The
Secret of Dark Devil and Vampire
Part 2 : The Boys to The Girls, Mate.
Lee Dong Hae – Oh Min Hwa
Present By : Choikang Lover
“Kami
sama – sama makhluk kegelapan yang dianggap tak berguna dan berbahaya namun
kaum kami berbeda. Apakah iya kami tak bisa bersama ? sayangnya aku akan
melakukan apapun termasuk menghancurkan kaumku ataupun kaummu agar kita selalu
bersama.”
Precious Chapter...
“Euuh.
. .” gadis vampire itu kembali melengkuh kesakitan saat berusaha berdiri. Ia
bahkan sampai harus berpegangan pada batang pohon. Sungguh memalukan.
Setidaknya ia sedikit berutung karena purnama penuh membantunya mengembalikan
energi dan luka yang masih menganga di lengan kirinya. Tak ada waktu untuk
menyembuhkan luka. Ayahnya harus segera mendapatkan obat. Sudah lebih dari
delapan tahun ayahnya hanya terbujur kaku diatas ranjangnya. Luka sayatan
pedang black soul Dong Hae membuat ayahnya tak mampu melakukan apa – apa. Mencinta
dan membenci pada orang yang sama adalah hal yang memuakkan.
Chapter 2...
Awan hitam selalu melingkupi wilayah
kekuasaan para iblis. Terkadang kilat menyambar – nyambar namun bukan tanda
bahwa hujan akan turun. Tempat dimana banyak bebatuan dengan tanah kering dan
tandus. Hanya wilayah hutan saja yang terdapat tumbuhan yang rimbun. Dunia
mereka berbeda dengan dunia manusia. Walau mereka tingggal berbatasan dengan
dunia manusia. Berbeda lagi dengan dunia vampire yang dikelilingi pepohonan
yang tinggi dengan langit gelap menutup cahaya matahari masuk. Mereka tidak
takut dengan cahaya namun cahaya menghalangi penglihatan mereka.
Min Hwa berhasil masuk ke wilayah
lembah Choernous, dimana diatas bukit lembah itu ada sebuah istana tempat
pemimpin kaum iblis tersebut. Menurut tabib yang merawat ayahnya di dalam hutan
lembah yang ditumbuhi Redwood itu banyak terdapat Orchid mascula. Min Hwa
mengangkat gaun hitamnya sampai sebatas lutut untuk memudahkannya berjalan.
Baru memasuki hutan kurang dari satu kilometer ia sudah menemukan rumpunan
tanaman berbunga ungu tersebut. Dengan cepat ia mengeluarkan belatinya,
mencabut tanaman tersebut dari akarnya.
Min Hwa tersenyum menatap dua ikat
Orchid mascula yang ada ditangannya sekarang. “Semoga Yang Mulia lekas sembuh
dengan ini.” Min Hwa melangkah menuju keluar hutan, namun baru lima langkah suara
benda yang menembus udara terdengar oleh telingahnya. Dengan cepat ia
menghindar hingga sebuah anak panah menancap persih di dahan pohon dengan kuat.
Min Hwa berputar, tidak ia tak
merasakan kehadiran siapapun. Dirinya tak merasakan aura apapun disini kecuali
dirinya. Siapa ? itulah pikiran. “Mencariku Nona Vampire.” Min Hwa mundur tiga
langkah saat tiba – tiba sosok yang transpran menampakkan wujudnya yang nyata.
“Hallo Nona Vampire, sudah lama bukan kita tidak bertemu. Ehm, mungkin delapan
tahun yang lalu saat kau menancapkan taringmu itu pada leher tunanganku,”
senyum sinispun tak luput dipamerkan oleh sosok itu. “Atau mungkin kau sudah
lupa dengan tunanganku yang kau racuni itu.” Pikiran Min Hwa kacau. Ditengah –
tengah pertempuran itu mana bisa ia mengingat wajah orang – orang yang ia
bunuh. Jika tidak membunuh maka akan dibunuh, bukan begitu aturan mainnya ?
“Maaf aku tak ingat. Aku harus segera
kembali.” Min Hwa berbalik arah namun mendadak tubuhnya menjadi kaku dan sulit
untuk digerakan. Ia bisa mendengar gemerisik daun Redwood yang jatuh diinjak
kaki yang sedang berjalan kearahnya. “Kedatanganmu kesini harus disambut bukan
?” kembali, Sang Putri itu merinding saat mendengar sosok itu bicara dengannya.
“Aku tak punya banyak waktu. Aku harus pulang sekarang. Bangsaku memerlukanku
sekarang,” meski ketus namun ketara sekali ia mulai gelisah dan takut.
“Dia mate-ku. Garis takdirnya ia
adalah mate-ku.” Min Hwa merinding saat tangan itu mendarat di bahunya. “Ingat
ini baik – baik. Aku Cho Kyu Hyun. Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga tapi
aku ingin membunuhmu saat perang nanti. Tunggu tujuh belas tahun lagi.” Bruk. Dirinya jatuh dengan dorongan
dari Kyu Hyun. Bukan dorongan biasa karena Kyu Hyun menggunakan energi
dalamnya, membuat tubuh siapapun yang terkena akan hancur jika kau bukan darah
murni vampire atau tidak memiliki tenaga dalam yang luar biasa.
“Jika aku bertemu lagi denganmu maka
aku akan menghabisimu saat itu juga. Jadi berhati – hatilah Yang Mulia Tuan
Putri.” Embusan angin itu membawa pesan suara dari Kyu Hyun, entah seberapa
hebat iblis itu. Tapi mendapat keyakinan darimana ia yakin ia akan tetap aman,
ia akan tetap hidup.
Min Hwa menggelengkan kepalanya, bukan
saatnya untuk memikirkan Kyu Hyun. Ia bangkit dan dengan kekuatannya yang
tersisa ia kembali ke hutan Ataros, tempat kaumnya tinggal.
***
Min Hwa memasuki ruang pertemuan
dengan para petinggi vampire lainnya. Tiga hari setelah kepulangannya dari
lembah Choerous, ayahnya sudah mampu untuk duduk dan menggerakkan kakinya.
Racun dari Black Soul Pangeran Kegelapan yang sudah lebih dari delapan tabuh
bersemayam ditubuhnya perlahan memudar. Min Hwa duduk di kursi paling tengah
meja berbentuk persegi panjang itu. Disajikan juga daging rusa mentah dan
darahnya yang masih terlihat segar dimasing – masing gelas. Namun tak ada yang
berminat sekedar mencicipinya.
“Ada apa lagi sekarang ?” tanya Min
Hwa saat melihat kesepuluh petinggi istana telah hadir. “Mereka mengetahui
kedatangan anda Yang Mulia ?” Min Hwa mengangguk. “Hanya Park Yoo Chun yang
hampir menebas leherku, Putra Mahkota Lee Dong Hae yang memberiku penawar dan
Cho Kyu Hyun yang mengancam akan membunuhku tujuh belas tahun lagi.” Seluruh
penghuni ruangan itu tercengang. Mereka tak mampu bersuara apa – apa, seolah
mereka semua tak berguna hingga membiarkan pemimpin mereka sendiri yang
menyusup.
“Apa ada masalah ?” tanya Min Hwa
lagi. Semua diam, tak ada yang mampu bersuara. “Apa yang isi surat dari Raja
Iblis itu ?” kali ini Eun Yeon, pelayannya yang bertanya. “Mereka meminta untuk
menyerahkan anda Yang Mulia. Menurut mereka, ini melanggar perjanjian damai dua
puluh lima tahun,” jelas salah satu dari mereka. “Namun lebih baik kita
berperang lagi daripada Anda harus kembali berkorban Yang Mulia. Setelah Yang
Mulia Raja sembuh kita lebih dari siap untuk kembali berperang melawan mereka.”
Min Hwa sudah memperkirakan semuanya. Ini pasti terjadi. Tapi siapa yang
melakukannya ? hanya ada dua kemungkinan Park Yoo Chun atau Cho Kyu Hyun. Tidak
jelas bukan Kyu Hyun, karena Kyu Hyun sangat ingin membunuhnya dengan tangannya
sendiri.
“Kau tahu siapa Cho Kyu Hyun ?”
kembali. Mereka kembali menunduk. Min Hwa semakin yakin bahwa iblis bernama Cho
Kyu Hyun itu tak bisa ia remehkan. “Sekali lagi aku bertanya, siapa Cho Kyu
Hyun itu ?” mereka sedikit takut saat Putri Mahkota itu menaikan nada
bicaranya. “Mantan Panglima iblis. Kekuatannya bahkan jauh diatas Putra Mahkota
Lee.” Merasa kurang puas Min Hwa kembali bertanya, “mantan Panglima ? kenapa ia
mengundurkan diri ?” “Iblis diciptakan berpasangan sesuai garis takdir mereka.
Mate dari Cho Kyu Hyun adalah seorang gadis setengah manusia-vampire. Gadis itu
mati saat melindungi Cho Kyu Hyun saat perang dulu. Setelah itu Cho Kyu Hyun
tak pernah terlihat dimanapun, tapi satu hal yang pasti ia akan membunuh
siapapun yang telah membunuh mate-nya itu.” Min Hwa merinding saat kembali
mengingat wajah dan nada bicara seorang Cho Kyu Hyun. Oh, sungguh.
“Kirim balasan pada Raja Iblis aku
akan datang kesana seminggu lagi,” putusnya. “Yang Mulia,” rentak mereka
protes. “Saat aku ke lembah Choerous aku hanya membawa belati karena aku tak
ingin melukai siapapun, aku hanya ingin mencari Orchid mascula makanya lengan
kiriku terluka oleh pedang Yoo Chun. Saat aku ke sana lagi aku akan membawa
senjata lengkap, aku akan baik – baik saja karena disana tidak ada Cho Kyu
Hyun.” Min Hwa menghembuskan napas menatap satu per satu petinggi vampire yang
ada disana. “Yang menginginkan nyawaku adalah Cho Kyu Hyun, sedangkan bangsa
iblis menginginkan wilayah kita. Jika aku kesana nyawaku tidak akan terancam
bukan ?”
***
Min Hwa memandang hutan Ataros bagian
utara dari atas menara kastilnya. Kastil yang sudah berdiri kokoh sejak ribuan
tahun yang lalu. Dibagian utara hutan Ataros itulah ia bertemu dengan Lee Dong
Hae sang Putra Mahkota Iblis tersebut. Entah bagaimana awalnya, dirinya yang
masih kecil dan belum bisa berburu itu dibantu Dong Hae untuk menangkap rusa
kecil lalu memakannya mentah – mentah bersama. Dan entah bagaimana pula perang
itu terjadi begitu saja sembilan tahun yang lalu. Tepat disana juga. Ia menjadi
sosok lain berambut putih bermata merah yang dingin. Tak lupa taringpun ikut
menghiasi tubuhnya. Dirinya sungguh asing dengan sosok itu.
“Yang Mulia,” itu suara ibunya. Ia
adalah oleh tertinggi sekarang disini karena menggantikan ayahnya yang tengah
dalam proses penyembuhan sekarang, membuatnya menjadi orang paling disegani dan
dihormati disini. “Ibu,” Min Hwa langsung mendekap tubuh ibunya. Menyandarkan
dagunya pada bahu ibunya yang telah tua. “Jangan seperti ayahmu, ibu mohon
jangan perang lagi. Jangan menjadi sosok asing yang kejam seperti dulu lagi.
Ibu hanya takut kau tak seberuntung dulu. Ibu hanya takut kau akan musnah
seperti kakakmu dulu. Ibu takut. . .”
***
To Be
Countinue. . .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar