1.
Title : [Mystic] Eyes
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Ahn Daniel (Teen Top), Oh
Min Hwa and others.
4.
Rated : PG 15/T
5.
Genre : AU, Romance, Fluff and
other.
6.
Lenght : Oneshoot.
7.
Disclaimer : Salah satu FF cerita tentang
member Teen Top di Miss Right Love Story . . .
Story. . .
Aku tersenyum bangga menatap
orang-orang yang berdiri sambil menyerukan namaku histeris. Aku membungkuk
sekilas sambil melambaikan tanganku pada mereka. Aku hanya tersenyum membalas
mereka lalu beranjak turun dari panggung dengan langkah pasti.
“Uri Niel!!” kupercepat langkahku lalu memeluk mereka satu per
satu. Terakhir L.Joe menepuk pundakku lalu kami menuju ruang tata rias khusus
untukku. “Hey!! Kenapa kalian semua bisa ada disini ? Bukannya sekarang kalian
sibuk dengan urusan masing-masing ? Dan kau Jonghyun!! Bukannya kau seharusnya
ada di Amerika menggelar pameran disana ?” ia hanya tersenyum tak jelas. Sudah
lama sekali kami tak berkumpul seperti ini. Rasanya seperti kembali pada saat
masa sekolah dulu.
“Seharusnya kau berterima kasih pada kami. Kami meluangkan waktu
untuk datang ke konsermu. Tapi- apa benar ini konser terakhirmu sebelum kau
masuk wamil. Bukannya seharusnya masih lama. Kau sedang ada dipuncak kariermu
dan kau akan meninggalkannya begitu saja.” Aku mengangguk mendengar penuturan
Minsoo. Aku memang berniat masuk camp militer tahun ini.
“Niel-ah, kau baru 22 tahun. Kudengar artis diberi waktu sampai
umur 30 tahun untuk masuk ke camp militer.” “Mollaseoyo~ aku hanya tak ingin
menundanya saja. Aku ingin merasakan bagaimana militer itu. Lagi pula aku sudah
cukup umur bukan ?” aku sudah memikirkannya matang-matang. Karena aku jenuh
dengan kehidupanku. Aku tak seberuntung kalian yang bisa begitu menikamati
hidup. Hidupku itu tak berwarna tanpa rasa.
“Ohya sekarang kau sedang dekat dengan siapa ? Kudengar banyak
sekali artis yang tipe ideal-nya adalah kau Niel-ah. Dan kudengar kau sekarang
sedang dekat dengan Ahn- Ahn- aduh Ahn siapa ya ? aku lupa, siapa ya?” aku
mendengus. Ck!! Dasar tukang gosip. Masih saja tidak berubah. “Ck!! Aku tak
tertarik pada mereka. Sudah aku bilang bukan aku suka pada yeoja seperti Yohana
Kirae.” aigoo~ sepertinya aku salah bicara. Kenapa mereka harus menatapku
dengan pandangan yang-
“Yak!! Berhenti menatapku seperti itu bodoh!!”
“Kau masih belum bisa melupakannya Niel-ah ?” pertanyaan Chanhee
mengintrupsiku untuk tak mempedulikan tatapan aneh mereka. “Ne. Dan mungkin tak
bisa.” ucapku pasrah. “Jangan seperti itu. Entah kenapa aku bisa begitu
mencintai Jihyun noona padahal dulu aku teramat sangat mencintai seseorang
walau yeoja itu tak pernah menatapku. Hingga yeoja itu memberikan hatinya untuk
namja lain. Semuanya mengalir begitu saja. Kusarankan jangan jadi orang seperti
Niel-ah. Berhentilah menutup dirimu pada yeoja.”
***
“Kirae!!” aku berlari kearahnya yang berdiri didekat tebing yang
begitu tinggi. Hingga jarak antara kami tinggal 5 langkah. Semilir angin
membuat rambut pirangnya bermain searah dengan arah angin itu. Kulit putih
pucatnya yang begitu halus, matanya yang sipit dan terdapat pancaran kehangatan
dari sana. Wanita yang membuatku jatuh dalam pesonanya terlalu jauh. Terlalu
dalam hingga aku tak bisa kembali. Sihir apa yang kau gunakan Kirae-chan.
“Niel-niichan.” suaranya yang lembut selembut kain wol yang membuat
darahku berdesir tiap kali mendengarnya. Ia tersenyum padaku.
“Kirae,”
“Niichan, aku sangat merindukanmu. Kenapa Niichan tak pernah
tersenyum, katanya kau akan selalu tersenyum untukku. Mana buktinya ? Senyummu
itu palsu Niichan, kau tak memepati janjimu.” Tubuhnya perlahan berjalan mundur
mendekati pinggir tebing. Kirae- apa yang kau lakukan ? “Kirae.. berhenti kau
bisa jatuh. Kirae!!” ia hanya menggeleng keras. Kirae, kau kenapa ?
“Aku benci Niichan. Niichan sudah berjanji untuk melepasku pergi,
Niichan sudah berjanji untuk menghapus cerita terlarang ini. Kenapa Niichan
ingkar padaku ?. Niichan terlalu banyak ingkar padaku. Niichan pembohong.” aku
berjalan sedikit demi sedikit kearahnya. Tapi ia justru kembali melangkah
mundur. “Niichan akan melakukan apapun untukmu tapi jangan seperti ini.
Berhenti Yohana Kirae, kau bisa jatuh. Jangan tinggalkan Niichan Kirae-chan.”
lagi- ia hanya menggeleng.
Saat tubuhnya mulai limpung, kuraih pinggangnya dan menariknya
untuk menjauhkannya dari pinggir tebing. Tapi sial, kakiku terpeleset hingga
kami tetap jatuh ke jurang. Kupejamkan mataku erat-erat, setelah beberapa saat
tak kurasakan sakit. Kubuka mataku- mataku langsung bertubrukan dengan Kirae.
Geumanhae- kuteliti wajahnya. Dia- bukan Kirae!!
***
Hah. Napasku terengah-engah.
Kupegang jantungku yang berdetak dengan cepat. Kenapa rasanya mimpi itu begitu
nyata. Kuendarkan pandanganku kesekeliling ruangan. Ini masih camp militer.
Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu ? Kirae-chan, kenapa aku merasa kau
benar-benar menghilang dari hidupku kini. Dan kenapa mata yeoja tadi seperti
matamu ? Bukan seperti- tapi itu memang matamu.
“Niel, kau sudah bangun. Kudengar hari ini anak-anak dari menteri
pertahanan Oh Jinhyuk akan datang berkunjung. Jadi hari ini kita tak ada latihan
atau yang lainnya. Lebih baik sekarang kau bersiap.” aku mengangguk mendengar
penuturan Jinwoo-roommateku, walau satu kamar berisi 6-8 orang tapi ia yang
paling dekat denganku.
***
Kami berbaris dengan rapi dilapangan utama. Hingga 3 mobil kenegaraan
memasuki gerbang dan berhenti tepat dihadapan kami. Segerombolan orang turun
lebih dulu untuk membukakan pintu pada mobil yang berada ditengah. Tunggu-
yeoja itu. Geu yeoja nuguya ? Mata itu- mata Kirae. Aku tahu itu matanya, dan
mata gadis itu. Seperti gadis yang ada didalam mimpiku.
“Ahn Daniel mana sikap sopan santunmu ? CEPAT MEMBUNGKUK!!” aku
tersentak dan langsung kubungkukan tubuhku saat tangan Jin Woo menarik tubuhku.
“Mianhada, Aku akan memberinya hukuman.”
samar-samar kudengar kepala Min bercakap-cakap dengan Menteri Oh.
“Kau itu kenapa Ahn Daniel ? Kau ingin cari masalah eoh ?” bisik
Jin Woo, namun kuacuhkan. Mataku terus menatap yeoja yang mengenakan dress
putih itu. Wajah mereka berbeda tapi kuyakin itu mata Kirae. “Terserah kau saja.
Asal jangan terlalu keras padanya. Ia seperti terlihat tengah memikirkan
sesuatu tadi. Dan mungkin itu yang membuatnya tidak fokus.” Aku masih mendengar
pendapat Minteri Oh tentang sikapku tadi tapi mataku terus menatap wanita muda
yang berdiri di sampingnya.
“Abeoji, aku ingin berkeliling disini boleh ?” samar-samar
suaranya. Mereka bebeda. Suaranya terdengar begitu riang berbeda dengan Kirae
yang tenang dan cenderung pendiam. “Tentu saja.” Rambut Kirae hitam
bergelombang sedangkan ia sedikit pirang –karena dicat mungkin- dan lurus.
Mereka dua orang yang berbeda. “Kalian, kembali ke posisi siap.” kuikuti
perintah kepala Min. Mataku tak sengaja bertabrakan dengan mata gadis itu.
Matanya sama dengan dengan Kirae, tatapannya begitu dalam. Hanya mata, kenapa
bisa ?
“Nona silahkan anda bisa memilih siapa yang ingin anda jadikan
guard.” ia tersenyum girang. Ia kebalikan dari Kirae. Tapi mata itu- lagi-lagi
aku tak ingin melepaskan tatapan mataku dari mata dalam itu.
“Niel-ah, jadi kau memperhatikan putri Menteri Oh eoh ? Namanya Oh
Min-” bisikan Jin Woon berhenti saat gadis berambut lurus dengan mata –yang aku
yakin- milik Kirae berhenti di hadapan kami. Mungkin lebih tepatnya di
hadapanku.
“Ah!! Appa aku dengan dia saja. Bukankah dia penyanyi yang terkenal
itu ?” aku tersentak saat tiba-tiba gadis itu menepuk bahuku. Sejak kapan dia
ada disampingku. Kulirik Jin Woo yang hanya menelan senyumnya. “Ahn Daniel.
Temani Nona Oh berkeliling.” aku mengangguk lalu sedikit membungkuk memberi
hormat sebelum berjalan mengikuti langkah yeoja yang memiliki mata Kirae!!
***
Kami berhenti dilapangan belakang gedung selatan yang tak terawat.
Rumput liar, bunga liar, dan pohon akasia juga Oak tumbuh dengan subur disini.
Tempat paling nyaman menurutku selama ada disini.
“Niel Oppa, kau tahu aku begitu mengidolakanmu. Tak kusangka
ternyata kau jauh lebih tampan jika dilihat dari dekat seperti ini.” aku hanya
diam tak menoleh. Aku terpaksa membawanya kemari karena ia memaksaku untuk
menunjukkan tempat yang paling aku suka disini. “Aku heran denganmu oppa,
banyak artis yang menunda wamil mereka karena karier mereka apalagi yang sedang
ada dipuncak. Bahkan ada yang sampai ingin ingin menghindari wamil. Kau membuatku
semakin jatuh cinta dalam pesonamu oppa.” aku masih terus terdiam. Kenapa gadis
ini begitu berisik ? Dulu aku berharap Kirae bisa sedikit riang, tapi sekarang
aku bersyukur karena Kirae adalah gadis yang pendiam, karena suara yeoja ini
membuat kepalaku sedikit pusing.
“Oppa, kenapa kau hanya diam saja. Apa senyummu selama ini hanya
palsu ? Apa inikah dirimu yang sebenarnya oppa ?” Degg. Bagaimana bisa-
kata-katanya kembali mengingatkanku pada mimpi itu.
“Huh.. sepertinya aku salah memilih idola.” ia berdiri untuk
beranjak.
“Matamu- aku yakin itu bukan matamu. Geurae ? Nona katakan itu mata
siapa ?” ia terdiam lalu tertawa sumbang.
“Heh.. bagaimana mungkin kau bisa tahu ? Kupikir tak ada seorangpun
yang tahu tentang ini. Ternyata orang tuaku tak cukup kuat untuk menyembunyikan
ini. Benar, ini bukan milikku. Dulu aku- buta.” Aku sedikit terenyuh
mendengarnya. Dia- buta. Pantas saja Menteri Oh menyembunyikan putrinya dari
publik selama ini.
“Ireumi mwoyeyeo ?” kelopak matanya yang membuka semakin lebar.
Hey, aku bertanya baik – baik kenapa ia seperti itu ? Aneh.
“Jangan katakan kau belum tahu namaku sejak aku disini bersamamu 4
jam yang lalu ?” Aku memang belum tahu namanya, kami belum berkenalan jadi
wajar. Kenapa ia jadi sensi seperti itu sih ?
“Oh Min Hwa.” Ketara sekali nada ketus dalam ucapannya. Nona moody!
“Nama pemilik mata itu Yohana Kirae.”
“Aku tak peduli.”
“Tapi aku peduli padanya.”
“Terserah.”
***
“Kau datang lagi ?” ia hanya mengangguk semangat. “Aku akan kesini
setiap hari jika aku bisa. Akan ku usahakan untuk selalu bisa.” Ck! Dasar
putri. Kuangkat tanganku untuk menyeka keringat yang ada didahiku tapi ia
menahannya. “Sini.” aku menurut. Kenyataan yang tak pernah kuduga- mata itu
memang mata Kirae. Mata yang selalu membuatku enggan menatap yang lain.
“Sepertinya mata ini memiliki aura mistik tersendiri. Yah memang
aku cantik, aku sadar aku buta hingga aku tak tahu bagaimana tatapan orang saat
memandangku. Tapi setelah aku mendapatkan mata ini, hampir semua orang
menatapku seperti itu.” aku mengalihkan pandanganku kikuk.
“Niel Oppa !!”
“Orang yang memiliki mata itu sangat berharga untukku. Orang yang
paling kusayangi”
“OMO!! Apa itu yeojachingu oppa ?”
“Aniya!! Dia adik tiriku, tapi aku mencintainya. Sangat.”
“NDE ?!! Jadi kau-”
***
Pancaran cahaya kamera menguar
kemana – mana setengah sosok- ah bukan sepasang anak manusia yang menjadi
alasan kerumanan orang berada disini memasuki ruangan di salah satu hotel
ternama di Seoul.
“Jadi desas – desus yang beredar
saat ini tentang hubungan kalian itu benar ?” Tanya seorang wartawan tak sabar.
Oh Min Hwa tersenyum lebar, membuat lesung pipinya terlihat sempurna membuanya
semakin cantik dan manis. Sementara Niel tersenyum sederhana. Sebenarnya ia
malas menggelar pers tapi mau bagaimana lagi Min Hwa merengek padanya dan
mengancam akan ke luar negeri jika hubungan mereka tidak dipublikasikan.
“Ne, itu benar. Kami menjalin
hubungan sejak Niel Oppa menjalankan wajib militernya. Saat pertama kali bertemu
ia langsung jatuh cinta padaku karena . . .” Niel hanya memandang Min Hwa yang
sedang mengarang bebas di hadapan publik dengan bosan sambil tersenyum. ‘Ck!
Nona manja, bisa – bisanya ia memutarbalikkan fakta seperti itu.’ Niel hanya
bisa membatin melihat kelakuan yeojachingu-nya. Antara kesal, gemas dan senang
mendengar celotehan panjang Min Hwa.
“Niel-ssi, anda tidak takut
penggemar anda berkurang ?” Min Hwa ingin menjawab tapi Niel lebih dulu membuka
mulut, “Aku bernyanyi untuk seseorang. Aku tak takut mereka meninggalkanku tapi
terima kasih atas cinta dan dukungan kalian selama ini untukku.” Jawab Niel
dengan tersenyum ringan. “Lalu apa yang paling anda sukai dari Nona Oh ?” Min
Hwa menatap Niel, matanya seolah berharap Niel akan membuatnya lega dengan
jawaban yang terlontar dari bibir namja itu.
“Matanya.” Jawab Niel singkat. Min
Hwa mendengus pelan membuang tatapannya ke hadapan kamera di depannya. “Sudah
kuduga.” Niel masih mendengar gumaman tak jelas Min Hwa. Mungkin hanya ia yang mendengarnya
karena di dekat Min Hwa hanya ada dirinya. “Awalnya, tapi sekarang semuanya.
Semua yang ada di dirinya aku menyukainya. Terutama hatinya.”
‘Niel Oppa, kau tahu saja membuat
suasana hatiku menjadi cerah kembali.’ Seutas senyum bangga tercetak jelas di
bibirnya. “Dasar Nona Moody.” Bisik Niel tepat di telinga kiri Min Hwa.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar