1.
Title : Because She is Not You
[Naega Aniraseo]
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Choi Jonghyun [Changjo
Teentop*ceritanya author lagi kesem-sem sama ni bocah gara-gara lagu Missing
you-nya*digamapar Yesung Oppa*makin ngaco], Jung Seulri, Han Young Bi, and
member teentop yang lain. Other casts find by your self.
4.
Lenght : Oneshoot. Sebenernya ini FF
gara-gara lagu Missing You [Naega Aniraseo] kan udah author bilang lagi
kesem-sem sama ni bocah!! Apa sech ?
5.
Rated : PG 13/PG 15
6.
Genre : AU, Angst*maksa* romace.
And other up to reader.
7.
Disclaimer : FF pertama untuk Changjo oppa.
Tapi aku lebih suka manggil ni bocah Choijo*hahahaha..*ketawa bareng bang
Kyupil!! Story is Mine!! Typos(s) anywhere. NO Plagiat!!
Story.....
Choi JongHyun[Changjo] POV
Aku menatap jengah
yeoja yang duduk dihadapanku. Ck!! Mengganggu. Kenapa hampir semua yeoja di
dunia ini menyebalkan. Kerjaannya hanya merengek, meminta, dan memaksa. Aish!!
Dasar makhluk menyebalkan. Walaupun memang tak semuanya seperti itu. Seperti-
Young Bi. Aku langsung menggeleng pelan, menepis pikiranku agar tidak lebih
liar tentangnya.
“Oppa, kenapa diam saja ? Kau sedang tak enak badan ?” aku menepis
tangan Seulri yang berusaha menyentuh keningku. Memangnya siapa dia ? Beraninya
menyentuh diriku. Dasar yeoja kegatelan, sok manis. Ck!
“Ada apa Seulri-ah ?” tanya Ayoung. Dia yeojachingu Chunji, yah
kami sedang berkumpul dirumah Chang Hyun Hyeong untuk sedikit merayakan karena
dia baru saja diterima sebagai trainer. Dan tentu saja para yeoja kami ikut.
Dan aku benci mengatakan ini, Seulri itu yeojachinguku. Aish, tunggu dulu. Dia
memang yeojachingu-ku tapi aku tak mencintainya. Sama sekal tidak!! Kebiasaan
buruk kalangan chaebol korea. Perjodohan untuk bisnis. Klasik memang, tapi
karena itulah aku harus meninggalkan orang yang aku cintai.
“Jong Hyun oppa sepertinya kurang enak badan” aku hanya mencibir
pelan. Aku memang tak baik-baik saja karena sebagian jiwaku pergi. Tidak ada
disini.
“Bukankah Jong Hyun memang seperti itu. Seulri-ah, sebaiknya kau
bantu yang lain didapur saja, biar tempat ini kami yang bersihkan. Enak Jong
Hyun yang hanya duduk diam seperti bos” aku mendelik pada Chang Hee hyeong yang
berkata seenak jidak. Kulihat Seulri hanya menurut dan berjalan menuju dapur.
Aku bangkit dan membantu memindahkan sofa kepojok ruangan.
“Apa kau tak berlebihan padanya Jong Hyun-ah. Menurutku kau jangan
seperti itu, jangan mengacuhkannya. Ia tak terlalu buruk untukmu” aku menghela
nafas. Terserah kalian mau bicara apa.
“Aku sudah berkali-kali mengatakan pada abeoji untuk membatalkan
perjodohan tapi beliau selalu menolak. Malah mengancam untuk mempercepat
pertunangan kami. Yang benar saja, SMA saja belum lulus” aku menghempaskan diri
diatas karpet tebal yang halus. Diikuti Niel hyeong.
“Jadi kau pikir dengan seperti ini akan membuat Seulri jera dan
meminta orang tuanya untuk membatalkan perjodohan kalian ?” aku mengangguk
sebagai jawaban dari perkataannya.
“Tak ada cara lain”
“Kupikir Seulri sudah berusaha keras mendapatkan hatimu Jong Hyun-ah.
Dia bahkan merubah dirinya untuk menjadi semirip mungkin dengan Young Bi.
Walaupun secara fisik mereka berbeda, tapi dari caranya berpakaian, caranya
berucap, caranya menunjukan perhatiannya padamu- ia seperti Young Bi” aku hanya
diam. Kenapa mereka selalu saja mengatakan itu. Hey!! Kalian pikir disini siapa
yang tersakiti ? Seulri ? Bukan tapi Young Bi!! Sampai-sampai ia harus
meninggalkan Seoul karena orang tuaku. Tidak!! Mungkin lebih tepatnya karena
aku.
“Terserah apa kata kalian”
“Cobalah buka hatimu untuknya. Ini akan semakin sulit karena kau
selalu menekan hatimu sendiri. Meyakinkan bahwa hanya Young Bi yang kau cintai,
tapi hati orang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Jangan tekan batinmu
seperti itu Jonghyun-ah. Setidaknya mulailah untuk menerimanya hadir dalam
hidupmu jika kau tak ingin membuka hatimu untuknya”
***
“Oppa, ireona-bwa. Palli” aku mengerang pelan. Aish menyebalkan!!
Dulu aku sangat menyukai pagi hari karena Young Bi akan membangunkanku. Ck!!
Kenapa mayoritas orang kaya selalu mengedepankan latar belakang dan uang.
Menggelikan!! Memang appa Young Bi bekerja sebagai karyawan biasa diperusahan
abeoji dan eommanya adalah kepala pelayan disini. Padahal aku punya kakak
laki-laki kenapa bukan Minho Hyeong saja yang dijodohkan ?
“Oppa, aku tunggu dibawah bersama ahjumma dan ahjussi. Ah ya.
Seragam oppa juga sudah aku siapkan” kutahan Seulri dengan memegang lengan
kirinya. Ia berbalik dan menatapku bingung. Aku menggunakan isyarat menyuruhnya
untuk duduk ditepi ranjang. Masih kugenggam lengan kirinya erat.
“Wae oppa ? Butuh yang lain” dia memang gadis yang baik. Tapi
hatiku mudah memilih Young Bi, tapi dengan begini aku seolah-olah namja yang
kejam. Membiarkan gadis yang tulus sepertinya menungguku.
“Mulai sekarang berhentilah menjadi memakai pita biru ini
dikepalamu. Ganti gaya rambutmu, berhenti memakai parfum ini, berhenti
membangunkanku tidur, berhenti mengikuti Young Bi karena selamanya kalian tetap
saja berbeda. Dan berhenti menatapku sambil tersenyum seperti itu karena senyum
itu milik Young Bi. Cukup 3 bulan kita seperti ini. Aku tak bisa karena
selamanya hatiku akan tetap untuk yeoja-ku dan itu bukan dirimu” aku menatapnya
tajam namun ia tak membalas tatapanku. Menunduk. Aku tak mendengar isak tangis darinya
tapi tangan kanannya sibuk mengusap wajahnya. Apa ia menangis ?
“Berhentilah, sebelum lebih menyakitkan dari ini. Jika kau
mencintaiku maka lepaskan aku. Tak ada pihak yang bahagia jika seperti ini” kataku
lembut. Kuusap pucuk kepalanya memberinya ketenangan namun tak berapa lama ia
sedikit berontak, menarik lengan kirinya yang masih kugenggam erat.
“Lepaskan oppa!!” teriaknya padaku. Ini pertama kalinya ia
berteriak seperti ini padaku. Bagus!! Dengan begitu ia akan muak padaku.
“Tidak sebelum kau mengiyakan ucapanku tadi. Batalkan perjodohan
ini, aku yakin mereka hanya mendengarkanmu” ucapku tajam. Tiba-tiba ia
mengangkat wajahnya dan menatapku. Pipinya basah dengan air mata dan hidungnya
sedikit memerah.
“Kau egois oppa!! Kau hanya mementingkan dirimu sendiri, kau tak
tahu aku begitu mencintaimu oppa. Bagaimana aku bisa bernafas jika tak ada
dirimu. Bagaimana aku bisa bangun dari tidur jika tak ada dirimu sebagai
semangatku untuk menjalani hidup. Kau hanya memikirkan dirimu oppa!! Neo
nappeun namja!!” aku hanya diam, kubiarkan ia menumpahkan segalanya. Dengan
begitu semuanya akan cepat selesai.
“Karena jika kita tak egois maka hidup kita seperti boneka mainan
orang kita sendiri”
“Kalau begitu aku juga ingin egois. Apapun yang terjadi kau akan
tetap menjadi milikku. Selama ini aku sudah cukup bersabar, seperti katamu- aku
akan berhenti menjadi seperti yeoja bernama Han Young Bi itu. Aku tak peduli!!!
Selamanya kau akan tetap milikku oppa!!!” genggamanku pada lengan kirinya
merenggang dan itu digunakan Seulri untuk pergi dari kamarku. Bahkan sekarang
dalam kisah ini tak ada yang bahagia, satupun!!
***
Aku bersenandung
menyusuri jalan setapak menuju bukit kecil dekat sekolahku. Seongji High
School. Tempat dimana aku menenangkan diri. Dibawah pohon ek menunggu matahari
terbenam. Kusentuhkan tanganku pada pucuk ilalang yang hidup liar ditepian
jalan kecil ini. Sampai diatas bukit dapat kulihat jalanan Seoul yang padat,
gedung tinggi tempat orang-orang egois dan langit senja yang berwarna oranye.
Seperti biasa aku duduk dibawah pohon ek ini untuk menenangkan pikiranku
sejenak.
Hembusan angin
sore hari yang tak terlalu kencang membuatku nyaman berada disini. Kenapa hanya
aku yang diperlakukan seperti boneka ? Aku tak diijinkan untuk menjadi seorang
artis aku menurut. Aku tak diijinkan untuk mengikuti sanggar tari aku menurut.
Apa kau harus menurut juga pada orang tuaku- dijodohkan dengan Seulri ? Yak
Choi Jonghyun!! Kau ini manusia kenapa kau menurut begitu saja seperti boneka ?
Neon jeongmal babogateun namja!! Sampai kapan aku seperti ini terus ? Apakah
sampai mati kau akan seperti ini ? Menyedihkan!!
***
Aku berjalan
santai ditrotoar menuju halte bis. Guguran bunga sakura jatuh begitu saja
dipinggir jalan dan sesekali tersoak terbawa angin malam. Kumasukan kedua
tanganku kesaku hodi putih yang kupakai karena udara cukup dingin malam ini.
Ck!! Kenapa yeoja itu ingin bertemu ditaman ? Bukankah biasanya ia selalu
muncul begitu saja dihadapanku jika ia mau. Kenapa aku harus repot-repot keluar
menemuinya.
Kuedarkan
pandanganku untuk mencari Seulri. Ah!! Itu dia. Duduk dibangku taman dengan
wajah menunduk. Aku berjalan mendekatinya, kutepuk bahunya pelan. Ia mengangkat
wajahnya, biasanya ia akan tersenyum cerah seperti Young Bi tapi kini berbeda. Ia tak tersenyum
sama sekali. Aku duduk disampingnya memandang lurus kedepan.
“Aku akan ke Jepang sampai lulus SMA nanti. Jadi sekitar 2 tahun”
“Lalu ?” ia menghembuskan nafasnya pelan.
“Aku tetap tak akan melepasmu sampai kapanpun. Aku memang akan
pergi tapi nanti aku akan kembali. Aku tetap akan berusaha untuk mendapatkan
hatimu bagaimanapun caranya, tapi kali ini dengan caraku sendiri, menjadi
diriku bukan orang lain. Aku akan tetap mengejarmu seperti ini hingga kau
lelah. Hingga kau menerima cintaku, hingga kau terbiasa dengan diriku. Hingga
kau tak bisa seharipun hidup dengan benar jika aku tak ada disampingmu seperti
aku saat ini” aku menatapnya jengah. Air mukanya terlihat begitu tegas, tak
seperti biasanya.
“Seperti yang selalu kau katakan padaku, aku berbeda dengan dirinya
jadi aku tak ingin menjadi seperti dirinya. Dan inilah diriku Choi Jonghyun”
aku menatapnya yang berdiri didepanku.
“Dan kumohon berhenti memikirkannya oppa. Hiks.. hiks” ia jatuh
tertunduk dihadapanku. Sebenarnya aku tak tega tapi- itu seolah memberi harapan
palsu padanya.
“Aish!! Seulri-ah, bangunlah. Jangan seperti ini. Kau membuatku
seolah-olah aku namja yang tak memiliki perasaan” aku memegang pundaknya dan membawanya
kembali duduk disampingku. Kuusap air matanya yang masih terus turun dari
matanya.
***
Aku menghela nafas
lega saat Cho uisanim keluar dari UGD dengan wajah cerah. Syukurlah. Aku dan
abeoji langsung menghampirinya. Aku hanya diam karena abeoji lebih dahulu
bertanya.
“Nyonya Choi baik-baik saja, hanya luka lecet dibeberapa bagian
tapi- Nona Seulri- ia agak serius. Ia mengalami patah tulang pada kaki kirinya.
Mungkin butuh waktu yang cukup lama agar bisa berjalan normal. Mungkin sekitar
3-4 bulan. Dan sekarang ia belum sadar” tubuhku lemas. Ya Tuhan!! Semoga Seulri
baik-baik saja.
***
Aku mendorong
pelan kursi roda menuju taman rumah sakit. Melihatnya hanya duduk diam dan
menatap kosong kedepan membuat hatiku sedikit bergetar. Apa karena kecelakaan
itu otaknya menjadi tak benar ? Aish!! Pikiran bodoh dari mana itu Choi
Jonghyun!! Aku berjongkok didepannya, kugenggam hangat tangannya yang halus.
Benar-benar seperti tuan putri, tapi maaf aku tak bisa mencintaimu dengan tulus
Seulri-ah.
“Bagaimana keadaanmu sekarang ? Apa sudah lebih baik ?” Aku menatap
matanya namun ia enggan menfokuskan tatapannya padaku. Tapi ia rela menolong
eomma hingga ia sendiri yang terluka. Wanita memang sulit dimengerti!!
“Seulri-ah” kutangkupkan kedua tanganku dipipinya yang terlihat
menirus. Agak pucat dengan mata sayu yang menatapku kosong.
“Kenapa kau sekarang menjadi pendiam seperti ini ? Ini bukan
dirimu, jangan seperti Seul. Kau membuat orang khawatir. Katakan sesuatu. Kau
membuatku takut” tiba-tiba bibirnya sedikit bergetar dan setetes air mata turun
mengenai tanganku yang menangkup pipinya. Kuusap air mata yang satu demi satu
berjatuhan dengan ibu jariku namun matanya tetap sembab karena air mata itu
terus turun.
“Aku sekarang lumpuh. Hiks.. aku tidak hiks.. bisa berjalan dengan
normal. Secantik apapun diriku- hiks. Sekaya apapun keluargaku.. walaupun aku
keturunan chaebol.. tetap saja hiks. Aku cacat. Apa ini balasan untukku yang
hiks.. selalu berusaha membuatmu jauh dengan Young Bi-ssi. Hiks.. aku- aku”
kurengkuh tubuhnya yang bergetar. Benar, perkiraan uisanim salah. Kaki kirinya
harus diamputasi yang sekarang ia- cacat.
“Ulljima.. Seulri-ah!!” kuusap-usap rambut hitamnya dengan lembut.
Membuatnya senyaman mungkin dalam pelukanku.
“Kau- hiks.. pasti jijik padaku kan ? Aku- aku yang membuat Young
Bi meninggalkanmu. Aku yang meminta orang tua-ku untuk mengatur perjodohan
denganku. Kau pasti muak dengan yeoja sepertiku kan Jonghyun-ssi ? Hiks” aku
tahu.. aku tahu.. aku tahu kau begitu mencintaiku. Kau terlalu dini untuk
bertindak sejauh ini. Memang cinta memiliki 2 rasa yang berbeda sakit dan
bahagia. Tapi kau sudah bertindak terlalu jauh, tak wajar bagi yeoja seusiamu.
Kulepaskan pelukanku dan kembali berjongkok didepannya, namun ia terus
menunduk.
“Apa benar-benar tak bisa ? Aku ingin sepertinya yang begitu
dicintai olehmu. Saat kau tersenyum hangat dan memeluknya hangat. Aku- aku juga
ingin oppa.. apakah tak bisa ?”
“Ini karma kan Jonghyun-ssi ? Aku- tak memiliki muka untuk bertemu
denganmu lagi. Aku terlalu tak tahu diri. Aku ingin- sendiri” aku menghela
nafas. Sejujurnya aku ingin tertawa bahagia melihatnya seperti ini tapi- ia
seperti ini karena menolong uri eomma. Bukankah aku orang yang tak tahu terima
kasih jika seperti itu ?
“Kembalilah tersenyum seperti dulu. Karena aku- Aku- tak
membencimu” kuusap pipinya lalu mengecupnya singkat. Biasanya aku akan mengecup
pipi Young Bi bila ia merajuk padaku. Entahlah, aku bingung untuk bersikap
bagaimana dengan Seulri.
“Aku pergi” aku melangkah menjauh. Sekitar 5 meter aku berhenti dan
berbalik menatap punggungnya yang kembali bergetar. Sedikit rasa iba hinggap
dibenakku.
***
“Jonghyun-ah. Apa yang kau lakukan pada Seulri eoh ? Kenapa
tiba-tiba Seulri mengatakan hendak membatalkan perjodohan ini. Anak bodoh!! Dia
sudah menyelamatkan eomma. Kau itu tak tahu terima kasih eoh ? Kapan eomma
mengajarimu seperti ini” aku hanya meringis kesakitan saat tiba-tiba eomma menjewer
telinga kiriku. Aish... eomma!!
“Aku tak tahu eomma. Jeongmal!! Lepaskan. Neomu appeuda”
kuusap-usap telingaku yang masih terasa perih. Aku ikut duduk disofa bersama
eomma yang memasang wajah kesal. Tapi eomma, anakmu yang tampan, kyeopta ini
tak tahu apa-apa!!
“Sebenarnya apa yang selama ini terjadi antara kau, Seulri, dan
Young Bi” nada bicara eomma berubah menjadi serius, apa aku harus mengatakan
yang sebenarnya pada eomma ? Tapi- bagaimana jika eomma menyetujui perjodohan
ini dibatalkan ? Bukan apa-apa tapi- aku takut banyak namja yang hanya
mengincar harta keluarga Seulri lalu membuangnya. Aku tahu betul seluk beluk
kehidupan kalangan chaebol.
“JONGHYUN!!!” aku meringis saat eomma berteriak tepat disamping
telingaku. Aigoo..
“Dia- seperti yang eomma tahu ternyata yang meminta perjodohan ini
adalah Seulri sendiri. Mungkin karena hanya aku teman namja-nya dari kecil.
Tapi karena terlalu terobsesi padaku, ia juga membuat Young Bi harus pindah
sekolah karena beasiswa. Ia selalu menarik perhatianku tapi eomma- eomma
tahukan aku mencintai Young Bi. Walaupun aku masih muda tapi aku bisa
membedakan mana sayang dan mana cinta eomma” kusandarkan kepalaku pada pundah
eomma yang hangat. Jemari eomma terus meyusuri rambutku dan mengecup puncuk
kepalaku sayang.
“Lalu kenapa ia membatalkan perjodohan ini ?” aku hanya
menggelengkan kepala.
“Sewaktu aku menjenguknya ia terlihat begitu terpuruk. Ia menjadi
pendiam dan tak seceria dulu. Ia bahkan memintaku untuk meninggalkannya sendiri,
padahal dulu ia selalu menempel padaku. Mengganggu!!”
“Kau mencintainya ?”
“Tidak!! Mungkin tak akan pernah. Aku hanya simpati padanya. Hanya
diurus para pelayan dan tumbuh tanpa kasih sayang seorang eomma. Itu membuatku
bertahan walaupun ia membuatku kesal” kuakui, jika dulu akan langsung bersorak
gembira saat mendengar perjodohan ini dibatalkan. Tapi sekarang- entahlah!!
Saat melihat dirinya yang rapuh sendirian dalam kegelapan. Aku- ingin- sedikit
meringankan bebannya. Menyediakan bahu untuk tempatnya bersandar, mungkin ?
“Anak manja, mana yang akan kau pilih. Meneruskan perjodohan atau
membatalkan perjodohan ?”
“Memangnya aku memiliki kuasa untuk itu eomma. Mungkin sekarang aku
akan tetap meneruskan perjodohan, ia sedang dalam masa terpuruk. Dan Young Bi-
kudengar ia hidup dengan baik disana. jika aku datang padanya bukankah aku
justru menghancurkan hidupnya 2 kali eomma ?”
***
Kutatap cincin
dari emas putih yang baru saja melingkar dijari telunjukku. Aku menatap
mendongak menatap langit malam yang hanya dihiasi dengan beberapa bintang dan
bulan yang penuh. Hembusan angin malam menemani kesendirianku. Berkali-kali
kuhembuskan nafas dengan kasar. Apakah ini benar ? Ya, aku ragu. Pertunangan.
Dengan Seulri.
“Kenapa kau melakukannya ? Kau sudah mengetahui segalanya bukan ?
Apa karena ini paksaan dari Choi Ahjussi ? Apa karena Choi Ahjussi mengancammu
? Apa karena ini permintaan dari Choi Ahjumma ? Atau- karena sekarang aku
lumpuh hingga kau iba padaku ? Bukankah dengan keadaanku yang seperti ini bisa menjadikanmu
alasan untuk membatalkan perjodohan ini ? Kenapa kau justru meminta mempercet
pertunangan kita ? Kau membuatku bingung” aku memandangnya yang terus memainkan
jari tangannya sendiri. Kualihkan pandanganku kembali kelangit yang semakin
hitam pekat karena kabut.
“Disini dingin sebaiknya kita masuk. Kajja” aku berdiri dan hendak
mendorong kursi rodanya namun tangannya menghentikanku.
“Wae ?”
“Jawab dulu pertanyaanku. Apa alasanmu ?”
“Itu tak penting, sekarang lebih baik kita masuk” kuhiraukan pertanyaan
yang dia ajukan karena aku yakin ini akan membuatnya seperti yeoja yang egois.
Kudorong kursi rodanya memasuki untuk kembali kerumah.
“Jonghyun-ssi!!”
“Kau tak pernah seformal ini denganku. Seul, bukankah dulu aku
berjanji akan menjagamu ? Aku akan menepatinya, jadi berhenti seperti ini.
Jadilah dirimu yang dulu. Banyak orang yang kehilangan sosokmu yang ceria.”
“Tapi kau tak termasuk bukan ? Jonghyun-ssi, bisakah kau belajar
mencintaiku ?” langkahku terhenti. Aku tak ingin orang yang kuanggap yeodongsaeng-ku
sendiri terpuruk. Ia kembali seperti saat kami kanak-kanak dulu. Ia begitu
manis.
“Akan kucoba” mianhae Seulri-ah, tapi seberapa kerasnya aku
mencoba. Pada akhirnya aku tetap tak bisa berpaling dari Young Bi. Maaf, karena
membohongimu. Aku tersenyum melihat sudut bibirnya tertarik keatas.
“Gomawo” Mian Seul!!
***
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar