About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Kamis, 19 Maret 2015

FF Catch You, And Be My Boy - Kyu Hyun (Teaser) (Prekuel Losing My Mine)

1.     Title                  : Catch You, And Be My Boy (Prekuel - Losing My Mine)
2.     Author              : Fortunia Ryu as Choikang Lover as Me
3.     Casts                : Cho Kyuhyun, Jung Hyeyoung and other casts find by your self.
4.     Lenght              : Oneshoot
5.     Rated                : PG 15/T
6.     Genre               : AU, Angst (I Hope), romance and other up to reader.
7.     Disclaimer                    : Ini FF setelah sekian kali dan lamanya gagal untuk menulis kembali. Ternyata sindrom writing block itu nyebelin banget. Angan – angan, disini banyak nulisnya susal. Okelah, cukup sekian curhatannya but, Story is Mine!!! Typo(s) anywhere. No plagiat.

Story....

Author POV

            Seorang gadis muda tengah duduk santai sambil meminum teh hijau menemani wanita yang sudah berusia setengah abad di sampingnya. Dari cara mereka bercengkrama, ketara sekali mereka dari kalangan atas yang beradab. Gadis muda itupun sangat sopan. Dengan gaun putih santai selulut dan bahu lebar namun sopan, ia  menceritakan bagaimana kehidupan perkuliahannya.

          “Ah ya Hye Young-ah, kapan Oppa-mu selesai kuliah dari New York ?” gadis itu terpekur sejenak. Ia tersenyum hingga kedua matanya terlihat berbinar dan menyipit. “Mungkin sekitar 4 bulan atau 6 bulan lagi ahjumma. Semenjak Yun Ho Oppa berpacaran dengan Hye Woon Eonni, ia menjadi kurang serius dan banyak menhabiskan waktu untuk berkencan dengan Hye Woon Eonni. Eomma bahkan sampai menelpon Hye Woon Eonni agar menyuruh Oppa lebih serius.” Nyonya Cho – Cho(Kim) In Na – terkekeh pelan, membuat Hye Young yang melihatnya menjadi bingung.


          “Waeyo Ahjumma ?” Nyonya Cho menggeleng pelan. Ia menyeruput teh dari cangkir keramik putih itu dengan elegan. “Ani. Aku juga pernah merasakan hal itu. In Jung pasti sangat kesal. Andai Yun Ho ada di Seoul, pasti tiap hari kau akan mendengar omelan ibumu. Tapi lepas dari itu, sebenarnya ia hanya tak ingin anaknya gagal.” Hye Young mengangguk pelan. Ia tanpa sengaja melihat gelang dari platina yang melingkar di lengan kiri Nyonya Cho. Berbentuk ukiran Kupu – kupu yang indah lengkap dengan bunganya dengan lebar kurang lebih 1,5 cm.

          “Areumdawa.” Ujar Hye Young tanpa sadar membuat Nyonya Cho bingung. Ia mengikuti arah pandangan Hye Young. Sang pemilik rumah itupun tersenyum mengetahui apa yang dilihat Hye Young.

          Nyonya melepaskan gelang itu dari pergelangannya, ia lantas memakaikannya pada Hye Young. Hal itu lantas membuat gadis muda berusia 19 tahun itu bingung. “Ahjumma, kenapa”,”ini dari Kyu Hyun saat ulang tahunku yang ke 46.” Ujarnya lembut sambil tersenyum.

          “Itu terakhir kalinya ahjumma melihat Kyu Hyun tersenyum dengan benar.” Hye Young mengerutkan keningnya. Ia memang tahu Kyu Hyun memang orang yang susah tersenyum. Orang yang dingin dan sukar tersentuh. Namun, andaikan ia mau tersenyum, senyumnya seperti malaikat yang menangkan.

          “Mau mendengar cerita ?” Hye Young mengangguk tanpa suara. Matanya masih terpana melihat gelang yang melingkar di lengannya. “Kyu Hyun Oppa pasti sangat menyayangi ahjumma. Tapi, kenapa ahjumma terlihat kurang baik ?” ia sebenarnya ingin mengatakan ‘sedih’ bukan ‘kurang baik’  tapi ia tak ingin Nyonya Cho tersinggung.

          Nyonya Cho menyesap kembali teh hijaunya. Ia mengambil napas dalam – dalam. “Kyu Hyun bukan tipe namja yang mudah jatuh cinta.” Hye Young membenarkan dalam hati. Kyu Hyun seperti singa yang lepas dari kandang saat di dekatnya ada wanita. Mana ada yang nekat mau mendekatinya, batin Hye Young.

          “Tapi aku percaya suatu saat akan datang dengan sendirinya wanita baik yang memang ditakdirkan untuk anakku. Dan hari itu datang juga, saat ulang tahunku yang ke 46, ia membawa gadis itu menemuiku. Cantik, manis dan terlihat rapuh.” Jadi Kyu Hyun Oppa sudah punya kekasih. Aish, malang sekali nasibku ini. Padahal ia kan tampan sekali, pupuslah sudah harapnku bahkan sebelum aku mencoba, batin Hye Young lagi.

          “Dari Kyu Hyun aku tahu, hidupnya lebih berat daripada remaja seusianya saat itu. Ayah dan ibunya tak menganggapnya, karena Da Hee, gadis itu anak dari kesalahan masa lalu ayahnya. Hanya Dong Hae, kakaknya yang merupakan sahabat dekat Kyu Hyun yang menyayanginya. Mungkin karena itu, dari rasa iba, sayang, kemudian tumbuh menjadi cinta.” Hye Young terperangah tak menyangka, keluarga terhormat ini sepertinya tak mempermasalahkan cap yang melekat pada gadis bernama Da Hee tersebut.

          “Anda. . . tak mempermasalahkan Da Hee yang-“, “tentu saja tidak. Namun awalnya aku syok, tentu saja. Tapi setelah aku menceritakan ini pada In Jung, ia justru memarahi yang. . . kau tahu sendirilah bagaimana ibumu.” Mereka tertawa ringan bersama. Semilir angin musin gugur membuat suasana menjadi lebih hangat.

          “Ah, Ahjumma. Lalu kenapa aku tidak pernah melihat wanita itu ?” Nyonya Cho memalingkan wajahnya. Matanya mulai  tak nyaman saat air mata terkumpul dipelupuk matanya dan siap meleleh menyusuri kulit wajahnya yang mulai menua.

          “Saat akan pergi untuk melamar Da Hee untuk bertunangan, mereka kecelakaan. Kyu Hyun koma selama seminggu. Dan Da Hee meninggal beberapa jam setelah Kyu Hyun sadar. Aku bahkan sempat berpikir, gadis itu baru mau meninggalkan dunia saat Kyu Hyun terbangun. Apakah mungkin itu yang disebut cinta sejati ? seolah ia memastikan Kyu Hyun baik – baik saja lalu ia ikhlas meninggalkannya.” Eommanya pernah bercerita tentang ini, namun ia tak tahu jika Kyu Hyun, pria berusia 23 tahun itu yang mengalaminya.

          “Kematian Da Hee mengguncang psikis Kyu Hyun. Bukan hanya menyalahkan dirinya saja, namun ia juga beberapa kali menyakiti dirinya sendiri. Jarang makan, berhenti kuliah sementara, hanya termenung dan menatap taman bunga mawar putih dan kolam teratai dengan hening.” Ia tak tahu cerita ini, karena sejak kecil mereka tinggal di New York dan baru pindah ke Seoul awal tahun ini. Itupun Yun Ho ditinggal disana karena hampir menyelesaikan kuliahnya.

          “Sampai Dong Hae yang baru pulang dari merayakan kelulusannya datang dan menghajar Kyu Hyun. Mengatakan bahwa Da Hee tidak akan bahagia melihat Kyu Hyun dalam keterpurukan seperti ini. Bahwa Kyu Hyun hanya menyia – yiakan hidupnya untuk merenungi hal yang tidak bisa didapatkan kembali. Yah, setelah mendapat tamparan keras dari Dong Hae, Kyu Hyun bangkit. Hanya saja ia menjadi lebih dingin dan tak tersentuh seperti sekarang ini. Sejak saat itu Kyu Hyun mati – matian agar cepat lulus dan menjadi dokter. Aku bersyukur dan meminta Dong Hae agar terus mendampingi Kyu Hyun dan menyangganya. Karena sampai sekarangpun Kyu Hyun masih rapuh. Aku dan suamiku, entah mengapa tak pernah bisa menyentuh hatinya. Sangat sulit dan dalam,” papar Nyonya Cho.

Marhajamyeon saranghadeon maneun naldeure gi-eoki
Meomchul su eobneun na-e gaseumi

          Suara deringan ponsel Hye Young membuat percakapan mereka terputus. Hye Young dengan isyarat matanya meminta ijin untuk mengangkat telepon tersebut.

          “Yeoboseyo.”
          “................”
          “Ne eomma, arraseo. Ggokjonghajimasaeyo.”
          “................”
          “Ne eomma.”

“In Jung ?” tanya Nyonya Cho sambil mengulum senyum. Hye Young mengangguk. “Ahjumma, sepertinya aku tidak bisa sering – sering menemanimu lagi. Kata eomma, mulai minggu depan aku sudah harus masuk kuliah. Semua administrasinya sudah selesai diurus.” Nyonya Cho menggelengkan kepalanya pelan, berusaha menampilkan wajah sesedih mungkin.

“Sepertinya aku akan kesepian lagi. Ck, ini pasti akal – akalan In Jung saja. Ia mungkin ketakutan sekarang, takut anak perempuannya aku culik.”

***
 Oke prekuelnya satu scane dulu. abang Kyu Hyun yang tengah berbahagia -dilihat dari tubuhnya yang 'besar', semoga mengikhlaskan lagi saya apa - apain di- FF ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar