1.
Title : Runaway
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Park Gyuri, Choi Siwon and
other casts find by your self.
4.
Lenght : Songfict
5.
Rated : PG 13/T
6.
Genre : AU, Romance, no JiWon
couple!!!
7.
Disclaimer : FF ini dari lagunya Kara – Runaway dan saya ngeh banget sama suaranya
Gyuri. Saya males buat OC jadi saya pinjem orang terganteng ke-dua di SJ
menurut saya. Pertama itu Han Gege tapi saya masih marahan sama dia!! Inget ini
bukan JiWon couple. Saya cuma minjem nama Siwon oppa saja. Typo(s) anywhere,
Story is Mine!!! No Bash.
Story...
어디야 언제와 오늘도 기다리는 건 나야
(Eodiya
eonjewa oneuldo gidarineun geon naya)
Kau
dimana, kapan kau datang, bahkan hari ini aku menunggumu
Lagi-lagi
aku harus menunggu seperti sebelum-sebelumnya. Aku hanya tersenyum getir saat
dirimu menghampiriku dengan peluh yang membasahi pelipismu. Oppa, kenapa tak
kau katakan saja yang sebenarnya ? Kenapa kau harus berbohong padaku ? Kenapa
kau memberiku harapan ? Apa aku sebegitu menyedihkannyakah dimatamu ?
“Mianhae chagiya~ tapi ada meeting
antar pemegang saham. Mianhae aku tak menghubungimu” aku hanya membalasnya
dengan tersenyum tipis, kurasakan tangannya mengacak rambutku sayang. Oppa,
bagaimana jika suatu saat nanti kau pergi meninggalkanku ? Apa yang harus aku lakukan
?
“Gyuri-ah, tadi aku melihat Siwon
dengan Jiyoung di dekat cabang Hyundae di Incheon. Bukankah kau bilang kau dan
Siwon ada kencan hari ini” ucapan
Seungyeon kembali terinang dikepalaku. Kugenggam tangannya yang hangat dipuncuk
kepalaku lalu mencium punggung tangannya.
“Gwaenchana” ia tersenyum lalu
menarik tanganku mengikutinya. Oppa, apa alasanmu melakukan ini ? karena
kasihan kah ? atau karena kau hanya menganggapku mainanmu ?
아니야 괜찮아 눈치 없게 보챈 거 미안해
(Aniya
gwaenchanha nunchi eopge bochaen geo mianhae)
Tidak
apa-apa, aku minta maaf telah melihatmu tanpa peduli
“Siwon sunbae, aku- ak- nan jeongmal saranghamnida” ucapku sambil tertunduk. Park Gyuri, dimana harga dirimu eoh ?
sudah tahu Siwon sunbae begitu mengagumi Sandara sunbae, dan kau masih tanpa
malunya menyatakan perasaanmu didepan umum seperti ini. Gyuri babo!!
“Geurae, aku beri kau kesempatan untuk
lebih mengenalku. Aku menerimaku” Geuraeyeo ? Aku mendongak, mata kami
bertabrakan dan dapat kulihat dari mata itu- kosong saat menatapku. Baiklah
Siwon sunbae, aku pasti bisa membuatmu tulus mencintaiku. Aku yakin Tuhan pasti
akan membantuku. Karena aku yakin kaulah yang terbaik
untukku.
Aku menatapnya yang sibuk
menatap lurus kedepan berkonsentrasi penuh menyetir mobil. Sepertinya aku tak
bisa membuatmu hanya menatapku. Oppa, sebenarnya apa yang membuat wanita-wanita
itu bisa singgah dihatimu. Mengapa aku tak bisa ? Apa yang dilakukan Jiyoung
sehingga hatimu bisa berpaling dari Sandara sunbae ? Marhaebwa!!
“Wae irae Gyuri-ah ?” aku tersigap saat salah satu tangannya
menggenggam erat tanganku. Walau kau bersikap manis dan hangat rasanya kenapa
selalu hambar.
“Gyuri~~~” aku menggeleng
pelan. Oppa, bagaimana cara mengakhirinya ? Sepertinya aku sudah tak sanggup.
난 독하지 못해서 널 놓지 못했어 내 미련한 욕심인 걸 알아
(Nan
dokhaji motaeseo neol nochi motaesseo nae miryeonhan yoksimin geol ara)
Aku
tak cukup kuat sehingga aku tak bisa membiarkanmu pergi. Aku tau itu
keserakahanku yang bodoh
Aku
menatap dingin pemandangan yang ada didepanku. Dengan cepat kuraih tangan
Seungyeon untuk meninggalkan tempat ini. Hatiku panas, mataku pedih dan rasanya
dadaku sesak ingin menangis. Kupikir dia tak akan berani melakukan hal seperti
itu ditempat umum seperti ini. Hikss... betapa menyedihkannya kah dirimu
sekarang Gyuri ?
“Gyuri-ah”
“Hikss” kupeluk Seungyeon yang duduk
disampingku dalam dengan diam.
“Aku tak kuat Yeon. Tapi aku tak
bisa hidup tanpanya, eotteokhae ? Apa yang harus aku lakukan ? Rasanya begitu sakit”
kubekap sendiri mulutku agar tangisanku tak terlalu menarik perhatian orang
yang melintas. Aku sadar tak sedikit yang menatapku aneh. Tapi apa peduliku,
mereka tak tahu rasa sakit ini. Ini terlalu sakit, dan mungkin akan semakin
sakit saat dia bukan lagi milikku.
“Lupakan dia
Gyuri-ah, lepaskan dia. Jangan mengekangnya” kulepaskan pelukanku dari
Seungyeon lalu menatapnya tajam. Aku menggeleng kuat.
“Aku tak
akan pernah melepaskannya” ucapku tegas. Kubiarkan Seungyeong menghela napas
karena kekeras kepalaanku. Aku tak ingin hanya memiliki Siwon oppa sementara.
Aku ingin selalu ada disampingnya.
“Tapi ini
membuatmu terus merasakan sakit dan kau juga menyakitinya. Cinta bukan seperti
ini Park Gyuri!!!”
“Lalu
seperti apa ? Aku harus melepaskannya membiarkannya bahagia bersama Jiyoung dan
aku menangis sendirian seperti ini ? Aku tidak mau. Lagi pula Siwon oppa juga
begitu memperhatikanku, ia baik padaku. Ia juga mencintaiku” aku tak yakin dengan
apa yang aku ucapkan. Mencintaiku ?
눈물자국 지우고 할 말 꾹 삼키는 내가 날 못 보겠어 더는 못 보겠어
(Nunmuljaguk
jiugo hal mal kkuk samkineun naega nal mot bogesseo deoneun mot bogesseo)
Tapi
aku menghapus airmata dan menelan kembali kata-kataku, aku tak bisa melihat
diriku lagi, tak bisa melihat lagi
Aku berlari menyusuri lorong Seoul
hospital setelah mendapat kabar dari Kyuhyun bahwa Siwon oppa masuk rumah sakit
karena mengalami kecelakaan. Setelah 1 minggu kami saling tak berkomunikasi,
inilah hal pertama yang kudengar. Degg, langkahku terhenti tak jauh dari
nomor kamar ICU yang disebutkan Kyuhyun. Jiyoung dan Jiwon duduk dibangku ruang
tunggu dengan saling menguatkan. Mereka saling menenangkan, mereka terlihat
akrab sekali. Sekalipun Siwon oppa tak pernah mengajakku untuk bertemu dengan
keluarganya setelah 4 tahun kami menjalin hubungan. Sebenarnya seperti apakah
aku dan hubungan ini bagimu ?
“Yeobosaeyeo.
Kyuhyun-ah, bisakah kau memberiku kabar tentang perkembangan Siwon oppa ? Nde,
aku harus ke Jepang. Halmeoni memintaku kesana. Ne, gomawo” kumasukkan kembali
ponsel kedalam dalamku dan melangkah mendekati Jiyoung dan Jiwon yang tertidur.
Kubuka pintu ruang ICU dan kembali mengeluarkan ponselku. Kufokuskan camera
ponselku hingga dilayarnya terdapat gambar seorang namja yang tengah terbaring
diatas ranjang dengan perban dan infus, selang oksigen dan beberapa peralatan
medis lainnya.
“Oppa,
aku pergi” kuelus rambutnya yang hitam. Matanya yang tajam, tegas namun penuh
kelembuatan itu tertutup. Kuselipkan tanganku disela-sela jarinya lalu
menggengamnya.
“Untuk
menenangkan diriku dan memantapkan hatiku” kutatap wajahnya yang terlihat
kelelahan. Pelipisnya yang diperban dan napas yang beraturan.
“Dan
kuharap keputusanku nanti adalah yang terbaik untuk kita semua” kukecup
punggung tangannya yang tadi kugenggam. Kutatap untuk terakhir kalinya wajahnya
secara langsung. Mungkin Seungyeon benar. Aku terlalu egois. Dengan tak adanya
aku disisimu selama beberapa waktu, mungkin itu akan sangat melegakan bagimu
bukan ?
이 손 놔 그거 봐 니 맘과 내 맘은 너무 달라
이제야 깨달았어 너무 늦어버린 거 미안해
(I
son nwa geugeo bwa ni mamgwa nae mameun neomu dalla)
(Ijeya
kkaedarasseo neomu neujeobeorin geo mianhae)
Lepaskan
tanganku, lihatlah hatimu dan hatiku sangat berbeda
Sekarang
akhirnya aku menyadari , aku minta maaf karena begitu terlambat
“Siwon
hyeong sudah sadar Noona. Sekarang ia sudah dipindahkan diruang rawat biasa.
Jiyoung-ssi selalu menjaganya. aku curiga mereka memiliki hubungan khusus. Ah
ya, aku agak heran kenapa Siwon hyeong tak pernah menanyakan kabarmu noona setelah
ia sadar. Ia terlihat cuek-cuek saja” hatiku mencelos. Kututup telepon dari
Kyuhyun tanpa salam. Air mataku jatuh. Park Gyuri, bukankah ini semua sudah kau
perhitungkan ? Sudahlah, jangan menangis!! Kenapa kau tak pernah puas menangis
eoh ? selama 3 bulan ini kenapa air matamu belum mengering juga ?
“Geurae
Kyu.... gomawo. Eh, aku akan segera pulang. Jika Siwon oppa tidak menanyakan
tentang noona jangan katakan apa-apa. Tapi jika Siwon oppa bertanya, katakan
saja aku ada di Jepang karena halmeoni memintaku untuk menemaninya”
“Ne
noona, annyeong. Jaga dirimu baik-baik” PIP. Kutatap layar benda persegi yang
ada ditanganku. Oppa, kenapa senyummu terlihat begitu tulus. Semua orang pasti
akan mengira kau sangat bahagia saat itu. Kau benar-benar aktor yang handal.
“Gyuri”
kuhapus air mata yang masih membekas dipipiku lalu tersenyum pada halmeoni yang
berjalan mendekatiku.
“Ada
masalah ?” aku hanya menggeleng.
“Halmeoni
tahu apa yang membuatmu jadi seperti ini. Pikirkan baik-baik. Tapi halmeoni
hanya bisa mengatakan, jika kau mencintainya ijinkan dia bahagia. Walau bukan
bersamamu” aku hanya mengangguk dengan mata yang terus menatap fotonya. Setelah
aku kembali- mungkin akan lebih baik semua yang berhubungan dengannya kusimpan
rapi untuk menjadi kenangan saja.
거짓 사랑인데도 달면 또 삼키는 내가 날 못 참겠어 더는 못 하겠어
(Geojit
sarangindedo dalmyeon tto samkineun naega nal mot chamgesseo deoneun mot
hagesseo)
Meski
itu adalah cinta palsu aku menelannya karena itu manis. Tapi aku tak tahan
lagi, aku tak bisa melakukan ini
Kutelusuri
jalanan kota Seoul yang sudah 3 bulan kutinggalkan. Tujuanku setelah ada di
Seoul ini hanya satu. Melepasnya. Tapi aku tak bisa melakukannya sekarang.
Mungkin aku butuh sedikit waktu untuk bisa melepasnya, walau hatiku tak pernah
bisa berkata rela. Tapi mungkin inilah yang terbaik. Kumasuki rumah sakit
tempat dimana ia dirawat. Sejujurnya aku tak tahu akan seperti apa reaksinya
melihatku kedatanganku.
Kuhela
napas sejenak. Aku hanya tersenyum miris saat dari luar kamar rawatnya dapat
kulihat ia tertawa begitu lepas dengan Jiyoung. Ia terlihat begitu hidup
disana. Sangat berbeda denganku. Kubuka pintu ruang rawatnya. Ia terlihat
tersenyum melihatku yang masih berada diambang pintu. Kulihat Jiyoung menyinkir
karena isyarat dari Siwon oppa tapi aku pura-pura tak mengetahui apa-apa.
“Annyeong oppa. Bagaimana kabarmu
sekarang ? Mianhae, halmeoni memintaku untuk menemaninya jadi aku tak bisa
menjagamu saat kau sakit” kuletakan buah-buahan yang kubawa diatas nakas dekat
ranjangnya dan saat aku sadar Jiyoung sudah tak ada lagi diruangan ini.
“Kau terlihat sangat baik. Kau juga
terlihat bahagia sekarang oppa, padahal aku ada ditempat yang jauh. Apa kau tak
merindukanku ? Apa kau mempunyai yeojachingu lain eoh ?” ia terlihat tertawa
renyah, bahkan tak terlihat merasa tersinggung karena ucapanku. Mungkin
dimatanya aku bukanlah yeojachingu-nya. Jadi ia tak merasa tersinggung.
Kegenggam tangannya yang kuusapkan dipipiku.
“Aish... Uri Gyuri-ah, kenapa kau
mengatakan seperti itu eoh ? Aku hanya senang tanpa sebab mungkin karena kau
akan pulang. Nan jeongmal saranghamnida” ingin rasanya aku menangis. Dia
mengucapakan kata cinta dengan begitu mudahnya. Kenapa kau masih bertahan eoh ?
Bahkan aku sudah muak oppa. Aku ingin kau yang mengakhirinya, tak tahukah kau apa
yang aku inginkan eoh ?
*You'd better walk away 나 혼자서 어떡해
죽고 못 사는 게 둘 중에 나뿐인데
(You'd
better walk away na honjaseo eotteokhae)
(Jukgo
mot saneun ge dul junge nappuninde)
Sebaiknya
kau pergi, aku sendiri, apa yang harus kulakukan?
Dari
kita berdua, aku yang tak bisa hidup tanpamu
Aku
termenung sendiri didalam kamar sambil menatap langit malam yang bertaburan
bintang. Kenapa dalam kisah cintaku ini begitu rumit ? Apakah semua orang
mengalami hal sepertiku ? Dia menerimaku tapi tidak dengan hatinya. Dia mengatakan
mencintaiku tapi hatinya begitu dingin dan beku untuk kusentuh. Apakah jalan
terbaik adalah berpisah. Apakah jika berpisah rasa sakit ini akan hilang ? Tapi
aku takut setelah melepasmu aku akan lebih sakit dari ini. Kenapa Tuhan tak
adil ? Jika harus berpisah seharusnya ia juga merasa kehilangan.
Choi
Siwon, sebenarnya mantra apa yang kau gunakan hingga aku tak bisa hidup dengan
benar tanpamu ? Jika kau tak mencintaiku seharusnya jangan buat aku masuk
terlalu dalam dalam perasaan ini. Kau tahu ini menyakitkan. Kau takkan tahu
karena kau tak merasakan!!
뭘 더해 이젠 널 보내 세상에 나 같은 여자는 너무 많아
(Mwol
deohae ijen neol bonae sesange na gateun yeojaneun neomu manha)
Tapi
apa yang aku lakukan? Sekarang aku akan membiarkanmu pergi. Kau memiliki banyak gadis sepertiku di dunia ini
Aku mengikuti langkah Siwon oppa
membelah lautan manusia yang tengah berada di Ballroom Hotel milik ayah
Kyuhyun. Yah.. Kyuhyun memutuskan menikah dengan Ryuhwa setelah 3 bulan mereka
berpacaran. Andai Siwon oppa seperti Kyuhyun yang begitu tulus mencintai
Ryuhwa, andai saja dia tak pernah bertemu dengan ‘sekertarisnya’ itu. Dan andai
aku bisa menyakinkan hatinya bahwa akulah yang terbaik untuknya. Yah...
semuanya diawali dengan kata andai.
“Chukae
Kyuhyun-ah, ingat jangan sakiti apalagi kau khianati Ryuhwa. Kau tahu hati
seorang wanita itu sangat ringkih. Jika kau menyakitinya berarti kau juga
menyakiti Noona” Kyuhyun membalas jabatan tanganku sambil tersenyum cerah.
Ketara sekali aura bahagia yang memancar dari wajahnya hari ini. Terlebih
Ryuhwa yang mengapit lengannya sambil tersenyum malu-malu.
“Chukae Kyu”
hanya ucapan singkat itu yang Siwon oppa berikan disertai tepukan dibahu
Kyuhyun.
“Kapan
kalian menyusul ? Kalian sudah tua apalagi yang kalian tunggu” ingin sekali
rasanya kujahit mulutnya yang ternyata masih sama saja. Ia berlagak tak peduli
saat aku menatapnya tajam.
“Kalian saja
menikah terlalu cepat. Ck!! Kau takut kehilangan Ryuhwa kan jadi kau
mengikatnya seperti ini ? Dasar curang. Tuan pemaksa” sahutku tak terima.
“Aku memang
mengikatnya tapi ia juga mencintaiku jadi apa salahnya ? Ini bukti bahwa aku
serius dengan Ryuhwa, noona” aku tersenyum lalu mengulurkan tanganku pada
Ryuhwa yang berdiri disamping Kyuhyun.
“Chukae”
이젠 널 놓지도 붙잡지도 못하게 됐어 입술만 마르고 눈물은 자꾸 흐르고
(Ijen
neol nochido butjapjido motage dwaesseo ipsulman mareugo nunmureun jakku
heureugo)
Aku
tak bisa membiarkanmu pergi atau menahanmu. Bibirku kering dan airmata terus
mengalir
Aku
termenung didalam toilet setelah menguncinya cepat-cepat. Kubiarkan air mataku
turun tanpa ingin menghapusnya. Biarkan saja, biarkan semuanya mengalir karena
aku sudah tak sanggup. Ia tak pernah melakukan kontak fisik denganku lebih dari
jabat tangan dan aku mencium punggung tangannya. Tapi kenapa ? Kenapa kau
dengannya bisa berbuat lebih ? Seharusnya jika kau ingin pergi katakan pergi,
jika ingin disini bisakah kau melupakannya ? Bisakah kau melepaskannya ?
Kutatap
kotak bekal yang kuletakkan begitu saja diatas closed yang tertutup. Semakin
lama semakin dingin, dan aku tak ingin terus seperti ini. Kututup mataku
rapat-rapat tak kuasa merasakan rasa sakit yang ada didadaku hingga membuatku
sulit menghirup udara. Geurae, mari kita berpisah Tuna Choi.
Just
one way but wrong way 이미 망가져 버린
도대체 사랑이 뭔데 나를 옭아매는 거야 너는 왜
(Just
one way but wrong way imi manggajyeo beorin)
(Dodaeche
sarangi mwonde nareul olgamaeneun geoya neoneun wae)
Hanya
satu cara tetapi cara yang salah, itu telah hancur
Apakah
itu cinta yang mengikatku? Mengapa?
Aku
duduk di cafe biasa kami-aku dan Siwon oppa- bertemu dengan Seungyeon. Mungkin
ini memang saatnya. Aku sudah tak tahan. Jika ia tak bisa mengakhirinya maka
aku yang akan melakukannya. Dalam situasi seperti ini semuanya akan tersakiti
bukan ? Dan orang yang paling pantas untuk disalahkan adalah aku. Yah... karena
keegoisanku!!
“Kau pasti bisa Gyuri-ah” aku hanya
mengangguk. Kuteguk coklat panas untuk membahasi tenggorokanku yang terasa
begitu kering.
“Apa yang akan kau lakukan setelah
ini ? Ini pasti sangat sulit untukmu” aku hanya menggeleng pelan sambil
menunduk. Entah kenapa rasanya tenggorokanku sulit untuk mengeluarkan sepatah
katapun. Rasanya begitu kering dan serak. Seolah tak mau mengucapkan kata-kata
‘itu’.
“Aku- belum memikirkannya”
Seungyeong menepuk pundakku sebelum berlalu.
“Dia datang semoga berhasil. Inilah
yang terbaik Gyuri-ah, menjadi egois dan memiliki semuanya belum tentu
membuatmu menjadi bahagia” bisiknya ditelingaku. Ekor mataku menangkap sosok
yang begitu sempurna dan menawan dimataku. Ia melambaikan tangannya padaku
sambil tersenyum.
그때 나를 보던 그때 단 1분 1초라도 you shoulda
stop that
(Geuttae
nareul bodeon geuttae dan 1bun 1chorado you shoulda stop that)
Ketika
kau melihatku, saat itu, hanya untuk satu menit, satu detik kau harus berhenti
Aku
memandanginya yang sibuk melahap wafel dalam diam. Ini memang jam makan siang,
dan aku memintanya kemari untuk menemuiku. Wajahnya yang terpahat begitu
sempurna. Hidung mancung dan mata tajam yang
indah. Rambut hitam yang menambah wibawanya dengan setelan jas kantor
yang begitu pas ditubuhnya. Aroma tubuhnya dicampur dengan parfume yang begitu
khas. Inikah akhirnya ?
“Chagiya~ Gyuri-ah!! Park Gyuri” aku
hanya tersenyum saat ia menatapku heran.
“Kau tampak sangat bahagia oppa”
“Tentu saja. Tadi aku dan Jiyoung
menghadiri undangan dari Youngjuk. Nah, disana kami bertemu dengan Casey Kim,
dia Presdir di Kim Group. Jiyoung fasih sekali berbahasa inggris dan Casey
tertarik untuk menanamkan modalnya di Hyundae. Tak salah aku memilih Jiyoung
sebagai sekertarisku” aku hanya mengangguk melihatnya begitu semangat
menceritakannya.
“Chukae. Kalian sangat serasi. Oppa,
lebih baik kita akhiri saja semuanya sampai disini”
너 하나밖에 모르고 시작도 끝도 너무 모르고
겁 없게 무섭게 빠져들던 내가 너무 한심해
(Neo
hanabakke moreugo sijakdo kkeutdo neomu moreugo)
(Geop
eopge museopge ppajyeodeuldeon naega neomu hansimhae)
Aku
hanya tau dirimu, aku tak tau awal dan akhir, benar-benar tak tau
Aku
sangat menyedihkan telah jatuh padamu tanpa ragu
“MWO ? Gyuri-ah-” kutepis tangannya
yang berusaha menyentuhku. Oppa jangan seperti ini, jangan membuatku jatuh
lagi.
“Geumanhae oppa. Semuanya cukup
sampai disini saja” aku menunduk tak berani menatap wajahnya, juga untuk
menyembunyikan air mata yang kenapa tak pernah kering ini.
“Katakan apa kesalahanku Gyuri-ah ?”
aku hanya bisa menggeleng. Ini bukan salahmu, tapi dari awal ini semua salahku.
Salahku yang memaksamu. Salahku yang egois dan salahku yang terlalu percaya
diri bisa membuat hatimu berpaling dan hanya menatapku. Salahku yang tak bisa
membuatmu benar-benar mencintaiku. Dan salahku yang terus mengekangmu untukku.
Jadi- oppa, inilah yang terbaik. Kumohon, jangan pedulikan aku!! Atau ini akan
semakin sulit untukku. Lekaslah pergi...
Don't
you say my name Please don't tell me that you loved me
뭐 그리 대단하게 사랑했다고 I don't wanna
do it anymore
(Mwo
geuri daedanhage saranghaetdago I don't wanna do it anymore)
Jangan
panggil namaku. Kumohon jangan mengatakan bahwa kau mencintaiku
Apa
yang lebih besar daripada cinta? Aku tak ingin melakukannya lagi
“Gyuri-ah”
“Pergi, pergilah sebelum aku berubah
pikiran oppa. Pergi, jangan memberiku harapan palsu lagi. Semuanya sudah cukup
sampai disini saja. Pergilah” aku tak sanggup melihat wajahnya. Kualihkan perhatianku,
kukuatkan hatiku. Aku yakin jika aku kembali menatap mata itu, aku akan kembali
jatuh dan enggan melepasnya.
“Park Gyuri, sebenarnya kau ini
kenapa ? Berhenti bersikap seperti ini. Chagiya~ tatap aku” kubiarkan ia
mencengkram tubuhku dan menggoncangnya. Berhenti oppa!! Geumanhae, sebelum aku
berubah pikiran.
“Aku tahu semuanya. Kau dan Jiyoung-
jadi lebih baik kau pergi. Aku- aku akan baik-baik saja” kurasakan tubuhku
lemas, mungkin jika aku berdiri aku akan langsung terjatuh.
“Gyuri-”
“Jadi pergilah. Pergilah sejauh
mungkin. Jika terus seperti ini maka akan semakin sakit”
Baby
don't walk away 나 혼자서 어떡해
(Baby
don't walk away na honjaseo eotteokhae)
Sayang
jangan pergi apa yang harus kulakukan?
Just
go , it's not too late Love will make you run away
Ingin
rasanya aku memeluk punggung yang bergerak menjauh dariku itu. Ingin menahannya
untuk tetap disisiku dan mempertahankan sisi egoisku. Menahannya untuk diriku,
dan tak akan pernah membiarkannya jauh dari jangkauan pandanganku. Tapi-
mungkin memang ia lebih baik dariku. Benarkan. Ia bahkan tak sedikitpun menoleh
kebelakang untuk menatapku.
“Gyuri-ah, percayalah. Setelah
melepasnya akan ada seseorang yang dengan tulus mencintaimu, dengan sepenuh
hati menjagamu dan tak akan bisa hidup dengan baik tanpamu. Percayalah
Gyuri-ah” aku hanya bisa mengangguk. Tapi hati ini terlanjur terukir namanya
begitu dalam dan mungkin tak akan bisa terhapus. Aku hanya bingung, bagaimana
aku bisa menjalani hidupku dengan baik setelah ini. Setelah melepasmu pergi....
Kara
Runaway
Tidak ada komentar:
Posting Komentar