About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Kamis, 15 Agustus 2013

To You.. [Choi Jonghyun Teentop]

1.    Title        : To You...
2.    Author         : Fortunia Ryu
3.    Casts        : Choi Jonghyun (Changjo Teentop), Song Jihyun and other casts find by your self.
4.    Rated        : T/PG 13
5.    Genre        : AU, Romance, Waiting, ending aneh. And other up to reader.
6.    Lenght        : Oneshoot
7.    Disclaimer     : Story is Mine!! Typo(s) anywhere. No Plagiat. Ini FF karena saya kesem-sem sama bocah dengan marga Choi ini. Ini FF kedua dengan Young Choi ini cast utamanya. Ini versi ngantung, kalau yang endingnya gak ngantung ada di notes author. Kekekekek..

Story.....



Author POV
*** To-You.... ***

Setiap malam aku tak bisa tidur, memikirkanmu menatap bulan – I Love You (2NE1)
    Seorang namja duduk bersilah dibalkon kamarnya yang berada dilantai 2. Putra bungsu dari keluarga Choi, salah satu chaebol dikorea itu menyandarkan punggungnya pada tembok dibelakangnya. Senyuman manis tak pernah lepas dari kedua sudut bibirnya. Wajahnya telihat begitu damai diterpa cahaya bulan yang membuatnya semakin tampan.
    Sementara dibalkon sebelah sang kakakChoi Siwon,hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku adik terakhirnya mulai beerubah. Yang palig jelas adalah tidak berkelahi,tawuran dan membolos. Siwon masuk kedalam untuk melihat adiknya. Masuk kekamar adiknya,ia berhenti di pintu balkon.
“Kemana perginya playboy yang hobinya berkencang dengan 10 pacarnya dalam sehari? Biasanya jam 11 malam baru pulang” namja itu menoleh. Hyeong berrdiri bersandar dipintu dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana trainingnya. Matanya menatap langit malam yang gelap dengan diterangi beberapa bintang.
“Hyeong” hanya itu yang keluar dari bibir namja yang 8 tahun lebih muda dari Siwon-hyeongnya. Karena ia sendiri tak tahu kenapa. Tapi ia juga menyadari semua yang terjadi pada dirinya.
“Ok! Ternyata benar kata Byung Hun. Si playboy penbuat onar Choi Jonghyun sekarang menjadi anak yang manis. Yah... walau tak sepenuhnya manis” Siwon merubah posisinya menjadi duduk bersandar di pintu namun matanya tak membalas tatapan sang namdongsaeng yang dari tadi menatapnya lekat.
“Kupikir kau menyuap atau mengancam mereka-kepala sekolah dan guru- hingga 3 minggu terakhir ini aku tak mendengar kabar apapun tentangmu” lanjut Siwon acuh.
“Yak!! Jadi kau memata-mataiku hyeong!!” petik Jonghyun melengking membuat Siwon menatapnya sambil mendelik. Yah... Tuan Choi selalu sibuk dengan urusannya sehingga sosok appa bagi Jonghyun adalah Siwon. Oleh karena itu Jonghyun hanya patuh pada Siwon dirumah ini.
“Aish!! Lengkinganmu seperti yeoja saja. Hey!! Ceritakan pada hyeongmu ini” kini Jonghyun mengalihkan pandangannya kedepan. Wajahnya kembali dihiasi senyum yang tadi hilang.
“Ini- karena seorang yeoja. Dia tak cantik, tapi sangat manis. Dia tak berasal dari keluarga kalangan atas. Sangat sederhana. Ia pendiam, tapi aku selalu berusaha membuatnya terbuka padaku. Untuk pertama kalinya, aku ingin membuat orang lain tersenyum” Siwon terperangah. Jonghyun-nya yang kekanakan kini mulai beranjak dewasa.
“Walaupun ia selalu mengelak dan menganggapnya hanya candaan tentang perasaanku ini, tapi aku takkan menyerah. Untukku memilikinya bukan yang utama walaupun ingin. Untuk saat ini seperti itu” seulas senyum tipis terbit di bibir Siwon mendengar penuturan namdongsaeng.
“Dan besok aku akan memberikan ini padanya” genggaman telapak kiri Jonghyun terbuka. Sebuah kalung dengan bandul 3 bintang dengan ukuran yang berbeda-beda yang saling terkait.
“Bukankah itu dari eomma tadi. Dan eomma menyuruh kita untuk memberikannya pada-”
“Aku tahu hyeong” potong Jonghyun.
“Ah ya kupikir aku akan menikah dengan Sooyoung akhir bulan ini” celetuk Siwon.
“Mwo ? Sooyoung noona, maksudmu sekertaris Yoo ?” Siwon hanya mengangguk sambil terus tersenyum.
“Bocah yang kuasuh sekarang sudah besar jadi aku akan menikah secepatnya”
“Pantas saja kau selalu bersemangat untuk pergi ke kantor. Dasar Modus!! Dan Hey!! Kau menyindirku hyeong” Jonghyun menatap sinis Siwon yang hanya tersenyum karena fantasinya sendiri tak menghiraukan adiknya sedikitpun.
*** To-You... ***

Aku akan memberikanmu segalanya berapapun harganya..
Aku akan menghapus semua jadwalku agar bisa bersamamu setiap hari – Special Girl (Infinite H)
    Sekolah masuk pukul 8 pagi tapi Jonghyun sudah siap sebelum pukul 7 pagi. Ia berlari menuruni tangga menuju meja makan dan mengambil 2 potong roti tawar dan mengunyahnya cepat sambil berdiri. Ia mengambil susunya dan meneguknya hingga setengah. Lalu berlalu keluar setelah pamit. Semua anggota keluarga Choi yang ada disana menatap Siwon yang tengah menikmati sarapannya.
“Wae?” tanya Siwon sadar ia ditatap.
“Jonghyun-”
“Tenang saja, ia tak akan berulah” ucap Siwon tenang menatap sang eomma.

“Sebenarnya ia kenapa hyeong ?” tanya Minho dongsaeng-nya yang duduk dibangku kuliah.
“Hanya jatuh cinta” Minho mengangguk.
“Ck!! Kau dan Jonghyun sama saja. Wanita yang membuatmu berubah seperti sekarang” Siwon hanya tersenyum. Dipikirannya terlintas wajah Sooyoung yang menggerutu kesal dibelakangnya karena sikapnya saat awal ia bekerja di Hyundai. Wajah manis Sooyoung yang tersenyum lega setelah tugasnya selesai.
“Tapi kearah yang baik. Presdir Choi”
*** To-You... ***

Peran utama dalam kehidupan dramaku adalah dirimu...
Sebelum aku bertemu denganmu, hidupku hanya dipenuhi angin – Run to You (LEDApple)
    Jihyun. Anak kedua dan terakhir dari keluarga Song itu menghentikan langkah som dari halte bis biasa ia berangkat sekolah. Hampir genap 1 bulan gara-gara kecerobohannya menumpahkan minumannya hingga mengenai putra bungsu Choi itu. Jihyun menghentakkan kakinya kesal.
    Ia ingin membalik namun Jonghyun yang bersandar disamping mobil Audi putih itu sudah melihatnya. Buat apa lagi jika pada akhirnya ia tak bisa lepas dari Jonghyun. Jonghyun berlari kecil menghampiri Jihyun dan menarik tangan yeoja yang kini pasrah itu masuk ke mobilnya.
“Kecupan pagi Uri Choi Jihyun” belum sempat ia mengelak kecupan hangat itu hinggap dikeningnya. Matanya membulat sedangkan Jonghyun menutup matanya menikmati hangatnya udara musim semi.
    Jonghyun menjauhkan dirinya menatap Jihyun yang menghindari tatapannya. Tangnya mengacak poni hitam dengan gemas.
“Ternyata Audi lebih baiknya... sepertinya aku mulai menyukai Audi sekarang” celetuk Junghyun tak jelas sambil menjalankan Audi putihnya.
*** To-You... ***

Jonghyun POV

Aku percaya padamu, Aku akan membuatmu nyaman, Aku akan menjagamu, Aku tak akan meninggalkanmu – What is Love (EXO)
    Kutahan pergelangan kirinya saat hendak keluar. Aku tersenyum, tanganku terangkat untuk melepaskan ikat rambutnya. Kurapihkan rambutnya lalu menyerahkan ikat rambutnya.
“Mulai sekarang, jangan ikat rambutmu lagi Uri Choi. Aku tak suka orang lain melihatmu dengan tatapan kagum. Arraseo?” kulihat ia hanya mengangguk. Aku sadar ia hanya menurutiku karena takut padaku. Tapi tak apalah.
“Aku boleh ke kelas sunbae?”
“Panggil aku Oppa, Choi Jihyun” lagi-lagi ia hanya mengangguk. Aku turun dari mobil dan berjalan  memutar, kubuka pintu untuknya tak lupa kuulurkan tanganku. Ia ragu tapi membalas uluran tanganku juga.
“Kajja” ia hanya mengikuti sambil terus menunduk. Dari parkiran tadi kami memang sudah menjadi pusat perhatian. Tapi kuhiraukan saja, aku sudah terbiasa seperti ini.
    Sesampainya di depan kelasnya XI-2. Aku melepaskan genggaman tanganku lalu beralih menyentuh pipinya. Ia terus menunduk hingga tangan kiri menyentuh dagunya untuk membuatnya menatapku.
“Jaga dirimu baik-baik. Istirahat aku tunggu dikantin” ia mengangguk lalu berlalu masuk kelasnya. Sikapnya yang aku yakin belum bisa menerimaku sepenuhnya tapi entah kenapa itu tidak membuatku lelah untuk berhenti mengejarnya. Aku berbalik berjalan menuju kelasku yang berada dilantai atas.
“Jonghyun-ah. Bolos Yukk!!” aku menoleh lalu menggeleng, membuat Chan Hee dan Chang Hyun mendesah kecewa.
“Kau benar-benar berubah sekarang” aku hanya tersenyum saat Niel hyeong menepuk pundakku.
“Dan kalian berdua lebih baik segera bertobat” aku hanya tertawa melihat mereka kena semprot Minsoo hyeong. Ckckck!!
*** To-You... ***

“Kau belum sarapan ?” Jihyun hanya mengangguk kecil sambil menyeruput ramyeonnya. Mulutnya penuh, berrgerak mengunyah mie yang ada didalam mulutnya. Imut. Manis sekali.
“Sunbae tahu-”
“Oppa!!” sanggahku.
“Geurae, mereka mengira kita pacaran”
“Lalu ?” aku tersenyum dalam diam. Bukankah itu bagus walau kenyataannya Jihyun belum mau membuka hatinya untukku. Dengan seperti ini tak ada yang berani meliriknya bukan ?
“Uri oppa-Junghoo- ah, oppa tahu sendiri, sekarang Eunji pun takut main kerumah atau menemaniku membeli buku, ia mengira aku dan oppa pacaran” adunya padaku.
“Jujur saja, oppamu memang mengerikan, aku sendiri juga takut pada Junghoo hyeong. Makanya tadi aku menjemputmu di halte bis. Tapi tenang saja, aku pasti bisa meluluhkan hatinya agar memberikan adik kesayangannya padaku” Aneh!! Biasanya jika aku seperti ini ia akan menunduk malu tapi-
“Sunbae hentikan ini” aku mengeryit heran. Bingung. Apa maksud dari ucapannya ?
“Aku benar-benar minta maaf atas kejadian waktu itu. Kupikir aku hanya bahan taruhanmu saja seperti yeoja lainnya tapi-” Jihyun-ah... aku tak pernah main-main padamu.
“Aku akan dijodohkan, sebentar lagi kami akan bertunangan. Jadi kumohon jangan ganggu aku lagi” aku hanya diam. Ia menunduk dengan raut wajah yang- sedih ? Jika ia mencintai orang yang dijodohkan dengannya seharusnya ia bahagia bukan. Tenang Jihyun-ah, kupastikan tak akan ada perjodohan apalagi tunangan!!
“Aku tahu aku gadis biasa, bisakah kau lepaskan aku sunbae ?” tak ada air mata namun matanya yang biasanya binar bila terkena cahaya kini berkaca-kaca. Sudut bibrnya terlihat sedikit berkedut saat ia menatapku harap.
“Aku tak tahu” aku melenggang pergi meninggalkannya. Harus!! Siapa orang itu, tak akan kubiarkan ia lolos! Aku hanya akan melepas Jihyun jika orang itu dicintai Jihyun.
*** To-You... ***

“Sunbae” aku menghiraukannya, kutarik tangannya untuk mengikutiku.kubawa ia kelorong dekat gudang. Kuhempaskan tubuhnya ketembok dan menguncinya dengan kedua tanganku.
“Sunbae”
“Kau mencintainya ?” matanya membalas tatapan mataku tapi ini berbeda. Sudut bibirnya tertarik keatas dan matanya menyiratkan- pertentangan!
“Apa urusannya denganmu Sunbae ? Ini diriku, hidupku. Kau pikir kau siapa hah- hingga kau beraninya mencampuri urusanku. Cukup sampai disini Tuan Muda Choi Yang Terhormat” kutatap ia tajam tapi ia tak menunjukkan rasa takut justru membalasnya dengan tatapan tak kalah tajam. Dia bukan Uri Jihyun!!
“Itu penting bagiku karena aku mencintaimu” ucapku lembuh, berharap ia yakin kalau aku tak main-main. Tapi kenapa responnya berbanding terbalik, tubuhnya sepertinya menegang.
“Heh ? Sebenarnya apa imbalannya hingga kau tak menyerah dalam permainan ini eh ?” Senyum sinis itu kembali menghiasi wajah manis yang selalu terbayang diotakku sebelum aku tidur bahkan terkadang sampai aku bermimpi.
“Ini bukan permainan dan karena ini menyangkut hidupku Choi Jihyun. Masa depanku. Kau salah jika menganggap selama ini aku hanya berpura-pura. Kuanggap ini jawabannya adalah tidak. Kau tidak mencintainya, geuraeyo ? Lihat dalam 3 hari apa yang akan terjadi” kukecup keningnya sebentar lalu meninggalkannya. Yah!! Siwon hyeong, Gottcha!!
*** To-You... ***

Semua orang bilang aku gila, mereka mengatakan untuk melupakanmu – To You (Teentop)
“Hyeong, apa tidak bisa ?” Siwon hyeong meletakkan map di meja lalu memandangku yang memaksa masuk walau Sooyoung Noona sudah melarangku.
“Masalahnya dia putra Kim Jongwoon, Jonghyun-ah. Jika kita bermain dengan mereka kita-Kim dan Choi- semua akan jatuh” aku menghembuskan napas kasar. Aku tak mungkin melepas Jihyun begitu saja. Apa lagi untuk Kim Jonghyun-kenapa namanya sama denganku- yang aku yakin tak akan serius dengan Jihyun.
“Kalau begitu aku akan menghajar Jonghyun sendiri dengan tanganku” aku berdiri dan berjalan keluar ruangan Siwon hyeong.
    Kuputar kenop pintu dan appa berdiri dibalik pintu. Ia memandangku dengan wajah datar. Apa appa mendengar ucapanku tadi ? Dengan gerakan tangan appa menyuruhku untuk mengikutinya duduk disofa yang ada diruangan Siwon hyeong.
“Appa- mendengar semuanya ?” tanyaku sambil menunduk, terlebih aku tak begitu dekat dengannya. Sangat canggung.
“Aku akan membuat keluarga yeoja itu merasakan pengaruh Choi jika kau berani menyentuh keluarga Kim. Itu sama saja kau membuat keluarga kita membuka pintu neraka sendiri Choi Jonghyun” ketara sekali amarah dalam setiap kata yang diucapkan appa tapi- bagaimana Jihyun ? Ia takkan bahagia terlebih Jonghyun itu-
“Appa, jangan keras pada Jonghyun. Ia tak akan melakukan itu, aku sudah memberitahunya” Siwon hyeong mencoba membelaku tapi- mian hyeong.
“Aku tak akan diam saja appa” ucapku serius seraya mengangkat wajahku membalas tatapan appa yang tajam.
“Lalu apa ? Menghajarnya bersama teman-temanmu itu eoh ? Tsk!! Gunakan otakmu Choi”
“Kuberikau pilihan, lupakan yeoja itu atau batalkan pertunangannya dengan syarat-”
“Ikuti jadwal les yang sudah aku atur dan saat masuk universitas nanti kau- mulai terjun langsung di perusahaan” aku menghela nafas. Itu berarti aku tak akan bisa menjadi seorang arsitek seperti impianku. Tapi- Jihyun ?
“Baik. Aku pilih yang kedua” jawabku mantap.
“Appa itu sama-”
“Geurae. Ikuti jadwalmu mulai besok” aku mengangguk paham.
*** To-You... ***

Kau tak pernah membua hatimu untukku walau hanya satu kali – Catch me (TVXQ/DBSK)
    Hari ini adalah pengumuman kelulusan. Dan hari ini aku ingin bebas dari rutinitasku belajar tentang bisnis dan syukurlah appa mengabulkannya. Kulihat ia keluar dari rumahnya dengan senyum yang mengembang. Aku rindu ingin mendekapnya, memeluknya, membuatnya tertawa disamping. Sepertinya aku benar-benar tak bisa menyentuh hatimu. Berusaha mencarikupun kau sepertinya tidak. Benar-benar menikmati hidup tanpaku. Aish!! Kutepis pikiranku yang aneh-aneh. Kustater mobil audi kesayanganku lalu mengikutinya yang berjalan menuju halte bis. Setidaknya aku ingin menghabiskan satu hari ini dengannya sebelum kami benar-benar tak bisa bertemu lagi dalam waktu yang aku sendiri tak tahu.
    Melihatnya duduk menunggu bis datang, kulajukan Audiku. Tepat didepannya aku berhenti. Kuturunkan kaca mobil hingga tatapan mata kami bertemu. Kulempar senyum terbaikku. Sementara Jihyun hanya diam membatu ditempatnya duduk. Terkejut mungkin karena sudah lama aku tak muncul dihadapannya.
“Ayo masuk Uri Choi Jihyun” seruku padanya. Dalam hati aku tersenyum miris. Choi Jihyun ?
“Masuk atau aku akan menggendongmu masuk” ia ragu tapi akhirnya masuk juga. Aku tersenyum.
“Kecupan pagi Princess” aku tak mempedulikannya yang belum sepenuhnya sadar. Kukecup singkat keningnya. Ini- hari terakhir aku menganggunya. Sepertinya.
    Selama diperjalanan aku terus mencuri pandang kearahnya yang hanya menunduk. Terlihat jelas bukan kalau ia tak menyukaiku. Walau aku tak akan ada disampingnya lagi, tapi aku janji akan membuatmu bahagia dengan caraku sendiri.
    Sesampainya diparkiran, aku turun untuk membukakan pintu untuknya. Kuulurkan tanganku seperti biasa dan ia menjabatnya. Kugenggam tangan halus ini. Menyimpannya baik-baik dalam otakku. Beginilah tangan halus Jihyunku.
“Pulang sekolah ikut aku” pesanku didepan ruang kelasnya sebelum aku melenggang pergi.
*** To-You... ***
Author POV
Jangan berdiri disampingnya. Dia bukan orang yang tepat untukmu!!
Pejamkan matamu dan genggamlah tanganku. Selamanya aku bisa melihatmu. Aku akan baik-baik saja... -  I Wanna Love You [Eunhyuk Ft Donghae]
“Jonghyun-ah, kudengar kau berangkat dengan Jihyun lagi. Kau tak takut menjadi seperti orang gila lagi seperti sebulan yang lalu” Bugh Chan Hee meringis sambil mengusap-usap kepalanya.
“Ini terakhir kalinya aku berada tepat disampingnya. Setelah ini aku akan menjaganya dari jauh” kelima temannya hanya mengangguk mendengar penuturan mantan Playboy ini.
“Kupikir kau hanya main-main saja karena ia tak sengaja menumpahkan kopinya hingga membuatmu berteriak kepanasan” Jonghyun hanya tersenyum mengingat pertemuan pertama mereka.
“Awalnya aku memang hanya ingin ia bersimpuj meminta maaf padaku atau membuatnya sakit hati. Tapi kalian tahu sendiri, bahkan aku merelakan impianku untuk menjadi arsitek. Mengejutkan bukan ?” lagi-lagi kelima temannya hanya mengangguk. Jonghyun berubah begitu drastis.
    Tanpa mereka sadari Jihyun berdiri dibalik tembok. Yah... ia mendengar semuanya. ‘Hari terakhir berada disampingku’. Jihyun memperbaiki mimik wajahnya lalu berjalan menghampiri Jonghyun.
“Sunbae, aku sudah selesai” Jonghyun mengangguk.
“Aku pergi dulu” Jonghyun melambaikan tangannya kelima temannya. Mereka berlalu pergi menuju parkiran.
    Seharian ini mereka bermain di taman hiburan, pergi jalan-jalan ke Myeongdong lalu berakhir di Game Center. Mereka istirahat sejenak di restorant bernuansa Jepang untuk mengisi perut mereka yang sudah berdemo. Selanjutnya Jonghyun menarik Jihyun berjelajah di Hyundai Departement store tentu saja untuk- Belanja!! Jonghyun tersenyum tipis melihat Jihyun yang begitu menikmati hari ini, dengan-Nya!
    Kini mereka duduk diam di bangku taman di Namsan tower. Walaupun bukan weekend tempat ini ramai dengan muda-mudi yang sedang- Berkencan. 10 menit mereka hanya duduk diam, membuat Jihyun bosan. Berbeda dengan Jonghyun yang terus menggenggam erat tangannya dengan mata terpejam. Ia tak ingin hari ini berakhir.
“Sunbae untuk apa kita disini ?” Jonghyun membuka matanya, menatap Jihyun lembut.
“Istirahat. Kenapa ? Kau ingin sesuatu ?” Jihyun menggeleng. Matanya beralih menatap kedepan.
“Kupikir ingin memasang gembok disini” gumam Jihyun namun masih dapat didengar Jonghyun walau samar, membuat senyumnya semakin mengembang. Mungkinkah ia mulai menerima kehadiranku ?
“Kenapa ? Kau ingin ?”
“Bukan be-”
“Asal kau tahu Uri Choi Jihyun. Aku tak percaya dengan mitos-mitos seperti itu” Jihyun mengangguk tapi wajahnya- sedikit tak rela.
“Aku masih ingin terus disini tapi ini sudah menjelang malam. Kenapa hari ini harus berakhir ?” Jihyun mendengar gumaman itu. Sebagian dari dirinya juga tak ingin hari ini berakhir. ‘Mungkin ini hari terakhirku berada disampingnya’ ucapan Jonghyun tadi terus terinang dikepalanya.
“Sunbae~” Jonghyun menoleh.
“Aku tak yakin. Tapi bisakah kau tetap disisiku, aku tahu aku egois- aku- tak ingin menjadi yeojachingu-mu tapi aku tak ingin kau pergi. Bisakah kau menyakinkanku ?” Jonghyun menghela nafas. Jihyun belum yakin tapi Jihyun tak ingin dirinya pergi. Sedangkan perjanjiannya dengan appa-nya bila Jihyun mencintaimu maka kubiarkan tapi jika tidak kau harus mundur.
“Aku harus pergi. Untuk waktu yang tak singkat. Aku tak bisa disisimu tapi- pakai ini jika kau tetap ingin menantiku.. aku janji aku akan kembali dan menagihnya. Aku- Choi Jonghyun akan selalu mencintaimu walau setelah ini aku tak bisa berdiri disampingmu. Maukah kau menjadi pendampingku Song Jihyun ? Kutunggu jawabanmu saat kita kembali bertemu” Jonghyun memakaikan kalung yang diberikan eommanya untuk yeoja yang paling dicintainya yang paling ingin dijaganya.
“Lepas jika kau lelah menantiku dan carilah orang yang tulus mencintaimu dan kau cintai Jihyun-ah”
*** To-You... ***

End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar