin kau sakit” tapi ia menggeleng. Aku mendesah lemah.
“Baiklah kita bermain kajja” aku menariknya untuk mencoba bianglala
karena kondisinya tidak terlalu baik. Tapi syukurlah ia kembali tersenyum.
“Ricky oppa!!” Aigoo~ siapa lagi sekarang. Mengganggu kencan orang
saja!! Aku menoleh mataku terbelalak, Lizzy!!
“Oppa dan Eunsoo-ssi sedang apa disini ? Kalian terlihat seperti
sepasang kekasih saja, kalau oppa ingin pergi ke taman hiburan oppa seharusnya
mengajakku aku kesepian dirumah” aku menatap Eunsoo, Aigoo~ bagaimana ini ?
“Chingudeul, aku pergi dengan Ricky oppa. Kalian tinggalkan saja
aku” aku menatap Eunsoo khawatir.
“Yak!! Lizzy-ah, apa yang kau lakukan ?”
“Aku ingin bersama dengan oppa”
“Tapi aku kemari untuk menghibur Eunsoo, aish~ kau ini” aku
mendesah berat tapi Lizzy sudah menarik tanganku untuk mencoba berbagai
permainan yang disediakan. Seharusnya ini menjadi kencanku dengan Eunsoo,
kenapa jadi berantakan seperti ini.
***
“Lizzy-ah kita putus” ucapku saat ia sudah berada diturun dari
mobil.
“Oppa jangan bercanda” gertaknya tak terima.
“Aku tak bercanda. My Baby Doll, Goodbye” ucapku sebelum menaikkan
kaca jendela mobil lalu melajukannya.
“Kenapa kau diam saja Eunsoo-ya” aku meliriknay melalui kaca spion
kecil yang ada tergantung didepanku.
“Aniya. Jangan pikirkan hal tadi. Itu salahnya yang sudah menganggu
kencan kita” ucapku disertai senyum lembut. Kenapa ? Eunsoo bilang senyum itu
sangat meneduhkan. Bisa membuat hatinya tenang.
***
“Krys, aku sudah memutuskan semua yeojachingu-ku” ucapku mencium
punggung tangan kananya. Aku membawa Krystal dilorong sekolah dekat gudang
karena tempat ini sangat sepi.
“Geuraeyeo ? Bagaimana dengan Chang Eunsoo ? Kudengar tadi pagi kau
masih mengantarnya kesekolah. Walaupun aku mencintaimu tapi aku tak ingin ada
yang lain selain aku oppa” bagaimana ia bisa tahu ? kukeluarkan ponselku untuk
menelpon seseorang.
“Eunsoo-ya, aniyo opseo. Aku hanya ingin bilang, kita putus” PIP.
Kutatap layar ponsel yang berada digenggamanku. Sebagian hatiku terasa begitu
hampa. Kuhela napas lalu memasukkan ponselku kesaku almamater.
“Geurae, aku menerimamu oppa” Cup. Ia mengecup pipiku
singkat lalu meninggalkanku pergi. Eunsoo-
***
“Ricky-ah kau kenapa ?”
“Aku- pacaran dengan Krystal. Kalian tahu latar belakangnya ?”
“Kudengar ia adik dari Jung Yunho, detektive swasta yang sekarang
bekerja sama dengan kepolisian korea. Ia mantan anggota FBI katanya” oh..
pantas ia tahu tentang Eunsoo.
“Ah ya, kudengar Eunsoo tiba-tiba meminta Jin Ah Noona untuk
mengurus surat pindah sekolah ke Incheon. Memangnya ada apa Ricky-ah ?” Benar,
setelah 2 hari yang lalu aku tak tahu bagaimana keadaanya. Ah- tunggu!!
Incheon, pindah ?
“Jonghyun-ah tadi kau bilang apa ? Eunsoo pindah ?” ia hanya
mengangguk diikuti yang lain. Aku ingin sekali menahannya tapi- aku tak bisa.
Aku bukan siapa-siapanya lagi sekarang.
“Semua yeojachingu-ku kuputuskan karena itu syarat dari Krystal
dan-”
“Kau memutuskan Eunsoo” aku mengangguk saat Minsoo menyela
ucapanku. Memang benar. Pletakkk.
“Auwh. Yak!!”
“Kau keterlaluan. Kau memutuskan yeoja yang terlalu sering kau
sakiti. Yoo Changhyun, Krystal itu adiknya Jung Hana, sunbaenim yang waktu itu
hampir mati bunuh diri karena kau putuskan itu. Dan Krystal hanya
memanfaatkanmu bodoh!! Jung itu pendendam. Kami tak mengatakan ini agar kau
menyadarinya sendiri tapi kupikir tak bisa jadi dengankan baik-baik. Jika
Eunsoo sudah pergi maka kau pasti akan seperti mayat hidup. Kejar dia bodoh!!
Dia itu oksigenmu, tanpanya kau tak bisa bernapas. Dasar Playboy!!”
***
Aku berlari menuju
pintu rumah yang tertutup rapat. Kutekan bel rumah berkali-kali tapi kenapa
tidak dibuka juga ? Apa Eunsoo sudah pergi, tapi kata Jonghyun ia pergi besok.
Apa ia pergi kesekolah tapi kan ia sudah mengurus surat pindahan kata Niel.
Atau-
Cekleettttttttt
Kerengkuh tubuhnya
erat-erat. Aroma buah apel yang menjadi parfome favoritenya begitu jelas saat
hirup udara disekitar telinganya. Tubuhnya terasa kaku dan ia hanya terdiam.
Kukecup singkat puncuk kepalanya sebelum kulepaskan pelukanku.
“Oppa” wajahnya menunjukkan rasa ketidak percayaan. Aku menarik
tangannya dan duduk disofa ruang tamu, kusandarkan kepalanya didadaku dengan tanganku
yang bergerak mengusap rambutnya membuatnya tenang.
“Kau akan pergi ?” ia hanya mengangguk lemah.
“Kemana ?” tak ada jawaban.
“Bila aku mengatakan jangan pergi apa kau akan tetap tinggal disini
?” kurasakan tangannya mengait tangan kiriku yang bebas.
“Aku akan tetap tinggal”ujarnya lemah.
“Kau serius ?” lagi-lagi ia hanya mengangguk.
“Kenapa ?” tanyaku lagi. Yoo Changhyun, lihatnya.. kau begitu
menyakitinya!!
“Karena Oppa yang memintanya”
“Lalu kenapa kau ingin pergi ?”
“Karena kupikir tak ada gunanya lagi aku disini. Oppa sudah
merasakan titik terjenuh dari hubungan ini. Jadi lebih baik aku pergi. 2 tahun,
bukankah itu rekor paling lama oppa berpacaran, biasanya oppa hanya berpacaran
selama 1 minggu hingga 1 bulan saja bukan ?” aku memposisikan tubuhnya untuk
duduk dengan benar.
“Mian” ia tak merespon, hanya menunduk.
“Ada permintaan terakhir setelah kita putus ?” ia mengangkat
wajahnya lalu menatapku. Terlihat ragu.
“Bisakah Oppa tersenyum tulus seperti saat bersamaku dulu ?” aku
mengikuti perkataanya. Kutarik kedua sudut bibirku hingga membentuk senyuman.
“Sekarang giliranku. Kembali padaku Chang Eunsoo, kata Minsoo kau
seperti oksigenku dan aku bisa bernapas dengan baik saat bersamamu disini. Ini
permintaan terakhirku. Yoo Eunsoo” kurengkuh tubuhnya. Posesif tak ingin ia
bisa pergi dariku.
***
Sayap
kecilku tak bisa mencakupimu
Namun
senyum lebar darinya-lah yang mampu mencakupimu
Setelah
dia datang, aku hanya menjadi yang kedua
Apa
yang akan kau lakukan padaku? Cintailah aku
Black
Tinkerbell, yang setiap hari berada di sisimu, Aku mencintai di sekitarmu
Black
Tinkerbell, lihatlah cintaku yang tersekat karenamu, My Peter Pan
Chocolat –
Black Tinkerbell

Tidak ada komentar:
Posting Komentar