About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Sabtu, 21 September 2013

Losing My Mine - Cho Kyuhyun

1.        Title                      : Losing My Mine
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Cho Kyuhyun, Jung Hyeyoung and other casts find by your self.
4.        Lenght                  : Oneshoot
5.        Rated                   : PG 15/T
6.        Genre                   : AU, Married Life, Hurt, Angst (I Hope) and other up to reader.
7.        Disclaimer            : Ini FF berasal dari khayalan saya sebelum tidur jadinya aneh banget yah. Story is Mine!!! Typo(s) anywhere. No plagiat.

Story....


Author POV
            Seorang yeoja membuka matanya yang terasa berat. Benar saja, bagaimana bisa ia membersihkan dan merawat rumah dengan halamannya yang dihitung semuanya 20 x 25 m sendirian. Tidak terlalu besar untuk orang dengan kalangan ekonomi berasa sepertinya tapi ingat!! Nyawa berusia 5 bulan di dalam perutnya itu perlu dipertimbangkan.
            Yeoja itu duduk bersandar pada ranjang. Tangannya mengusap perutnya yang mulai tampak membesar. Matanya menatap kosong kedepan. Disampingnya tak ada sang suami, berarti dari semalam ia belum pulang. Yeoja itu mendesah berat, dulu ia berpikir menikah dengan namja bermarga Cho itu adalah sebuah keputusan yang tepat seperti sebuah anugerah dari Tuhan. Ia pikir ia akan bahagia disamping namja Cho yang berprofesi sebagai seorang dokter diusianya yang masih muda itu. Tapi nyatanya ? Tersenyum saja rasanya bibirnya begitu akku.
Tanpa terasa air mata itu turun seperti pagi-pagi sebelumnya. Ia bingung, dalam benaknya hanya satu yang ia pikirkan. Bagaimana dengan nasib nyawa yang ada didalam rahimnya kini. Ia tak ingin bayinya kekurangan kasih sayang dan figur seorang ‘ayah’.
***
            Seorang namja bernama lengkap Cho Kyuhyun itu tengah merapikan kemejanya. Ia mengancingkan kancing dilengannya lalu merapikan kerah kemejanya menghadap didepan cermin sebesar 1,5 dari tingginya.
“Oppa, kau baru saja pulang jam 8 dan kau pergi jam 12 siang. Apa kau tak lelah ? Walau kau seorang dokter kau harus tetap istirahat. Dokter memang manusia yang bisa sakit tapi tidak lucukan jika kau jatuh sakit hanya karena kau kurang istirahat” Hyeyoung, istri Kyuhyun yang baru saja selesai merapikan tempat tidur mereka menghampiri Kyuhyun dengan tas yang berisi perlengkapan Kyuhyun.
            Tanpa menyahut Kyuhyun meraih tasnya lalu berlalu begitu saja tanpa sepatah katapun dari hadapan Hyeyoung. Tanpa pamit atau setidaknya berkata terima kasih pada yeoja yang sudah berusaha melayaninya selayaknya seorang istri. Yeoja itu hanya bisa menundukan kepalanya sambil mengusap perutnya. Ketara seklai rauh sedih, kecewa, cemas dan putus asa dari maniknya yang berlinang itu.
***
“Bagaimana perkembangannya Lee Uisanim ?”Lee Uisanim, yang merupakan rekan kerja suaminya itu tersenyum membuat Hyeyoung ikut tersenyum. ‘ini pasti sebuah perkembangan yang baik’ batin Hyeyoung.
“Kau sudah tidak merasa mual saat makan itu sangat bagus. Dia sehat apa ia begitu aktif seperti perkiraanku ?” Hyeyoung mengangguk semangat. Hyeyoung terus mengulum senyumnya mendengar penjabaran dari dokter bernama Lee Donghae itu. Jarinya mengusap perutnya dari luar pakaiannya seolah tengah mengusap sang jabang bayi sayang. Lihatlah betapa bahagianya dia saat mendengar bagaimana keadaan bayi yang sedang dikandungnya. Walau sang ‘appa’ tak mempedulikannya, bagaimana jika ‘appa’ dari sang jabang bayi itu menerima dan mau menjaganya bersama-sama ?
“Jangan terlalu lelah, jangan memikirkan hal-hal yang menguras pikiranmu. Jaga pola makan dan tetap rutin mengonsumsi vitamin yang aku berikan” itulah pesan terakhir dari Donghae sebelum Hyeyoung pamit pulang. Donghae mantap Hyeyoung yang menutup pintu dengan perasaan sayang seperti pada adiknya sendiri, tapi setelah Hyeyoung tak terlihat pandangan itu mengiba.
***
            Donghae masuk ke dalam ruangan Kyuhyun di Cheungwoon Jospital tanpa permisi dan langsung berbaring di ranjang rumah sakit disamping meja kerja Kyuhyun dengan tangan sebagai bantalnya. Ia memandang langit-langit yang dicat putih menghiraukan tatapan Kyuhyun yang menatapnya seolah berkata ‘mau apa kau kemari ?’
“Kau tahu, dia baik-baik saja. Dia sehat dan juga sangat aktif. Kata Hyeyoung disudah sering merasakan perkembangannya seperti suka menendang-nedang didalam perutnya. Perkiraanku dia laki-laki. Tapi mungkin dan aku harap ia mewarisi sifat ibunya daripada ayahnya yang kaku” Kyuhyun langsung mengalihkan tatapannya dari Donghae yang kini justru menatapnya. Kyuhyun tak ingin mendengar apapun dari mereka walau Donghae selalu mengatakan tentang calon ‘anak’nya setelah Hyeyong memeriksakan kandungannya.
“Mereka tak penting untukku. Jadi berhenti membicarakan hal-hal tentang mereka karena itu seperti angin lalu bagiku” kukuh Kyuhyun dengan ekspresi dinginnya membuat Donghae mendesah lemah.
“Tapi kau penting untuknya”
“Dan Daehee yang penting untukku”
“Berhentilah menjadi seperti ini Cho Kyuhyun. Jangan terus menerus mengungkit-ungkit tentang Daehee ia sudah tenang. Jangan membawanya dalam hal ini. Kau tahu sekarang ada orang yang lebih membutuhkanmu daripada Daehee. Kuharap kau tidak egois” ujar Donghae dengan emosi yang mulai tersulut. Ia tak ingin hidup Kyuhyun yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri seperti ini. Daehee yeodongsaengnya yang sudah meninggalkan dunia ini karena kecelakaan dan sejak itu hidup Kyuhyun mulai berantakan. Ditambah anggapan Kyuhyun bahwa ia hanya bisa bahagia dan mencintai yeodongsaengnya yang telah tiada.
“Bagiku mereka bukan siapa-siapaku dan anak itu hanya sebuah kesalahan karena saat itu aku mabuk” Donghae berdiri dihadapan Kyuhyun dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku jas putihnya.
“Kuharap kau sadar seharusnya yang kau pikirkan adalah bagaimana membina rumah tangga yang baik dengan Hyeyoung dan membahagiakan mereka. Dengan kau seperti ini Daehee tak akan kembali Cho Kyuhyun. Daehee pernah mengatakan padaku, ia benci namja yang menyakiti hati wanita, itu berarti orang itu juga menyakitinya karena dia juga seorang wanita. Jangan terlalu egois Kyu”
***
            Kyuhyun memperhatikan Hyeyoung yang tengah menyiapkan makan malam untuk mereka. Kyuhyun bingung kenapa Hyeyoung masih tersenyum saat berhadapana dengannya ? Bahkan hubungan mereka sangat buruk terlebih dirinya yang membuat benteng dihatinya sendiri. Matanya tertuju pada pangan kiri Hyeyoung yang mengusap perutnya yang membesar. Hyeyoung tampak bahagia eoh ? Tanpa Kyuhyun sadari terselip rasa hangat yang membuat hatinya tenang. Sedetik kemudian Kyuhyun tersadar, ia memejamkan mata lalu mengusap wajahnya kasar sambil menggeleng keras. ‘apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun ?’
“Oppa, makanannya sudah siap” Kyuhyun tersigap mendengar suara yang tak jauh darinya itu. Saat ia menurunkan tangannya ia melihat Hyeyoung berdiri dihadapannya dengan mata yang menatapnya khawatir.
“Oppa, kau baik-baik saja ?” Kyuhyun mengangguk kaku mendengar suara lembut itu. Dengan cepat Kyuhyun bangkit dan berjalan ke meja makan dengan sendirinya. Hyeyoung hanya menatap suaminya bingung tapi ia tak mempedulikan kejanggalan itu. Biasanya ia harus membujuk Kyuhyun sekuat tenaga agar Kyuhyun mau makan masakannya.
            Hyeyoung mengikuti Kyuhyun menuju meja makan. Dengan telaten wanita yang tengah mengandung 7 bulan itu mengambilkan nasi dan lauk-pauk untuk Kyuhyun lalu mengambil untuk dirinya sendiri. Kyuhyun menatap makanan yang ada dihadapannya sejenak lalu mulai memakannya. Dari ekor matanya ia memperhatikan Hyeyoung yang menyuapkan makanannya dengan semangat sambil terus tersenyum. ‘kandungannya baik. Dia bisa melahirkan secara normal tanpa operasi’ Kyuhyun tanpa sengaja mendengar ucapan Donghae saat Hyeyoung memeriksakan kandungannya di rumah sakit tadi. Jadi karena itukah Hyeyoung terus tersenyum ?
***
Kyu, aku terjebak macet tadi ada kecelakaan. Kata Park Uisanim ada pasienku yang akan melahirkan, bisakan kau menggantikanku ? Dia ada diruang bersalin no 17 lantai 3. Tidak ada dokter yang kosong kecuali kau Kyu, Gomawo. Dengan cepat Kyuhyun meraih jas putih kebanggaannya lalu ia berjalan cepat dari lantai 5 menuju lantai 3. Ia mengenakan masker putih sambil berjalan hingga menutupi hidungnya.
Cekleettttttt
            Deg. Kyuhyun terpaku. Suara yang tengah merintih itu, wajah yang penuh peluh dan menahan sakit itu. Hyeyoung. Jika salah seorang suster disana tidak menyadarkannya ia pasti akan tetap terpaku diambang pintu. ‘jadi disinikah kau sejak semalam eoh ?’ batin Kyuhyun.
            Dengan cepat walaupun ia bukan seorang dokter specialis kandungan atau semacamnya tapi setidaknya ia tahu teknik dasar dalam persalinan. Terlebih yang terbaring disana adalah istrinya. Hyeyoung terus meremas sprei putih itu untuk melampiaskan rasa sakitnya. Melahirkan bukanlah hal yang mudah terlebih ini adalah kelahiran pertamanya.
“Appeuda.. eh.. akh” suara seperti itulah yang mengiringi lahirnya sosok mungil yang kini berada ditangannya. Tubuh mungil itu penuh dengan bercak darah dan dengan tangan yang dilapisi sarung tangan Kyuhyun menyentuh pipi mungil makhluk yang baru 3 menit yang lalu melihat dunia ini.
“hoekk, oekk...” seorang suster meminta bayi yang berada di tangan Kyuhyun untuk dibersihkan. Matanya menatap wanita yang terbaring lemah dengan mata terpejam.
“Bayinya lucu sekali. Namja eoh ? Sayangnya sepertinya yeoja itu kurang beruntung. Dari sore ia disini tidak ada yang menjenguknya. Sepertinya rumah tangganya kurang harmonis, padahal ia begitu baik dan menyenangkan” sayup-sayup ia mendengar percakapan 3 orang suster yang tengah membersihkan ruangan ini. Mata Kyuhyun masih terpaku pada wanita yang tengah memejamkan matanya diatas ranjang. Perlahan ia mendekat, ia bisa melihat lelehan air mata yang membasahi pipi pucat itu. Kyuhyun meraih tangan kanan Hyeyoung. Ia tersentak.
“Pindahkan keruang ICU. Denyut nadinya melemah, ia pingsan dan ini bisa mengakibatkan pendarahan” petik Kyuhyun membuat 3 suster yang ada disana tersigap. Dengan cepat mereka menarik ranjang itu keluar dari ruang bersalin dengan Kyuhyun yang terlihat begitu cemas.
***
            Kyuhyun menggendong putranya sambil membuat susu formula untuk putranya yang baru berusia 4 hari itu. Ia menciumi bayi yang belum ia beri nama itu sebelum memberikan botol susu formula itu pada putranya. Kyuhyun mendudukan dirinya di kursi meja makan dengan tatapan yang fokus pada putranya. Senyum terus terukir dibibirnya itu. Ia merasa bahagia, hanya itu yang ia tahu sekarang. Hyeyoung sudah sadar dan keadaannya sudah lebih baik sekarang hanya saja tubuhnya masih lemas. Kyuhyun memegangi botol susu itu sampi memainkan jarinya di kening, hidung dan pipi bayi itu. Pipi gembul seperti dirinya saat kecil dulu dan mata innocent dan berbinar seperti Hyeyoung.
***
            Kyuhyun meletakan tas kerja di meja rias. Ia duduk ditepi ranjang dan memandang Hyeyoung yang terlihat kerepotan memakaikan putranya yang diberi nama Jong Hoon karena bayi 2 bulan itu sibuk memainkan tangannya tak bisa diam. Kyuhyun melangkah mendekati Hyeyoung dan berdiri disampingnya.
“Ada apa oppa ? Perlu sesuatu ?” Kyuhyun meraih tangan mungil itu lalu memakaikan baju seperti kemeja itu pada putranya yang tersenyum menatapnya. Hyeyoung memandang Kyuhyun dan Jong Hoon bergantian sambil tersenyum. ‘mungkinkah ia bisa menerimaku dan Jong Hoon sekarang ?’ batin Hyeyoung.
“Sebaiknya kau siapkan saja makan malam” nada bicara yang masih terdengar datar itu menyadarkan Hyeyoung dan Hyeyoung mengecup pipi putranya sebelum melangkah pergi untuk menyiapkan makan malam.
***
Bugh dukkk
“oekk, hoekkk..” Kyuhyun tersigap dan ia tersadar akan sesuatu. Ia mencampakan kertas berisi data pasiennya lalu berlari menuju kamarnya disebelah ruangan ia menyimpan arsip-arsip penting pasiennya.
            Matanya menangkap Hyeyoung yang tengah duduk dilantai dengan tangan yang memegangi kepala Jong Hoon yang terlihat memar dan terus menangis. Dapat ia tarik kesimpulan bahwa putranya yang usianya menginjak 7 bulan itu terjatuh dari atas tempat tidur karena kelalaiannya. Hyeyoung mendongak dan matanya menatap Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari ambang pintu.
            Kyuhyun melangkah mendekati mereka lalu ia berjongkok disamping Hyeyoung. Tangannya berusaha menyentuh kening putranya yang terlihat memar biru keunguan tapi Hyeyoung menjauhkannya dan berdiri.
“Sini biar Jong Hoon aku yang obati” ujar Kyuhyun dengan tangan yang meminta Hyeyoung menyerahkan Jong Hoon padanya.
“Mianhae seharusnya aku tak memaksamu. Mianhae kau lanjutkan saja pekerjaanmu” Hyeyoung membungkukkan badannya lalu ia berlalu dengan semakin menjauhnya tangisan Jong Hoon dari indra pendengaran Kyuhyun.
“Bukan begitu. Bukan maksudku untuk tak menjaganya sungguh, aku tak bermaksud” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya lemah. Ia merasa Hyeyoung begitu takut padanya kini. Ini hanya kelelaiannya bukan karena ia tak mau menjaga putranya.
***
            Hyeyoung meletakan map berwarna coklat dihadapan Kyuhyun, ia sengaja memberikannya pada Kyuhyun di rumah sakit tempat Kyuhyun bekerja. Didekapannya Cho Jung Hoon menatap wajah sang ayah tanpa kedip. Bayi laki-laki itu menatap ayahnya dalam diam dari dekapan sang ibu. Merasa Kyuhyun sama sekali tak melirik map coklat yang dibawanya Hyeyoung berinisiatif membuka suara.
“Kyuhyun-ssi, Gamsahamnida atas segalanya. Mianhae jika selama ini aku menganggu hidupmu. Sekali lagi maaf dan terima kasih. Aku pergi, permisi” Hyeyoung bangkit dan berjalan meninggalkan ruangan Kyuhyun, sementara Jung Hoon menolehkan kepalanya ingin menatap wajah sang appa.
            Dari luar pintu ruangan Kyuhyun Hyeyoung mendesah lega. Walau rasa sakit itu ada tapi ia merasa lega, pandangannya beralih pada Jong Hoon. Ia mengecup kening putranya sayang. ‘eomma menyayangimu. Eomma tak ingin kau kecewa pada appa, dan bukan maksud eomma memisahkan kalian sayang. Tapi eomma tak ingin kau mengetahui appa yang tak pernah menginginkanmu. Eomma tak ingin kau merasa kurang sayang’
***
            Kyuhyun menyandarkan tubuhnya dikursinya yang empuk. Pandangannya beralih pada map yang diberikan oleh istrinya itu. Dengan tangan kirinya ia meraih map itu dan membukanya. Matanya menatap cermat setiap kata yang tercantum disana. Setelah selesai matanya menatap instansi yang berada pada kop lembaran surat itu.
            Kyuhyun meletakan surat itu begitu saja lalu ia berlari berharap bisa menemukan istri dan anaknya yang 15 menit yang lalu keluar dari ruang kerjanya. Sampai dihalaman depan ia tak menemukan sosok yang berusaha ditolak kehadirannya dihatinya itu. Dengan gusar dokter itu berlari keparkiran dan masuk ke mobil Renault Samsung hitamnya. Dalam hati ia berharap semuanya belum terlambat. Tidak!! Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan jika semuanya harus berakhir seperti ini. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya gusar berusaha menepis pikiran negatifnya, hatinya diselimuti rasa takut hingga tanpa sadar mesin itu melaju dengan kecepatan diatas 100 km/jam.
***
            Dengan deru napas yang tak beraturan Kyuhyun turun dari mobil dan membuka pintu rumah dengan kunci otomatis. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan yang berada dalam jarak pandangnya dari ambang pintu. Hanya beberapa detik hingga ia berlari menuju kamarnya dan Hyeyoung didekat ruang keluarga. Ia kemudian berlari menuju box bayi didekat tempat tidur mereka. Tidak ada Jong Hoon disana. Kyuhyun membuka lemari dan tetesan air mata itu kembali mengalir. Sudah tak ada harapan lagi.. Yah.. semuanya sudah berakhir sampai disini. Tubuh dokter muda itu terasa lemas dan ia jatuh tertunduk dilantai yang dingin. Semuanya sudah berakhir karena ego-nya sendiri. Kyuhyun tahu itu dan ia bingung sekarang, bagaimana caranya untuk hidup menatap cahaya matahari esok ?

7 komentar:

  1. kyaaaaa perlu sequel thor,.
    pdahal kyu udah mulai syang oo,. :O

    BalasHapus
  2. DAEBAK
    suka banget ff nya sampe ikutan sakit hati :((

    BalasHapus
  3. mampus lu kyu,,hahahha.. lagian ga enak banget ga di anggap,hhehee

    #ditimbukin sparkyu q.hehe

    lanjut eon q baca squel...

    BalasHapus
  4. keren banget thor..
    itu keputusan yang tepat di ambil oleh hyeyoung..percuma jadi istrinya tapi tak dianggap

    BalasHapus
  5. yeeeee akhirnya ketemu juga , sudah pernah baca tapi lupa ada judulnya , T.T

    BalasHapus