About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

In My Dream [Kim Kibum]


1.             Title                   : In My Dream
2.             Author               : K. Fortuna
3.             Casts                  : Kim Kibum, Cho Hyunri, Kim Heechul
4.             Lenght               : Songfict
5.             Rated                 : PG 15/PG 13
6.             Ganre                 : Romance, Sad, Angst etc. I don’t know.
7.             Disclamer           : In My Dream is one song of tracklist 4th Album Super Junior[Bonamana]. Only Fiction not real. Don’t Copas and Plagiat.

Story...............

(Geunyeoga dolaoneyo, mianhadago haneyo. Iksukhaetdeon, geuriun geu songilro eorumanjyeoyo)
[Dia datang kembali berkata, bahwa dia sangat menyesal. Sentuhan tangan lembut yang sangat kurindukan]
            Seorang yeoja menggenggam erat tangan namja yang sedang duduk dibangku putih taman ini. Taman dengan dominasi populasi bunga mawar putih, itu sangat sejuk dengan pohon sakura sebagai pembatasnya. Hanya mereka berdua saja disini. Taman yang takkan pernah ada didunia ‘nyata’.
“Oppa.. mian. Aku menyesal. Sungguh, aku ingin kembali bersamamu. Aku ingin melanjutkan mimpi kita membangun rumah kaca dengan berbagai bunga ditamannya bukan ? aku paham jika kau membenciku. Tapi aku mohon.... jebal-lal ttonagajima. Mianhada oppa” yeoja itu menatap harap namja dihadapannya. Namja itu hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan yeoja dihadapannya.
“Cho Hyunri-ah... dengar, aku tidak pernah membencimu” ucap namja itu lebut. Ia menyibak poni yang menutupi kening yeoja yang duduk disampingnya yang kini menghadap kearahnya.
(Nal boneun ansseuron nungil, Deutgo sipdeon geu moksori, Dajeonghage, ijen ulji malraneyeo)
[Dengan tatapan lembutnya padaku, Dan suaara yang indah sangat kurindukan, lembut berkata menyuruhku untuk tidak menangis lagi]
“Kibum oppa, jeongmal saranghamnida” yeoja bernama Hyunri itu menatap lembut namja yang dipanggil Kibum Oppa itu. Jemari mungilnya itu masih menggenggam hangat jemari Kibum.
“Aku senang kau kembali lagi” Kibum menghambur kepelukkan hangat yeoja-nya. Menyalurkan rasa rindu yang sangat dalam pada dirinya. Bahkan julukan ice prince di perusahaan ia bekerja itu lenyap saat ia bersama yeojanya. Buktinya ? tentu saja air mata bagai buih salju yang mencair itu turun hingga kebahu sang yeoja.
“Uljima oppa. Mianhada,... membuatmu sakit hati karenaku. Maafkan aku yang bodoh ini meninggalkanmu” yeoja itu semakin menenggelamkan wajahnya dibahu sang namja.
(Neol, nae pume aneumyeon, Sarajyeo beorigo, Nunmuli heulreo begaereul joksimyeon, Nan geujeya jameseo ggaeeoyo, Achimeun neul ireohge, My Love~)
[Saat kudekap dengan erat dirimu dalam pelukku, Saat itu juga kau menghilang, Air mata ini kembali membasahi bantalku, Selalu seperti ini pagi hariku, My Love~]
“Jangan tinggalkan aku lagi Cho Hyunri. Atau aku akan benar-benar lebih hancur dari sebelumnya” namja itu semakin mengeratkan pelukannya pada sang yeoja.
            Namun kau bisa lihat sendiri apa yang terjadi!! Tubuh yeoja yang sedang dalam dekapan erat namja itu perlahan menjadi bulu-bulu putih sebelum terbang berhamburan terbawa angin. Namja itu hanya termangu memandangi bulu-bulu itu yang terbang meninggalkan ia sendiri ditaman ini. Air mata bahagia itu kini berganti air mata kepedihan yang keluar tanpa perintahnya. Image ‘Ice Prince’-nya lenyap sudah.
***
“Hosh..hosh...hosh” nafas namja itu seperti atlit yang baru saja menyelesaikan lari 2,5 km-nya. Keringat dingin bercucuran diwajah tampan namja berkulit putih salju itu. Jejak air mata itu terlihat jelas mengikuti setiap bentuk pahatan wajah tampannya. Cahaya matahari pagi yang masuk mendesak masuk lewat celah-celah tirai yang tak sepenuhnya tertutup itu. Menandakan bahwa ia harus kembali lagi kekehidupan ‘Nyata’-nya. Bayangan yeoja yang selalu berada di setiap mimpinya dimalam hari.
(Youngwonhi idaero jamdeulgil baraedo, Youngwonho geunyeoro ggaeeonado, Dasineun ggeumguji angireul baraedo, Oneuldo geunyeoro, naneun jam deulsuga... isseo)
[Aku berhadap akan tertidur seperti ini selamanya, Dan terbangun dengan merasakan kehadiranmu, Meskipun aku berharap ini bukan, Seperti hari ini, aku tertidur dengan merasakan kehadirannya]
            Cahaya bulan kini menyinari bumi. Percikan-percikan cahayanya masuk melalui celah-celah ventilasi udara yang tidak ditutup oleh tirai disebuah kamar bernuansa soft blue ocean. Dingin. Seperti pemiliknya. Namja itu hanya duduk diatas rancang empuknya menatap bulan yang dapat dilihat dari jendela yang tak ditutup tirai. Otaknya kembali memutar film yang selalu tayang setiap ia terlelap didunia fantasi.
“Hah.......” helaan nafas namja itu terdengar jelas. Ia menaikkan kedua kakinya yang awalnya menggantung itu keatas rancang dengan bed cover garis gelombang biru tua itu.
“Apa salah jika aku berharap mimpi itu nyata” gumam namja itu sambil tersenyum getir. Ia memejamkan matanya.
“Kenapa aku tak bisa lepas dari bayang-bayangmu ? hebat sekali pesonamu Cho Hyunri!!” kembali ia masuk didunia fantasinya. Fantasinya bersama yeojanya. Yeojanya jika ia berada didunia fantasi itu. Fantasi memang selalu indah bukan ?
(Geunyeong utgo itneyo, Neomuna uraenmanijyo, Geureon moseub, Geureohge bodo sipdeon naui geunyeongjyo)
[Dia tersenyum, Ini sungguh teramat sangat lama rasanya, Sesuatu yang sudah sangat kurindukan]
“Kibum oppa” yeoja dengan dress putih selutut dengan lengan pendek dan leher berbentuk ½ lingkaran itu berlari-lari kecil menuju namja yang kini memandangnya sambil tersenyum lembut. Ia memasukkan tangannya dikedua saku celananya. Cool. Ice Prince.
“hosh..hosh..hosh. mian membuat Eksekutif muda sepertimu menunggu lama seperti ini” yeoja itu terlihat mengatur deru nafasnya yang tak beraturan. Ia tersenyum menghadap Kibum. Namja yang sudah 2 tahun tak ia temui.
“Apapun untukmu Cho Hyunri-ah” sahut namja itu lembut. Hyunri mematap mata Kibum. Jarak mereka hanya 1 meter saja.
(Geunyeoga geotgo isseoyo, Eoddeon saramgwa dajeonghi, Nae gaseumeun, mogeubge naeri nulryeoyo)
[Dia gadisku bukan ? Dia menglangkah meninggalkanku memeluk orang lain, Seketika hatiku hancur dan terasa sangat berat]
“Aku sudah menikah oppa, mian. Kau lihat namja dekat mobil Peugeot 307CC-Coupe perak itu. Dia Kim Heechul. Suamiku. Mian” Hyunri sudah memutar badannya berlari menuju Heechul yang menyandarkan tubuhnya disamping mobil dengan tangan ia lipat didepan dada. Sementara Kibum. Namja itu masih terpaku ditempat. Inikah berita kepulangan yeojanya yang 2 tahun berada di Athena itu.
            Dari sini Kibum masih bisa melihat dengan jelas. Hyunri menghambur kepelukan namja yang entah sejak kapan sudah menyadang sebagai suami Hyunri. Namja itu bahkan mencium bibir Hyunri sekilas sebelum ia menyuruh Hyunri masuk kemobil. Setelah Hyunri masuk, namja yang diketahui bernama Heechul itu melirik Kibum yang masih termenung dan tersenyum sinis sebelum ia juga masuk kedalam mobilnya.
            Kibum tersenyum miris melihat mobil yang membawa yeojanya itu pergi. Ia memukul-mukul dadanya kirinya sendiri. Air mata itu kembali mengalir diwajah tampannya. Selama 2 tahun ini rasanya masih sama.
(Ddo nan ggumeul ggungeojyeo, Sikeum ddam heureugo, Apaseo gieok jochado sileun ggum, Nan, ojangil mueotdo, motahgo, Siganeuul bonaegetjyo.. My Love~)
[Aku bermimpi bukaan ? keringat dingin membasahi tubuhku, Sungguh menyakitkan harus bermimpi hari ini, Aku benci harus mengingat semua itu, Dan tidak banyak yang bisa kulakukan, Akankah kita bersama lagi.. My Love~]
            Keringat dingin kembali membasahi tubuh terutama wajah namja itu. Selalu seperti itu kurang lebihnya ketika ia bangun tidur. Tak ada lagi wajah tenang nan damai ketika mata itu tertutup.
“Sakit Cho Hyunri babo!! Kenapa kau lakukan ini” namja itu mengusap keringat dingin disekitar dahinya. Ia memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali. Tidur siang ternyata cukup buruk bagi namja ini.
“Jika kau ingin pergi,.. bawa sakit dari diriku ini. Jangan hanya membawa hatiku!! Kau membuatku tampak bukan seperti manusia Cho Hyunri!! Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa hati”
            Namja itu menyibak selimut yang membalut tubuhnya. Walaupun saat ini adalah siang hari, namun ini sudah memasukki bulan Desember. Sudah bisa ditebak apa yang terjadi disini. Winter. Salju. Coklat hangat. Itu pikiranmu saja!! Namja itu bangkit menuju kamar mandi. Mencuci muka untuk sedikit menjernihkan pikirannya. Mandi terlalu dingin chagiya~. Kecuali kau ingin menjadi beku!!
(Ije heuryeojil mando hande, Geunyeoneun jeomjeom jiteogayo)
[Perlahan semuanya mulai memudar, Tetapi bayanganmu semakin kuat]
            Namja itu berbaring disofa cream diruang tengah apartemantnya. Matanya menatap atap berwarna putih bersih itu. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Semakin ia mengerjapkan matanya, bayangan itu semakin jelas dimatanya.
“Cho Hyunri” bayangan yeoja itu semakin jelas. Yeoja itu tersenyum dihadapan Kibum. Hati namja itu kembali berdesir. Senyuman paling indah dan membuat dunianya indah.
(Eoje ggumeseocheoreom, oreul naege wayo, Ijeneun honja, jamdeulji ange)
[Seperti mimpiku kemarin, hari ini dia juga datang padaku sekarang, Aku tak akan bangun dari tidur lagi]
            Ditaman bernuansa putih itu lagi. Putih dengan bunga mawar putih yang tumbuh secara liar disana. Namja dengan memakai kemeja putih dengan kancing paling atas dibuka dipadu dengan celana hitam itu berdiri dibawah pohon sakura yang rindang.
            Matanya terpejam untuk sesaat merasakan angin hangat yang menerpa wajahnya. Bukankah sedang musim dingin ? hey... sadarlah! Ini mimpi!! Apapun bisa terjadi disini chagiya~. Namja itu membuka matanya perlahan saat hidung mancungnya menghirup aroma Sweet pear. Aroma yeojanya.
“Cho Hyunri~. Kau datang juga” sebuah senyuman manis mengembang saat ia melihat yeoja yang dinantinya berada tak jauh darinya. Yeoja itu dengan langkah anggun berjalan santai mendekatinya. angin sepoi-sepoi itu mengacak-acak rambut hitam bergelombangnya. Menambah pesonanya di mata Kim Kibum.
‘Kapan ini menjadi nyata ?’ batin namja itu bergejolak.
(Oneul geudael dashi, bolsuman itdamyeon, Geureolsuitdamyeon dolaomyeon)
[Jika aku bisa melihatmu hari ini, Seandainya aku dapat mengulanginya kembali, Dan jika benar kau kembali]
“Hati-hati disana. Jangan ikat rambutmu!! Aku takut saat namja-namja disana melihat lehermu yang indah, mereka akan menyukaimu dan aku tidak suka itu” Kibum membuang mukanya dari yeoja yang berada dihadapannya ini.
“Oppa, aku akan kembali. Kau tenang saja, aku akan kembali dan mengambil hatiku yang kutitipkan padamu. Aku hanya 2 tahun disana oppa. Aku janji akan sering-sering menghubungimu” yeoja itu meraih tangan yang dibalut sarung tangan abu-abu polos itu.
“Kau percaya padaku bukan ?” Namja itu kini menatap yeoja yang ada dihadapannya. Ia mengangguk sambil tersenyum.
Cup
            Singkat. Namja itu mencium pipi yeoja yang sudah memerah karena udara dingin dan sekarang lebih memerah lagi karena kecupan singkat dari namjachingu-nya itu.
“Aku pergi oppa” yeoja itu membalikkan badannya. Namun belum sampai 5 detik sebuah tangan melilit lehernya yang sudah dililit syal biru tua untuk menghalangi udara dingin menyentuh kulit lehernya.
“Sebentar saja”
“Ini airport oppa. Tempat umum” sahut yeoja itu. Tapi namja itu tidak membalas. Dengan menghela nafas mereka bertahan pada posisi itu selama lebih dari 5 menit hingga waktu dan ruang memisahkan mereka.
(Hanbeonman ne gyeote, jamdeulsuitdamyeon, geureolsuitdamyeon)
[Seandainya kau menemaniku sekali lagi, Jika itu benar terjadi]
            Kibum berdiri ditaman kota dekat Inha University. Univesitasnya dulu dan yeojanya. Tempat yeojanya berjanji akan kembali padanya ditempat ini. Namun ia kembali ketempat ini untuk mengambil hatinya kemudian memberikannya pada namja lain.
“Jika tahu kau akan kembali dalam keadaan seperti ini, aku tak akan membiarkanmu pergi waktu itu” ia membiarkan salju itu menyentuh kulitnya. Ia memasukkan tangannya ke saku celananya. Meninggalkan tempat ini. Hari ini sudah 3 tahun dari kejadian itu berlangsung.
(Geudaero ggaeji angosipeo, Jami deulsuitdamyeon)
[Aku berharap aku tidak akan bangun, Saat aku mulai terlelap]
Kibum POV
            Aku sudah berbaring ditempat tidurku. Bersiap memasuki mimpiku. Dunia fantasiku. Dunia dimana aku dapat bahagia. Kupejamkan mataku untuk memulai kisahku didunia bawah sadar ini.
“Tuhan. Kenapa kau menciptakan dunia fantasi yang begitu indah untuk ditempati. Aku ingin berada disana selamanya. Tuhan.. ijinkan aku terus berada disana. Jika kau tak menyediakan kebahagiaan dan keindahan itu diduniaku yang ‘Nyata’. Jebal...”
            Bahkan sebelum memasuki alam mimpi kurasa mataku yang sudah terpejam ini memanas. Air mata. Kenapa kalian begitu banyak ? Cho Hyunri- tunggu aku. Hingga akhirnya sukma ini berjalan memasuki dunia indah. Siapapun!! Jangan bangunkan aku!!
End
Song by :
Super Junior

In My Dream

Tidak ada komentar:

Posting Komentar