1.
Title : Magic Girl
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Lee Chunhee (Chunji
Teentop), Nam Jihyun (Jihyun 4Minute), Member Teentop, Member 4minute dan
Member Super Junior yang hanya disebut namanya saja. Hahaha..
4.
Genre : AU, Life School, Teenanger,
Romance, Mystic and others.
5.
Rated : T/PG 13
6.
Lenght : Oneshoot.
7.
Disclaimer : FF dengan cast Chunji yang
pertama. Ini karena di Miss Right wajahnya itu loh... dan karena Jihyun eonni
di Is It Poppin ? yang unyuk-unyuk. Dan karena saya kembali teringat lagunya
Orange Caramel – Magic Girl. Dan karena saya mau Post tugas di blog tapi
modemnya ngajak berantem. Jadilah FF ini. Story is Mine!! Pure My
Imagination(Beneran juga gak pa-pa, tapi saya bukan peramal*gak Nyambung*),
Typo(s) anywhere. Saya ngak mau cuap-cuap tapi saya lagi ada ‘sesuatu’
dengan Changjo hingga buat FF dengan Cast member teentop yang lain.
Hahaha..*ketawa bareng bang evil yang lagi maen PSP*
Story....
Author POV
Enam namja itu
turun dari masing-masing kendaraan mereka dengan ekspresi yang bermacam-macam.
Kita mulai dari namja yang paling tua diantara mereka walau mereka satu
angkatan yaitu kelas 1 School of Performing Arts School. Bang Minsoo, putra
dari pemilik School of Performing itu sendiri. Dia hanya tersenyum ramah
membalas fans-yah, bisa dibilang begitu- mereka yang langsung direspon dengan
lengkingan kerumunan yeoja yang mengitarinya. Kemudian, Lee Chan Hee- namja itu
hanya berjalan dengan ekspresi biasa. Dia memang tidak tertarik dengan hal-hal
seperti itu. Dia lebih menyukai buku musik dan piano. Konon katanya dia belum
pernah berpacaran. Lee Byunghun, atau biasa dipanggil L.Joe. Yak!! Jangan
tanyakan dia. Playboy dengan rekor mantan pacar paling banyak di School of
Performing Art ini, sibuk melayangkan senyum mautnya membuat yeoja disana histeris.
Ahn Daniel.
Mungkin dia yang paling waras disini selain Minsoo, senyum simpul menurutnya
cukup. Ia sendiri juga heran kenapa bisa banyak yang begitu menggilainya
disini. Yoo Changhyun. Ia hanya berjalan tanpa ekspresi, setelah berpacaran
dengan Chang Eunsoo- namja dengan nickname Ricky ini selalu berekspresi datar.
Padahal senyumnya itu adalah senyum terindah bagi pada fans mereka. Mantan
playboy yang sudah tobat. Terakhir, ada namdongsaeng Choi Siwon- GM sekaligus
calon penerus Hyundai Departement Store- Choi Jonghyun. Dia hanya tersenyum
sekilas sebelum wajahnya kembali datar. Namja paling pelit ekspresi.. Karena
menurutnya senyumnya itu hanya untuk Park Ryuhwa-nya saja*Ini Author#Kan
ceritanya Author lagi kesem-sem sama ni orang#Dijewer Joreme Kim yang lagi
wamil* abaikan!!
***
“Aish, mengganggu telinga saja. Mereka pikir suara mereka merdu
apa. Bisa tuli telingaku jika begini terus menerus. Ck!!” Semua hanya diam
sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Kasian Uri Choi Jonghyun yang paling
muda ini. L.Joe sibuk dengan smartphone-nya sendiri, sedangkan Minsoo, Niel,
Ricky dan Jonghyun duduk saling menghadap. Biasa kalau ibu-ibu bisa ngerumpi.
Sedangkan Chanhee, ia sudah tenggelam dalam dunianya sendiri. Musik!!
“Chanhee-ya” diam. Panggilan Ricky tidak direspon.
“Lee Chanhee!!” petik Jonghyun. Masih sama.
“Yak!! Wajah kecil” Chanhee terlihat meringis mengusap-usap
kepalanya yang dijitak L.Joe!! Yah.. pemegang sabuk hitam taekwondo, siapa yang
berapa dengannya ? Chanhee menatap L.Joe jengah.
“Wae ?” tanya Chanhee malas. Menganggu saja!! Chanhee mengikuti
arah pandangan L.Joe.
“Sunbaenim” sapa Chanhee sopan. Yeoja itu tersenyum girang. Sepupu
Minsoo, Nam Jihyun. Yeoja tingkat 3 ini memang menyukai Chanhee tapi selama 4
bulan ini usahanya belum membuahkan hasil. Walaupun Chanhee terlihat hangat,
sopan, manis dan menyenangkan tapi
hatinya tetap saja dingin.
“Jangan seperti itu. Kau selalu saja seperti ini. Chanhee-ah, ini
aku buatkan bekal untukmu. Semoga kau menyukainya, aku pergi dulu” Chanhee
hanya mengangguk paham dan mengambil kotak bekal yang diletakan Jihyun diatas
meja untuk dipindahkan dilaci-nya.
“Jihyun noona bukannya tidak bisa memasak Minsoo-ah ?” Minsoo hanya
mencibir mendengar pertanyaan Ricky. Memang Jihyun adalah anak tunggal
Immo-nya. Dan Jihyun itu sedikit manja dan keras kepala.
“Dia pelajar masak, kata Immo- dapurnya seperti habis terkena badai.
Salahku juga sih yang memberitahunya hal yang macam-macam” Chanhee memilih
bergabung dengan mereka. Ia juga merasa tidak enak pada Minsoo karena Jihyun
tak berhenti mengejarnya. Tapi bukannya cinta tidak bisa dipaksa.
“Chanhee-ah, memangnya kenapa kau tidak tertarik pada Jihyun Noona,
setidaknya setelah kalian pacarankan bisa saling mengenal. Ia terlihat sangat
menyukaimu” Chanhee yang merasa dihakimi oleh chingudeulnya ini hanya mendesah
berat.
“Mollasoyeo. Selama ini aku memang belum pernah tertarik dengan
yeoja. Mereka biasa saja, tidak ada yang special” ujarnya gamblang.
“Kenapa bisa begitu. Sebelum aku menjadikan mereka-yeojadeul-
yeojachingu-ku aku pasti merasa tertarik pada mereka. Dan bila sudah bosan yah
kami putus. Kau aneh sekali Chanhee, atau~ jangan-jangan uri Chanhee~” L.Joe
menggigit bibir bawahnya sebentar sebelum melanjutkan ucapannya.
“GAY!!”
“YAK!!!” Pletakkkk
“Aigoo~”
***
Lee Chanhee [Chunji] POV
Kutekan tuts piano
sambil memejamkan mata. Merelekskan diri serta pikiranku. Tak ada yang
membuatku nyaman selain musik. Kenapa mereka selalu menyebutku aneh karena
selama ini aku tak pernah tertarik pada yeoja. Ah~ mereka tak. Sakit hati-
melihat orang yang kita cintai menjadi milik orang lain. Dan aku tak ingin
kejadian itu terulang kembali. Dan juga karena mereka memang biasa-biasa saja.
Tak ada yang special. Atau- karena didalam hatiku masih ada Park Ryuhwa ?
Benar- aku menyukai yeojachingu sahabatku sendiri. Benar-, benar-benar bodoh!!
Neon jeongmal babo gateun namja, Lee Chanhee!!
“Eh!!” aku tersentak. Jihyun sunbae- sejak kapan ia masuk keruang
musik dan duduk disebelahku.
“Aku sudah disini sejak saat kau mulai bermain piano. Kau-nya saja
yang terlalu menghayati lagu ini atau lagu ini benar-benar curahan hatimu” aku
terdiam. Orang yang mencintai kita selalu merasakan sesuatu yang kita alami.
Aku selalu merasakan itu pada Ryuhwa, saat kadang ia dan Jonghyun terjadi
pertengkaran kecil. Dan Jihyun Noona juga merasakan hal itu padaku.
“Kata Minsoo kau tak pernah tertarik pada yeoja. Tapi aku tak
percaya. Buktinya saja kau memainkan lagu itu. Naega aniraseo- bukankah itu
lagu seseorang yang mencintai orang itu, tapi orang itu justru mencintai orang
lain. Seseorang itu menjadikan orang yang mencintainya seperti orang yang
dicintainya. Geurae ?” aku tak menjawab.
Benar. Tapi aku tak ingin menjadikan seseorang yang mencintaiku kuubah seperti
orang yang aku cintai.
“Nuguya ?” aku menoleh, menatapnya yang tertunduk kebawah entah apa
yang ia tatap.
“Geu yeoja. Orang yang kau cintai itu ? Jika begitu aku bisa
bersamamu” aku mendesah pelan lalu
menatapi tuts piano tanpa menyentuhnya.
“Aku tahu hatimu tak sedingin itu, hanya saja kau terlalu menyembunyikannya”
“Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri, sekarang mainkan lagu itu
untukku” aku menekan tuts-tuts itu lagi, menghasilkan nada yang harmonis dan
indah. Lagu yang- memang menggambarkan keadaan hatiku.
***
Jihyun POV
“Eomma” aku memeluk tubuh eomma manja. Em- biarkan, sudah lama kami
tak bertemu. Salahkan eomma kenapa harus pulang pergi ke Jepang dan menitipkan
putrinya ini di tempat Hyuri Immo-Eomma Minsoo-.
“Kapan eomma pulang ?”
“Tadi, sekitar 2 jam yang lalu. Ah- eomma punya oleh-oleh untukmu.
Chankaman” aku membenarkan dudukku selagi eomma mengambil sesuatu dari tas yang
berada disampingnya.
“Ige” aku menerima bungkusan itu. Sebuah kalung. Dari perak dengan
beberapa biji batu alam yang berwarna biru kehijauan dibandulnya.
“Itu eomma membelinya ditoko sofenir saat berkunjung di Kuil daerah
Kirishima” aku mengangguk lalu tersenyum.
“Gomawo eomma” kalung yang indah.
***
Aku
mengendap-endap memasuki ruang musik. Seperti biasa Chanhee, memainkan piano
itu sambil menutup mata dan melantunkan liriknya. Suaranya sungguh indah,
membuat hatiku bergetar tiap melihatnya.
“Sunbaenim” aku tersenyum saat ia melihatku. Kulanjutkan langkahku
yang sempat terhenti. Biasanya ia selalu tak sadar aku mengendap-endap masuk
kemari.
Kududukkan tubuhku
disampingnya. Aku mengusap tengkukku yang tak gatal sambil senyum canggung.
Dan- gugup!! Hey!! Anyone, dia melihatku dengan tatapan yang mampu membuatku
meleleh. Bagaimana aku tidak salah tingkah eoh ?
“Kau- kenapa Chanhee-ya ?” bukannya menjawab, ia justru meraih tubuhku
dan memeluknya erat. Posesif sekali sampai aku tidak bisa bernafas dengan
baik-juga karena jantungku yang tak bisa kujelaskan-.
Dia melepaskan
pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya dipipiku. Menatapku lembut dengan
mata teduhnya. Hey!! Aneh, kenapa dengannya. Apakah ini mimpi ?
“Jihyun Noona, jeongmal neomu yeppo” aigoo~ pipiku panas.
Chanhee-ya ini musim dinginkan ?
Brakkk Bughhhh
Kami menoleh
kesamping-tepatnya kearah pintu. 5 orang jatuh bertumpukan dengan L.Joe yang
paling dibawah. Chanhee menurunkan tangannya dari pipiku dan mengaitkan jarinya
ditelapak tanganku. Ia bangkit dan aku otomatis mengikutinya menghampiri mereka
yang tengah mengeluh ria menyalahkan Ricky yang hanya tersenyum innocent.
“Yak!! Kenapa kalian ada disini ?”
“Sudahku bilang jangan berisik. Kau tahukan Hyukjae hyeong itu guru
karate. Aish”
“Yak memangnya siapa yang berisik tapi ?”
“Eitsh. Tapi siapa yang mendorongku eoh ?”
“YAK!!! Diam!! Dan keluar” kelima namja yang daritadi saling
menyalahkan itu kini pergi dengan terburu-buru karena kena seprot Chanhee.
***
Ini seperti mimpi.
Hari ini Chanhee memperlakukanku seperti yeojachingu-nya. Walau iya karena aku
menerimanya saat ia memintanya tadi tapi- ini karena kalung ini bukan ? Itu
berarti dia- memang tidak mencintaiku. Yah.. ini hanya karena kalung ini, jika
mimpi itu benar.
“Baiklah, maaf kalung. Tapi aku ingin Chanhee yang asli. Yang
memang memperlakukanku seperti itu karena ia memang mencintaiku” kulepas kalung
pemberian eomma, dan menyimpannya dilaci nakas. Setidaknya aku sudah merasakan
satu hari yang begitu indah dalam hidupku.
***
Aku berjalan
bersama teman-temanku, pagi hari dihalaman sekolah sangat ramai-terutama dekat
parkiran-. Dan jangan lupakan teriakan, jeritan, petikan dan semacamnya disini.
Aku menarik tangan Seohyun untuk mengajaknya mempercepat langkah menuju kelas.
“Wae ?” aku berbalik, seseorang meraih tanganku yang satunya dan
menahannya hingga aku tak bisa berjalan.
“Chanhee ?” ia tersenyum manis dan menepuk-nepuk pipiku lembut.
Dia- bukannya aku sudah tak memakai kalung itu ?
“Seohyun sunbae lepaskan genggaman tanganmu, aku pinjam Jihyun
noona dulu sebentar. Kalian masuk kelas saja” aku ingin mengintrupsi tapi
mereka berempat-chingudeulku- sudah melenggang pergi.
“Kajja” ia menarikku menerobos kerumunan orang. Yak! Jadi dari tadi
kami menjadi tontonan eoh ?
***
“Aku ada lagu untukmu” aku duduk disampingnya, ia mulai menekan
tuts piano mengiringi lagu yang akan dia nyanyikan. Untukku ? Bolehkah aku
bahagia sepenuhnya- ini bukan karena kalung itu bukan ?
Be my love. Need you girl Ojig naegeneun neobbuniya neodo aljanha
Chagaun barami bureo omyeon Son ggeute
seuchineun geu neuggimi ni gyeote neul ittneun geol...
Nae son jabajudeon neo bal majchueo geoddeon na
Dasi neoreul mannal geunaren ni du son nohji anheul
geoya
Nae mamsoge ojig neo Ne mamsoge ojig na
Seoro
dalmaganeun moseubi sarange bbajyeo ittdaneun geot
Gateun
haneul dareun got urin jamsi ddeoreojyeo
Jigeum
isungan yeongwonhi itjimalgo gioghae
Itulah
sepenggal lirik terakhir dari lagu yang ia nyanyikan. Saat ia memainkannya
dengan menatapku, sampai lagu itu berakhir. Sambil tersenyum, kukira kemarin
adalah hari paling indah untukku.
“Only U, Super Junior. Bukankah kau
sangat menyukai lagu ini ?” aku mengangguk.
“Kalau begitu aku akan menyanyikannya
untukmu setiap hari”
“Nam Jihyun, Nae Keoya!!”
***
Author POV
Kono-hana.
Ia tersenyum sebelum tubuhnya yang transparan itu tersamarkan oleh biru langit
dan akhirnya menghilang. Jihyun- titisan dari dewi Kono-hana, dan Chanhee
adalah Ninigi. ‘Semoga kau tak lagi egois Ninigi-chan’ gumaman suara lembut itu
terbang bersama angin.
Kono-hana atau
Sakuya-Hime, dewi kehidupanm putri bunga dan simbol dari kelembutan kehidupan
duniawi. Dewi yang membuat bunga bermekaran dimusim semi. Jika dulu Kono-hana
akan dinikahkan dengan Iha Naga(kakak Ninigi) sekarang Chanhee yang menyukai-
ah mencintai orang lain dan membangun tembok tinggi sebagai benteng dihatinya.
End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar