1.
Title : Like A Storm
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Kim Heechul, Ryu Soolli,
Yoo Hyojin and Others find by Ur self.
4.
Lenght : Chaptered/Shortstory
5.
Rated : PG 13/PG17
6.
Genre : Lihat situasi. Bisa berubah
sesuai keadaan.
7.
Disclaimer : Story is Mine!! Kim Jongwoon is
Mine!! Typo(s) anywhere and No Plagiat. No Bash.
Story...
Author POV
“Sampai kapan ? 4 tahun!! Kalian belum memiliki anak juga! Kau
sudah berusia 32 tahun sekarang Kim Heechul! Aku tidak mau tahu. Aku tidak
perduli lagi, terserah terapi tetap akan dilakukan atau tidak yang jelas kau
harus menikah lagi” namja itu mengenggam erat tangan istri yang duduk
disampingnya ketika suara wanita yang telah melahirkannya itu begitu menusuk
hati istrinya. Ia bingung karena bukankah wanita yang menatap tajam kearahnya
dan istrinya itu juga seorang istri ?
“Appa, eomma. Aku mohon... berhenti memaksaku. Aku yakin tuhan tak
akan kejam padaku hingga ia tak mengijinkanku memiliki keturunan” hah....
selalu itu saja yang bisa keluar dari mulutnya. Dan ia merutuki mulut bodohnya
itu.
“Waktumu habis. Kami sudah berbaik hati tak menyuruhmu menceraikan
istrimu yang mandul itu. Jadi persiapkan dirimu untuk menjadi Presdir di Dijong
Group jika kau mengikuti perintah Appa. Kajja istriku. Kita pergi” Ujar
laki-laki paruh baya itu seraya mengandeng tangan istrinya meninggalkan rumah
putra semata wayang mereka. Sementara sang putra hanya mendesah pelan didalam
sana. Ia memijit kepalanya saat genggaman tangannya terlepas dengan sang istri.
“Gwaenchana Oppa. Lagi pula oppa memang perlu seorang penerus dan
aku tak bisa memberimu itu sekarang” ucap sang istri berusaha menenangkan
suasana hati suaminya. Walau... hati seorang istri tetap sakit mendengar ia
harus berbagi suaminya dengan wanita lain. Bukankah begitu ?
***
BRAAK!
Suara gebrakkan meja terdengar sangat jelas. Wanita paruh baya itu
hanya bisa tertunduk bersimpuh dihadapan orang-orang yang menagih hutang yang
tak sedikit padanya. Ia menangis tertahan. Dalam benaknya ia menyesal kenapa
dulu ia menghambur-hamburkan uang suaminya yang meninggal 1 tahun yang lalu
karena tekanan darah tingginya. Yah... mereka dulu adalah pemilik Greenhouse
hotel and resort. Dulu.. sekarang ? Bahkan rumah mereka saja hanya 8mx6m
luasnya. INGAT!! Rumah, bukan kamar!!
“Bos-ku sudah tak bisa menunggu lagi. kurasa kau saja yang terlalu
malas untuk bekerja. Jadi tidak ada jalan lain selain putrimu harus menjadi
pelayan di kediaman Tuan Kim. Aku hanya ingin mengatakan itu saja agar kau tak
usah melunasi hutangmu dan mencari putrimu itu” ujar salah seorang dari
gerombolan orang memakai jas hitam berjumlah 7 orang itu.
“Tolong jangan suruh putriku untuk bekerja disana. Ia tidak bisa
mengerjakan pekerjaan itu” wanita itu memelas. Pipinya sudah basah akan air
matanya. Ia khawatir pada putrinya. Karena putrinya itu sangat ia manjakan dan
tidak pernah menyentuh piring kotor sekalipun.
“Aku tak perduli ia bisa bekerja atau tidak, itu urusannya dengan
tuan Kim nanti. Jika ia menemui kesulitan disana itu salahmu karena kau yang
terlalu memanjakannya dulu. tuan Kim masih berbaik hati padamu dan putrimu
karena beliau tidak menyuruh putrimu menjadi wanita malam di Clubnya”
“Saya mohon tuan. Ia putriku satu-satunya. Hanya ia yang aku miliki
saat ini. Kumohon mengertilah keadaan kami ini”
“Sampai kapan ? 300juta won bukanlah jumlah yang sedikit. Itu
resikomu sendiri. Ayo pergi”
***
“Huuuh... memang tidak enak menjadi orang miskin. Ini sudah sore
tapi bus belum datang-datang juga. Menyebalkan” seorang yeoja duduk dihalte bus dekat
sekolahnya. Ia menggerutu terus menerus sejak tapi. Ia menjalani kehidupan
seperti ini sejak kurang lebihnya 2 bulan yang lalu. Semenjak aset keluarganya
disita.
Sebuah mobil Audi A5 putih berhenti didepan yeoja itu duduk
dihalte. Yeoja itu -Ryu Soolli- memincingkan matanya untuk melihat dengan jelas
siapa orang yang berhenti dihadapannya itu. Pengemudi itupun menurunkan kaca
mobilnya perlahan. Senyum mengejek ia perlihatkan saat matanya beradu pada Soolli.
“Bagaimana rasanya menjadi orang miskin nona Ryu Soolli ?
sepertinya kau begitu menikamtinya” terdengar jelas nada mengejek pada setiap
ucapan yang terlontar dari mulut yeoja yang berada didalam mobil tadi yang
notabenya memang rival Soolli kecuali dalam pelajaran.
“Tutup mulutmu nona Yoo!!” Soolli mencoba menghadapinya dengan
ekspresi datar seperti biasa saat banyak siswa yang mengolok-oloknya karena
masalah ekonomi yang
sedang
dihadapi keluarganya.
“Dimana Mercedes Benz SLR McLaren Silver yang selalu kau banggakan
itu ? wah... aku lupa. Bukankah semua aset keluargamu sudah disita ?
hahahaha..” Yoo Ri Hwa. Yeoja itu tertawa lepas mengejek Soolli.
“Terserah apa katamu nona Yoo!!” ia hanya memandang Rihwa malas.
Jika dulu ia akan langsung menjambak rambut Rihwa, sekarang ia lebih memilih
diam. Tanpa uang ia pasti akan dikeluarkan jika ia membuat kekacauan.
“Aku terangkan padamu. Kau itu bukan siapa-siapa lagi sekarang.
Jadi lebih baik sekarang kau jauhi Donghae Oppa!! Kau tak pernah pantas
untuknya! Kau tidak punya kaca eoh ? Apa sebegitu miskinnya kah dirimu sekarang
hingga membeli kaca saja tidak sanggup ?” Soolli tersenyum sinis pada Rihwa
yang selalu mengatakan ini padanya setelah usaha keluarganya bangkrut.
“Kau takut bersaing denganku ? Jika aku tidak pantas, kau pikir kau
pantas dengan Donghae Oppa ? Akui saja walaupun sekarang aku tak punya apa-apa
lagi namun aku tetap cantik. Bukankah begitu nona Yoo ? Bahkan kau takut
bersaing denganku!” Cah... adu mulut seperti ini Soolli pasti akan menang!!
Buktinya Rihwa hanya diam saja. Benar... Rihwa takut karena pada kenyataannya
Donghae lebih dekat dan perhatian pada Soolli. Ia takut jika Donghae sampai
pacaran dengan Rihwa! Ia menggunakan masalah ekonomi keluarga Soolli untuk
menekan mental Soolli tapi sepertinya itu tidak berhasil!
“Nona Yoo Rihwa sebaiknya anda pulang sebelum pengawal anda datang
kemari dan membuat kekacauan disini” ujar Soolli dengan nada meledek. Rihwa
langsung mengalihkan tatapannya lurus menatap depan.
“Tanpa
kau mintapun aku akan dengan sendirinya pergi!!” ketus Rihwa sambil menaikkan
kaca mobilnya dan melesat pergi menembus jalanan yang cukup padat.
Soolli menghembuskan nafasnya lega. Ia tak ingin eommanya berurusan
dengan pihak yayasan lagi. ia masih ingin sekolah. Setidaknya ia harus mandiri
dan tidak bergantung pada Eommanya saja yang bekerja sebagai kasir disalah satu
minimarket.
“Emp. Eh. Emp. Lhep” pusing dan hitam. itulah yang dirasakannya
sesaat sebelum ia kehilangan kesadarannya karena obat bius yang ada disapu
tangan milik siapa yang membekapnya itu.
***
“Euh...”
“Pusing ?” Soolli mengalihkan perhatiannya. Ia melihat seorang
namja yang menurut perkiraan sekitar 60 tahun dan seorang yeoja yang tersenyum
menatapnya. Yeoja yang ia pikir adalah istri dari laki-laki yang kini ada
dihadapannya.
“Mianhada tuan. Tapi saya dimana dan siapa Anda ?” Soolli berusaha
menjaga sopan santunnya. Padahal dulu ia tak seperti ini. Arogan. Semaunya
sendiri!! Hahahaha... bukankah uang merubah hidupnya ? Ia tak ingin berurusan
dengan orang kaya.
“Aku Kim Hyungu dan istriku Choi- ah maksudku Kim Hanna” Soolli
terlihat berpikir sebentar. Ia merasa tak asing dengan nama itu. Ah... ia
ingat!!
“Apa Tuan yang membawa saya kemari ?” Ny. Kim terlihat tersenyum
hangat mendengar pertanyaan dari yeoja yang akan- rahasia!! Lihat saja nanti.
“Ya. Tentu saja. Tapi bukan kami langsung tapi aku menyuruh anak
buahku” Ny. Kim terlihat menyukai Soolli ia berjalan mendekti ranjang dimana Soolli
setengah berbaring kini. Setelah sampai ia langsung memeluk Soolli posesif. Ny.
Kim melakukan ini untuk membuat Soolli merasa nyaman bersamanya.
“Mulai sekarang kau akan tinggal disini. Sekarang kau istirahat
dulu karena tadi kau terlihat sedikit lelah. Nanti malam kau akan ikut bersama
kami” ucap Ny. Kim setelah melepaskan pelukannya. Sementara Soolli mengerutkan
keningnya bingung.
“Kau tak usah khawatir. Kau akan baik-baik saja disini. Dan panggil
aku Eomma. Eommamu menitipkanmu pada kami karena masalah ekonomi yang sedang
dihadapi keluarga kalian” Ny. Kim tertawa dalam hati. ‘menitipkan yang benar
saja ? bertemu saja belum pernah’ batin Ny. Kim. Sedangkan Soolli semakin
bingung. Bukankah Kim Hyungu adalah orang yang meminjamkan uang pada Eommanya
untuk melunasi hutang dibank.
“Sudahlah 2 jam lagi kau sudah harus siap. Sekitar satu setengah
jam lagi akan ada orang yang akan membantumu berhias. Kami keluar dulu, jika
ada apa-apa panggil saja pelayan. Ne” Soolli hanya mengangguk sebagai jawaban.
Ny. Kim mengacak rambut Soolli sebelum ia dan suaminya meninggalkan Soolli dikamar
tamu rumahnya.
“Aku sangat menyukainya. Ia anak yang manis. Untung saja aku
melihat fotonya tadi, jika tidak aku tak tahu yang yang akan terjadi pada yeoja
manis itu. Awas jika Anak Bodoh itu menolak akan kukubur dia hidup-hidup” Tn.
Kim hanya tersenyum tipis mendengarkan celotehan istrinya. Mereka kini duduk
ditaman belakang rumah.
“Dia memang manis. Aku akan merasa bersalah jika sampai
menjerumuskannya didunia yang kelam itu”
***
Soolli POV
Aku turun dari mobil-yang tentu saja
bukan mobilku-didepan restorant Jepang di daerah Nowon. Dress cream dengan
kerah V dan karet dibagian pinggang. Dress yang manis dengan panjang hingga
lutut. Dan high heel 8 cm berwarna putih kaca. Tak jauh beda dengan style-ku
dulu.
Aku berjalan menuju lantai 2 restaurant
ini. Setahuku dilantai 2 restaurant ini digunakan untuk privat room. Kulihat
ada seorang pelayan datang menghampiriku. Aku menghentikan langkahku.
“Nona Ryu Soolli ?” tanya pelayan itu. Aku hanya mengangguk.
“Mari ikut saja. Akan saya tunjukan ruangannya” aku
mengangguk-lagi-. entah perasaanku sedikit tidak enak saat aku tiba didepan
pintu sebuah ruangan dilantai 2... Eomma, semoga tak ada apa-apa.
“Silahkan masuk nona”
“Ne. gamsahamnida” ucapku sebelum masuk. Kugenggam handle pintu.
Gugup. Rasa itu tiba-tiba menyerangku. Creeet.... kulangkahkan kakiku
memasuki ruangan itu dan aku menutup pintunya kembali. Kebalikan tubuhku.
Dingin. Kurasa tubuhku tak sanggup untuk bergerak. Semua orang yang ada disini
melihat kearahku. Tapi ada 1 tatapan yang begitu menusukku dan- 1 tatapan yang-
entahlah. Namja itu. Kenapa tatapannya seperti ingin memusnahkanku ? apa aku
seperti alien ?
“Soolli-ya kemarilah” kukendalikan diriku saat suara Ny. Kim
mengudara di ruangan dengan atmosfer yang begitu dingin-menurutku-. Aku
mengalihkan pandangan dari namja itu bersamaan dengan tatapan namja itu yang
beralih ke yeoja yang duduk disampingnya. Aku berjalan pelan menuju meja yang
terletak ditengah-tengah ruangan bergaya klasik-setelah aku tersadar-. Aku
duduk disamping Ny. Kim dikursi paling ujung.
“Hemm..” kualihkan pandanganku kearah Tn. Kim. Sepertinya ia ingin
menyampaikan sesuatu. Itulah pikiranku. Kulihat beliau memandang kearah
istrinya sejenak kemudian mengangguk.
“Soolli-ah perkenalkan ini putraku Kim Heechul dan yang duduk
disampingnya Yoo Hyojin. Istrinya” aku sedikit menundukan kepalaku kearah
mereka. Tapi namja bernama Kim Heechul itu justru mengalihkan tatapannya.
Menyebalkan!! Dia mengabaikanku.
“Dan ini putri dari rekan bisnis Appa yang Appa ceritakan Ryu
Soolli” hening. Kami semua diam. Entah kenapa aku rasa ada sesuatu yang
bersangkutan denganku tapi mereka menyembunyikannya dariku.
“Eomma tak akan berbelit-belit. Soolli akan menjadi Istri kedua
Heechul secara Sah baik hukum maupun agama”
“MWO ?” takku perdulikan tatapan orang disini.
“Ada apa Soolli-ya ?”
“Ahjum-”
“Eomma. Sudah berapa kali eomma bilang panggil Eomma” huft.. debat
tak perlu sekarang. Jadi lebih baik turuti saja permintaan Ny. Kim.
“Ne Eomma, apa maksudnya ini ?” apa ini firasat aneh yang aku
rasakan sebelum masuk keruangan ini ?
“Cekk. Dasar yeoja tak tahu malu. Berlagak sok kaget. Hah...
menyebalkan” namja menyebalkan. Mulutnya pedas sekali.
“Nanti Eomma jelaskan setelah kita selesai makan. Bukankah kita
kesini untuk makan” aku hanya mengangguk. Aku masih bingung.
***
“Ekhm. Jadi begini Soolli-ya. Putraku Heechul sampai sekarang belum
mempunyai keturunan, mereka sudah menikah 4 tahun karena rahim Hyojin sedikit
bermasalah. Kemungkinan mengandung hanya 5%. Jadi Appa harap kau mau menjadi
istri kedua Heechul. Kau tenang saja, semua kebutuhanmu dan eomma-mu akan Appa
jamin juga masa depan anakmu kelak. Dulu Appa-mu pernah berpesan untuk
menjodohkanmu dengan putraku. Juga mempermudah Appa melindungimu”
“Cekk. Cerita apalagi ini Appa ?”
“Diam kau Kim Heechul!!” namja menyebalkan itu baru saja dibentak
oleh Eommanya. Ia bebas mengeluarkan isi hatinya disini sedangkan aku ? Aku
tahu siapa aku sekarang jadi lebih baik aku ikuti saja permainan mereka. Aku
tak punya kuasa bukan ?
“pernikahan kalian 2 hari lagi. jadi untuk sementara kau tak usah
kekantor dulu Heechul-ah. Kau juga Soolli-ya. Kau tak usah sekolah dulu untuk 3
hari kedepan”
“Bahkan ia masih sekolah! Apa Appa tak melihat perbedaan umur
antara kami ?” memangnya umur namja menyebalkan itu berapa ? Kenapa ia masih
terlihat muda sekali sekitar 25 tahun!!
“Umur tak menjadi alasan Heechul babo!! Kami akan mengurus semua
ini dan kau hanya cukup mengucapkan ikrar di altar dengan benar” jawab Ny. Kim
santai. Mereka memang pantas menjadi ibu dan anak. Mereka berdua sama-sama
pemaksa dan kokoh pada pendirian masing-masing.
“Tapi eomma dan appa tak memikirkan perasaan Hyojin sebagai
istriku. Eomma dan Appa bahkan tak meminta ijin atau persetujuan darinya.
Kalian hanya mementingkan kepentingan kalian sendiri!! Kajja Hyojin-ah. Kita
pergi, aku sudah muak disini” Heechul mengandeng tangan Hyojin keluar dari
ruangan itu. Benar yeoja bernama Hyojin itu dari tadi hanya menunduk dan tak
bicara sedikitpun. Ucapan namja bermulut pedas itu benar juga. Istrinya pasti
sakit hati....
“Jangan dengarkan ucapan anak pembangkang itu. Kajja kita pulang”
aku hanya mengangguk mengiyakan ucapan ucapan Ny. Kim.
Selama perjalanan pulang aku hanya diam menatap keluar jendala.
Pikiranku penuh dengan kenangan-kenangan masa laluku. Semenjak Appa meninggal
dan hotel bangkrut, hidupku tak semulus dulu. hingga kini aku berada
ditengah-tengah keluarga yang menginginkan aku menjadi istri kedua putranya
karena belum juga memiliki keturunan. Jika aku yang dulu aku akan langsung
mengatakan mereka gila mengingkan aku menjadi istri kedua putranya. Menjadi
istri pertamanya saja aku akan berpikir ulang. Orang yang memiliki uang akan
melakukan apa saja sesuai kehendak mereka dan aku takut mereka menyentuh Eomma.
Jadi lebih baik aku ikuti saja permainan hidupku yang mulai bergelombang
ini....
“Soolli-ya kajja turun. Sudah sampai” aku mengalihkan padanganku
kesamping. Aku baru sadar jika kami sudah sampai dirumah.
Aku turun dari mobil dan berjalan sambil digandeng eomma. Aku
merasa wanita ini tulus menyayangiku. Itu hanya penilaianku secara sekilas
saja. Dan untuk Tn. Kim- aku tak tahu harus menilainya seperti apa. ia tak
banyak bicara. Putranya itu menyebalkan dan bermulut pedas. Sedangkan istrinya
? aku tak tahu. Ia tak bersuara sama sekali tadi!!
“Kau tidur diruang tamu dulu. nanti jika kau sudah menjadi istri
Heechul kau tinggal dengannya. Rumahnya ada disamping rumah ini, jadi jika ia
berani macam-macam denganmu kau katakan saja pada eomma” aku mengangguk paham.
“Ne Eomma, gomawo” aku berbalik dan memutar handle pintu dan masuk.
Lelah.
Kuhempaskan tubuhku dikasur empuk. Lelah. Kupejamkan mataku untuk
merileksasikan sedikit pikiranku. Hingga alam mimpi menjemputku......
***
Kim Heechul POV
“Hyojin-ah... Oppa tahu kau belum tidur. Perkataan Appa dan Eomma
memang keterlaluan. Tapi jangan diambil hati, chagiya~. Kau tahu eomma memang
suka memaksa kehendaknya sendiri. Eomma... kau tahu sendirikan eomma sangat
mengharapkan kehadiran bayi dari kita-”
“Dan kita tak bisa memberikannya Oppa. Aku bukan istri yang baik.
Aku juga bukan menantu yang baik. Aku tahu aku mengecewakan semuanya Oppa.
Mian-..” kudekap erat tubuhnya yang mulai terisak. Bukankah tak ada manusia
yang sempurna ? Jadi ini wajar saja Hyojin-ah... Oppa janji setelah pernikahan
itupun hati Oppa hanya untukmu, Chagiya~. Nae Anae!!
“Tidurlah, kau pasti lelah. Jangan kau ingat atau ungkit lagi
masalah ini. Kau hanya perlu tahu bahwa selamanya Oppa akan selalu bersamamu.
Apapun yang terjadi” mungkin hanya kata-kata ini saja yang bisa aku ucapkan
untuk menenangkanmu. Mian,
***
“Pengantin Wanita datang~” sontak semua tamu undangan yang hadir di
gereja yang didesain dengan interior yang memberi kesan klasik modern dengan
sentuhan warna putih dimana-mana berdiri.
Seorang yeoja masuk dengan diiringi oleh 2 anak perempuan kecil
yang membawa keranjang berisi bunga mawar merah dan putih. Walaupun sang
pengantin memakai gaun pengantin yang terlihat simple namun itulah yang
menjadikan wajahnya yang natural dengan sedikit polesan itu semakin cantik.
Dibalik tudung yang menutupi wajahnya ia berusaha menahan dirinya untuk tidak
kabur dari acara ini.
‘Eomma, sekarang aku ingin membalas budi baikmu padaku yang sudah
mengandung dan melahirkan anak yang tak berguna seperti aku ini’ batinnya untuk
meyakinkan dirinya bahwa ini adalah keputusan terbaik bagi dirinya dan Eommanya
yang sudah mempertaruhkan semuanya untuknya. Kini ia sudah berdiri disamping
namja yang ia ketahui bernama Kim Heechul yang dari tadi enggan walau
menatapnya saja. Walau matanya sedikit terhalang oleh tudung putih transparan
yang ia pakai tapi ia masih bisa menangkap dari ekor matanya namja itu-Heechul-
dari tadi hanya menatap istrinya yang duduk disamping eommanya yang tersenyum
lebar. Ia juga dapat melihat bahwa istri Heechul hanya tersenyum tipis ketika
matanya dan Heechul bertemu.
Heechul dan Soolli kini menatap menatap semua tamu yang hadir.
Memang pernikahan mereka diumumkan secara terang-terangan pada rekan bisnis
mereka. Mungkin menghindari skandal yang bisa menjatuhkan nama perusahaan!!
Acara pemberkatan kini
dimulai-karena saya muslim jadi saya gak tahu. Mian kalo salah. Saya lagi males
searching-. Tegang. Itulah yang tengah dirasakan oleh siapa saja disana.
Logikanya saja, ini adalah pernikahan Heechul yang kedua dengan istri pertama
yang masih sah menjadi istrinya dan duduk manis disana. Sementara ia harus
mengucap janji dengan orang lain. Kemungkinan-kemungkinan aneh bisa terjadi
bukan ?
Pertama Hyojin berlari dan berdiri di altar menampar Soolli dan
menarik Heechul untuk membatalkan acara ini. Atau, Soolli sendiri yang
melarikan diri dari acara yang ia kutuk ini.
“Saya- berse..dia” Heechul menatap lekat Hyojin yang duduk sambil
menggigit bibir bawahnya sendiri. Ia tahu, yeoja itu pasti sebenarnya tidak
terima atas pernikahan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar