The
Secret of Dark Devil and Vampire
Part 4 : The Secret
Lee Dong Hae – Oh Min Hwa
Present By : Choikang Lover
“Kami
sama – sama makhluk kegelapan yang dianggap tak berguna dan berbahaya namun
kaum kami berbeda. Apakah iya kami tak bisa bersama ? sayangnya aku akan
melakukan apapun termasuk menghancurkan kaumku ataupun kaummu agar kita selalu
bersama.”
Precious Chapter. . .
“Yang
Mulia, Putri Vampire datang.” Yoo Chun lantas meninggalkan tempat itu setelah
memberi salam –pemberitahuan- pada sang raja. Setelah mereka hanya berdua sang
raja yang berdiri menatap keluar dari jendela itu berbalik. “Selamat datang
Tuan Putri,” sambutnya dengan senyum menyeringai dan tepukan tangan dari
pemimpin iblis tersebut. “Kau sangat berani, bahkan terlalu pemberani Oh Min
Hwa,” lanjutnya sinis.
Chapter 4. . .
“Apa maksud anda memanggilku kemari ?”
tanya rasa takut Min Hwa menatap tajam Sang Raja Iblis. “Kau tak berpikir aku
memanggilmu kemari karena kau melanggar perjanjian kita ?” pancing pemimpin
bangsa iblis itu dengan senyum meremeh. Aura gelap yang mengelilingi pemimpin
bangsa iblis ini tak lebih menakutkan dari aura iblis bernama Cho Kyu Hyun yang
menginginkan kematiannya. Mungkin darahnya juga.
“Aku tak merasa melanggar perjanjian.
Aku tak bermaksud untuk menyusup ataupun yang lainnya, aku mencari Orchid
marcula untuk menetralisis racun pada ayahku,” Min Hwa membuang pandangannya
dari pemimpin iblis itu. “Saat itu aku kemari sebagai seorang anak bukan
vampire apalagi Tuan Putri,” lanjutnya sambil menatap iblis yang ada
dihadapannya dengan mata merahnya.
“Seorang dewa Yunani Ares dibuang
dihutan Ateros. Ia diasingkan karena mencintai sepupunya yang sudah memiliki
suami. Agares, putra Ares dengan Aphrodit menukar jiwanya dengan lucifer. Ia
ingin membalas dendam pada dewa – dewi di Yunani yang telah mengasingkan
ayahnya dan membuangnya. Keturunan dari Agares menjadi iblis, bukan dewa bukan
juga lucifer. Sedangkan manusia yang menjadi pengikut Agares yang mati dalam
penyerbuan di Athena bangkit kembali seribu tahun kemudian sebagai Vampire
setelah diawetkan, jiwa mereka bukan lagi manusia setelah menjadi pengikut
Agares.” Min Hwa menyimak dengan cermat tapi ia tak bisa langsung
mempercayainya. Tidak, iblis tetap iblis. Makhluk licik dan keji.
“Anda memanggilku kemari hanya untuk
mendengarkan cerita dongseng sebelum tidur ?” sayangnya Raja Iblis tak
mengindahkannya. “Iblis dan vampire awalnya sama – sama pengikut dari Agares.
Simbol kepemimpinannya adalah pedang Circle Black Soul, pedang dari lucifer.
Pedang yang sangat lentur namun tajam, saking lenturnya ia bisa ditekuk
membentuk lingkaran. Benar, pedang itu ada pada Dong Hae namun kuncinya ada
pada belati milikmu. Belati kepemimpinan bangsa vampire.” Min Hwa tersenyum
meremeh. “Aku tak akan menyerahkan belati itu. Dan aku juga tak berminat untuk
mengambil Pedang Black Soul dari Dong Hae,” sanggah Min Hwa.
“Aku punya penawaran, tak akan ada
pertempuran, pemusnahan, dan kau kuijinkan bersama putraku.” Jujur, Min Hwa
sungguh tertarik tapi- iblis tak mungkin dengan mudahnya membuat keputusan yang
diharapkannya bukan ? “Menikahlah dengan putraku namun kau dan kaummu harus
tunduk dibawah kekuasaanku.” Benarkan. Mereka licik, mementingkan diri mereka
sendiri.
“Terima kasih tapi aku tak berminat.”
Pemilik mata kelam itu menatap nyalang mata merah sang putri, ia tak suka
ucapannya dibantah. “Kalau begitu aku menganggap-” “lakukan sesukamu. Aku akan
menerima jika Putra Mahkota yang mengambil alih kekuasaan, bukan anda. Tak ada
satupun vampire yang mau diperintah oleh makhluk haus kekuasaan sepertimu.” Min
Hwa berjalan mendekati jendela, ia berhenti lantas menoleh. “Pikirkan itu baik
– baik. Maksudmu bukan ingin menyatukan antara iblis dan vampire tapi menguasai
iblis dan memperbudak vampire.”
Setelahnya ruangan itu hanya
menyisakan Sang Lord dengan asap dan kelelawar hitam yang terbang bebas keluar
melalui jendela dari logam yang terbuka. “Kau terlalu manusiawi. Bukan hanya
aku tapi juga ayahmu itu. Iblis dan vampire bukan manusia, dan tak akan pernah
seperti manusia.”
***
“Yang Mulia,” Min Hwa menoleh. Ia
mendapati Eun Yeon berdiri di dekat pintu kamarnya yang terbuka lebar dengan
raut cemas. “Anda sudah kembali ?” Eun Yeon mendekati Min Hwa yang menatap
Ateros dari jendela kamarnya. “Seperti yang kau lihat,” jawabnya tanpa minat. “Bagaimana
Anda sampai disini ? Dari tadi saya berada di dekat gerbang utama.” Min Hwa
tersenyum tipis. “Menjadi kelelawar,”
pungkasnya. “Anda bertemu dengan-” “ia mengantarku ke istana namun
menjatuhkanku dari ketinggian sepuluh meter dari tanah.” Eun Yeon terkikik geli
namun sebisa mungkin ia redam suaranya. “Setelah itu ?” “Tak ada apa – apa.
Hanya itu saja.”
Sejenak mereka kembali hening. “Anda
memikirkan sesuatu ?” “Kita dijadikan budak atau menjadi majikan. Hanya ada dua
pilihan.” Eun Yeon ragu hendak mengatakan sesuatu, namun gelagatnya sudah
tertangkap mata Putri Vampire itu. “Ada cerita bahwa takdir Ares dan Aphrodite
akan berlanjut. Bukan reinkarnasi atau titisan, tapi takdir itu tak terputus
dan menurut paman saya takdir Anda adalah melanjutkan takdir mereka. Hanya itu
yang dikatakan paman saya Yang Mulia.”
“Takdir hidup mereka untuk bersama
dengan berbagai perbedaan. Takdir itu yang terus berlanjut.”
***
“Aku ingin menawar.” Kyu Hyun
mengangkat sebelah alisnya. “Aku akan membawakanmu darah murni tapi bukan Min
Hwa.” Kyu Hyun mengendikan bahunya tak peduli. “Darah murni yang ada di dunia
manusia itu sudah tak ada. Darah murni yang tersisa hanya Lord Vampire dan
Putri Oh Min Hwa saja.” Dong Hae memandang Kyu Hyun tak percaya. Ia maju dua
langkah menatap Kyu Hyun sengit. “Aku akan mencarinya,” ia masih belum percaya.
“Ia tapi terlindas kereta. Kepalanya remuk begitu juga dengan jantungnya.
Tubuhnya hancur.”
“Kalau begitu bantu aku menemui Min
Hwa.” Kyu Hyun menggeleng tegas. “Lakukan sendiri,” ujarnya acuh. “Jika aku
yang menemuinya aku akan membunuhnya,” lanjutnya. Dong Hae menggeram kesal.
“Bisa kau lepas segel ayahku ?” Kyu Hyun menggeleng, “melepas segel itu sama
saja memusnahkanmu. Hanya Yang Mulia yang bisa membukannya. Jika Anda memintaku
untuk membukanya Anda ingin ‘mencicipi’ Dark Twinsku.”
“Bukankan gerbang dimensi untukku.”
Dong Hae masih belum menyerah. “Apa-” “ini bukan pedang utuh kau ingat ?” Kyu
Hyun mengangguk. “Bawa Dark Twinsku.” Senyum Dong Hae mengembang.
***
“Aku ingin bicara.” Sebuah suara
menyadarkan Min Hwa dari lamunannya. Matanya membulat sempurna melihat sosok
yang berdiri bersidekap di sampingnya. “Bagaimana kau bisa kemari Dong Hae-ssi ?”
Min Hwa menjauh melihat sosok itu tanpa ekspresi. Terlebih pandangannya jatuh
pada Dark Twins yang ada di tangan kiri Dong Hae. “Bagaimana aku bisa kemari
itu tak penting. Yang terpenting sekarang adalah kau harus ikut aku. Seseorang
membutuhkan pertolonganmu.” Min Hwa berjalan mendekati ranjangnya, ia
mendudukkan dirinya di tepian ranjang itu.
“Aku
ingin istirahat. Terlebih aku tak peduli orang itu.” Tuhkan, demi apapun Min
Hwa adalah makhluk paling keras kepala dan egois yang pernah dijumpainya selain
ayahnya sendiri. “Aku juga tak peduli dengannya tapi aku peduli denganmu,”
geram Dong Hae. Ia berusaha sekuat tenaga agar tidak menggunakan nada tinggi
yang dapat menimbulkan keributan disini. “Hwang Ji Na, Kyu Hyun akan melepasmu
jika kau mau menghidupkannya kembali. Dengan darah murnimu.” Dong Hae menggeram
kesal. Bagaimana mungkin ia sedang khawatir tingkat akut tapi lihat gadis
vampire itu malah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sebatas dada. Oh My~
“Kau
tahu bu-” “ayahmu dan ayahku berusaha untuk menjadi pemimpin tunggal bangsa
vampire dan iblis.” Ok, Dong Hae bisa melihat raut serius itu dan ia putuskan
untuk mendengarkan apa yang ingin disampikan oleh Min Hwa. “Yang mereka
inginkan adalah belati yang selalu aku bawa dan Black Soulmu. Jika kita mati
maka benda itu akan hilang. Firsatku saja atau tidak yang jelas cepat atau
lambat kita akan terbunuh.” Min Hwa memandang Dong Hae, lantas ia mengulurkan
tangannya. Mengajaknya berjabat tangan.
“Entah
di tangan Cho Kyu Hyun atau siapapun aku akan tetap mati. Aku janji akan
menghidupkan kembali Hwang Ji Na itu. Jadi, ayo kita buat perjanjian Lee Dong
Hae.” Dong Hae menyambut ulurkan tangan itu dengan ragu. Sayangnya ia tak tahu
berjanjian apa yang diinginkan gadis vampire itu. Ia akan mengatakannya setelah
menghidupkan kembali Hwang Ji Na.
***
“Kau tak ingin beterimakasih padaku
Cho Kyu Hyun ?” celetuk Min Hwa datar saat melihat kelopak mata wanita yang
tengah terbaring dihadapannya mulai terbuka. Kyu Hyun melirik sekilas sumber
suara namun wajahnya kembali acuh tak peduli dan matanya sibuk kembali menatap
kelopak mata yang mulai terbuka itu. Senyum Kyu Hyun merekah. “Selamat datang
kembali Cho Ji Na,” sambut Kyu Hyun. “Yang Mulia lebih baik anda membawa
vampire itu pergi dari sini sebelum aku membuatnya memar atau bahkan sekarat.”
Min
Hwa menarik lengan Dong Hae untuk menjauh dari dua orang yang tengah saling
melepas rindu. Jujur saja, ia sedikit takut dengan yang bernama Cho Kyu Hyun
itu. Belum lagi setelah mendengar peringatan itu. “Apa syarat itu ?” tanya Dong
Hae to the point, Min Hwa sedikit tersentak kaget. Dong Hae tak pernah seserius
ini saat bersama Min Hwa. “Membuat tak satupun dari bangsa kegelapan saling
menguasai,” bisiknya tepat di telinga Dong Hae dengan nada rendah yang menusuk
telinga. “Mari menyusun rencana Lee Dong Hae. tapi tidak disini,” pungkasnya
dengan senyum aneh yang terkesan penuh makna. “Lagipula kita telah diusir bukan
?”
To Be Continue. . .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar