About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Jumat, 23 Januari 2015

Never Give Up!!

Aku bingung awalnya harus gimana. Aku pingin cerita ini ama seseorang, dan seseorang yang paling nyaman untuk diajak cerita itu ibu. Tapi, disaat seperti ini. Di tengah – tengah masalah ini, gak mungkin banget cerita ama Ibu. Yang ada Ibu akan makin banyak pikiran.Teman, aku gak punya temen yang bener - bener bisa ngomongin ini dari hati ke hati. hingga akhirnya aku putusin buat nulis disini, mencurahkan apa yang akhir - akhir ini aku rasain disini. Bingung, gelisah, cemas dan takut.






Ada tiga hal yang bikin aku down : hilangnya iman pada agama yang aku pegang, hilangnya kepercayaan seseorang padaku, dan uang. Ok, di tengah – tengah kehidupan era globalilasasi yang bahkan ada pasar bebas ini siapa yang gak butuh uang.

Sebenarnya keadaan ekonomi keluarga yang krisis itu bukan Cuma sekali dua kali. Sejak aku kelas enam MI aku udah pernah ngerasain. Kira – kira itu tahun 2009. Bahkan aku masih inget banget waktu ibu mau buat teh terus di dalem kemasaan itu ada uang 5000, hingga akhirnya uang itu bisa buat beli tempe untuk lauk sarapan. Coba kalo Allah gak nyasih rezeki lewat teh yang lagi promo itu, mungkin untuk pertama kalinya kami sekeluarga bakal makan pake garem.

Lama berlalu, hingga sejak pertengahan kelas 11 lalu aku emang udah ngerasa guncangan ini lagi. Untung aku bisa masuk walau Cuma sebagai peserta OSN tingkat nasional. Lumayan uang dari provinsi untuk menambal bolongnya ekonomi keluarga. Tapi akhirnya sampai bulan Desember 2014, kerjaan mulai sepi. Iya, batik itu bergantung banget sama pasar dan minat masyarakat. Dan udah dua minggu ini sama sekali gak ada kerjaan. Sementara hutang di bank udah nuggak sebulan, bila sampe bulan Februari ini gak bisa bayar berarti dua bulan. Sementara perjanjian waktu ayah ambil pinjaman bila gak bisa bayar tiga bulan berturut – turut rumah bakal di sita.

Ok, aku bingung harus gimana. Aku Cuma anak kelas 3 SMA yang bakal nempuh ujian nasional. Aku pingin lakuin sesuatu buat kedua orang tua aku tapi aku gak tahu apa. Di kota tempatku tinggal sangat kecil. Setiap pulang sekolah gak akan kurang dari jam empat sore, belum lagi buat ngerjain tugas sekolah.


Terlepas dari masalah keluarga aku masih punya cita – cita sendiri. Beberapa waktu yang lalu saat ada sosialisasi dari perwakilan mahasiswa IPB aku tertarik banget saat jurusan Teknologi Pangan IPB bisa buat beras dari singkong. Entah rasa ingin jadi guru kimia aku hilang langsung. Aku pingin banget masuk sana, tapi banyak banget yang harus dipertimbangin.

Pertama kalo aku masuk sana tapi ibu masih pingin aku masuk Pendidikan Kimia UNNES gimana ? dengan kata lain aku kuliah tanpa restu orang tua. Itu sulit banget.

Kedua, biaya hidup di Bogor pasti lebih mahal daripada di kota aku ataupun di semarang.

Ketiga, kalo aku ambil pendidikan kimia aku bisa kerja di kota asal aku. Tapi kalo aku ambil Teknologi pangan IPB aku harus kerja di luar kota, karena lagi – lagi kota aku yang kecil ini sangat tidak potensif dengan pekerjaan seperti itu.

Keempat, aku takut kalo misal di IPB yang merupakan salah satu tempat menimba ilmu terbaik di Indonesia itu aku gak bisa menyesuaikan diri. Aku takut semisal bisa dapet bidik misi terus nilai aku dibawah kriteria dan akhirnya dicabut ditengah jalan. Sedangkan kalo di Pendidikan Kimia, sesulit apapun itu, karena berupa banyak teori dan literatur yang bisa dibaca aku yakin bisa menguasainya.

Orang tua aku, melihat kondisi ekonomi yang sedang seperti ini gak bisa ngebiayain kuliah. Bahkan uang gedung adik aku yang SMP aja belum dicicil  padahal itu tergolong lumayan murah.

Ada banyak kisah seseorang mampu melewati rintangan hidup mereka dan tumbuh lebih kuat saat badai topan kembali menerpa mereka hingga mereka sulit roboh. Tapi, apa aku bisa berdiri tegak seperti itu. Bahkan aku masih sangat bergantung kepada kedua orang tuaku.
Dalam sebuah drama yang sangat suka aku tonton berulang – ulang, bahwa ada senjata rahasia yang ada dalam genggaman tanganmu saat kau merasa ragu, harapan. Dan harapanku adalah memiliki kehidupan sederhana dan nyamanan serta berkecukupan.

Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untukku dan Keluargaku. Amiin, amiin, ya robbal alamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar