About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

Separation [Lee Hyukjae]


1.        Title                      : Separation
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Lee Hyuk Jae (Super Junior), Song Hye In and other casts find by your self.
4.        Lenght                  : Drible
5.        Rated                   : T/PG 13
6.        Genre                   : AU, Romance, Separation, sad(?). and other up to reader.
7.        Disclaimer            : Story is Mine!!! No Plagiat , Typo(s) anywhere. FF yang aku buat tepat hari raya idul fitri.. Entah kenapa waktu baca FF kepikiran ide cerita, tapi beda banget sama FF yang aku baca. Di FF itu yeoja-nya malah ngejar-ngejar gitu. Judulnya aja Catch me, Capek!! Ok..

Story....
 

Hatimu tak bisa kau bohongi..
Jangan mengekangnya atau akan semakin sakit!!!
           
            Song Hye In. Yeoja itu membawa paper bag berwarna coklat dan mendekapnya erat. Ia melirik kearah jam tangan putih yang melingkar ditangan kirinya.
‘Sebentar lagi jam 11. Aigoo aku harus cepat-cepat!!’ tanpa sadar kini langkah lebar kaki Hye In berubah menjadi berlari. Ia menyusuri lorong yang memisahkan kelas menyanyi dengan kelas modern dance.
            Ia menaiki tangga dengan keringatn yang mulai bercucuran di pelipisnya. Otaknya mengingat bagaimana namja itu tersenyum, membentak hingga mengatainya. Hye In terdiam didepan ruangan practice dance yang biasa digunakan namja itu. Hatinya ragu, ia tak ingin terakhir bertemu dengan namja itu dan disuguhi makian yang dilontarkan untuknya.
            Hye In menutup matanya rapat-rapat. Ia tahu dan sadar jika sikap namja itu padanya akibat dirinya sendiri yang memaksa masuk ke kehidupan namja itu. Hye In membuka matanya meraih handle pintu lalu membukanya. Ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu, matanya menatap sosok yang ia cari tengah duduk disudut ruangan tengah meminum air mineral dikelilingi teman-temannya.
“Hyukjae-ah, murid kesayangan Jung Seonsaengnim datang, mungkin ia mencarimu” celetuk seorang teman Hyungjae yang disambut gelak tawa oleh teman-teman sekelasnya. Mereka memang seperti itu mungkin karena penampilan Hye In yang “berbeda”.
           Hyukjae hanya diam tak berekspresi, ia berdiri melangkahkan kakinya mendekati Hye In. Yah.... hanya diam!!
            Hye In mengamati Hyukjae baik-baik. Rambut hitam, matanya yang selalu ingin ia tatap, rahang yang kuat dengan tubuh dibalut celana training dan kaos tanpa lengan dan tak ketinggalan keringat yang membasahi tubuh itu. Hye In ingin memandangnya baik-baik dan menyimpannya di memori otaknya.
“Ige- untukmu Hyukjae-ssi” ucap Hye In menyodorkan paper bag yang dibawanya. Dengan isyarat matanya ia seolah berkata ‘Terimalah, kumohon’ sementara Hyukjar, namja itu masih terperangah kaget. Hye In ta pernah memanggilnya seformal itu. Tiba-tiba hatinya diselingkupi firasat buruk. Dengan ragu Hyukjae meraih paper bag itu. Ia melihat sebuah syal berwarna abu-abu dari kain wol yang dirajut.
“Aku menyerah, walau sebenarnya aku tak ingin menyerah. Mungkin benda itu akan mengingatkanmu ada seorang yeoja yang selalu berusaha memasuki kehidupanmu walau kau selalu menolaknya dengan keras. Yeoja yang tak tahu diri” Hye In berhenti. Sudut bibirnya bergetar walau ia terus mempertahankan senyum itu. Matanya memerah dan kedua tangannya mengepal.
“Maaf selama 2 tahun ini aku mengganggumu. Kau tenang saja mungkin ini terakhir kalinya kau melihatku” Hye In kembali berhenti berucap. Ia menunduk kini, ia tak ingin melihat seringaian Hyukjae yang ditunjukkan untuknya.
“Sebentar lagi musim dingin, syal itu aku sendiri yang merajutnya tapi jika kau benar-benar ingin menghilangkan apapun yang berhubungan denganku kau bisa membuangnya. Permisi” Hye In berbalik. Ia hendak melangkah keluar hingga sebuah suara menghentikan langkahnya.
“Gomawo Hye In-ah” suara itu terdengar begitu lembut dan Hye In membalasnya dengan anggukan tanpa berbalik. Ia takut menemukan wajah Hyukjae yang menatapnya tak suka jadi biarkan Hye In menganggap suara itu memang lembut bukan hanya fantasinya.
            Hye In melangkah keluar ruang ‘Practice Dance’ sekolah yang akan ditinggalkannya. Air matanya turun namun ia tersenyum manis. Lega. Itu yang menggambarkan perasaan Hye In sekarang, setidaknya ia bisa pergi ke Jerman tanpa beban ataupun rasa bersalah pada seseorang.
“Dia pergi... Geu yeoja” guman Hyukjae tanpa sadar. Hingga tepukan dibahunya menyadarkannya. Ia memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa sakit itu tapi percuma saja. Justru setitik lelehan air bening itu turun menyusuri pipi tirusnya.
“Bukankah sudah kukatakan. Jangan bohongi dirimu Hyuk!” bisik Donghae sambil menghela nafas.
End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar