About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

Redwood [Let's Not Meet Again] [Kim Kibum]

1.        Title          : Redwood [Lets not Meet Again]
2.        Author      : Fortunia Ryu
3.        Casts        : Kibum/Bryan, Juliane and other casts find by your self.
4.        Lenghat    : Ficlet
5.        Rated       : PG 15
6.        Genre       : AU, Romance, Angst. And other up to reader.
7.        Disclaimer: No Plagiat, Story Is Mine!! Typo(S).

Story....

            Sepasang kekasih terlihat tengah duduk bersandar dibawah pohon Redwood. Hawa musim semi yang segar ditambah disekeliling pohon itu ditumbuhi bunga matahari dan mawar. Sang yeoja merebahkan kepalanya dipangkuan sang namja. Mereka hanya terdiam namun dibibir mereka senyuman tak terlepaskan. Tangan kekar namja itu sibuk mengelus rambut hitam gadisnya yang tengah memejamkan mata dipangkuannya.
            Pagi hari yang sejuk tak panas juga tak dingin. Membuat mereka betah berdiam diri disana. tempat yang menurut mereka adalah tempat pribadi mereka. Perlahan mata sang gadis terbuka. Mata penuh binar itu langsung bertatapan dengan mata sejuk namjanya. Membuat gerakan tangan namja itu berhenti.
“Bryan oppa” panggil yeoja itu lirih namun terdengar jelas karena tempat itu begitu sepi.
“Waeyo Jul ?” gadis yang dipanggil Jul atau lebih tepatnya Sthephany Juliane itu merubah posisinya menjadi duduk bersandar dibawah pohon Redwood seperti namja-nya. Namun dengan cepat Bryan menarik kepala Juliane untuk bersandar dibahunya dan melingkarkan tangan kirinya dibahu Juliane.
“Oppa tahu, teman-temanku selalu mengatakan bahwa kita tak seperti pasangan kekasih pada umumnya. Oppa tahukan sebagian besar dari mereka memutuskan untuk berkencan ditaman hiburan atau tempat-tempat romantis lainnya. Mereka membeli kaos pasangan, topi pasangan, cincin ataupun gelang. Tapi aku hanya meresponnya dengan mengatakan : Kami- aku dan Bryan oppa, mempunyai prinsip. Cinta kami itu sesuatu di yang abadi jadi kami juga melambangkannya dengan sesuatu yang abadi. Dan itu rahasia. Setelah mendengarnya mereka hanya diam oppa” Bryan tersenyum lalu mengecup kening kekasihnya sayang.
“Siapa yang mengajarimu seperti itu. Aku seperti ini karena saat dulu aku mengejarmu kau mengatakan dengan jelas ‘Aku tak ingin cara yang biasa’ jadi menurutku ini cara yang jarang digunakan orang bukan ?” Juliane mengangguk samar.
“Jika kau ingin kita sesekali pergi ketempat-tempat seperti itu aku akan mengabulkannya. Eotteohke ?” Juliane menegakkan kepalanya lalu menggeleng.
“Aniyo. Tapi oppa- sejujurnya aku masih bingung kenapa oppa selalu mengungkapkan rasa cinta dengan redwood ini. Kenapa tidak dengan menggunakan bunga untuk melambangkannya ?” Bryan mengedarkan pandangannya menatap bunga matahari yang tumbuh liar tak jauh dari tempat mereka duduk. Juliane mengikutinya lalu menatap Bryan dengan tatapan mata seolah berkata ‘ada apa ?’
“Bunga matahari. Jika aku bunganya dan kau mataharinya. Bunga matahari akan selalu mengikuti matahari setiap waktu tanpa rasa lelah. Tidak!! Jika aku lelah mengejarmu aku akan berhenti. Bunga mawar putih, walau itu melambangakan ketulusan tapi apa itu melambangkan keabadian ? Bunga mawar merah. Banyak yang mengatakan bahwa bunga itu memberi kesan romantis tapi mawar merah itu melambangkan hasrat ingin memiliki bukan ?” Bryan menghentikan penjelasannya sejenak. Ia menarik nafas dan menyandarkan kepalanya dibatang pohon Redwood. Matanya kini menatap yeojanya yang masih setia menunggu penjelasannya.
“Redwood. Pohon ini dapat berusia hingga 3000 tahun. Kau tahu, akar pohon ini saling menguatkan satu sama lain. Cintaku padamu akan selama itu karena kau disisiku. Aku tak akan membuatmu bahagia walau apapun itu cara. Walau aku tak dapat memilikimu, tapi cintaku akan tetap ada hingga aku mati, walau aku berkata aku tak mencintaimu lagi atau bahkan aku mengatakan bahwa aku membencimu”
***
            Namja bertubuh sedang dengan kulit putih salju itu berjalan lambat. Matanya menelisik tempat itu, membuat memori itu menguar diotaknya. Membuat kepalanya sedikit pening. Ia melangkah mendekati pohon redwood yang masih tetap berdiri kokoh walau sudah 25 tahun dari ia meninggalkan yeoja yang menjadi pusat pengendali dunianya disini. Tempat yang menyimpan segala kenangan itu.
Bryan, namja itu berjongkok. Tangannya mengusap ukiran dibatang pohon itu. Dulunya tempat ini dikelilingi bunga yang tumbuh liar, namun kini tempat itu dikelilingi rumbut hijau yang tumbuh liar.
“Bryan Kim. Sthephany Juliane” desis Bryan lirih. Ia masih ingat dengan riang kekasihnya dimasa lalu itu mengukir nama mereka dengan cutter hingga tanpa sengaja melukai jarinya sendiri dan membuat dirinya panik. Juliane. Nama itu- tiba-tiba hatinya merasa sakit. Ngilu, kenangan terakhir yang dimilikinya bersama kekasihnya- membuatnya ingin menangis.
***
“O-op-pa!” Bryan tak berekspresi saat kekasihnya memanggil namanya. Mungkin ?
“Oppa, dia siapa ? Katanya kau ingin memperkenalkan seseorang padaku apa itu dia ? Kalau begitu Hello, aku Hwang Hyeyoung. Oh ya eonni, aku pikir kalian berteman baik. Jadi eonni harus datang keacara pernikahan kami, tapi mungkin itu akan diselenggarakan di Korea. Ah- begini saja nanti aku akan mengatakan pada abeoji untuk pernikahannya diadakan disini saja agar teman-teman Kibum oppa bisa datang semua” Juliane diam tak bergeming mendengar penjelasan yang tak diinginkannya daru gadis yang terlihat bahagia saat mengatakannya. Dalam pikirannya hanya kalimat pernikahan kami yang membuat kerja otaknya menjadi lambat. Juliane mengambil nafas lalu beralih pada Bryan yang enggan membalas tatapan matanya.
“Ada yang diingin kau katakan oppa ?” Bryan diam. Ia takut jika menatap mata binar Juliane yang kini berbinar karena menahan tangis akan membuatnya memeluknya dan enggan melepaskannya.
“Kau mengatakan cintamu seperti pohon ini, tapi kenapa kau lakukan ini ? Kau mengatakan jika kau berkata aku sudah tak mencintaiku lagi berarti itu bohong tapi sekarang kau tak mengatakan apa-apa kau membuatku bingung. Apa yang kau rasakan oppa ? Katakan~” air mata itu turun tanpa isakan bahkan mata Juliane tak berkedip sedikitpun. Ia tak habis pikir setelah pulang selama 2 bulan ke Korea ini adalah oleh-oleh yang dibawanya.
“Oppa, katakan sesuatu!! Kau membuatku bingung” nada bicara sedikit menyentak membuat Bryan mengusap wajahnya kasar lalu menarik tangan Juliane sedikit menjauh dari Hyeyoung.
“Dengarkan baik-baik. Jangan cintai namja namja seperti lagi, carilah namja yang tak dapat hidup tanpamu yang dapat bernapas dengan baik saat kau tak ada disisinya. Kita akhiri semuanya sampai disini” Julian terdiam. Isakan kecil itu mulai terdengar namun dengan cepat Bryan berbalik berjalan mendekati Hyeyoung sambil tersenyum cerah. Membuat air mata Juliane semakin deras turun melalui pipinya.
            Matanya tak dapat lepas dari Bryan. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri menahan isak tangis walau tak sepenuhnya berhasil. Ia memandangi punggung Bryan yang berjalan dengan menggandeng tangan Hyeyoung pergi menjauh.
“Bryan Kim aku mencintaimu dan aku tahu kau juga mencintaiku. Jadi berhenti bersikap seperti ini. Ini semua tidak lucu oppa!! Hentikan sekarang. Ini tak lucu!!” Namun teriakan Juliane tak dapat menghentikan langkah Bryan dan Hyeyoung yang pergi meninggal tempat itu.
“Kau bilang cintamu selamanya untukku apa ini yang kau maksud ? Aku yakin ini bukan dirimu. Cepat kembali oppa atau aku akan benar-benar marah. Aku tak akan membencimu jika kau kembali” Juliane tak menyerah. Hingga siluet mereka sudah tak terlihat kembali. Matanya memerah karena menangis. Hatinya hancur. Tentu saja!!
“Bahkan kau tak berbalik oppa” ucapnya lirih sebelum akhirnya ia jatuh tertunduk. Lututnya melemas tak mampu menahan berat tubuhnya.
“Haruskah seperti ini ? Kau mengatakan bahwa cintamu selamanya untukku. Seperti pohon ini yang tak tumbang walau hujan, badai menerpanya. Hiks Aniyo oppa!! Aku tak bisa!! Aku tak rela kau menikah dengan yeoja lain. Aku mencintaimu oppa, dan kau mencintaiku. Hiks.. hiks.. tak ada yang akan memisahkan kita” gumamnya tak jelas. Kepalanya menggeleng-geleng seolah isyarat tak ingin semuanya seperti ini.
***
            Bryan menyentakkan tangannya membuat Hyeyoung mengerucutkan bibirnya kesal. Tangan Hyeyoung berusaha menggapai tangan Bryan kembali tapi dengan cepat Bryan berjalan berbalik menuju tempat tadi membuat Hyeyoung menghentakkan kakinya kesal.
“Sudahlah lupakan dia. Pada akhirnya kau tetap akan menjadi milikku oppa” ucapan itu membuat langkah Bryan terhenti.
“Kibum Oppa. Selamanya kau tetap akan menjadi milikku” dengan nada memerintah sambil tersenyum sinis gadis itu melipat tangannya didepan dada.
“Kau wanita siluman. Menggunakan segala cara untuk kepentinganmu sendiri” dingin. Bryan akan kembali melanjutkan langkahnya namun kembali terhenti.
“Setidaknya aku bukan orang pengecut sepertimu. Heh, tapi tak apa. Karena sifat pengecutmu itulah aku dapat dengan mudah mendapatkanmu” Bryan enggan mendengarkan ocehan Hyeyoung lebih lama baginya melihat keadaan Juliane lebih penting. Ia kini berlari menuju tempat tapi dengan jalan memutar agar Juliane tak melihatnya.
            Setelah tubuh Bryan menghilang wajah sinis Hyeyoung berubah datar dan kemudian menjadi sendu. Tangannya ditangkupkan diwajahnya. Menutupi raut wajah lemahnya. Ia tak ingin seorang pun melihatnya.
“Ternyata benar. Cintamu hanya untuknya. Apa begitu sulit berpaling darinya oppa ?”
***
END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar