About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

Beautiful Flower [Like You] [Choi Jonghyun]

1.        Title                      : Beautiful Flower [Like You]
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Choi Jonghyun [Changjo Teentop], Park Ryuhwa, Lee Chanhee [Chunji Teentop] and other casts find by your self.
4.        Lenght                  : Oneshoot
5.        Genre                   : AU, Romance, Family and other up to reader.
6.        Rated                   : PG 13/T
7.        Disclaimer            : FF bagian dari projek Miss Right Story Is Mine!!! No Plagait. Typo(s) anywhere.
Story....


            Aku duduk termenung dibangku taman yang sepi sejak mungkin 2 jam yang lalu. Malam-malam begini memang siapa yang mau kesini. Eitsh... jangan menatapku seperti itu, hah.. kuhela napas untuk menahan air mata. Namja dilarang menangis bukan ? Tapi rasa sakit karena dikhianati ini benar-benar membuatku lemah, dan mungkin sulit untuk mempercayai orang lain lagi. Bila aku pulang sekarang Siown hyeong pasti akan menanyaiku macam-macam. Dia memang sedikit- ah bukan. Terlalu berlebihan. Dia pikir aku anak kecil apa. Mungkin aku akan menginap dirumah Chanhee saja malam ini. Dan berada disini setidaknya membuatku sedikit tenang.
“Awh... Argh... Appeuda” aku menoleh kesamping. Tidak ada orang, kenapa aku tadi seperti mendengar suara yeoja yang meringis kesakitan.
“Awh, Aish.. Eodiseoyo ?” kuedarkan kembali pandanganku. Benar ada suara seorang yeoja. Mataku menatap kelompok bunga mawar yang tingginya sekitar 1,2 m disamping kiriku. Kulangkahkan kakiku dan masuk ketengah-tengah tanaman itu.
            Yang sedang meringis itu- yeoja bukan ? Jujur, aku sedikit penakut jika berbicara tentang hantu. Aigoo~ seramnya. Tapi memang sepertinya dia manusia. Walau aku tak melihat wajahnya karena ia menunduk sambil memegangi lengan kirinya yang terlihat mengeluarkan- darah. Aku sedikit berlari menghampirinya.
“Ahgassi- gwaenchanayeo ?” kusingkirkan telapak tangan kanannya yang menutupi lengan kiri atasnya. Luka sayat. Tapi cukup dalam, aku menuntunnya dan mendudukkannya dibangku yang dari tadi kududuki.
“Tunggu sebenatar” aku berjalan menuju keran lalu menyalakannya. Kuambil sapu tangan yang kubawa lalu membasahinya dengan air. Aku kembali kebangku tadi. Yeoja itu terlihat meringis sambil menyentuh lengannya yang terluka.
“Sini” kubersihkan luka itu dengan hati-hati. Sudah tidak mengerluarkan darah lagi. Ah- aku tak membawa plaster.
“Kau membawa plaster ahgassi ?”
“Ani” ini kali pertama aku mendengarnya berucap dan itu- sungguh kurang enak didengar. Ketus sekali dia. Kuhembuskan nafas pelan.
Aku kembali berjalan menuju keran air tadi dan membilas saputanganku atas bersih. Kuperas habis sapu tanganku lalu mengibas-ibaskannya agar cukup kering. Aku kembali berjalan menuju yeoja tadi dan kuraih kembali lengan kirinya yang terluka. Kulipat sedemikian rupa hingga sapu tanganku membalut lengan kiri atasnya yang terluka.
“Memangnya kenapa kau bisa seperti ini Ahgassi ? Malam-malam dan dirumpun bunga mawar, apa yang sedang kau lakukan ?” ia mengangkat wajahnya. Manis, neomu neomu yeppeo. Tapi percuma saja. Dia jutek!!
“Bukan urusanmu permisi”
“Yak!! Ahgassi” aish.. dia pergi begitu saja. Padahal aku sudah menolongnya, setidaknya ia bilang terima kasih sambil tersenyum ramah. Aigoo~ jam 10 malam. Lebih baik aku ketempat Chanhee sekarang.
***
            Euh... hah. Untung sekarang sudah tidak masuk sekolah lagi. Yah.. aku sedang menunggu hasil pengumuman ujian nasional. Jadi aku tak usah berangkat tak masalah bukan ? Aku berjalan menuju jendela, kamar Chanhee memang nyaman. Langit musim semi yang cerah dengan taman dibawah yang ditanami berbagai variasi bunga.
“Jadi kau ada masalah apa dengan Hyora ?” aku berbalik. Chanhee duduk diranjang dan kulihat makanan yang mungkin baru ia bawakan untukku diatas nakas. Aku berjalan menghampirinya.
“Kami putus” ucapku sambil menghempaskan tubuhku diranjangnya yang empuk.
“Yang benar ?”
“Dia selingkuh. Ada alasan untukku untuk mempertahankannya walau aku mencintainya ?” ia menggeleng.
“Sekarang kau terlihat sudah baikan” aku mengangguk. Memang sejak bertemu dengan yeoja ditaman yang ketus dan tak tahu terima kasih itu memang suasana hatiku sedikit membaik.
“Mollaseoyo. Padahal 2 bulan yang lalu saat kami break, aku begitu kacau bukan ?” ucapku dengan tertawa garing. Chanhee babo!! Kenapa menatapku seperti itu. Kupukul kepalanya pelan tapi ia tetap meringis. Berlebihan!!
“Kenapa memukulku ?”
“Kenapa menatapku seperti itu Lee Chanhee ? Kau membuatku merinding”
“Yak!! Jika kau berani memukulku lagi kupastikan kau akan berakhir ditangan Hyukjae hyeong”
“Dan kalian akan berakhir ditangan Siwon hyeong”
“Choi Jonghyun~” aku menutup telingaku saat ia memetik melengking. Membuatnya kesal memang salah satu kebiasaanku.
Cekleettttt
“Oppa, aku memba~wa-” sebentar. Bukannya ia yeoja yang tadi malam. Kulihat Chanhee menghampirinya yang masih berdiri mematung didepan pintu. Mungkin ia kaget ada aku disini. Tunggu- berarti yeoja ketus tak tahu terima kasih ini mengenal Chanhee bukan ?
“Ada apa Ryuhwa-ya ?”
“Igo- eomma membuat kue banyak jadi ia memintaku untuk sedikit memberinya untukmu. Dan- boleh aku meminta beberapa tangkai mawar merah dan putih yang ditanam Ahjumma oppa ?”
“Geurae. Tentu saja. Eomma pasti mengijinkan gomawo untuk kuenya”
“Ne. Cheonma, aku pulang dulu oppa” ia menatapku sejenak sebelum keluar dari kamar. Chanhee kembali duduk diatas ranjang dan memakan kue itu sedikit. Kucomot sedikit lalu memasukkannya kemulutku. Mashita~
“Dia siapamu Chanhee-ya ?” tanyaku padanya dengan mulut masih penuh dengan kue yang belum kutelan.
“Dia- em, tetangga sebelah. Dia itu hanya dekat denganku dikomplek ini. Anaknya sebenarnya baik cuma sedikit introvent dan sulit berkomunikasi dengan orang baru. Katanya aneh dan tidak nyaman” aku mengangguk. Tapi apa iya ? Memang dia hanya mengatakan ‘Ani dan Bukan urusanmu permisi’ tapi dengan intonasi yang ketus.
“Kau kenal baik dengannya ?”
“Em. Sejak usianya 5 tahun keluarganya pindah kesini dan hanya berteman denganku disini”
“Kau dekat dengannya ?”
“Sangat dekat. Dulu juga ia sering menginap disini. Sebelum ia masuk Middle High School. Dia hoobae kita”
“MWO ?” uhuukkkk-uhukkkk..
            Kuraih gelas berisi air putih yang disodorkan Chanhee padaku. Kuminum perlahan. Yang benar saja. Aku tak pernah melihatnya disekolah. Walau pendiam tapi setidaknya aku hapal wajah-wajah hoobae-ku.
“Kenapa aku tak pernah melihatnya ?”
“Sudah kubilang dia itu penyediri”
***
“Jadi kita untuk perpisahan kita akan pergi kemana ?” tanya Chanhee selaku tuan rumah mengawali perkumpulan, rapat, atau apalah terserah kalian menyebutnya. Ehm, mungkin diskusi lebih baik.
“Bagaimana kalau Jeju ?”
“Jeju sudah biasa, ke Incheon saja”
“Nami saja, eotteokhae ?”
“Yak!! Itu maumu, kaukan punya yeojachingu, tidak bisa. Memangnya mau bulan madu kesana”
“Aish bukan begitu-”
“Yak DIAM!!” kembali hening setelah Chanhee membuka mulutnya kembali. Ia menoleh kearahku.
“Menurutmu kita mau kemana Jonghyun-ah ?” aku sebenarnya tak terlalu ingin liburan atau semacamnya. Karena ini satu kelas berarti Hyora dan Kyuhyun akan ikut juga bukan ? Dan yang kulihat mereka justru asyik duduk berdampingan dan sibuk dengan dunianya sendiri. Ck tak tahu malu.
“Tuan Muda Choi!!!”
“Eh” aish.. kebiasaan.
“Jangan melamun!!”
“Aniyo. Kau bertanya padaku jadi aku berpikir” sanggahku. Walau ucapannya itu benar.
“Kau ini selalu saja menc-”
“Annyeong Oppa” aku menoleh, senyumnya hilang ketika sadar ditempat ini ada 30 orang. Chanhee berdiri dan menghampiri yeoja itu. Ah- aku lupa menanyakannya pada Chanhee. Tak lama kemudian Chanhee kembali.
“Kenapa ?”
“Biasa, dia meminta ijin untuk memetik bunga. Dia suka sekali merangkai bunga” aku hanya mengangguk. Yeoja introvent, ketus, jutek yang suka merangkai bunga. Unik!!
***
            Kulangkahkan kakiku terus menyusuri jalanan kecil yang hanya diperuntukan untuk pengguna sepeda dan pejalan kaki saja. Musim semi yang indah. Kuarahkan camera DSRL yang mengalung dileherku untuk mengabadikan seekor burung yang bertengger diatas dahan pohon cherry. Deg. Kenapa mereka selalu muncul disaat aku merasakan diriku lebih baik. Apa mereka begitu bahagia membuatku terpuruk. Seharusnya jika ingin bemesraan itu jangan ditempat yang ramai. Menggelikan.
            Kulangkahkan kakiku menuju taman didekat sini. Taman tempat dimana aku pertama kalinya bertemu dengan yeoja introvent, ketus, jutek, pecinta bunga walau manis juga sih-tapi pada Chanhee saja. Aku duduk dibangku taman yang dulu, disini begitu rindang. Cukup ramai juga hari ini. Kulihat hasil cepretanku tadi.
“Areumdawa” mataku menatap rumpun bunga mawar. Suara ini dari sana ? Kulangkahkan kakiku mendekati rumpun bunga mawar.
Yeoja itu- ia tersenyum senang menatap puas hasil rangkaiannya. Kuarahkan fokus cameraku untuk mengabadikannya. Kuamati baik-baik hasil cepretanku. Ternyata saat tersenyum ia terlihat begitu menawan. Baik akan kubuktikan ia itu introvent atau tidak.
“Annyeong” ia cukup tersentak kaget. Tubuhnya juga terlihat sedikit tegang. Air mukanya juga tak seceria tadi. Dahinya terlihat sekali banyak peluh yang keluar dari sana. Aigoo, aku jadi merasa bersalah. Karena aku juga memiliki phobia. Yah, air!!
“Gwaenchanayeo ahggasi. Ah, agar kau tak tegang begitu kenalkan aku Choi Jonghyun, aku teman Chanhee. Jadi kau tak usah berpikir yang macam-macam. Kau bisa percaya padaku” ucapku seraya melipat kakiku duduk disampingnya. Kuulurkan tanganku dan ia menjabatnya ragu.
“Ireumi mwoyaeyeo ?” lanjutku.
“Park Ry-yuhwa”
“Kau suka sekali bunga ? Kulihat saat aku dirumah Chanhee kau suka sekali meminta ijin untuk memetik bunga yang ada dipekarangan rumahnya” nada bicaraku biasa saja bukan ? Aku takut ia tak nyaman denganku.
“N-ne. Jonghyun-ssi. A-ak-ku pergi dulu. Galkhae” aku hanya menatap gelagatnya dalam diam. Terlihat sekali bahwa ia tak nyaman dengan orang asing. Pantas saja waktu itu ia sedikit ketus padaku. Pasti ia kesepian.
            Aku berdiri setelah punggungnya yang terguncang akibat ia berlari pelan itu menghilang. Kutepuk-tepuk celanaku setidaknya agar tak terlihat begitu kotor. Kuarahkan kembali kameraku mencari objek yang bagus untuk diabadikan. Hem.. rumpun bunga mawar ini bagus juga. Ceprreeetttt.. ceprreettttt
“Eh” kulangkahkan kakiku mengambil kalung dengan bandul ukiran nama sepertinya yang tersangkit diduri batang pohon mawar.
“Ahhh” aigoo lenganku berdarah. Ah, aku teringat- malam itu Ryuhwa tertunduk disini dengan memegangi lengan kiri atasnya. Luka sayatnya sama walau luka dilengannya lebih dalam. Kim Ryuhwa ? itulah yang terukir dikalung itu. Bukannya tadi ia bilang namanya Park Ryuhwa ?
***
“Jonghyun!! Choi Jonghyun!!” aish, inilah neraka hari mingguku. Kebiasaan buruk Siwon hyeong. Jika ada temanku yang kemari ia akan berteriak memanggil namaku dari lantai dasar. Padahal kamarkukan dilantai 3. Dasar!! Dengan malas aku beranjak dari ranjangku yang empuk. Minggu pagi itu paling enak dihabiskan ditempat tidur. Aish!!
“Siapa yang kemari hyeong ?” dia hanya mengelengkan kepalanya ringan lalu berlalu entah kemana saat aku berpapasan dengannya diruang tengah. Kulihat dari belakang dia yeoja. Rambutnya panjang sepinggang. Nugu ?
“Nuguya ?” yeoja itu berbalik. Ryuhwa.
“Eh- Jonghyun-ssi. Mian aku mengganggumu. Aku hanya ingin mengembalikan sapu tunganmu. Ige- gomawo. Jeongmal gamsahamnida. Dan- ini. Aku tak tahu kau suka atau tidak. Tapi kata Chanhee oppa kau suka makanan jepang” ia tersenyum kikuk saat aku meraih benda-benda yang disodorkannya.
“Gomawo Ryuhwa-ya. Ah- kau ingin main dulu disini ? Uri eomma suka sekali merangkai bunga karena itu ia membuat taman bunga ditaman belakang. Kau ingin melihatnya ? Tapi sekarang ia sedang di Jepang” wajahnya terlihat malu-malu sambil mengangguk ringan. Kuraih tangannya untuk membawanya ke taman belakang rumah.
“Ini semua siapa yang merawat ?” tanyanya dengan mata yang berbinar. Memang indah, tapi sayang kamarku ada didepan. Aku lebih suka kamar Chanhee yang tak terlalu besar.
“Maid. Tapi eomma sendiri yang mendesainnya”
***
            Aku mengamatinya baik-baik. Kulit putih dengan mata yang kecil tapi bulat. Iris hitam dan rambut yang hitam legam. Senyumnya terus mengembang saat ditangannya mulai merangkai bunga. Mulai dari mawar, lily, ester dan entahlah aku tak tahu apa lagi. Aku bukan pecinta bunga.
“Ryuhwa-ya, boleh aku bertanya ?” ia mengangguk tanpa membalasku. Taman yang sepi dan selalu sepi. Hanya saat sore dan pagi hari saja para maid membersihkan tempat ini.
“Kenapa kau tiba-tiba datang menemuiku dan memberiku ini ? Jujur saat berbicara pertama kalinya denganmu kau sedikit ketus jadi aku mencari tahu tentangmu dari Chanhee. Katanya kau tak mudah akrab dengan orang asing, tapi kenapa kau tiba-tiba datang kerumahku ?” ia meletakkan mawar putihnya dimeja bundar didepan kami.
“Ah, Mian. Setelah tahu kau teman Chanhee oppa, aku- ingin berterima kasih padamu. Maaf memberi kesan pertama yang buruk” aku mengangguk.
            Aku berdiri awalnya kulangkahkan kakiku mendekati kolam ikan koi yang berada tak jauh dari sini, tapi setelah ia sibuk lagi dengan bunganya aku berbalik berjalan kembali mendekatinya dan berdiri tepat dibelakangnya. Kurogoh saku celanaku, mengambil sesuatu dari sana dan memakaikannya dileher Ryuhwa. Ia tersentak dan tangannya tak sengaja bersentuhan dengan tanganku yang memakaikan benda itu dilehernya. Kutarik tanganku lalu duduk kembali dikursi dari kayu disebelahnya.
“Itu punyamu bukan ? Maaf tapi margamu sebenarnya apa ? Park atau Kim ?” ia menunduk. Hey!! Ada yang salahkah dengan pertanyaanku ?
“Mianhada, jika kau tak ingin menjawabnya juga-”
“Kim!! Aku hanya anak angkat keluarga Park. Kalung ini dari eomma. Eomma- ia... ia adalah istri gelap dari uri appa. Walau baru 5 tahun aku sudah paham apa yang mereka bicarakan. Appa bilang ia tak pernah mengharapkanku, appa bilang- jika eomma masih ingin menikmati harta appa eomma harus membuangku karena aku- aku hanya merepotkan. Appa bilang ia tak ingin istrinya curiga-”
“Kalung ini- hanya ini yang aku punya dari eomma”
“Jeongmal gamsahamnida. Itulah- kenapa aku sangat berterima kasih padamu Jonghyun-ssi” aku mengusap punggungnya yang sedikit bergetar. Suaranya sedikit serak dan ia dari tadi meletakkan bunga-bunga itu begitu saja dimeja karena jemarinya sibuk menghapus air mata yang turun dari matanya.
“Mian”
“Ani. Kau tak salah”
“Jadi ini yang menjadikanmu mengasingkan diri dari orang lain ?”
“Jika aku terlalu bergaul dengan banyak orang, banyak yang akan mengenalku dan akan mengungkit jati diriku. Setelah jati diriku terungkap, siapa yang mau berteman denganku ? Jadi lebih baik mereka tak usah mengenalku. Dengan begitu takkan ada yang akan mengungkit jadi diriku”
***
“Hati-hati” ucapku sambil melambaikan tanganku dan memang senyum cerah. Ia tersenyum sekilas sebelum menyentuh pagar besi untuk pulang.
Greeppp cup
            Ia terlihat kaget karena aku menariknya hingga ia berada dalam rengkuhanku dan mencium keningnya singkat. Ia membatu saat aku menjauhkan tubuhku memberinya jarak.
“Sebentar. My Beautiful Flower” ujarku sebelum melangkah menuju bagasi. Kustater motor ducati merah lalu melajukannya pelan menuju Ryuhwa yang masih berdiri didepan pagar.
“Naik” ia langsung naik dan kulajukan motorku pelan.
“Dimana rumahmu ?”
“1 blok sebelum rumah Chanhee oppa” ujarnya sebelum kurasakn sesuatu menyentuh punggungku. Pemalu sekali, ia hanya menyandarkannya dan jarinya hanya menggenggam jaket yang kupakai.
“Mulai sekarang Neo- uri yeojachingu”
“MWO ?” kurasakan ia dengan spontan mengangkat kepalanya.
“Atau kusebarkan rahasiamu itu ?” ancamku.
“Tapi- kau sudah berjanji untuk tidak-”
“Aku Choi Jonghyun. Bebas melakukan apa saja yang aku mau Choi Ryuhwa” ucapku dengan nada angkuh.
“Aish!!” aku hanya tersenyum mendengar dengusannya.
“Salahmu sendiri yang masuk dalam hidupku ini Nona Choi!!”
“Park!!”
“Kalau begitu kita menikah besok agar margamu berubah jadi Choi” ucapku asal. Aku terkekeh geli sendiri. Aigoo~ kubelokkan sedikit Ducati kesayanganku ini kekiri. Ah- hampir saja aku menabrak orang. Omona!!
“Yak!! Yang benar Jonghyun-ssi. Aish.. dahiku” aku hanya tersenyum mendengar keluhannya. Adanya disampingku selalu membuatku tersenyum lepas. Dia seperti bunga mawar. Kau harus hati-hati dengannya untuk bisa memetik bunganya, bila kau tidak hati-hati kau sendiri yang akan terluka. Bedanya ia akan mengucapkan omongan ketus yang membuat orang kesal dan mawar akan menyayat kulit mulusmu dengan durinya. Tapi setelah aku mengenalnya, kau akan tahu bagaimana hangat dan menyenangkannya.
***
End
Saya kembali membuat FF buat Changjo CS. Kenapa saya bilang Changjo CS padahal Leadernya itu C.A.P ? Karena saya adalah yeojachingu sahnya dimata hukum dan agama didunia saya#Andromeda ngamuk#. Kebiasaan saya Uri Changjo selalu jadi namdongsaenya Uri Choi Siwon. Mulai dari namdongsaeng tiri sampai kandung. Dan Chanhee yang suaranya paling ngeh di Teentop menurut saya selalu always jadi namdongsaengnya Si Anchovy. Ini terhitung FF ke-3 saya dengan main cast uri Namjachingu. Suami saya tetep Uri Yesungie yang lagi wamil, dan tunangan saya lagi China buat syuting Film*Uri Snow Prince* maksud saya Kibum oppa. Dan saya baru aja putus dengan Henry gege karena saya jadian sama Chanjo oppa. Tapi- eh malah Henry gege gak mau putus dan rela jadi selingkuhan saya. Suruh siapa dia sibuk dengan promis trap-nya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar