About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Selasa, 16 Desember 2014

[FF]The Secret of Dark Devil and Vampire IV || Lee Dong Hae


The Secret of Dark Devil and Vampire
Part 4 : The Secret
Lee Dong Hae – Oh Min Hwa
Present By : Choikang Lover




“Kami sama – sama makhluk kegelapan yang dianggap tak berguna dan berbahaya namun kaum kami berbeda. Apakah iya kami tak bisa bersama ? sayangnya aku akan melakukan apapun termasuk menghancurkan kaumku ataupun kaummu agar kita selalu bersama.”


Precious Chapter. . .

“Yang Mulia, Putri Vampire datang.” Yoo Chun lantas meninggalkan tempat itu setelah memberi salam –pemberitahuan- pada sang raja. Setelah mereka hanya berdua sang raja yang berdiri menatap keluar dari jendela itu berbalik. “Selamat datang Tuan Putri,” sambutnya dengan senyum menyeringai dan tepukan tangan dari pemimpin iblis tersebut. “Kau sangat berani, bahkan terlalu pemberani Oh Min Hwa,” lanjutnya sinis.

Chapter  4. . .


          “Apa maksud anda memanggilku kemari ?” tanya rasa takut Min Hwa menatap tajam Sang Raja Iblis. “Kau tak berpikir aku memanggilmu kemari karena kau melanggar perjanjian kita ?” pancing pemimpin bangsa iblis itu dengan senyum meremeh. Aura gelap yang mengelilingi pemimpin bangsa iblis ini tak lebih menakutkan dari aura iblis bernama Cho Kyu Hyun yang menginginkan kematiannya. Mungkin darahnya juga.

          “Aku tak merasa melanggar perjanjian. Aku tak bermaksud untuk menyusup ataupun yang lainnya, aku mencari Orchid marcula untuk menetralisis racun pada ayahku,” Min Hwa membuang pandangannya dari pemimpin iblis itu. “Saat itu aku kemari sebagai seorang anak bukan vampire apalagi Tuan Putri,” lanjutnya sambil menatap iblis yang ada dihadapannya dengan mata merahnya.

          “Seorang dewa Yunani Ares dibuang dihutan Ateros. Ia diasingkan karena mencintai sepupunya yang sudah memiliki suami. Agares, putra Ares dengan Aphrodit menukar jiwanya dengan lucifer. Ia ingin membalas dendam pada dewa – dewi di Yunani yang telah mengasingkan ayahnya dan membuangnya. Keturunan dari Agares menjadi iblis, bukan dewa bukan juga lucifer. Sedangkan manusia yang menjadi pengikut Agares yang mati dalam penyerbuan di Athena bangkit kembali seribu tahun kemudian sebagai Vampire setelah diawetkan, jiwa mereka bukan lagi manusia setelah menjadi pengikut Agares.” Min Hwa menyimak dengan cermat tapi ia tak bisa langsung mempercayainya. Tidak, iblis tetap iblis. Makhluk licik dan keji.

          “Anda memanggilku kemari hanya untuk mendengarkan cerita dongseng sebelum tidur ?” sayangnya Raja Iblis tak mengindahkannya. “Iblis dan vampire awalnya sama – sama pengikut dari Agares. Simbol kepemimpinannya adalah pedang Circle Black Soul, pedang dari lucifer. Pedang yang sangat lentur namun tajam, saking lenturnya ia bisa ditekuk membentuk lingkaran. Benar, pedang itu ada pada Dong Hae namun kuncinya ada pada belati milikmu. Belati kepemimpinan bangsa vampire.” Min Hwa tersenyum meremeh. “Aku tak akan menyerahkan belati itu. Dan aku juga tak berminat untuk mengambil Pedang Black Soul dari Dong Hae,” sanggah Min Hwa.

          “Aku punya penawaran, tak akan ada pertempuran, pemusnahan, dan kau kuijinkan bersama putraku.” Jujur, Min Hwa sungguh tertarik tapi- iblis tak mungkin dengan mudahnya membuat keputusan yang diharapkannya bukan ? “Menikahlah dengan putraku namun kau dan kaummu harus tunduk dibawah kekuasaanku.” Benarkan. Mereka licik, mementingkan diri mereka sendiri.

          “Terima kasih tapi aku tak berminat.” Pemilik mata kelam itu menatap nyalang mata merah sang putri, ia tak suka ucapannya dibantah. “Kalau begitu aku menganggap-” “lakukan sesukamu. Aku akan menerima jika Putra Mahkota yang mengambil alih kekuasaan, bukan anda. Tak ada satupun vampire yang mau diperintah oleh makhluk haus kekuasaan sepertimu.” Min Hwa berjalan mendekati jendela, ia berhenti lantas menoleh. “Pikirkan itu baik – baik. Maksudmu bukan ingin menyatukan antara iblis dan vampire tapi menguasai iblis dan memperbudak vampire.”

          Setelahnya ruangan itu hanya menyisakan Sang Lord dengan asap dan kelelawar hitam yang terbang bebas keluar melalui jendela dari logam yang terbuka. “Kau terlalu manusiawi. Bukan hanya aku tapi juga ayahmu itu. Iblis dan vampire bukan manusia, dan tak akan pernah seperti manusia.”

***

          “Yang Mulia,” Min Hwa menoleh. Ia mendapati Eun Yeon berdiri di dekat pintu kamarnya yang terbuka lebar dengan raut cemas. “Anda sudah kembali ?” Eun Yeon mendekati Min Hwa yang menatap Ateros dari jendela kamarnya. “Seperti yang kau lihat,” jawabnya tanpa minat. “Bagaimana Anda sampai disini ? Dari tadi saya berada di dekat gerbang utama.” Min Hwa tersenyum tipis. “Menjadi kelelawar,”  pungkasnya. “Anda bertemu dengan-” “ia mengantarku ke istana namun menjatuhkanku dari ketinggian sepuluh meter dari tanah.” Eun Yeon terkikik geli namun sebisa mungkin ia redam suaranya. “Setelah itu ?” “Tak ada apa – apa. Hanya itu saja.”

          Sejenak mereka kembali hening. “Anda memikirkan sesuatu ?” “Kita dijadikan budak atau menjadi majikan. Hanya ada dua pilihan.” Eun Yeon ragu hendak mengatakan sesuatu, namun gelagatnya sudah tertangkap mata Putri Vampire itu. “Ada cerita bahwa takdir Ares dan Aphrodite akan berlanjut. Bukan reinkarnasi atau titisan, tapi takdir itu tak terputus dan menurut paman saya takdir Anda adalah melanjutkan takdir mereka. Hanya itu yang dikatakan paman saya Yang Mulia.”

          “Takdir hidup mereka untuk bersama dengan berbagai perbedaan. Takdir itu yang terus berlanjut.”

***

          “Aku ingin menawar.” Kyu Hyun mengangkat sebelah alisnya. “Aku akan membawakanmu darah murni tapi bukan Min Hwa.” Kyu Hyun mengendikan bahunya tak peduli. “Darah murni yang ada di dunia manusia itu sudah tak ada. Darah murni yang tersisa hanya Lord Vampire dan Putri Oh Min Hwa saja.” Dong Hae memandang Kyu Hyun tak percaya. Ia maju dua langkah menatap Kyu Hyun sengit. “Aku akan mencarinya,” ia masih belum percaya. “Ia tapi terlindas kereta. Kepalanya remuk begitu juga dengan jantungnya. Tubuhnya hancur.”

          “Kalau begitu bantu aku menemui Min Hwa.” Kyu Hyun menggeleng tegas. “Lakukan sendiri,” ujarnya acuh. “Jika aku yang menemuinya aku akan membunuhnya,” lanjutnya. Dong Hae menggeram kesal. “Bisa kau lepas segel ayahku ?” Kyu Hyun menggeleng, “melepas segel itu sama saja memusnahkanmu. Hanya Yang Mulia yang bisa membukannya. Jika Anda memintaku untuk membukanya Anda ingin ‘mencicipi’ Dark Twinsku.”

          “Bukankan gerbang dimensi untukku.” Dong Hae masih belum menyerah. “Apa-” “ini bukan pedang utuh kau ingat ?” Kyu Hyun mengangguk. “Bawa Dark Twinsku.” Senyum Dong Hae mengembang.

***

          “Aku ingin bicara.” Sebuah suara menyadarkan Min Hwa dari lamunannya. Matanya membulat sempurna melihat sosok yang berdiri bersidekap di sampingnya. “Bagaimana kau bisa kemari Dong Hae-ssi ?” Min Hwa menjauh melihat sosok itu tanpa ekspresi. Terlebih pandangannya jatuh pada Dark Twins yang ada di tangan kiri Dong Hae. “Bagaimana aku bisa kemari itu tak penting. Yang terpenting sekarang adalah kau harus ikut aku. Seseorang membutuhkan pertolonganmu.” Min Hwa berjalan mendekati ranjangnya, ia mendudukkan dirinya di tepian ranjang itu.

“Aku ingin istirahat. Terlebih aku tak peduli orang itu.” Tuhkan, demi apapun Min Hwa adalah makhluk paling keras kepala dan egois yang pernah dijumpainya selain ayahnya sendiri. “Aku juga tak peduli dengannya tapi aku peduli denganmu,” geram Dong Hae. Ia berusaha sekuat tenaga agar tidak menggunakan nada tinggi yang dapat menimbulkan keributan disini. “Hwang Ji Na, Kyu Hyun akan melepasmu jika kau mau menghidupkannya kembali. Dengan darah murnimu.” Dong Hae menggeram kesal. Bagaimana mungkin ia sedang khawatir tingkat akut tapi lihat gadis vampire itu malah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sebatas dada. Oh My~

“Kau tahu bu-” “ayahmu dan ayahku berusaha untuk menjadi pemimpin tunggal bangsa vampire dan iblis.” Ok, Dong Hae bisa melihat raut serius itu dan ia putuskan untuk mendengarkan apa yang ingin disampikan oleh Min Hwa. “Yang mereka inginkan adalah belati yang selalu aku bawa dan Black Soulmu. Jika kita mati maka benda itu akan hilang. Firsatku saja atau tidak yang jelas cepat atau lambat kita akan terbunuh.” Min Hwa memandang Dong Hae, lantas ia mengulurkan tangannya. Mengajaknya berjabat tangan.

“Entah di tangan Cho Kyu Hyun atau siapapun aku akan tetap mati. Aku janji akan menghidupkan kembali Hwang Ji Na itu. Jadi, ayo kita buat perjanjian Lee Dong Hae.” Dong Hae menyambut ulurkan tangan itu dengan ragu. Sayangnya ia tak tahu berjanjian apa yang diinginkan gadis vampire itu. Ia akan mengatakannya setelah menghidupkan kembali Hwang Ji Na.

***

          “Kau tak ingin beterimakasih padaku Cho Kyu Hyun ?” celetuk Min Hwa datar saat melihat kelopak mata wanita yang tengah terbaring dihadapannya mulai terbuka. Kyu Hyun melirik sekilas sumber suara namun wajahnya kembali acuh tak peduli dan matanya sibuk kembali menatap kelopak mata yang mulai terbuka itu. Senyum Kyu Hyun merekah. “Selamat datang kembali Cho Ji Na,” sambut Kyu Hyun. “Yang Mulia lebih baik anda membawa vampire itu pergi dari sini sebelum aku membuatnya memar atau bahkan sekarat.”

Min Hwa menarik lengan Dong Hae untuk menjauh dari dua orang yang tengah saling melepas rindu. Jujur saja, ia sedikit takut dengan yang bernama Cho Kyu Hyun itu. Belum lagi setelah mendengar peringatan itu. “Apa syarat itu ?” tanya Dong Hae to the point, Min Hwa sedikit tersentak kaget. Dong Hae tak pernah seserius ini saat bersama Min Hwa. “Membuat tak satupun dari bangsa kegelapan saling menguasai,” bisiknya tepat di telinga Dong Hae dengan nada rendah yang menusuk telinga. “Mari menyusun rencana Lee Dong Hae. tapi tidak disini,” pungkasnya dengan senyum aneh yang terkesan penuh makna. “Lagipula kita telah diusir bukan ?”


To Be Continue. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar