About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Senin, 16 September 2013

Runaway - Park Gyuri


1.        Title                      : Runaway
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Park Gyuri, Choi Siwon and other casts find by your self.
4.        Lenght                  : Songfict
5.        Rated                   : PG 13/T
6.        Genre                   : AU, Romance, no JiWon couple!!!
7.        Disclaimer            : FF ini dari lagunya Kara Runaway dan saya ngeh banget sama suaranya Gyuri. Saya males buat OC jadi saya pinjem orang terganteng ke-dua di SJ menurut saya. Pertama itu Han Gege tapi saya masih marahan sama dia!! Inget ini bukan JiWon couple. Saya cuma minjem nama Siwon oppa saja. Typo(s) anywhere, Story is Mine!!! No Bash.

Story...


 
어디야 언제와 오늘도 기다리는 나야
(Eodiya eonjewa oneuldo gidarineun geon naya)
Kau dimana, kapan kau datang, bahkan hari ini aku menunggumu

            Lagi-lagi aku harus menunggu seperti sebelum-sebelumnya. Aku hanya tersenyum getir saat dirimu menghampiriku dengan peluh yang membasahi pelipismu. Oppa, kenapa tak kau katakan saja yang sebenarnya ? Kenapa kau harus berbohong padaku ? Kenapa kau memberiku harapan ? Apa aku sebegitu menyedihkannyakah dimatamu ?
“Mianhae chagiya~ tapi ada meeting antar pemegang saham. Mianhae aku tak menghubungimu” aku hanya membalasnya dengan tersenyum tipis, kurasakan tangannya mengacak rambutku sayang. Oppa, bagaimana jika suatu saat nanti kau pergi meninggalkanku ? Apa yang harus aku lakukan ?
“Gyuri-ah, tadi aku melihat Siwon dengan Jiyoung di dekat cabang Hyundae di Incheon. Bukankah kau bilang kau dan Siwon ada kencan hari ini” ucapan Seungyeon kembali terinang dikepalaku. Kugenggam tangannya yang hangat dipuncuk kepalaku lalu mencium punggung tangannya.
“Gwaenchana” ia tersenyum lalu menarik tanganku mengikutinya. Oppa, apa alasanmu melakukan ini ? karena kasihan kah ? atau karena kau hanya menganggapku mainanmu ?

아니야 괜찮아 눈치 없게 보챈 미안해
(Aniya gwaenchanha nunchi eopge bochaen geo mianhae)
Tidak apa-apa, aku minta maaf telah melihatmu tanpa peduli

Siwon sunbae, aku- ak- nan jeongmal saranghamnida ucapku sambil tertunduk. Park Gyuri, dimana harga dirimu eoh ? sudah tahu Siwon sunbae begitu mengagumi Sandara sunbae, dan kau masih tanpa malunya menyatakan perasaanmu didepan umum seperti ini. Gyuri babo!!
Geurae, aku beri kau kesempatan untuk lebih mengenalku. Aku menerimaku Geuraeyeo ? Aku mendongak, mata kami bertabrakan dan dapat kulihat dari mata itu- kosong saat menatapku. Baiklah Siwon sunbae, aku pasti bisa membuatmu tulus mencintaiku. Aku yakin Tuhan pasti akan membantuku. Karena aku yakin kaulah yang terbaik untukku.
            Aku menatapnya yang sibuk menatap lurus kedepan berkonsentrasi penuh menyetir mobil. Sepertinya aku tak bisa membuatmu hanya menatapku. Oppa, sebenarnya apa yang membuat wanita-wanita itu bisa singgah dihatimu. Mengapa aku tak bisa ? Apa yang dilakukan Jiyoung sehingga hatimu bisa berpaling dari Sandara sunbae ? Marhaebwa!!
Wae irae Gyuri-ah ? aku tersigap saat salah satu tangannya menggenggam erat tanganku. Walau kau bersikap manis dan hangat rasanya kenapa selalu hambar.
Gyuri~~~ aku menggeleng pelan. Oppa, bagaimana cara mengakhirinya ? Sepertinya aku sudah tak sanggup.
독하지 못해서 놓지 못했어 미련한 욕심인 알아
(Nan dokhaji motaeseo neol nochi motaesseo nae miryeonhan yoksimin geol ara)
Aku tak cukup kuat sehingga aku tak bisa membiarkanmu pergi. Aku tau itu keserakahanku yang bodoh

            Aku menatap dingin pemandangan yang ada didepanku. Dengan cepat kuraih tangan Seungyeon untuk meninggalkan tempat ini. Hatiku panas, mataku pedih dan rasanya dadaku sesak ingin menangis. Kupikir dia tak akan berani melakukan hal seperti itu ditempat umum seperti ini. Hikss... betapa menyedihkannya kah dirimu sekarang Gyuri ?
“Gyuri-ah”
“Hikss” kupeluk Seungyeon yang duduk disampingku dalam dengan diam.
“Aku tak kuat Yeon. Tapi aku tak bisa hidup tanpanya, eotteokhae ? Apa yang harus aku lakukan ? Rasanya begitu sakit” kubekap sendiri mulutku agar tangisanku tak terlalu menarik perhatian orang yang melintas. Aku sadar tak sedikit yang menatapku aneh. Tapi apa peduliku, mereka tak tahu rasa sakit ini. Ini terlalu sakit, dan mungkin akan semakin sakit saat dia bukan lagi milikku.
“Lupakan dia Gyuri-ah, lepaskan dia. Jangan mengekangnya” kulepaskan pelukanku dari Seungyeon lalu menatapnya tajam. Aku menggeleng kuat.
“Aku tak akan pernah melepaskannya” ucapku tegas. Kubiarkan Seungyeong menghela napas karena kekeras kepalaanku. Aku tak ingin hanya memiliki Siwon oppa sementara. Aku ingin selalu ada disampingnya.
“Tapi ini membuatmu terus merasakan sakit dan kau juga menyakitinya. Cinta bukan seperti ini Park Gyuri!!!”
“Lalu seperti apa ? Aku harus melepaskannya membiarkannya bahagia bersama Jiyoung dan aku menangis sendirian seperti ini ? Aku tidak mau. Lagi pula Siwon oppa juga begitu memperhatikanku, ia baik padaku. Ia juga mencintaiku” aku tak yakin dengan apa yang aku ucapkan. Mencintaiku ?
눈물자국 지우고 삼키는 내가 보겠어 더는 보겠어
(Nunmuljaguk jiugo hal mal kkuk samkineun naega nal mot bogesseo deoneun mot bogesseo)
Tapi aku menghapus airmata dan menelan kembali kata-kataku, aku tak bisa melihat diriku lagi, tak bisa melihat lagi

            Aku berlari menyusuri lorong Seoul hospital setelah mendapat kabar dari Kyuhyun bahwa Siwon oppa masuk rumah sakit karena mengalami kecelakaan. Setelah 1 minggu kami saling tak berkomunikasi, inilah hal pertama yang kudengar. Degg, langkahku terhenti tak jauh dari nomor kamar ICU yang disebutkan Kyuhyun. Jiyoung dan Jiwon duduk dibangku ruang tunggu dengan saling menguatkan. Mereka saling menenangkan, mereka terlihat akrab sekali. Sekalipun Siwon oppa tak pernah mengajakku untuk bertemu dengan keluarganya setelah 4 tahun kami menjalin hubungan. Sebenarnya seperti apakah aku dan hubungan ini bagimu ?
“Yeobosaeyeo. Kyuhyun-ah, bisakah kau memberiku kabar tentang perkembangan Siwon oppa ? Nde, aku harus ke Jepang. Halmeoni memintaku kesana. Ne, gomawo” kumasukkan kembali ponsel kedalam dalamku dan melangkah mendekati Jiyoung dan Jiwon yang tertidur. Kubuka pintu ruang ICU dan kembali mengeluarkan ponselku. Kufokuskan camera ponselku hingga dilayarnya terdapat gambar seorang namja yang tengah terbaring diatas ranjang dengan perban dan infus, selang oksigen dan beberapa peralatan medis lainnya.
“Oppa, aku pergi” kuelus rambutnya yang hitam. Matanya yang tajam, tegas namun penuh kelembuatan itu tertutup. Kuselipkan tanganku disela-sela jarinya lalu menggengamnya.
“Untuk menenangkan diriku dan memantapkan hatiku” kutatap wajahnya yang terlihat kelelahan. Pelipisnya yang diperban dan napas yang beraturan.
“Dan kuharap keputusanku nanti adalah yang terbaik untuk kita semua” kukecup punggung tangannya yang tadi kugenggam. Kutatap untuk terakhir kalinya wajahnya secara langsung. Mungkin Seungyeon benar. Aku terlalu egois. Dengan tak adanya aku disisimu selama beberapa waktu, mungkin itu akan sangat melegakan bagimu bukan ?
그거 맘과 맘은 너무 달라
이제야 깨달았어 너무 늦어버린 미안해
 (I son nwa geugeo bwa ni mamgwa nae mameun neomu dalla)
(Ijeya kkaedarasseo neomu neujeobeorin geo mianhae)
Lepaskan tanganku, lihatlah hatimu dan hatiku sangat berbeda
Sekarang akhirnya aku menyadari , aku minta maaf karena begitu terlambat

“Siwon hyeong sudah sadar Noona. Sekarang ia sudah dipindahkan diruang rawat biasa. Jiyoung-ssi selalu menjaganya. aku curiga mereka memiliki hubungan khusus. Ah ya, aku agak heran kenapa Siwon hyeong tak pernah menanyakan kabarmu noona setelah ia sadar. Ia terlihat cuek-cuek saja” hatiku mencelos. Kututup telepon dari Kyuhyun tanpa salam. Air mataku jatuh. Park Gyuri, bukankah ini semua sudah kau perhitungkan ? Sudahlah, jangan menangis!! Kenapa kau tak pernah puas menangis eoh ? selama 3 bulan ini kenapa air matamu belum mengering juga ?
“Geurae Kyu.... gomawo. Eh, aku akan segera pulang. Jika Siwon oppa tidak menanyakan tentang noona jangan katakan apa-apa. Tapi jika Siwon oppa bertanya, katakan saja aku ada di Jepang karena halmeoni memintaku untuk menemaninya”
“Ne noona, annyeong. Jaga dirimu baik-baik” PIP. Kutatap layar benda persegi yang ada ditanganku. Oppa, kenapa senyummu terlihat begitu tulus. Semua orang pasti akan mengira kau sangat bahagia saat itu. Kau benar-benar aktor yang handal.
“Gyuri” kuhapus air mata yang masih membekas dipipiku lalu tersenyum pada halmeoni yang berjalan mendekatiku.
“Ada masalah ?” aku hanya menggeleng.
“Halmeoni tahu apa yang membuatmu jadi seperti ini. Pikirkan baik-baik. Tapi halmeoni hanya bisa mengatakan, jika kau mencintainya ijinkan dia bahagia. Walau bukan bersamamu” aku hanya mengangguk dengan mata yang terus menatap fotonya. Setelah aku kembali- mungkin akan lebih baik semua yang berhubungan dengannya kusimpan rapi untuk menjadi kenangan saja.
거짓 사랑인데도 달면 삼키는 내가 참겠어 더는 하겠어
(Geojit sarangindedo dalmyeon tto samkineun naega nal mot chamgesseo deoneun mot hagesseo)
Meski itu adalah cinta palsu aku menelannya karena itu manis. Tapi aku tak tahan lagi, aku tak bisa melakukan ini

            Kutelusuri jalanan kota Seoul yang sudah 3 bulan kutinggalkan. Tujuanku setelah ada di Seoul ini hanya satu. Melepasnya. Tapi aku tak bisa melakukannya sekarang. Mungkin aku butuh sedikit waktu untuk bisa melepasnya, walau hatiku tak pernah bisa berkata rela. Tapi mungkin inilah yang terbaik. Kumasuki rumah sakit tempat dimana ia dirawat. Sejujurnya aku tak tahu akan seperti apa reaksinya melihatku kedatanganku.
            Kuhela napas sejenak. Aku hanya tersenyum miris saat dari luar kamar rawatnya dapat kulihat ia tertawa begitu lepas dengan Jiyoung. Ia terlihat begitu hidup disana. Sangat berbeda denganku. Kubuka pintu ruang rawatnya. Ia terlihat tersenyum melihatku yang masih berada diambang pintu. Kulihat Jiyoung menyinkir karena isyarat dari Siwon oppa tapi aku pura-pura tak mengetahui apa-apa.
“Annyeong oppa. Bagaimana kabarmu sekarang ? Mianhae, halmeoni memintaku untuk menemaninya jadi aku tak bisa menjagamu saat kau sakit” kuletakan buah-buahan yang kubawa diatas nakas dekat ranjangnya dan saat aku sadar Jiyoung sudah tak ada lagi diruangan ini.
“Kau terlihat sangat baik. Kau juga terlihat bahagia sekarang oppa, padahal aku ada ditempat yang jauh. Apa kau tak merindukanku ? Apa kau mempunyai yeojachingu lain eoh ?” ia terlihat tertawa renyah, bahkan tak terlihat merasa tersinggung karena ucapanku. Mungkin dimatanya aku bukanlah yeojachingu-nya. Jadi ia tak merasa tersinggung. Kegenggam tangannya yang kuusapkan dipipiku.
“Aish... Uri Gyuri-ah, kenapa kau mengatakan seperti itu eoh ? Aku hanya senang tanpa sebab mungkin karena kau akan pulang. Nan jeongmal saranghamnida” ingin rasanya aku menangis. Dia mengucapakan kata cinta dengan begitu mudahnya. Kenapa kau masih bertahan eoh ? Bahkan aku sudah muak oppa. Aku ingin kau yang mengakhirinya, tak tahukah kau apa yang aku inginkan eoh ?
*You'd better walk away 혼자서 어떡해
죽고 사는 중에 나뿐인데
(You'd better walk away na honjaseo eotteokhae)
(Jukgo mot saneun ge dul junge nappuninde)
Sebaiknya kau pergi, aku sendiri, apa yang harus kulakukan?
Dari kita berdua, aku yang tak bisa hidup tanpamu

            Aku termenung sendiri didalam kamar sambil menatap langit malam yang bertaburan bintang. Kenapa dalam kisah cintaku ini begitu rumit ? Apakah semua orang mengalami hal sepertiku ? Dia menerimaku tapi tidak dengan hatinya. Dia mengatakan mencintaiku tapi hatinya begitu dingin dan beku untuk kusentuh. Apakah jalan terbaik adalah berpisah. Apakah jika berpisah rasa sakit ini akan hilang ? Tapi aku takut setelah melepasmu aku akan lebih sakit dari ini. Kenapa Tuhan tak adil ? Jika harus berpisah seharusnya ia juga merasa kehilangan.
            Choi Siwon, sebenarnya mantra apa yang kau gunakan hingga aku tak bisa hidup dengan benar tanpamu ? Jika kau tak mencintaiku seharusnya jangan buat aku masuk terlalu dalam dalam perasaan ini. Kau tahu ini menyakitkan. Kau takkan tahu karena kau tak merasakan!!
더해 이젠 보내 세상에 같은 여자는 너무 많아
(Mwol deohae ijen neol bonae sesange na gateun yeojaneun neomu manha)
Tapi apa yang aku lakukan? Sekarang aku akan membiarkanmu pergi. Kau memiliki banyak gadis sepertiku di dunia ini

            Aku mengikuti langkah Siwon oppa membelah lautan manusia yang tengah berada di Ballroom Hotel milik ayah Kyuhyun. Yah.. Kyuhyun memutuskan menikah dengan Ryuhwa setelah 3 bulan mereka berpacaran. Andai Siwon oppa seperti Kyuhyun yang begitu tulus mencintai Ryuhwa, andai saja dia tak pernah bertemu dengan ‘sekertarisnya’ itu. Dan andai aku bisa menyakinkan hatinya bahwa akulah yang terbaik untuknya. Yah... semuanya diawali dengan kata andai.
“Chukae Kyuhyun-ah, ingat jangan sakiti apalagi kau khianati Ryuhwa. Kau tahu hati seorang wanita itu sangat ringkih. Jika kau menyakitinya berarti kau juga menyakiti Noona” Kyuhyun membalas jabatan tanganku sambil tersenyum cerah. Ketara sekali aura bahagia yang memancar dari wajahnya hari ini. Terlebih Ryuhwa yang mengapit lengannya sambil tersenyum malu-malu.
“Chukae Kyu” hanya ucapan singkat itu yang Siwon oppa berikan disertai tepukan dibahu Kyuhyun.
“Kapan kalian menyusul ? Kalian sudah tua apalagi yang kalian tunggu” ingin sekali rasanya kujahit mulutnya yang ternyata masih sama saja. Ia berlagak tak peduli saat aku menatapnya tajam.
“Kalian saja menikah terlalu cepat. Ck!! Kau takut kehilangan Ryuhwa kan jadi kau mengikatnya seperti ini ? Dasar curang. Tuan pemaksa” sahutku tak terima.
“Aku memang mengikatnya tapi ia juga mencintaiku jadi apa salahnya ? Ini bukti bahwa aku serius dengan Ryuhwa, noona” aku tersenyum lalu mengulurkan tanganku pada Ryuhwa yang berdiri disamping Kyuhyun.
“Chukae”
이젠 놓지도 붙잡지도 못하게 됐어 입술만 마르고 눈물은 자꾸 흐르고
(Ijen neol nochido butjapjido motage dwaesseo ipsulman mareugo nunmureun jakku heureugo)
Aku tak bisa membiarkanmu pergi atau menahanmu. Bibirku kering dan airmata terus mengalir

            Aku termenung didalam toilet setelah menguncinya cepat-cepat. Kubiarkan air mataku turun tanpa ingin menghapusnya. Biarkan saja, biarkan semuanya mengalir karena aku sudah tak sanggup. Ia tak pernah melakukan kontak fisik denganku lebih dari jabat tangan dan aku mencium punggung tangannya. Tapi kenapa ? Kenapa kau dengannya bisa berbuat lebih ? Seharusnya jika kau ingin pergi katakan pergi, jika ingin disini bisakah kau melupakannya ? Bisakah kau melepaskannya ?
            Kutatap kotak bekal yang kuletakkan begitu saja diatas closed yang tertutup. Semakin lama semakin dingin, dan aku tak ingin terus seperti ini. Kututup mataku rapat-rapat tak kuasa merasakan rasa sakit yang ada didadaku hingga membuatku sulit menghirup udara. Geurae, mari kita berpisah Tuna Choi.
Just one way but wrong way 이미 망가져 버린
도대체 사랑이 뭔데 나를 옭아매는 거야 너는
(Just one way but wrong way imi manggajyeo beorin)
(Dodaeche sarangi mwonde nareul olgamaeneun geoya neoneun wae)
Hanya satu cara tetapi cara yang salah, itu telah hancur
Apakah itu cinta yang mengikatku? Mengapa? 

            Aku duduk di cafe biasa kami-aku dan Siwon oppa- bertemu dengan Seungyeon. Mungkin ini memang saatnya. Aku sudah tak tahan. Jika ia tak bisa mengakhirinya maka aku yang akan melakukannya. Dalam situasi seperti ini semuanya akan tersakiti bukan ? Dan orang yang paling pantas untuk disalahkan adalah aku. Yah... karena keegoisanku!!
“Kau pasti bisa Gyuri-ah” aku hanya mengangguk. Kuteguk coklat panas untuk membahasi tenggorokanku yang terasa begitu kering.
“Apa yang akan kau lakukan setelah ini ? Ini pasti sangat sulit untukmu” aku hanya menggeleng pelan sambil menunduk. Entah kenapa rasanya tenggorokanku sulit untuk mengeluarkan sepatah katapun. Rasanya begitu kering dan serak. Seolah tak mau mengucapkan kata-kata ‘itu’.
“Aku- belum memikirkannya” Seungyeong menepuk pundakku sebelum berlalu.
“Dia datang semoga berhasil. Inilah yang terbaik Gyuri-ah, menjadi egois dan memiliki semuanya belum tentu membuatmu menjadi bahagia” bisiknya ditelingaku. Ekor mataku menangkap sosok yang begitu sempurna dan menawan dimataku. Ia melambaikan tangannya padaku sambil tersenyum.
그때 나를 보던 그때 1 1초라도 you shoulda stop that
(Geuttae nareul bodeon geuttae dan 1bun 1chorado you shoulda stop that)
Ketika kau melihatku, saat itu, hanya untuk satu menit, satu detik kau harus berhenti

            Aku memandanginya yang sibuk melahap wafel dalam diam. Ini memang jam makan siang, dan aku memintanya kemari untuk menemuiku. Wajahnya yang terpahat begitu sempurna. Hidung mancung dan mata tajam yang  indah. Rambut hitam yang menambah wibawanya dengan setelan jas kantor yang begitu pas ditubuhnya. Aroma tubuhnya dicampur dengan parfume yang begitu khas. Inikah akhirnya ?
“Chagiya~ Gyuri-ah!! Park Gyuri” aku hanya tersenyum saat ia menatapku heran.
“Kau tampak sangat bahagia oppa”
“Tentu saja. Tadi aku dan Jiyoung menghadiri undangan dari Youngjuk. Nah, disana kami bertemu dengan Casey Kim, dia Presdir di Kim Group. Jiyoung fasih sekali berbahasa inggris dan Casey tertarik untuk menanamkan modalnya di Hyundae. Tak salah aku memilih Jiyoung sebagai sekertarisku” aku hanya mengangguk melihatnya begitu semangat menceritakannya.
“Chukae. Kalian sangat serasi. Oppa, lebih baik kita akhiri saja semuanya sampai disini”
하나밖에 모르고 시작도 끝도 너무 모르고
없게 무섭게 빠져들던 내가 너무 한심해
 (Neo hanabakke moreugo sijakdo kkeutdo neomu moreugo)
(Geop eopge museopge ppajyeodeuldeon naega neomu hansimhae)
Aku hanya tau dirimu, aku tak tau awal dan akhir, benar-benar tak tau
Aku sangat menyedihkan telah jatuh padamu tanpa ragu

“MWO ? Gyuri-ah-” kutepis tangannya yang berusaha menyentuhku. Oppa jangan seperti ini, jangan membuatku jatuh lagi.
“Geumanhae oppa. Semuanya cukup sampai disini saja” aku menunduk tak berani menatap wajahnya, juga untuk menyembunyikan air mata yang kenapa tak pernah kering ini.
“Katakan apa kesalahanku Gyuri-ah ?” aku hanya bisa menggeleng. Ini bukan salahmu, tapi dari awal ini semua salahku. Salahku yang memaksamu. Salahku yang egois dan salahku yang terlalu percaya diri bisa membuat hatimu berpaling dan hanya menatapku. Salahku yang tak bisa membuatmu benar-benar mencintaiku. Dan salahku yang terus mengekangmu untukku. Jadi- oppa, inilah yang terbaik. Kumohon, jangan pedulikan aku!! Atau ini akan semakin sulit untukku. Lekaslah pergi...
Don't you say my name Please don't tell me that you loved me
그리 대단하게 사랑했다고 I don't wanna do it anymore
(Mwo geuri daedanhage saranghaetdago I don't wanna do it anymore)
Jangan panggil namaku. Kumohon jangan mengatakan bahwa kau mencintaiku
Apa yang lebih besar daripada cinta? Aku tak ingin melakukannya lagi

“Gyuri-ah”
“Pergi, pergilah sebelum aku berubah pikiran oppa. Pergi, jangan memberiku harapan palsu lagi. Semuanya sudah cukup sampai disini saja. Pergilah” aku tak sanggup melihat wajahnya. Kualihkan perhatianku, kukuatkan hatiku. Aku yakin jika aku kembali menatap mata itu, aku akan kembali jatuh dan enggan melepasnya.
“Park Gyuri, sebenarnya kau ini kenapa ? Berhenti bersikap seperti ini. Chagiya~ tatap aku” kubiarkan ia mencengkram tubuhku dan menggoncangnya. Berhenti oppa!! Geumanhae, sebelum aku berubah pikiran.
“Aku tahu semuanya. Kau dan Jiyoung- jadi lebih baik kau pergi. Aku- aku akan baik-baik saja” kurasakan tubuhku lemas, mungkin jika aku berdiri aku akan langsung terjatuh.
“Gyuri-”
“Jadi pergilah. Pergilah sejauh mungkin. Jika terus seperti ini maka akan semakin sakit”
Baby don't walk away 혼자서 어떡해
(Baby don't walk away na honjaseo eotteokhae)
Sayang jangan pergi apa yang harus kulakukan?
Just go , it's not too late Love will make you run away

            Ingin rasanya aku memeluk punggung yang bergerak menjauh dariku itu. Ingin menahannya untuk tetap disisiku dan mempertahankan sisi egoisku. Menahannya untuk diriku, dan tak akan pernah membiarkannya jauh dari jangkauan pandanganku. Tapi- mungkin memang ia lebih baik dariku. Benarkan. Ia bahkan tak sedikitpun menoleh kebelakang untuk menatapku.
“Gyuri-ah, percayalah. Setelah melepasnya akan ada seseorang yang dengan tulus mencintaimu, dengan sepenuh hati menjagamu dan tak akan bisa hidup dengan baik tanpamu. Percayalah Gyuri-ah” aku hanya bisa mengangguk. Tapi hati ini terlanjur terukir namanya begitu dalam dan mungkin tak akan bisa terhapus. Aku hanya bingung, bagaimana aku bisa menjalani hidupku dengan baik setelah ini. Setelah melepasmu pergi....


Kara

Runaway

Tidak ada komentar:

Posting Komentar