About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 29 Juni 2014

[FF] The Secret of Dark Devil and Vampire II - Lee Dong Hae


The Secret of Dark Devil and Vampire
Part 2 : The Boys to The Girls, Mate.
Lee Dong Hae – Oh Min Hwa
Present By : Choikang Lover



“Kami sama – sama makhluk kegelapan yang dianggap tak berguna dan berbahaya namun kaum kami berbeda. Apakah iya kami tak bisa bersama ? sayangnya aku akan melakukan apapun termasuk menghancurkan kaumku ataupun kaummu agar kita selalu bersama.”





Precious Chapter...

“Euuh. . .” gadis vampire itu kembali melengkuh kesakitan saat berusaha berdiri. Ia bahkan sampai harus berpegangan pada batang pohon. Sungguh memalukan. Setidaknya ia sedikit berutung karena purnama penuh membantunya mengembalikan energi dan luka yang masih menganga di lengan kirinya. Tak ada waktu untuk menyembuhkan luka. Ayahnya harus segera mendapatkan obat. Sudah lebih dari delapan tahun ayahnya hanya terbujur kaku diatas ranjangnya. Luka sayatan pedang black soul Dong Hae membuat ayahnya tak mampu melakukan apa – apa. Mencinta dan membenci pada orang yang sama adalah hal yang memuakkan.


Chapter 2...


          Awan hitam selalu melingkupi wilayah kekuasaan para iblis. Terkadang kilat menyambar – nyambar namun bukan tanda bahwa hujan akan turun. Tempat dimana banyak bebatuan dengan tanah kering dan tandus. Hanya wilayah hutan saja yang terdapat tumbuhan yang rimbun. Dunia mereka berbeda dengan dunia manusia. Walau mereka tingggal berbatasan dengan dunia manusia. Berbeda lagi dengan dunia vampire yang dikelilingi pepohonan yang tinggi dengan langit gelap menutup cahaya matahari masuk. Mereka tidak takut dengan cahaya namun cahaya menghalangi penglihatan mereka.

          Min Hwa berhasil masuk ke wilayah lembah Choernous, dimana diatas bukit lembah itu ada sebuah istana tempat pemimpin kaum iblis tersebut. Menurut tabib yang merawat ayahnya di dalam hutan lembah yang ditumbuhi Redwood itu banyak terdapat Orchid mascula. Min Hwa mengangkat gaun hitamnya sampai sebatas lutut untuk memudahkannya berjalan. Baru memasuki hutan kurang dari satu kilometer ia sudah menemukan rumpunan tanaman berbunga ungu tersebut. Dengan cepat ia mengeluarkan belatinya, mencabut tanaman tersebut dari akarnya.

          Min Hwa tersenyum menatap dua ikat Orchid mascula yang ada ditangannya sekarang. “Semoga Yang Mulia lekas sembuh dengan ini.” Min Hwa melangkah menuju keluar hutan, namun baru lima langkah suara benda yang menembus udara terdengar oleh telingahnya. Dengan cepat ia menghindar hingga sebuah anak panah menancap persih di dahan pohon dengan kuat.

          Min Hwa berputar, tidak ia tak merasakan kehadiran siapapun. Dirinya tak merasakan aura apapun disini kecuali dirinya. Siapa ? itulah pikiran. “Mencariku Nona Vampire.” Min Hwa mundur tiga langkah saat tiba – tiba sosok yang transpran menampakkan wujudnya yang nyata. “Hallo Nona Vampire, sudah lama bukan kita tidak bertemu. Ehm, mungkin delapan tahun yang lalu saat kau menancapkan taringmu itu pada leher tunanganku,” senyum sinispun tak luput dipamerkan oleh sosok itu. “Atau mungkin kau sudah lupa dengan tunanganku yang kau racuni itu.” Pikiran Min Hwa kacau. Ditengah – tengah pertempuran itu mana bisa ia mengingat wajah orang – orang yang ia bunuh. Jika tidak membunuh maka akan dibunuh, bukan begitu aturan mainnya ?

          “Maaf aku tak ingat. Aku harus segera kembali.” Min Hwa berbalik arah namun mendadak tubuhnya menjadi kaku dan sulit untuk digerakan. Ia bisa mendengar gemerisik daun Redwood yang jatuh diinjak kaki yang sedang berjalan kearahnya. “Kedatanganmu kesini harus disambut bukan ?” kembali, Sang Putri itu merinding saat mendengar sosok itu bicara dengannya. “Aku tak punya banyak waktu. Aku harus pulang sekarang. Bangsaku memerlukanku sekarang,” meski ketus namun ketara sekali ia mulai gelisah dan takut.

          “Dia mate-ku. Garis takdirnya ia adalah mate-ku.” Min Hwa merinding saat tangan itu mendarat di bahunya. “Ingat ini baik – baik. Aku Cho Kyu Hyun. Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga tapi aku ingin membunuhmu saat perang nanti. Tunggu tujuh belas tahun lagi.” Bruk. Dirinya jatuh dengan dorongan dari Kyu Hyun. Bukan dorongan biasa karena Kyu Hyun menggunakan energi dalamnya, membuat tubuh siapapun yang terkena akan hancur jika kau bukan darah murni vampire atau tidak memiliki tenaga dalam yang luar biasa.

          “Jika aku bertemu lagi denganmu maka aku akan menghabisimu saat itu juga. Jadi berhati – hatilah Yang Mulia Tuan Putri.” Embusan angin itu membawa pesan suara dari Kyu Hyun, entah seberapa hebat iblis itu. Tapi mendapat keyakinan darimana ia yakin ia akan tetap aman, ia akan tetap hidup.

          Min Hwa menggelengkan kepalanya, bukan saatnya untuk memikirkan Kyu Hyun. Ia bangkit dan dengan kekuatannya yang tersisa ia kembali ke hutan Ataros, tempat kaumnya tinggal.

***

          Min Hwa memasuki ruang pertemuan dengan para petinggi vampire lainnya. Tiga hari setelah kepulangannya dari lembah Choerous, ayahnya sudah mampu untuk duduk dan menggerakkan kakinya. Racun dari Black Soul Pangeran Kegelapan yang sudah lebih dari delapan tabuh bersemayam ditubuhnya perlahan memudar. Min Hwa duduk di kursi paling tengah meja berbentuk persegi panjang itu. Disajikan juga daging rusa mentah dan darahnya yang masih terlihat segar dimasing – masing gelas. Namun tak ada yang berminat sekedar mencicipinya.

          “Ada apa lagi sekarang ?” tanya Min Hwa saat melihat kesepuluh petinggi istana telah hadir. “Mereka mengetahui kedatangan anda Yang Mulia ?” Min Hwa mengangguk. “Hanya Park Yoo Chun yang hampir menebas leherku, Putra Mahkota Lee Dong Hae yang memberiku penawar dan Cho Kyu Hyun yang mengancam akan membunuhku tujuh belas tahun lagi.” Seluruh penghuni ruangan itu tercengang. Mereka tak mampu bersuara apa – apa, seolah mereka semua tak berguna hingga membiarkan pemimpin mereka sendiri yang menyusup.

          “Apa ada masalah ?” tanya Min Hwa lagi. Semua diam, tak ada yang mampu bersuara. “Apa yang isi surat dari Raja Iblis itu ?” kali ini Eun Yeon, pelayannya yang bertanya. “Mereka meminta untuk menyerahkan anda Yang Mulia. Menurut mereka, ini melanggar perjanjian damai dua puluh lima tahun,” jelas salah satu dari mereka. “Namun lebih baik kita berperang lagi daripada Anda harus kembali berkorban Yang Mulia. Setelah Yang Mulia Raja sembuh kita lebih dari siap untuk kembali berperang melawan mereka.” Min Hwa sudah memperkirakan semuanya. Ini pasti terjadi. Tapi siapa yang melakukannya ? hanya ada dua kemungkinan Park Yoo Chun atau Cho Kyu Hyun. Tidak jelas bukan Kyu Hyun, karena Kyu Hyun sangat ingin membunuhnya dengan tangannya sendiri.

          “Kau tahu siapa Cho Kyu Hyun ?” kembali. Mereka kembali menunduk. Min Hwa semakin yakin bahwa iblis bernama Cho Kyu Hyun itu tak bisa ia remehkan. “Sekali lagi aku bertanya, siapa Cho Kyu Hyun itu ?” mereka sedikit takut saat Putri Mahkota itu menaikan nada bicaranya. “Mantan Panglima iblis. Kekuatannya bahkan jauh diatas Putra Mahkota Lee.” Merasa kurang puas Min Hwa kembali bertanya, “mantan Panglima ? kenapa ia mengundurkan diri ?” “Iblis diciptakan berpasangan sesuai garis takdir mereka. Mate dari Cho Kyu Hyun adalah seorang gadis setengah manusia-vampire. Gadis itu mati saat melindungi Cho Kyu Hyun saat perang dulu. Setelah itu Cho Kyu Hyun tak pernah terlihat dimanapun, tapi satu hal yang pasti ia akan membunuh siapapun yang telah membunuh mate-nya itu.” Min Hwa merinding saat kembali mengingat wajah dan nada bicara seorang Cho Kyu Hyun. Oh, sungguh.

          “Kirim balasan pada Raja Iblis aku akan datang kesana seminggu lagi,” putusnya. “Yang Mulia,” rentak mereka protes. “Saat aku ke lembah Choerous aku hanya membawa belati karena aku tak ingin melukai siapapun, aku hanya ingin mencari Orchid mascula makanya lengan kiriku terluka oleh pedang Yoo Chun. Saat aku ke sana lagi aku akan membawa senjata lengkap, aku akan baik – baik saja karena disana tidak ada Cho Kyu Hyun.” Min Hwa menghembuskan napas menatap satu per satu petinggi vampire yang ada disana. “Yang menginginkan nyawaku adalah Cho Kyu Hyun, sedangkan bangsa iblis menginginkan wilayah kita. Jika aku kesana nyawaku tidak akan terancam bukan ?”

***

          Min Hwa memandang hutan Ataros bagian utara dari atas menara kastilnya. Kastil yang sudah berdiri kokoh sejak ribuan tahun yang lalu. Dibagian utara hutan Ataros itulah ia bertemu dengan Lee Dong Hae sang Putra Mahkota Iblis tersebut. Entah bagaimana awalnya, dirinya yang masih kecil dan belum bisa berburu itu dibantu Dong Hae untuk menangkap rusa kecil lalu memakannya mentah – mentah bersama. Dan entah bagaimana pula perang itu terjadi begitu saja sembilan tahun yang lalu. Tepat disana juga. Ia menjadi sosok lain berambut putih bermata merah yang dingin. Tak lupa taringpun ikut menghiasi tubuhnya. Dirinya sungguh asing dengan sosok itu.

          “Yang Mulia,” itu suara ibunya. Ia adalah oleh tertinggi sekarang disini karena menggantikan ayahnya yang tengah dalam proses penyembuhan sekarang, membuatnya menjadi orang paling disegani dan dihormati disini. “Ibu,” Min Hwa langsung mendekap tubuh ibunya. Menyandarkan dagunya pada bahu ibunya yang telah tua. “Jangan seperti ayahmu, ibu mohon jangan perang lagi. Jangan menjadi sosok asing yang kejam seperti dulu lagi. Ibu hanya takut kau tak seberuntung dulu. Ibu hanya takut kau akan musnah seperti kakakmu dulu. Ibu takut. . .”

***

To Be Countinue. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar