1.
Title
: In My Dream
2.
Author
: K. Fortuna
3.
Casts : Kim Kibum, Cho Hyunri, Kim
Heechul
4.
Lenght
: Songfict
5.
Rated : PG 15/PG 13
6.
Ganre : Romance, Sad, Angst etc. I
don’t know.
7.
Disclamer : In My Dream is one song of
tracklist 4th Album Super Junior[Bonamana]. Only Fiction not real. Don’t Copas
and Plagiat.
Story...............
(Geunyeoga dolaoneyo, mianhadago haneyo. Iksukhaetdeon, geuriun geu
songilro eorumanjyeoyo)
[Dia datang kembali berkata, bahwa dia sangat menyesal. Sentuhan
tangan lembut yang sangat kurindukan]
Seorang yeoja
menggenggam erat tangan namja yang sedang duduk dibangku putih taman ini. Taman
dengan dominasi populasi bunga mawar putih, itu sangat sejuk dengan pohon
sakura sebagai pembatasnya. Hanya mereka berdua saja disini. Taman yang takkan
pernah ada didunia ‘nyata’.
“Oppa.. mian. Aku menyesal. Sungguh, aku ingin kembali bersamamu.
Aku ingin melanjutkan mimpi kita membangun rumah kaca dengan berbagai bunga
ditamannya bukan ? aku paham jika kau membenciku. Tapi aku mohon.... jebal-lal
ttonagajima. Mianhada oppa” yeoja itu
menatap harap namja dihadapannya. Namja itu hanya tersenyum tipis menanggapi
ucapan yeoja dihadapannya.
“Cho Hyunri-ah... dengar, aku tidak pernah membencimu” ucap namja
itu lebut. Ia menyibak poni yang menutupi kening yeoja yang duduk disampingnya
yang kini menghadap kearahnya.
(Nal boneun ansseuron nungil, Deutgo sipdeon geu moksori,
Dajeonghage, ijen ulji malraneyeo)
[Dengan tatapan lembutnya padaku, Dan suaara yang indah sangat
kurindukan, lembut berkata menyuruhku untuk tidak menangis lagi]
“Kibum oppa, jeongmal saranghamnida” yeoja bernama Hyunri itu
menatap lembut namja yang dipanggil Kibum Oppa itu. Jemari mungilnya itu masih
menggenggam hangat jemari Kibum.
“Aku senang kau kembali lagi” Kibum menghambur kepelukkan hangat
yeoja-nya. Menyalurkan rasa rindu yang sangat dalam pada dirinya. Bahkan
julukan ice prince di perusahaan ia bekerja itu lenyap saat ia bersama
yeojanya. Buktinya ? tentu saja air mata bagai buih salju yang mencair itu
turun hingga kebahu sang yeoja.
“Uljima oppa. Mianhada,... membuatmu sakit hati karenaku. Maafkan
aku yang bodoh ini meninggalkanmu” yeoja itu semakin menenggelamkan wajahnya
dibahu sang namja.
(Neol, nae pume aneumyeon, Sarajyeo beorigo, Nunmuli heulreo
begaereul joksimyeon, Nan geujeya jameseo ggaeeoyo, Achimeun neul ireohge, My
Love~)
[Saat kudekap dengan erat dirimu dalam pelukku, Saat itu juga kau
menghilang, Air mata ini kembali membasahi bantalku, Selalu seperti ini pagi
hariku, My Love~]
“Jangan tinggalkan aku lagi Cho Hyunri. Atau aku akan benar-benar
lebih hancur dari sebelumnya” namja itu semakin mengeratkan pelukannya pada
sang yeoja.
Namun kau bisa
lihat sendiri apa yang terjadi!! Tubuh yeoja yang sedang dalam dekapan erat
namja itu perlahan menjadi bulu-bulu putih sebelum terbang berhamburan terbawa
angin. Namja itu hanya termangu memandangi bulu-bulu itu yang terbang
meninggalkan ia sendiri ditaman ini. Air mata bahagia itu kini berganti air
mata kepedihan yang keluar tanpa perintahnya. Image ‘Ice Prince’-nya lenyap
sudah.
***
“Hosh..hosh...hosh” nafas namja itu seperti atlit yang baru saja
menyelesaikan lari 2,5 km-nya. Keringat dingin bercucuran diwajah tampan namja
berkulit putih salju itu. Jejak air mata itu terlihat jelas mengikuti setiap
bentuk pahatan wajah tampannya. Cahaya matahari pagi yang masuk mendesak masuk
lewat celah-celah tirai yang tak sepenuhnya tertutup itu. Menandakan bahwa ia
harus kembali lagi kekehidupan ‘Nyata’-nya. Bayangan yeoja yang selalu berada
di setiap mimpinya dimalam hari.
(Youngwonhi idaero jamdeulgil baraedo, Youngwonho geunyeoro
ggaeeonado, Dasineun ggeumguji angireul baraedo, Oneuldo geunyeoro, naneun jam
deulsuga... isseo)
[Aku berhadap akan tertidur seperti ini selamanya, Dan terbangun
dengan merasakan kehadiranmu, Meskipun aku berharap ini bukan, Seperti hari
ini, aku tertidur dengan merasakan kehadirannya]
Cahaya bulan kini
menyinari bumi. Percikan-percikan cahayanya masuk melalui celah-celah ventilasi
udara yang tidak ditutup oleh tirai disebuah kamar bernuansa soft blue ocean.
Dingin. Seperti pemiliknya. Namja itu hanya duduk diatas rancang empuknya
menatap bulan yang dapat dilihat dari jendela yang tak ditutup tirai. Otaknya
kembali memutar film yang selalu tayang setiap ia terlelap didunia fantasi.
“Hah.......” helaan nafas namja itu terdengar jelas. Ia menaikkan
kedua kakinya yang awalnya menggantung itu keatas rancang dengan bed cover
garis gelombang biru tua itu.
“Apa salah jika aku berharap mimpi itu nyata” gumam namja itu
sambil tersenyum getir. Ia memejamkan matanya.
“Kenapa aku tak bisa lepas dari bayang-bayangmu ? hebat sekali
pesonamu Cho Hyunri!!” kembali ia masuk didunia fantasinya. Fantasinya bersama
yeojanya. Yeojanya jika ia berada didunia fantasi itu. Fantasi memang selalu
indah bukan ?
(Geunyeong utgo itneyo, Neomuna uraenmanijyo, Geureon moseub,
Geureohge bodo sipdeon naui geunyeongjyo)
[Dia tersenyum, Ini sungguh teramat sangat lama rasanya, Sesuatu
yang sudah sangat kurindukan]
“Kibum oppa” yeoja dengan dress putih selutut dengan lengan pendek
dan leher berbentuk ½ lingkaran itu berlari-lari kecil menuju namja yang kini
memandangnya sambil tersenyum lembut. Ia memasukkan tangannya dikedua saku
celananya. Cool. Ice Prince.
“hosh..hosh..hosh. mian membuat Eksekutif muda sepertimu menunggu
lama seperti ini” yeoja itu terlihat mengatur deru nafasnya yang tak beraturan.
Ia tersenyum menghadap Kibum. Namja yang sudah 2 tahun tak ia temui.
“Apapun untukmu Cho Hyunri-ah” sahut namja itu lembut. Hyunri
mematap mata Kibum. Jarak mereka hanya 1 meter saja.
(Geunyeoga geotgo isseoyo, Eoddeon saramgwa dajeonghi, Nae
gaseumeun, mogeubge naeri nulryeoyo)
[Dia gadisku bukan ? Dia menglangkah meninggalkanku memeluk orang
lain, Seketika hatiku hancur dan terasa sangat berat]
“Aku sudah menikah oppa, mian. Kau lihat namja dekat mobil Peugeot
307CC-Coupe perak itu. Dia Kim Heechul. Suamiku. Mian” Hyunri sudah memutar
badannya berlari menuju Heechul yang menyandarkan tubuhnya disamping mobil
dengan tangan ia lipat didepan dada. Sementara Kibum. Namja itu masih terpaku
ditempat. Inikah berita kepulangan yeojanya yang 2 tahun berada di Athena itu.
Dari sini Kibum
masih bisa melihat dengan jelas. Hyunri menghambur kepelukan namja yang entah
sejak kapan sudah menyadang sebagai suami Hyunri. Namja itu bahkan mencium
bibir Hyunri sekilas sebelum ia menyuruh Hyunri masuk kemobil. Setelah Hyunri
masuk, namja yang diketahui bernama Heechul itu melirik Kibum yang masih
termenung dan tersenyum sinis sebelum ia juga masuk kedalam mobilnya.
Kibum tersenyum
miris melihat mobil yang membawa yeojanya itu pergi. Ia memukul-mukul dadanya
kirinya sendiri. Air mata itu kembali mengalir diwajah tampannya. Selama 2
tahun ini rasanya masih sama.
(Ddo nan ggumeul ggungeojyeo, Sikeum ddam heureugo, Apaseo gieok
jochado sileun ggum, Nan, ojangil mueotdo, motahgo, Siganeuul bonaegetjyo.. My
Love~)
[Aku bermimpi bukaan ? keringat dingin membasahi tubuhku, Sungguh
menyakitkan harus bermimpi hari ini, Aku benci harus mengingat semua itu, Dan
tidak banyak yang bisa kulakukan, Akankah kita bersama lagi.. My Love~]
Keringat dingin
kembali membasahi tubuh terutama wajah namja itu. Selalu seperti itu kurang
lebihnya ketika ia bangun tidur. Tak ada lagi wajah tenang nan damai ketika
mata itu tertutup.
“Sakit Cho Hyunri babo!! Kenapa kau lakukan ini” namja itu mengusap
keringat dingin disekitar dahinya. Ia memejamkan matanya sejenak lalu
membukanya kembali. Tidur siang ternyata cukup buruk bagi namja ini.
“Jika kau ingin pergi,.. bawa sakit dari diriku ini. Jangan hanya
membawa hatiku!! Kau membuatku tampak bukan seperti manusia Cho Hyunri!! Manusia
tidak akan pernah bisa hidup tanpa hati”
Namja itu menyibak
selimut yang membalut tubuhnya. Walaupun saat ini adalah siang hari, namun ini
sudah memasukki bulan Desember. Sudah bisa ditebak apa yang terjadi disini.
Winter. Salju. Coklat hangat. Itu pikiranmu saja!! Namja itu bangkit menuju
kamar mandi. Mencuci muka untuk sedikit menjernihkan pikirannya. Mandi terlalu
dingin chagiya~. Kecuali kau ingin menjadi beku!!
(Ije heuryeojil mando hande, Geunyeoneun jeomjeom jiteogayo)
[Perlahan semuanya mulai memudar, Tetapi bayanganmu semakin kuat]
Namja itu
berbaring disofa cream diruang tengah apartemantnya. Matanya menatap atap
berwarna putih bersih itu. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Semakin ia
mengerjapkan matanya, bayangan itu semakin jelas dimatanya.
“Cho Hyunri” bayangan yeoja itu semakin jelas. Yeoja itu tersenyum
dihadapan Kibum. Hati namja itu kembali berdesir. Senyuman paling indah dan
membuat dunianya indah.
(Eoje ggumeseocheoreom, oreul naege wayo, Ijeneun honja, jamdeulji
ange)
[Seperti mimpiku kemarin, hari ini dia juga datang padaku sekarang,
Aku tak akan bangun dari tidur lagi]
Ditaman bernuansa
putih itu lagi. Putih dengan bunga mawar putih yang tumbuh secara liar disana.
Namja dengan memakai kemeja putih dengan kancing paling atas dibuka dipadu
dengan celana hitam itu berdiri dibawah pohon sakura yang rindang.
Matanya terpejam
untuk sesaat merasakan angin hangat yang menerpa wajahnya. Bukankah sedang
musim dingin ? hey... sadarlah! Ini mimpi!! Apapun bisa terjadi disini
chagiya~. Namja itu membuka matanya perlahan saat hidung mancungnya menghirup
aroma Sweet pear. Aroma yeojanya.
“Cho Hyunri~. Kau datang juga” sebuah senyuman manis mengembang
saat ia melihat yeoja yang dinantinya berada tak jauh darinya. Yeoja itu dengan
langkah anggun berjalan santai mendekatinya. angin sepoi-sepoi itu
mengacak-acak rambut hitam bergelombangnya. Menambah pesonanya di mata Kim
Kibum.
‘Kapan ini menjadi nyata ?’ batin namja itu bergejolak.
(Oneul geudael dashi, bolsuman itdamyeon, Geureolsuitdamyeon dolaomyeon)
[Jika aku bisa melihatmu hari ini, Seandainya aku dapat
mengulanginya kembali, Dan jika benar kau kembali]
“Hati-hati disana. Jangan ikat rambutmu!! Aku takut saat
namja-namja disana melihat lehermu yang indah, mereka akan menyukaimu dan aku
tidak suka itu” Kibum membuang mukanya dari yeoja yang berada dihadapannya ini.
“Oppa, aku akan kembali. Kau tenang saja, aku akan kembali dan
mengambil hatiku yang kutitipkan padamu. Aku hanya 2 tahun disana oppa. Aku
janji akan sering-sering menghubungimu” yeoja itu meraih tangan yang dibalut
sarung tangan abu-abu polos itu.
“Kau percaya padaku bukan ?” Namja itu kini menatap yeoja yang ada
dihadapannya. Ia mengangguk sambil tersenyum.
Cup
Singkat. Namja itu
mencium pipi yeoja yang sudah memerah karena udara dingin dan sekarang lebih
memerah lagi karena kecupan singkat dari namjachingu-nya itu.
“Aku pergi oppa” yeoja itu membalikkan badannya. Namun belum sampai
5 detik sebuah tangan melilit lehernya yang sudah dililit syal biru tua untuk
menghalangi udara dingin menyentuh kulit lehernya.
“Sebentar saja”
“Ini airport oppa. Tempat umum” sahut yeoja itu. Tapi namja itu
tidak membalas. Dengan menghela nafas mereka bertahan pada posisi itu selama
lebih dari 5 menit hingga waktu dan ruang memisahkan mereka.
(Hanbeonman ne gyeote, jamdeulsuitdamyeon, geureolsuitdamyeon)
[Seandainya kau menemaniku sekali lagi, Jika itu benar terjadi]
Kibum berdiri
ditaman kota dekat Inha University. Univesitasnya dulu dan yeojanya. Tempat
yeojanya berjanji akan kembali padanya ditempat ini. Namun ia kembali ketempat
ini untuk mengambil hatinya kemudian memberikannya pada namja lain.
“Jika tahu kau akan kembali dalam keadaan seperti ini, aku tak akan
membiarkanmu pergi waktu itu” ia membiarkan salju itu menyentuh kulitnya. Ia
memasukkan tangannya ke saku celananya. Meninggalkan tempat ini. Hari ini sudah
3 tahun dari kejadian itu berlangsung.
(Geudaero ggaeji angosipeo, Jami deulsuitdamyeon)
[Aku berharap aku tidak akan bangun, Saat aku mulai terlelap]
Kibum POV
Aku sudah
berbaring ditempat tidurku. Bersiap memasuki mimpiku. Dunia fantasiku. Dunia
dimana aku dapat bahagia. Kupejamkan mataku untuk memulai kisahku didunia bawah
sadar ini.
“Tuhan. Kenapa kau menciptakan dunia fantasi yang begitu indah
untuk ditempati. Aku ingin berada disana selamanya. Tuhan.. ijinkan aku terus
berada disana. Jika kau tak menyediakan kebahagiaan dan keindahan itu diduniaku
yang ‘Nyata’. Jebal...”
Bahkan sebelum
memasuki alam mimpi kurasa mataku yang sudah terpejam ini memanas. Air mata.
Kenapa kalian begitu banyak ? Cho Hyunri- tunggu aku. Hingga akhirnya sukma ini
berjalan memasuki dunia indah. Siapapun!! Jangan bangunkan aku!!
End
Song
by :
Super Junior
In My Dream
Tidak ada komentar:
Posting Komentar