About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Selasa, 17 Desember 2013

(Oneshoot) Shining Star [Super Junior]


1.        Title                      : Shining Star
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Cast                      : seadanya -_-
4.        Rated                   : G
5.        Lenght                  : Songfict
6.        Genre                   : I don’t Know
7.        Disclaimer            : No comment!!

Shining Star!! like a little diamond, makes me love
내겐 꿈결같은 달콤한 미소로 바라보며 속삭여줘 항상 함께 할거라 till the end of time
(Naegen kkumgyeolgatheun dalkhomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo hangsang hamkke halgeora till the end of time)
Menatapku dengan senyum manis seperti mimpi untukku, kita akan selalu bersama, hingga akhir waktu

            “Eonni, kenapa harus aku ? Kenapa bukan eonni saja ? Aku juga harus kerja eonni!!!” Aish... yang benar saja. Mengantar Jonghyun si bocah tengil itu ke sekolahnya. Oh GOD! Yang ada dia membuatku ingin merebusnya jika tak mengingat ia keponakanku. Sincaa~

            “Ayolah Jina~ dia sudah berjanji untuk tidak membuatmu kesal.” Cihhh. Anak itu. Didepan eomma-nya saja ia bisa berkata manis. Sebenarnya makan apa sih dia ? “Atau kukatakan pada appa untuk segera mempertemukanmu dengan Jung Dongjon-ssi.” HAH ? “ANDWAE!!!” sialan. Kumasukan potongan roti dengan malah dan kulihat bocah tengil berumur 9 tahun itu tersenyum sok manis disamping ibunya.

“Jonghyun. Ayo berangkat!!!” Aku bangkit dan mengambil kunci motor. Bocah ini, kenapa memeluk pinggangku!! Kulepaskan tangannya dan kusejajarkan tinggi tubuhku dengannya. “Choi Jonghyun, jika kau tak ingin kena masalah sebaiknya kau turuti apa kata ahjumma, arraseo ?” aku hanya melongo saat Jonghyun hanya tersenyum sambil mengangguk. Apa anak ini sudah jinak sekarang ? Atau ia salah makan sesuatu ? Molla~

Oh! Day by Day
Hari demi hari
항상 곁에 그대가 머물러   
(Hangsang nae gyeothe geudaega meomulleojweo)
Kumohon untuk selalu tinggal disisiku

            “Ahjumma~ itu namanya Jihye, dan yang disampingnya namanya Dongwoon dan Eunji.” Geumanhae! Jina tidak memperhatikan teman-teman yang ditunjuk oleh keponakannya, tapi ia terpaku pada orang yang menggandeng bocah yang akui keponakannya itu sebagai temannya. “Annyeong Jonghyun-ah, ini ahjumma-mu ya. Wah, dia lebih pantas dipanggil noona daripada Ahjumma.” Jina tersigap. Didepannya- didepannya sosok namja yang begitu dipujanya, dielu-elukan namanya dulu olehnya, kini tersenyum kearahnya dan mengulurkan tangannya untuk ia jabat.

            “Choi Siwon.” Jina tersenyum kaku. Bukan. Bukan karena ia takut atau narvous tapi karena ia kehilangan sistem koordinasi tubuhnya, hingga untuk tersenyum saja rasanya sangat sulit. “Choi Jina.” Siwon mengangguk paham. “Jonghyun sering menceritakan ahjumma-nya pada Dongwoon, dan aku tak sengaja mendengarnya.” Jina tersenyum malu. Ia tak pernah lagi berharap hal ini akan terjadi pada hidupnya setelah 11 tahun yang lalu. Kejadian yang membuat semangat hidupnya turun.

“Jina-ssi, aku titip Dongwoon. Aku harus ke kantor, nanti eomma Dongwoon akan menyusul kemari. Gomawo.” Jina masih terpaku. Bercakap-cakap hangat dan menjabat tangan seorang Choi Siwon. Sungguh, ia rela mengantar keponakannya yang nakal ini agar bisa lebih dekat dengan namja paruh baya tampan tersebut.

            “Kata Donghae Ahjussi Jonghyun tidak boleh membuat Ahjumma marah, jadi mianhae ahjumma jika selama ini Jonghyun membuat ahjumma kesal dan marah.” Jina kembali tersikap. Jadi- ia menatap yeoja kecil bernama Jihye. Pantas saja, binar mata itu- milik Lee Donghae!! Kenapa keponakannya itu bisa mengenal dekat orang-orang itu ? Kenapa bukan dia ? mungkin setelah ini Jina akan langsung memanjakan Jonghyun.

Stay in my heart 눈부신 Shining my love
(Stay in my heart nunbusin shining my love)
Tinggal dalam hatiku, mempesona, bersinarlah cintaku

            Kutatap laptop biru laut yang ada sekarang ada dihadapanku. Kubuka lalu kunyalakan. Tep. Masih menyala. Sudah berapa tahun aku tak menelantarkan laptop kesayanganku ini ? 11 tahun mungkin ? kumasukan password ‘0611200513’. Background sebuah grup dengan jumlah 13 yang tengah berdiri diantara warna biru menyapaku. Kubuka satu per satu folder yang ada. Tess. Sebuah video yang menjadi video favoritku ‘A Walk to Remember Super Junior’. Lautan biru ini- aku merindukannya. Aku merindukan kehidupanku dulu. Sangat.

            Waktu yang tak bisa kuputar ulang. Bagaimana caranya mengulang ini semua ? Mengayunkan light stick biru diantara mereka sambil menyerukan nama mereka tanpa lelah dengan sukacita. Kapan hal itu dapat terjadi lagi ? Kapan ? Mungkinkah ?

바라고 있죠 항상 거기에서 웃음짓기를 
(Neul barago itjyo hangsang geogieseo useumjitgireul)
Selalu berharap, kamu akan tetap tersenyum di tempat itu
모를 오해와 이유 없는 미움에 힘이 들어도 
(Tteut moreul ohaewa iyu eobneun miume himi deureodo)
Bahkan ketika kamu menderita karena kesalahpahaman dan kebencian yang tak beralasan

            Kubuka akun yang sudah lama aku tinggalkan semenjak ‘mereka’ memutuskan keluar dari dunia hiburan dan memilih menjadi orang biasa setelah kontraknya selesai dengan agensinya. Kuklik list friend di akun facebook. Hwang Minhye- sudah lama sekali, apakah ia masih mengenalku ?

‘Annyeong eonni’
‘Annyeong nugu ?’
‘Choi Jina’
‘Nde ? Ini benar kau Jina-ah... kau kemana saja ? Sudah lama sekali, terakhir kita saling bercakap-cakap sebelum mereka ‘terbebas’ yah..’
‘Ehm, eonni benar. Kupikir eonni sudah tak mengenalku. Setelah kejadian itu aku pergi ke Filipina karena abeoji dipindah tugakan di kedutaan Filipina. Bagaimana kabar eonni ?’
‘Jaljinayo. Kau sendiri Jina-ah ?’
‘Nado’
‘Sebentar lagi tanggal 6 November. Mungkin kali ini sama seperti sebelumnya, aku merindukan saat-saat seperti dulu. Menghabiskan satu malam penuh untuk merayakan itu dengan yang lain dan mereka.’
‘Aku juga eonni. Kau tahu eonni-ya, tadi pagi saat aku mengantar keponakanku ke sekolah aku bertemu dengan salah satu dari mereka.’
‘lalu ?’
‘Aku hanya diam. Rasanya seperti mati rasa, aku tak tahu harus bagaimana.’
‘huuu~ payah.’
‘Eonni, aku ingin sekali membaur dalam biru seperti dulu.’
‘Itu hanya mimpi Jina-ah, sangat sulit walau aku sendiri juga ingin.’
‘Pasti bisa, bagaimana jika kita mengadakan acara seperti konser untuk merayakan yang ke-19 tahun.’
‘Kau pikir ada yang mau melihat eoh ? Media tidak akan membiarkan mereka tampil.’
‘Tanpa sponsor eonni.’
‘Bagaimana caranya ?’
‘Donasi.’
‘Yang benar saja ? Jina-ah, jangan terlalu bermimpi. Setelah mereka selesai kontrak dan media seperti membuang mereka karena popularitas mereka meredup, ini tak akan mudah seperti dulu. Terlebih sudah 11 tahun sejak mereka berpisah, pertanyaanku jangankan menjadi ELF masih mengingat mereka saja belum tentu orang yang mengaku ELF akan ingat bukan ?’

곳을 봐요 이제 시작이죠 울고 싶을 내게 기대요
(Deo meon goseul bwayo ije sijakijyo ulgo shipheulttaen naege gidaeyo)
Mulai sekarang lihatlah tempat yang lebih jauh, jika kamu ingin menangis bersandarlah padaku
부족하지만 그댈 지킬게요 
(Bujokhajiman geudael jikhilgeyo)
Meskipun aku mempunyai kekurangan, aku akan melindungimu

“Waah.. suara appa sangat merdu. Kata eomma dulu apa seorang penyanyi ani ?” Namja itu mengangguk, ia lalu meraih tubuh putrinya dan mendudukkannya dipangkuannya. “Apa dulu appa sangat terkenal ?” tanya gadis cilik itu dengan mata berbinar, sedangkan sang ayah kembali memutar rekaman masa lalunya.

            “Dulu kami sangat terkenal. Tapi... segala sesuatunya itu tidak ada yang abadi Eunji-ya. Ada saat dimana kita berada diatas ada juga saat kita berada dibawah.” Namja itu menyandarkan dagunya pada puncuk kepala putrinya yang memegang gitar yang tadi digunakan namja paruh baya itu untuk mengiringinya bernyanyi. “Tapi Eunji tidak paham dengan maksud appa.” Seru bocah itu dengan nada kesal membuat namja tadi tersenyum.

            “Tunggu- tadi appa bilang kami ? Berarti appa tidak sendiri ?” Tanya Eunji sambil menoleh berusaha menatap wajah appa-nya. “Ehm. Dulu sebelum debut menjadi penyanyi- appa dan teman-teman appa melalui masa latihan yang sangat panjang. Dan setelah debut menjadi penyanyi, tidak banyak orang yang menyukai grup appa. Tapi- ada peri kecil yang memberikan serbuk ajaibnya sehingga appa dan teman-teman appa bisa bersinar. Mereka, peri kecil itu selalu melindungi kami. Bukankah peri itu sangat baik hati Eunji-ya ?”

            “Ne appa. Seperti yang eomma bacakan dibuku dongengku sebelum aku tidur.” Seru bocah berusia 6 tahun itu. “Jadi mereka nyata ?” Namja paruh baya itu mengangguk sambil tersenyum...

            “Seperti apa mereka ? Apa Eunji bisa bertemu mereka appa ? Mereka sekecil apa ? Apa mereka bisa sihir dan memberikan permen kapas yang banyak untuk Eunji ?” celotehan manisnya keluar membuat sang appa semakin tersenyum lebar. “Yang jelas mereka bercahaya.”

사랑은 그렇게 처음 순간부터 찾아와 가장 깊은 곳에 날아와 뜨겁게
변하지 않는 떨림 그대는
(Sarangeun geureohke cheoeum  sunganbutheo chijawa gajang gipeun gose narawa nal tteugeopgehae
Byeonhaji anhneun tteollim geudaeneun)
Cinta terbang ke bagian terdalam dari jantung dari awal dan membuatku hangat, gemetar tak pernah berubah, kamu
           
            “Yeobosaeyeo.”
            “Yeobosaeyo.”
            “Hyora-ah, bisakah aku meminta bantuanmu ? Jebal... ini sangat penting untuk project itu.” Jina harap-harap cemas. Ini harapan terakhirnya. Dana yang terkumpul memang cukup untuk mendanai project itu. Tapi, untuk tempat- tidak ada sponsor yang ikut mendanai jelas ini sangat kurang.
            “Untuk tempat- bisakah kau meminta Lee Ahjussi untuk meminjamkan gedung olahraga yang ada dibagian selatan Seoul ?” harapan terakhirnya. Kumohon Tuhan.. kali ini saja. Aku benar-benar merindukan mereka.
          “Mianhae Jina-ah, tapi- appa tidak pernah mau memberi ijin atau menyewakan gedung olahraga untuk konser.” Rasanya tubuhnya ingin meleleh. Apa gunanya usahanya selama 3 minggu ini. Mengumpulkan dana dan mengatur project mereka bersama-sama dengan yang lainnya tapi kini harus berakhirkah usahanya ?
            “Tidak bisakah kau coba mengatakannya pada Lee Ahjussi... jebal. Kau juga ikut terlibat bukan didalamnya.” Hyora menunduk. Jika saja ia bisa, ia pasti akan melakukannya. Tapi ayahnya bukanlah tipikal orang yang mudah dipengaruhi walau oleh putrinya sendiri.
            “Bukan hanya kau saja Jina-ah, tapi aku juga ingin. Geurae, aku akan coba bicara dengan appa. Kuharap ia mau.” Jina berjingkrak senang diseberang sana. Masih ada harapan dan semuanya belum berakhir. Bintang akan tetap bersinar walau terhalang kabut sehingga manusia mengira bintang itu menghilang.

Shining Star
태양보다 밝아 햇살 같은 그대 눈빛은 내게 휴식을
(Thaeyangboda balka haessal gatheun geudae nunbicheun naege hyusigeuljweo)
Lebih terang dari matahari, kamu seperti sinar matahari, matamu meberikanku istirahat

            “Dongwoon-ah, tolong sampaikan ini pada appa-mu ne.” Bocah itu mengangguk lalu meraih undangan berwarna biru yang kusodorkan padanya. “Memangnya ini apa Ahjumma ?” aku tersenyum sambil mengacak rambutnya. Apakah Siwon Oppa dulu seperti ini saat masih kecil ? Aigoo~ menggemaskan sekali. Neomu kyeopta. “Katakan saja, itu sebuah acara perayaan kecil, tetapi banyak orang yang mengharapkan kedatangan appa-mu ne.” Lagi-lagi Dongwoon mengangguk. Sungguh anak yang manis. Beda sekali dengan keponakanku itu... Tapi bagaimanapun juga karena Jonghyun aku bisa menemukan mereka satu per satu. Gomawo Jonghyun-ah... Jeongmal Saranghamnida Jonghyun-ah...

지쳐있을 맘을 밝혀 Promise 믿기로 언제든 편이 되어줄게
(Jichyeoisseul ttaen nae mameul bakhyeojweo promise mitgiro hae eonjedeun ne phyeoni dwieojulkka)
Ketika kamu lelah mencurahkan cahaya di hatiku, berjanji untuk percaya kepadamu, akan selalu berada disisimu

            “Kau- Leeteuk hyeong!!” Sungmin tersenyum lalu berlari kecil menghampiri Park Jung Soo atau Leeteuk yang tengah menatap bingung gedung dihadapannya. Sebuah gedung olahraga. Tak lama Leeteuk kembali menatap undangan biru yang ada ditangannya. “Sama. Ini alamatnya. Siapa yang mengadakan acara perayaan digedung olahraga seperti ini ?” Sungmin tersadar. Benar, apakah ia salah alamat juga ?

            “Sungmin-ah, apa kau juga mendapat undangan ini ?” Sungmin mengangguk. Undangan itu sama persis seperti yang ia miliki kecuali nama undangan itu ditujukan kepada siapa. “Hyeong!” Sungmin dan Leeteuk menoleh, Kyuhyun berjalan sambil tersenyum lalu membungkukan badannya memberi hormat kepada hyeong-nya. “Lama tak bertemu hyeong. Kalian sedang apa disini ?” “Kami mendapat undangan ini.” Kyuhyun melihat undangan yang ada ditangan Sungmin. Sama, sama persis dengan undangan yang dibawanya juga. “Lebih baik kita masuk bersama.” Ujar Leeteuk menatap dua dongsaengnya.

            Mereka melangkah mendekati pintu utama, dengan ragu Leeteuk membuka pintu itu. Ramai sekali. Itulah hal pertama yang terlintas dibenak mereka. Beberapa orang disana tersadar ada orang yang masuk berbalik menghadap kearah Leeteuk, Kyuhyun dan Sungmin yang berdiri di depan pintu. “Oppa, mari kami antar.” Walau masih bingung tapi mereka tetap saja mengikuti 3 wanita yang membawanya kebelakang. Mereka baru sadar disini senang ada apa saat melihat banner ‘Super Junior The Last Man Standing’, ‘We’ll be Stay Together Until The End of Time’. “Hyeong-” Leeteuk hanya mengangguk merespon panggilan dari Kyuhyun.

누구보다 사랑으로 작은 어깨 감싸줄게
(Nugubodadeo kheun sarangeuro ne jageun eokkae gamsajullke)
Aku akan merangkul bahu kecilmu, dengan kasih yang lebih besar dari orang lain

            Kuarahkan kamera DSRL-ku pada mereka. Senangnya, sudah berapa lama aku tak melakukan ini. Aku tersenyum melihat hasil cepretanku. Mereka benar-benar mampu memuatku terbius dan tersenyum tanpa alasan. Cukup melihat mereka tersenyum mampu membuat kedua sudut bibirku terangkat. “Eonni!!!” Ah!! Hyora. Kupikir siapa, ck! Mengagetkanku saja. “Sedang apa ?” kusodorkan kamera yang masih terkait dileherku kearahnya. “Aigoo~ ternyata kebiasaanmu menjadi stalker belum hilang juga.” Aku hanya mengendikan bahu masa bodoh lalu kembali menfokuskan kamerea DSRL-ku pada mereka yang terlihat asyik bercanda. Benar-benar terlihat seperti keluarga.

            “Kenapa tidak datangi saja mereka. Lagipula tanpamu acara ini tak akan ada eonni.” Aku menatap Hyora dengan tidak suka membuat Hyora menundukan kepalanya dalam. “Mianhae.” “Gwaenchana. Kau tahu sendiri bukan, aku tidak bisa dekat dengan mereka. Bintang itu lebih indah jika dipandang dari jauh. Kau tak akan merasakan panasnya jika kau jauh darinya, kau hanya merasa cahayanya yang bersinar itu menerangimu. Jadi, sebelum kau terbakar karena panasnya lebih baik kau menjauh darinya.”

            “Maksudnya eonni ? Jangan bermain kata-kata denganku. Aku bukan Eunhwa yang suka merangkai kata-kata puitis tanpa maksud yang jelas.” Aku hanya tersenyum sambil kembali mengambil gambar dari balik sekat tembok di backstage ini. “Kau tahu sendirikan bagaimana kondisiku saat bertemu tanpa sengaja dengan Siwon Oppa di sekolahnya Jonghyun ?” huuuh, seharusnya aku tidak mengatakannya! Lihatlah sekarang sudut bibirnya berkedut menahan tawa. “Fine. Tertawalah sesukamu nona Kang. Asal kau tahu kebahagiaan bagi seorang fans adalah melihat idolanya tersenyum tulus bukan karena tuntutan pekerjaan. Yang terpenting itu bukan bagaimana cara mereka membuat kita untuk tersenyum tapi bagaimana cara mereka tersenyum tulus karena kita.”

사랑은 그렇게 처음 순간부터 찾아와 가장 깊은 곳에 날아와 뜨겁게  
변하지 않는 떨림 그대는
(Sarangeun geureohke cheoeum  sunganbutheo chijawa gajang gipeun gose narawa nal tteugeopgehae
Byeonhaji anhneun tteollim geudaeneun)
Cinta terbang ke bagian terdalam dari jantung dari awal dan membuatku hangat, gemetar tak pernah berubah, kamu

            “Kau tak meninggalkan sesuatu ?” Aku menggeleng sambil tersenyum menatap panggung dari backstage. “Choi Jina- tapi kau melupakan-” “Mianhae kami terlambat. Tadi kami ketinggalan pesawat jadi kami terlambat 1 jam.” Aku mengangguk tanpa niat mendekati 2 orang china yang baru sampai dan sedang berbincang dengan kru. “Apa atau- Siapa yang aku lupakan ?” aku hanya tersenyum lalu menepuk bahu Hyora yang mendengus kesal. Aku berjalan keluar stage menuju kelas festival. Dari sini stage terlihat semua. Dan lautan biru lebih nyaman daripada backstage.

            “Kenapa tidak di backstage saja ?” aku hanya bisa tersenyum. Impianku- aku tak menyangka bisa terwujud sekarang. “Lautan biru ini tempatku. Jika kau ingin di backstage kembali saja kesana. Aku lebih suka disini.”

            “Huh.. baiklah kau menang. Choi Jina-ssi”

            Lampu mulai padam, kali ini bukan seperti Sushow yang diadakan 11 tahun yang lalu. Tanpa VCR, satu persatu member keluar dari backstage dengan lampu panggung yang menyorot mereka. Semua orang mulai berteriak histeris, suaraku terasa habis hingga aku hanya bisa mengayunkan light stick sapphire blue yang kugenggam.

Ddareureung sori juhnhwareul deulmyuhn deullyuhoneun geudae moksori
Bogopeun maeum ganulsu uhbsuh keunmamuhkgo juhnhwahaeddaeyo

Haenimi bangshil dalnimi binggeut
Woorideurui sarangeul jikyuhbwa juneun guht gatayo

Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago marieyo

Mannamyuhn ddaeron jogeuman ire hwareul naego torajijiman
Eure geu daeumen hwahaehaenohgo dorasuhsuh na honja woonne

Saedeuri sogon kkotdeuri sugeun
Woorideurui sarange jilturado haneungabwayo

Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago marieyo~ (OUR LOVE – SUPER JUNIOR)

Shining Star!! like a little diamond, makes me love
내겐 꿈결같은 달콤한 미소로 바라보며 속삭여줘 항상 함께 할거라 till the end of time
(Naegen kkumgyeolgatheun dalkhomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo hangsang hamkke halgeora till the end of time)
Menatapku dengan senyum manis seperti mimpi untukku, kita akan selalu bersama, hingga akhir waktu

            “Aku tak menyangka, aku bahkan tak berani bermimpi untuk bisa berdiri disini seperti sekarang.” Aku hanya mampu menutup mulutku untuk tidak mengeluarkan isak tangis. Hati ELF yang mana yang tidak tersentuh mendengar hal ini. “Jeongmal Gamsahamnida ELFdeul. Kupikir tahun 2009 yang lalu adalah akhir dari ini semua.” Aniya Hangeng Gege. Dengan kau berdiri ditengah-tengah kami atau tidak tapi bagi kami kau tetap bagian dari Super Junior. Dimanapun kau berada kau tetap seorang Tan Hangeng Super Junior. “Aku harap tahun depan kalian mau menyelenggarakan acara ini lagi. Kami tidak bisa berkata banyak, tapi terima kasih, jeongmal gamsahamnida.. kalian mau menerima kami, tetap mencintai kami walau kami bukan Super Junior yang dulu. Kami bukan sekelompok grup idol seperti 13 tahun yang lalu, terima kasih karena mau menjadi teman kami selama ini. lagu penutup acara ini... Shining star~ like a little diamond, makes me love~”

            3 jam, rasanya masih sama seperti 13 tahun yang lalu. Hanya usia kami saja yang berbeda. Semuanya tetap sama, rasa cinta, sayang, dan ketulusan ini tetap sama. Cinta ini akan tetap sama selamanya. You’re my shining star, my Hero, My Super Junior. “Jina~” aku berbalik dan langsung memeluk Minhye Eonni yang juga terisak. “Hikss, apa ini nyata ?” aku hanya bisa mengangguk. Tenggorokanku terasa tersekat. Minhye Eonni melepaskan pelukannya, ia menatapku sambil tersenyum. “Seperti mimpi ? Aku pikir aku tak bisa berada dilautan biru ini lagi. Jina~ Gomawo.” Aku menggangguk. “Berterimakasihlah kepada Hyora, ia yang membujuk Kang Ahjussi untuk meminjamkan gedung ini.” bagi kami, usia mereka bukan batasan bagi kami untuk mencintai mereka. Karena cinta kami kepada mereka berbeda, begitu berbeda dengan cinta biasa. Ini benar-benar cinta yang murni dan tulus tanpa hasrat dan ego. Cinta yang akan selalu mengalir untuk mereka...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar