1. Title :
Hate U Love U
2. Author :
Fortunia Ryu
3. Casts :
Kim Heechul, Gyuri and others
4. Lenght :
Songfict
5. Genre :
Fiction, Angst(Hope!)
6. Rated :
PG 15/PG 13
7. Disclaimer :
Songfict yang aku buat untuk uri Heenim yang ulang tahun. Saengil Chuka
hamnida.
Story...
Miwuhago shipeunde, dareun saram gyeoteseoh
Haengbokhan neoreul boneungeohtdo jichyuhbeoryeohsseo ijen
Kuingin
membencimu karna aku tak bisa-
melihatmu
berbahagia dengan cinta yang lain
Aku menghela nafas panjang. Kuusap
keringat dengan handuk dan menyandarkan diriku ditembok ruang practice dance
super junior. Aku menerima air mineral yang disodorkan Sungmin padaku. Ah-
biasanya Gyuri yang akan menawariku minum setelah selesai latihan. Apa yang kau
pikirkan Kim Heechul!! Ingat ia hanya asistenmu saja dan ia bukan siapa-siapamu
sekarang!!
“Hyeong”
“Eoh
? Wae ?” aku menolehkan kepalaku pada Sungmin. Ia terlihat bimbang untuk
menanyakan sesuatu atau tidak ? terlihat jelas diwajahnya!!
“Gyuri
noona- dia- benar-benar akan menikah dengan Kangta hyeong ?” aku terdiam
sejenak kemudian mengangguk. Sungmin-ah, kenapa kau tanyakan hal yang sudah
pasti jawabannya ?
“Heechul-ah,
kau terlihat pendiam setelah keluar dari wajib militer” aku menoleh kedepan.
Jungsoo hyeong kini duduk didepanku.
“Biasa
saja hyeong” jawabku cuek. Bukan aku ingin begitu, hanya saja aku- tak ingin
menunjukan kesedihanku pada kalian semua. Kalian sudah terlalu lelah dan aku
hanya memberatkan kalian saja.
“Istirahat
selesai, hyeongdeul, dongsaengdeul. Kita harus kerja keras untuk 7jib. Kajja”
aku segera bangkit mendekati Hyukjae, dari ekor mataku aku dapat menangkat
tatapan penuh tanda tanya dari Jungsoo pada Sungmin namun Sungmin hanya
mengendikan bahu tak tahu.
Amugeotdo moreunchae neol bonaeya haedduhn nal
uhmudo oraen iriraseo neukkimjocha eobjiman
Membiarkanmu
pergi tanpa tahu mengapa
Itu
terjadi dan sekarang prasaan pun tlah hilang
“Wae
? Apa salahku Gyul ? Ini sama sekali tak lucu” aku menggeleng pelan menatapnya
dengan tatapan penuh kecewa. Sedangkan Gyuri, ia tak menatapku sama sekali dan
terus menyesap coklat panasnya.
“Itu
kenyataannya. Tapi maaf aku tak bisa menghilang dari jarak pandangmu karena aku
tetap menjadi asistenmu Heechul-ssi” aku tertawa sinis. Heechul-ssi ? Ia pikir
dia siapa ?
“Heechul-ssi
? Geuraechi ? Aku bahkan belum memutuskan hubungan kita” ia menatapku jengah
dan meletakkan cupnya diatas meja.
“Terserah.
Aku hanya ingin menegaskan padamu. Aku- sekarang bukan yeojachingumu lagi.
Lebih baik kau cari yeoja lain yang pantas untukmu daripada terlarut dalam kesedihan
seperti ini. Menyedihkan” ia meraih tasnya dan melenggang pergi. Jika ini bukan
tempat umum sudah kuacak-acak tempat ini dari tadi. Gyul- kau milikku aku akan
menyerah!! Ingat itu!! Aku menggenggam erat cangkir coffee yang belum kuminum
sedikitpun. Melampiaskan luapan emosiku pada yeoja yang kini sudah tak ada
dalam jarak pandangku.
Neoreul jiwooryeo aesseodo bwasseo
Hajiman isseul soo oebneun iringeohl jebal nae gyeohte isseojweo
Sungguh
sangat sulit tuk melupakanmu
Walau
kutahu itu tak mungkin, Tolong tinggal di dekatku~
Aku tak sengaja mendengar
pembicaraannya dengan Oppa-nya di telepon. Sudah jelas kau tak mencintainya
kenapa kau harus menikah dengannya ? Kenapa kau tak memintaku saja untuk
membayar hutang keluargamu itu ? Apa benar mulai masuk dalam pesona Kangta
hyeong ? Sebegitu mudahnya kah kau menghapus namaku dari hatimu ?
Miwuhago shipeunde, nal ijeundeuthan nuhui
Dwitmoseupman jikineun geohtdo jichyuhbeoryeosseo ijen
Kuingin
membencimu karna kutelah lelah
Melihatmu
berpura-pura lupa pada diriku
Aku sedang bersantai sambil
mengelus-elus bulu haus Heebum. Sudah lama ia tak kurawat dengan baik karena
kesibukanmu. Aku mengambil segenggam makanan kucing dan mendekatkannya pada
Heebum. Lihatlah, ia makan dengan lahap.
“Kau
tahu oppa, ia susah makan jika tidak ada dirimu. Jadi itu sedikit merepotkan,
bisakah kau menyuruh Heebum untuk mudah diatur ? Ia tak tahu jika ia sakit aku
yang kena marah pemiliknya. Ia sama sepertimu, Cuma bedanya jika kau yang sakit
Sooman sajangnim yang langsung memarahi. Keterlaluan!! Bukankah setiap makhluk
hidup pasti pernah merasakan sakit!! Sungguh tak bisa dipercaya” aku tersenyum
geli menatapnya. Sudah lama aku ia tak berbicara panjang lebar tanpa jeda
seperti tadi. Menggemaskan!!
“Oppa,
wae ? Ke-kenapa menatapku seperti itu ?” tak kujawab pertanyaannya. Aku
menurunkan Heebum dari pangkuanku dan membiarkan kucing kesayanganku itu bebas
berkeliaran di dorm. Aku menarik tengkuknya dan meletakan kepalanya dibahuku.
Kuelus rambut hitamnya yang tak terlalu panjang. Dapat kurasakan tubuhnya kaku
dalam pelukanku. Yeoja ini!!
“Tenanglah,
tak ada media yang melihat kita. Bogoshipo”
Haruharu himeobshi saneun naega shireosseo
Ireon nae moseup bakkuryuhgo noryuhkhajiman andwae
Kubahkan
tlah membenci oh diriku sendiri
Yang
tak memiliki kekuatan tuk mencoba berubah
Apa aku begitu buruk dimatanya ?
Kenangan itu- bisakah itu musnah saja. Aku benar-benar tak ingin mengingatnya.
Kenapa cinta yang pergi selalu meninggalkan luka ? Kenapa cinta itu tak pergi
membawa semua rasa tanpa meninggalkannya agar aku bisa hidup lebih baik ?
Bodoh!! Seharusnya kau tak usah mencintainya hingga seperti ini. Pada akhirnya
dirimu sendiri yang tersakiti Kim Heechul!! Bodoh!!
“Heechul”
aku menoleh kearah pintu.
“Ada
apa eomma ?”
“Makanlah,
bukankah kau kemari untuk memperbaiki suasana hatimu ? Jadi makanlah agar kau
tak sakit. Ingat jangan kabur dari masalah. Kau sudah besar” aku mengangguk
sambil memutar-mutarkan bola mataku malas.
“Ne,
aku bukan anak kecil lagi eomma”
“Kau
semakin kurus dan itu membuat eomma khawatir, berhentilah membuat eommamu yang
sudah tua ini khawatir Kim Heechul” benar, aku tak boleh terus terpuruk. Banyak
orang yang mengkhawatirkanmu Kim Heechul, setidaknya bertahanlah. Tersenyumlah
untuk mereka. Jika alasanmu untuk
tersenyum telah pergi maka tersenyumlah untuk mereka. Orang yang menyayangimu.
Dallajin guhseun eobseo honjaingeol
Ddo dareun sarangi ohl guhrago na miduhbwajjiman
Duh isang sumswineun guht majuh himi deureoggo
Tak
ada yang berubah selain kusendiri
Kucoba
pilih jalan yang lain
Tuk
mencari penggantimu
“Gyuri-ah,
maaf kau dipecat. Heechul yang memintanya pada Sooman sajangnim sendiri. Aku
bingung dengannya. Akhir-akhir ini sifatnya sedikit berubah agar pendiam dan-
mudah tersinggung” aku masih mendengarnya perkataan manager hyeong dari balik
pintu. Akan lebih menyakitkan untukku jika kau berada disampingku tanpa
memilikimu. Jadi lebih baik kau pergi saja Gyul!! Jauh kemanapun kau mau.
“Aku
mengerti. Maaf jika kerjaku selama ini kurang memuaskan, aku sudah berusaha
sebaik mungkin yang aku bisa” aku membuka pintu sedikit untuk melihatnya.
Mungkin ini yang terakhir. Wajah manisnya dengan rambut hitamnya yang sudah
panjang. Dress putih kebiru mudaan. Dengan lengan pendek dan syal abu-abu.
“Permisi
oppa. Sampaikan salamku pada yang lain” ia berbalik untuk pergi. Entah mengapa
aku merasa ia menangis ? punggungnya bergetar tapi apakah ia menangis ?
Ireohke kuhjyuhman gajanha, Noreul hyanghan nae geuriwoomi
Jogeumsshik jeojiji anhneun chae
Nama isseo
Namun bernafas pun terasa sulit, Deritaku pun smakin dalam
Sepertinya
ku tak dapat menghapusmu dari pikiranku
Oh
kasihku~
Aku memejamkan mataku menikmati
udara malam dari balkon apartement. Rasanya aku ingin terbang dan lenyam
bersama angin. Tapi karena mereka aku tak bisa. Aku sudah banyak menyusahkan
mereka. Hangeng-ah, kenapa rasanya aku ingin mati ? Kenapa kau juga
meninggalkanku.
“Hyeong!!”
aku menoleh sebentar lalu menatap langit malam yang hitam sebelum kembali
memejamkan mata.
“Kenapa
kalian senang sekali menyembunyikan sesuatu dari kami ? Kalian seperti anak
kembar dengan sifat yang identik” aku hanya tersenyum mendengar penuturan
Kibum.
“Aku
sudah memutuskan untuk kembali bersama kalian. Bukankah dulu Hyeong pernah
menanyakan padaku kapan aku akan kembali ? Sekarang aku sudah kembali hyeong.
Jadi kumohon kau tak pergi apalagi secara diam-diam-” ucapannya berhenti.
“Seperti Hangeng Hyeong” aku tahu ia
tak ingin membuatku kembali merasa kehilangan. Tapi aku sudah sering merasakan kehilangan
itu.
“Aku harap hyeong mau berbagi padaku
seperti hyeong selalu berbagi dengan Hangeng hyeong. Aku tak ingin super junior
hancur dan satu per satu keluar dari grup.” Aku merangkul pundaknya lalu
tersenyum.
“Gomawo, tak kusangka adik kecilku
sudah tumbuh ditengah-tengah kerasnya kehidupan yang keras ini”
“Manager Shin- jika memang bersama Kangta
hyeong ia akan bahagia maka relakanlah dia hyeong. Hati manusia itu sulit
dipahami, setidaknya jika kita beranggapan bahwa aku pasti bisa hidup dengan
melihatnya tersenyum maka hyeong pasti akan merelakannya dengan sendirinya”
“Ckkkk. Sudah puas menceramahiku Kim
Kibum ? Apa selama di Amerika ada seorang yeoja yang berhasil meluluhkan hatimu
yang dingin” tanyaku menggodanya.
“Mungkin. Tapi setidaknya sekarang
kau sudah tersenyum hyeong”
“Gomawo”
Miryeon oebshi bonaeryuh haesseo
Gyuhndil soo isseulgeohra miduhjjiman ajik nameun sarang
Ingin
aku biarkanmu pergi tanpa ada rasa dendam
Kupercaya
dapat atasi lukaku
Aku melihatnya dalam diam bersama
Sulli. Aku bahkan baru menyadarinya bahwa ia juga sama-sama berotak kurang
waras sepertiku. Heh,.. yeoja yang kalian puja anggun dan manis itu memberiku
sebuah ide dengan menyamar sebagai wanita bersamanya. Gila.
“Oppa,
Gyuri eonni sangat cantik. Neomu yeppuda.” Aku mengikuti arah pandangan Sulli.
Benar saja, disana berdiri seorang yeoja dengan balutan gaun pengantin berwarna
putih bersih. Dengan gaun tanpa lengan hanya ada tali kecil dipundak dan bagian
bawahnya yang mengembang. Ia bagaikan seorang putri. Sayang, aku tak dapat
menggapainya.
“Oppa
jangan dilihat” terlambat Sulli-ah, aku sudah melihatnya. Aku terkikik geli
untuk menghilangkan ekspresi bodohnya itu.
“Seharusnya
aku menutup matamu bocah. Kau masih dibawah umur untuk melihatnya” ucapku
dengan senyum yang dipaksakan.
“Gwaenchana
Oppa ?” aku menghentikan senyumku dan mengangguk.
“Aku
selalu baik-baik saja” ucapku asal. Sulli-ah, kau sudah seprti yeodongsaengku
sendiri. Gomawo karena sudah berada disisiku.
“Kajja
pergi oppa. Aku tak kuat” aku mengangguk dan bangkit mengikutinya yang
menyeretku pergi. Sekilas aku melihat kebelakang. Kangta masih melingkarkan
tangannya dipinggang Gyuri walaupun tautan bibir mereka telah terlepas.
Kata-kata terakhirnya di apartement
kembali terinang dikepalaku. ‘dulu aku memang terpaksa menikah dengannya
namun kini aku mencintainya dengan tulus’. Apakah ucapanmu waktu itu benar
keluar dari hatimu Gyuri-ya ? Kenapa sekarang aku tak tahu isi hatimu ? Ataukah
aku memang tak pernah tahu apa isi hatimu ? Kau tahu rasanya aku seperti yeoja
lemah yang dikhianati kekasihnya dan sekarang kekasihnya itu menikah dengan
yeoja lain. Padahal aku ini namja.
Duhwook gipuhman ganeungeol jigyuhwoon ee werowoomdo
Ijen harurado gyuhndilsoouhbsuh nega jeomjeom miwuhjyeo
Namun
penderitaanku terasa semakin dalam
Ku
tak tahan dengan semua ini ku smakin membencimu~hoo~
Kini aku duduk termenung ditaman dulu kita
biasa bertemu. Mengingat bagaimana kita bertemu, hingga mengenalmu lebih dekat.
Menjadikanmu salah seorang yeoja yang menjadi prioritas dalam hidupku. Hingga
kini kita terpisah dengan jarak yang begitu lebar. Walau nyatanya kau dan aku
tetap pada tempat yang sama, namun hatimu- kini bukan untukku lagi. Kenapa
Tuhan begitu menikamati jalan takdir yang tengah aku jalani ? Hingga kini aku
hanya sendiri disini. Seseorang yang aku ingin kupinang kini sudah resmi
menjadi milik orang lain. Tuhan, kenapa ini lebih sakit dari pada dulu ?
“Heechul-ssi, kenapa kau ada disini
? Sudah berapa kali aku katakan padamu apapun yang kau lalukan tak akan merubah
keputusanku. Lagi pula jalan hidup kita sudah berbeda apa gunanya termenung
bodoh ditempat ini ?” aku tetap diam tak membalas perkataan yeoja yang sejak
kapan berada dibelakangku. Shin Gyuri-ah, jika kau tak mencintaiku kenapa kau
peduli padaku ? Kenapa kau mengkhawatirkanku ? Sikapmu membuatku bingung. Jika
memang kau tak lagi mencintaiku harusnya kau pergi jauh dari hidupku saat aku
meu melepasmu.
“Sikapmu yang seperti ini membuatku
merasa bersalah, jika memang kau benar-benar melepasku maka kembalilah seperti
dulu” aku mendengar langkah kakinya mendekat perlahan.
“Ini hari pernikahanmu jadi
sebaiknya kau tak disini. Lebih baik kau menghabiskan waktu bersama suamimu.
Aku baik-baik saja. Jigeum nan jeongmal gwaenchana. Aku- hanya perlu waktu”
ujarku datar.
“Yoon Shihwa, dia mencintaimu dengan
tulus- awalnya aku hanya ingin membuatnya lebih dekat denganmu. Ak-akk-ku-” aku
berbalik dan memotong ucapannya
“Kau tak benar-benar mencintaiku.
Geuraechi ? Kalau begitu pergilah. KKA!!” ia terlihat kaget. Matanya memerah
dan berair. Gyuri-ya, aku ingin mengusap air matamu tapi aku takut. Aku takut
jika aku menyentuhmu hatiku tak akan mengijinkan dirimu pergi dengan namja
lain. Aku takut aku lose control dan membawamu bersamaku.
“Oppa” aku tergegum, ia memelukku
dan menenggelamkan kepalanya didadaku. Gyul, sikapmu membuatku bingung. Aku
harus bagaimana menghadapimu nanti ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar