About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Senin, 16 Desember 2013

(Oneshoo) FF [Mystic] Eyes - Ahn Daniel (Miss RIght Love Story)


1.        Title                      : [Mystic] Eyes
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Ahn Daniel (Teen Top), Oh Min Hwa and others.
4.        Rated                   : PG 15/T
5.        Genre                   : AU, Romance, Fluff and other.
6.        Lenght                  : Oneshoot.
7.        Disclaimer            : Salah satu FF cerita tentang member Teen Top di Miss Right Love Story . . .


Story. . .



            Aku tersenyum bangga menatap orang-orang yang berdiri sambil menyerukan namaku histeris. Aku membungkuk sekilas sambil melambaikan tanganku pada mereka. Aku hanya tersenyum membalas mereka lalu beranjak turun dari panggung dengan langkah pasti.

“Uri Niel!!” kupercepat langkahku lalu memeluk mereka satu per satu. Terakhir L.Joe menepuk pundakku lalu kami menuju ruang tata rias khusus untukku. “Hey!! Kenapa kalian semua bisa ada disini ? Bukannya sekarang kalian sibuk dengan urusan masing-masing ? Dan kau Jonghyun!! Bukannya kau seharusnya ada di Amerika menggelar pameran disana ?” ia hanya tersenyum tak jelas. Sudah lama sekali kami tak berkumpul seperti ini. Rasanya seperti kembali pada saat masa sekolah dulu.

“Seharusnya kau berterima kasih pada kami. Kami meluangkan waktu untuk datang ke konsermu. Tapi- apa benar ini konser terakhirmu sebelum kau masuk wamil. Bukannya seharusnya masih lama. Kau sedang ada dipuncak kariermu dan kau akan meninggalkannya begitu saja.” Aku mengangguk mendengar penuturan Minsoo. Aku memang berniat masuk camp militer tahun ini.

“Niel-ah, kau baru 22 tahun. Kudengar artis diberi waktu sampai umur 30 tahun untuk masuk ke camp militer.” “Mollaseoyo~ aku hanya tak ingin menundanya saja. Aku ingin merasakan bagaimana militer itu. Lagi pula aku sudah cukup umur bukan ?” aku sudah memikirkannya matang-matang. Karena aku jenuh dengan kehidupanku. Aku tak seberuntung kalian yang bisa begitu menikamati hidup. Hidupku itu tak berwarna tanpa rasa.

“Ohya sekarang kau sedang dekat dengan siapa ? Kudengar banyak sekali artis yang tipe ideal-nya adalah kau Niel-ah. Dan kudengar kau sekarang sedang dekat dengan Ahn- Ahn- aduh Ahn siapa ya ? aku lupa, siapa ya?” aku mendengus. Ck!! Dasar tukang gosip. Masih saja tidak berubah. “Ck!! Aku tak tertarik pada mereka. Sudah aku bilang bukan aku suka pada yeoja seperti Yohana Kirae.” aigoo~ sepertinya aku salah bicara. Kenapa mereka harus menatapku dengan pandangan yang-

“Yak!! Berhenti menatapku seperti itu bodoh!!”

“Kau masih belum bisa melupakannya Niel-ah ?” pertanyaan Chanhee mengintrupsiku untuk tak mempedulikan tatapan aneh mereka. “Ne. Dan mungkin tak bisa.” ucapku pasrah. “Jangan seperti itu. Entah kenapa aku bisa begitu mencintai Jihyun noona padahal dulu aku teramat sangat mencintai seseorang walau yeoja itu tak pernah menatapku. Hingga yeoja itu memberikan hatinya untuk namja lain. Semuanya mengalir begitu saja. Kusarankan jangan jadi orang seperti Niel-ah. Berhentilah menutup dirimu pada yeoja.”


***


“Kirae!!” aku berlari kearahnya yang berdiri didekat tebing yang begitu tinggi. Hingga jarak antara kami tinggal 5 langkah. Semilir angin membuat rambut pirangnya bermain searah dengan arah angin itu. Kulit putih pucatnya yang begitu halus, matanya yang sipit dan terdapat pancaran kehangatan dari sana. Wanita yang membuatku jatuh dalam pesonanya terlalu jauh. Terlalu dalam hingga aku tak bisa kembali. Sihir apa yang kau gunakan Kirae-chan.

“Niel-niichan.” suaranya yang lembut selembut kain wol yang membuat darahku berdesir tiap kali mendengarnya. Ia tersenyum padaku.

“Kirae,”

“Niichan, aku sangat merindukanmu. Kenapa Niichan tak pernah tersenyum, katanya kau akan selalu tersenyum untukku. Mana buktinya ? Senyummu itu palsu Niichan, kau tak memepati janjimu.” Tubuhnya perlahan berjalan mundur mendekati pinggir tebing. Kirae- apa yang kau lakukan ? “Kirae.. berhenti kau bisa jatuh. Kirae!!” ia hanya menggeleng keras. Kirae, kau kenapa ?

“Aku benci Niichan. Niichan sudah berjanji untuk melepasku pergi, Niichan sudah berjanji untuk menghapus cerita terlarang ini. Kenapa Niichan ingkar padaku ?. Niichan terlalu banyak ingkar padaku. Niichan pembohong.” aku berjalan sedikit demi sedikit kearahnya. Tapi ia justru kembali melangkah mundur. “Niichan akan melakukan apapun untukmu tapi jangan seperti ini. Berhenti Yohana Kirae, kau bisa jatuh. Jangan tinggalkan Niichan Kirae-chan.” lagi- ia hanya menggeleng.

Saat tubuhnya mulai limpung, kuraih pinggangnya dan menariknya untuk menjauhkannya dari pinggir tebing. Tapi sial, kakiku terpeleset hingga kami tetap jatuh ke jurang. Kupejamkan mataku erat-erat, setelah beberapa saat tak kurasakan sakit. Kubuka mataku- mataku langsung bertubrukan dengan Kirae. Geumanhae- kuteliti wajahnya. Dia- bukan Kirae!!


***


            Hah. Napasku terengah-engah. Kupegang jantungku yang berdetak dengan cepat. Kenapa rasanya mimpi itu begitu nyata. Kuendarkan pandanganku kesekeliling ruangan. Ini masih camp militer. Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu ? Kirae-chan, kenapa aku merasa kau benar-benar menghilang dari hidupku kini. Dan kenapa mata yeoja tadi seperti matamu ? Bukan seperti- tapi itu memang matamu.

“Niel, kau sudah bangun. Kudengar hari ini anak-anak dari menteri pertahanan Oh Jinhyuk akan datang berkunjung. Jadi hari ini kita tak ada latihan atau yang lainnya. Lebih baik sekarang kau bersiap.” aku mengangguk mendengar penuturan Jinwoo-roommateku, walau satu kamar berisi 6-8 orang tapi ia yang paling dekat denganku.


***


Kami berbaris dengan rapi dilapangan utama. Hingga 3 mobil kenegaraan memasuki gerbang dan berhenti tepat dihadapan kami. Segerombolan orang turun lebih dulu untuk membukakan pintu pada mobil yang berada ditengah. Tunggu- yeoja itu. Geu yeoja nuguya ? Mata itu- mata Kirae. Aku tahu itu matanya, dan mata gadis itu. Seperti gadis yang ada didalam mimpiku.

“Ahn Daniel mana sikap sopan santunmu ? CEPAT MEMBUNGKUK!!” aku tersentak dan langsung kubungkukan tubuhku saat tangan Jin Woo menarik tubuhku.  “Mianhada, Aku akan memberinya hukuman.” samar-samar kudengar kepala Min bercakap-cakap dengan Menteri Oh.

“Kau itu kenapa Ahn Daniel ? Kau ingin cari masalah eoh ?” bisik Jin Woo, namun kuacuhkan. Mataku terus menatap yeoja yang mengenakan dress putih itu. Wajah mereka berbeda tapi kuyakin itu mata Kirae. “Terserah kau saja. Asal jangan terlalu keras padanya. Ia seperti terlihat tengah memikirkan sesuatu tadi. Dan mungkin itu yang membuatnya tidak fokus.” Aku masih mendengar pendapat Minteri Oh tentang sikapku tadi tapi mataku terus menatap wanita muda yang berdiri di sampingnya.

“Abeoji, aku ingin berkeliling disini boleh ?” samar-samar suaranya. Mereka bebeda. Suaranya terdengar begitu riang berbeda dengan Kirae yang tenang dan cenderung pendiam. “Tentu saja.” Rambut Kirae hitam bergelombang sedangkan ia sedikit pirang –karena dicat mungkin- dan lurus. Mereka dua orang yang berbeda. “Kalian, kembali ke posisi siap.” kuikuti perintah kepala Min. Mataku tak sengaja bertabrakan dengan mata gadis itu. Matanya sama dengan dengan Kirae, tatapannya begitu dalam. Hanya mata, kenapa bisa ?

“Nona silahkan anda bisa memilih siapa yang ingin anda jadikan guard.” ia tersenyum girang. Ia kebalikan dari Kirae. Tapi mata itu- lagi-lagi aku tak ingin melepaskan tatapan mataku dari mata dalam itu.

“Niel-ah, jadi kau memperhatikan putri Menteri Oh eoh ? Namanya Oh Min-” bisikan Jin Woon berhenti saat gadis berambut lurus dengan mata –yang aku yakin- milik Kirae berhenti di hadapan kami. Mungkin lebih tepatnya di hadapanku. 

“Ah!! Appa aku dengan dia saja. Bukankah dia penyanyi yang terkenal itu ?” aku tersentak saat tiba-tiba gadis itu menepuk bahuku. Sejak kapan dia ada disampingku. Kulirik Jin Woo yang hanya menelan senyumnya. “Ahn Daniel. Temani Nona Oh berkeliling.” aku mengangguk lalu sedikit membungkuk memberi hormat sebelum berjalan mengikuti langkah yeoja yang memiliki mata Kirae!!


***
           
Kami berhenti dilapangan belakang gedung selatan yang tak terawat. Rumput liar, bunga liar, dan pohon akasia juga Oak tumbuh dengan subur disini. Tempat paling nyaman menurutku selama ada disini.

“Niel Oppa, kau tahu aku begitu mengidolakanmu. Tak kusangka ternyata kau jauh lebih tampan jika dilihat dari dekat seperti ini.” aku hanya diam tak menoleh. Aku terpaksa membawanya kemari karena ia memaksaku untuk menunjukkan tempat yang paling aku suka disini. “Aku heran denganmu oppa, banyak artis yang menunda wamil mereka karena karier mereka apalagi yang sedang ada dipuncak. Bahkan ada yang sampai ingin ingin menghindari wamil. Kau membuatku semakin jatuh cinta dalam pesonamu oppa.” aku masih terus terdiam. Kenapa gadis ini begitu berisik ? Dulu aku berharap Kirae bisa sedikit riang, tapi sekarang aku bersyukur karena Kirae adalah gadis yang pendiam, karena suara yeoja ini membuat kepalaku sedikit pusing.

“Oppa, kenapa kau hanya diam saja. Apa senyummu selama ini hanya palsu ? Apa inikah dirimu yang sebenarnya oppa ?” Degg. Bagaimana bisa- kata-katanya kembali mengingatkanku pada mimpi itu.

“Huh.. sepertinya aku salah memilih idola.” ia berdiri untuk beranjak.

“Matamu- aku yakin itu bukan matamu. Geurae ? Nona katakan itu mata siapa ?” ia terdiam lalu tertawa sumbang.

“Heh.. bagaimana mungkin kau bisa tahu ? Kupikir tak ada seorangpun yang tahu tentang ini. Ternyata orang tuaku tak cukup kuat untuk menyembunyikan ini. Benar, ini bukan milikku. Dulu aku- buta.” Aku sedikit terenyuh mendengarnya. Dia- buta. Pantas saja Menteri Oh menyembunyikan putrinya dari publik selama ini.

“Ireumi mwoyeyeo ?” kelopak matanya yang membuka semakin lebar. Hey, aku bertanya baik – baik kenapa ia seperti itu ? Aneh.

“Jangan katakan kau belum tahu namaku sejak aku disini bersamamu 4 jam yang lalu ?” Aku memang belum tahu namanya, kami belum berkenalan jadi wajar. Kenapa ia jadi sensi seperti itu sih ?

“Oh Min Hwa.” Ketara sekali nada ketus dalam ucapannya. Nona moody!

“Nama pemilik mata itu Yohana Kirae.”

“Aku tak peduli.”

“Tapi aku peduli padanya.”

“Terserah.”


***

“Kau datang lagi ?” ia hanya mengangguk semangat. “Aku akan kesini setiap hari jika aku bisa. Akan ku usahakan untuk selalu bisa.” Ck! Dasar putri. Kuangkat tanganku untuk menyeka keringat yang ada didahiku tapi ia menahannya. “Sini.” aku menurut. Kenyataan yang tak pernah kuduga- mata itu memang mata Kirae. Mata yang selalu membuatku enggan menatap yang lain.

“Sepertinya mata ini memiliki aura mistik tersendiri. Yah memang aku cantik, aku sadar aku buta hingga aku tak tahu bagaimana tatapan orang saat memandangku. Tapi setelah aku mendapatkan mata ini, hampir semua orang menatapku seperti itu.” aku mengalihkan pandanganku kikuk.

“Niel Oppa !!”

“Orang yang memiliki mata itu sangat berharga untukku. Orang yang paling kusayangi”

“OMO!! Apa itu yeojachingu oppa ?”

“Aniya!! Dia adik tiriku, tapi aku mencintainya. Sangat.”

“NDE ?!! Jadi kau-”

***

            Pancaran cahaya kamera menguar kemana – mana setengah sosok- ah bukan sepasang anak manusia yang menjadi alasan kerumanan orang berada disini memasuki ruangan di salah satu hotel ternama di Seoul.

            “Jadi desas – desus yang beredar saat ini tentang hubungan kalian itu benar ?” Tanya seorang wartawan tak sabar. Oh Min Hwa tersenyum lebar, membuat lesung pipinya terlihat sempurna membuanya semakin cantik dan manis. Sementara Niel tersenyum sederhana. Sebenarnya ia malas menggelar pers tapi mau bagaimana lagi Min Hwa merengek padanya dan mengancam akan ke luar negeri jika hubungan mereka tidak dipublikasikan.

            “Ne, itu benar. Kami menjalin hubungan sejak Niel Oppa menjalankan wajib militernya. Saat pertama kali bertemu ia langsung jatuh cinta padaku karena . . .” Niel hanya memandang Min Hwa yang sedang mengarang bebas di hadapan publik dengan bosan sambil tersenyum. ‘Ck! Nona manja, bisa – bisanya ia memutarbalikkan fakta seperti itu.’ Niel hanya bisa membatin melihat kelakuan yeojachingu-nya. Antara kesal, gemas dan senang mendengar celotehan panjang Min Hwa.

            “Niel-ssi, anda tidak takut penggemar anda berkurang ?” Min Hwa ingin menjawab tapi Niel lebih dulu membuka mulut, “Aku bernyanyi untuk seseorang. Aku tak takut mereka meninggalkanku tapi terima kasih atas cinta dan dukungan kalian selama ini untukku.” Jawab Niel dengan tersenyum ringan. “Lalu apa yang paling anda sukai dari Nona Oh ?” Min Hwa menatap Niel, matanya seolah berharap Niel akan membuatnya lega dengan jawaban yang terlontar dari bibir namja itu.

            “Matanya.” Jawab Niel singkat. Min Hwa mendengus pelan membuang tatapannya ke hadapan kamera di depannya. “Sudah kuduga.” Niel masih mendengar gumaman tak jelas Min Hwa. Mungkin hanya ia yang mendengarnya karena di dekat Min Hwa hanya ada dirinya. “Awalnya, tapi sekarang semuanya. Semua yang ada di dirinya aku menyukainya. Terutama hatinya.”

            ‘Niel Oppa, kau tahu saja membuat suasana hatiku menjadi cerah kembali.’ Seutas senyum bangga tercetak jelas di bibirnya. “Dasar Nona Moody.” Bisik Niel tepat di telinga kiri Min Hwa.

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar