About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

Late Autumn [Cho Kyuhyun]


1.      Title                 : Late Autumn
2.      Author             : Fortunia Ryu
3.      Casts               : Cho Kyuhyun, Lian, and other casts find by ur self.
4.      Length             : Songfict
5.      Rated              : PG 13/PG 15
6.      Genre              : AU, Memories.
7.      Disclaimer       : Story is Mine. Typo(s) anywhere. No Plagiat. Ff yang muncul dengan sendirinya. Lagu kesukaan author dari semua lagu yang pernah author denger yang pernah dinyanyiin solo ama si Evil#dijewer Evil. Cukup curhatnya.

Story....


Ot jangeul yeoreo bo asseo
Myeot beori nune ttwi eosseo
Jogeum ireun geot gat jiman i beosseo
Geo-ul apnae moseubeun geuttae geu moseub

Aku membuka lemari
Beberapa pakaian tertangkap mataku
Meskipun aku pikir itu sedikit lebih awal, aku memakainya
Berdiri di depan cermin, aku terlihat sama seperti waktu itu

Aku terbangun menatap matahari yang mulai meninggi pagi ini. Berjalan menyibak gorden crem dengan hiasan bunga dari kain flanel yang bermacam-macam. Suara burung yang berkicau dengan sinar matahari pagi yang cukup cerah. Aku berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Kubuka lemari pakaian berwarna putih gading yang terbuat dari kayu yang diukir. Gardigan putih, kaos abu-abu lengan pendek dan celana hitam. Kenapa aku merasa seperti saat aku akan bertemu dengannya dulu ? Musim dingin memang belum datang dan cuaca cukup hangat. Aku mengambil ponselku dan menyentuh layarnya mengetikan beberapa angka lalu mendekatkannya ketelinga kiriku.
“Yeobosaeyo”
“Yeobosaeyo. Appa, hari ini aku ijin tidak kerumah sakit” ucapku sambil menatap pantulan diriku di cermin dengan tinggi 2 m.
“Waeyo ? Apa kau ingin ketempatnya lagi seperti tahun-tahun sebelumnya Kyu ? Appa mohon padamu, mulailah hidup tanpanya. Jangan seperti ini. Appa berterima kasih padanya karenanya kau dapat hidup seperti saat ini tapi Kyu, appa juga ingin aku seperti putra teman-teman appa. Menikah dan memiliki anak” aku menghela nafas.
“Bukan. Hari ini aku tak akan pergi menemuinya. Ada sesuatu yang ingin aku lakukan appa” ujarku lemah. Entah aku sanggup atau tidak. Mengingat semuanya kembali. Tapi aku ingin mengingat segalanya tentangnya, saat-saat ia tertawa disisiku. Mewarnai hidupku. Walau pada akhirnya air mataku turun karena tak sanggup mengingatnya.
“Baiklah” aku menutup telepon setelah mendengar jawaban dari appa.

Ssaneul haeseo deo johasseo
Golmogeun hae ga jiryeo hae
Keopi hyangi geuttaero nal teryeo ga
Sho windou gyeo-ul oseul bara bodeon geuttaero

Aku lebih menyukainya karena itu dingin
Matahari terbenam di jalanan
Aroma kopi membawaku ke masa itu
Ketika aku melihat pakaian musim dingin melalui jendela toko

            Aku menghirup udara sedalam-dalamnya. Merasakan hangatnya matahari pagi dan segarnya udara akhir musim panas. Aku meneguk kopi dalam genggamanku sambil terus melangkah. Jalan ini. Tempat dimana aku bertemu dengannya. Banyak orang yang menatapku aneh. Pagi yang hangat dengan pakaian musim dingin. Ck, aku tak peduli. Aku hanya ingin memakai ini saja.
****

“Yak!! Apa yang kau lakukan ?” aku hanya terdiam. Tubuhku terasa kaku bahkan aku belum tersadar sepenuhnya dari kejadian yang baru saja aku alami. Yeoja itu memuntunku memepi tapi aku merasa tubuhku melemas. Jantungku. Aigoo~
“Yak, Ahgassi!!” seseorang memepuk-nepuk pipiku tapi aku hanya bisa tertunduk dan meringis ditepi jalan sebelum kesadaranku menghilang tiba-tiba.
***
            Aku membuka mataku perlahan. Silau. Kukerjap-kerjapkan mataku berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kepupil mataku. Bayangan seorang gadis yang awalnya tak jelas kini dapat kulihat dengan jelas.
“Kau sudah bangun. Biar aku panggilkan dokter Cho dulu” aku hanya terdiam melihatnya keluar dari ruang rawatku. Ternyata aku masih hidup, aku pikir aku sudah mati. Tak lama aku melihat appa dan 2 orang perawat dan yeoja yang tadi menolongku mengekor dibelakang mereka. Appa memeriksa denyut nadi dan tekanan darahku.
“Kau harus lebih hati-hati lagi Kyuhyun-ah, appa sudah bilang jangan beraktivitas yang membuatmu lelah, jangan berlari, jangan pergi sendiri tanpa supir atau pengawal. Kenapa kau melanggarnya Kyu ?” aku hanya terdiam. Aku merasa tak berguna bagi mereka. Aku hanya menyusahkan mereka saja. Mungkin lebih baik aku mati saja.
“Baiklah appa keluar dulu. Tetap istirahat. Ahgassi terima kasih karena telah menolong putraku. Tapi bisakah anda menjaganya sebenatar karena aku harus menangani pasien lain dan sebentar lagi akan ada orang yang menjaganya. bisakah kau menjaganya sebenatar” dari ekor mataku aku melihat yeoja itu mengangguk ringan lalu duduk dikursi dekat ranjang setelah appa dan kedua perawat itu pergi. Kami terdiam cukup lama. Aku tak mengenalnya jadi untuk apa memulai pembicaraan dengannya.
“Sepertinya musim gugur tahun ini akan datang lebih awal padahal ini masih musim panas tapi udara sudah mulai dingin” aku tetap diam tak menanggapi ucapannya.
“Aku baru tahu kau putra pemilik rumah sakit ini, pantas saja tadi beliau begitu panik saat aku membawamu kemari. Memangnya kau sakit apa ?” aku tetap diam dengan pandangan mata tertuju keluar jendela. Langit gelap ditengah-tengah musim panas. Memang cukup aneh.
“Kau tahu aku iri padamu tuan. Orang tuamu begitu menyayangimu, sesibuk apapun mereka, mereka masih memperhatikanmu. Kau beruntung, sangat beruntung. Seharusnya kau menjalani hidupmu dengan baik. Aku tadi melihatmu menyebrang dengan tatapan mata kosong bahkan kau tak mendengar saat orang-orang meneriakimu. Sebenarnya kau ada masalah apa ? Mungkin dengan bercerita kau kan sedikit merasa lega” aku memutar bola mataku kesal. Ck, yeoja memang cerewet.
“Kau tak akan mengerti. Orang sepertimu tak akan pernah mengerti masalahku” ucapku ketus.
“Setiap orang memiliki masalah yang berbeda-beda. Contohnya saja aku. Orang tuaku sibuk dengan dirinya sendiri, secara material mungkin kebutuhanku tercukupi dan kasih sayang ? Aku bahkan tak dapat melihat wajah mereka setiap hari. Jadi aku memutuskan untuk pindah kemari, berharap hidup disini akan lebih baik. Kajja ceritakan masalahmu” gadis yang menarik. Ia mengatakannya dengan senyum tanpa ada raut kesedihan secuilpun dibalik matanya.
“Kau lebih beruntung daripada aku. Aku tak bisa hidup bebas sepertimu. Bahkan yeojachingu- ah ani. Mantan yeojachinguku sendiri memutuskanku karena aku penyakitan. Ck, kata mereka aku lemah. Aku menghentikan kuliahku karena aku tak sanggup mendengarnya setiap hari. Orang tuaku- aku tak tahu harus bagaimana. Aku tak bisa menjaga mereka. Bahkan aku tak bisa menjaga diriku sendiri. Aku lemah, jantung ini. Aku membencinya” desisku lirih pada akhir kalimat.
“Jika aku yang menjadi dirimu aku tak akan mempermasalahkannya. Aku akan membuat orang tuaku merasa memiliki anak. Walau orang mengatakan aku lemah. Kau tahu, tak banyak orang memiliki orang tua seperti orang tuamu. Kau hanya perlu menunjukan sedikit saja pada orang tuamu bahwa kau bisa. Walau kau berbeda dengan orang pada umumnya tapi kau bisa melakukannya. Menjadi dokter aku pikir itu bukan sesuatu yang buruk”

Barameul masheo bo-asseo
Gaseum do bogopa haeseo
Han-gyeol na ajin gaseumeun jae chokhae
Himdeun bami ogi jeone dora gajago

Aku mencoba untuk menghirup angin karena hatiku kehilangan dirimu
Hatiku terasa jauh lebih baik dan mempercepatku
Mari kita kembali sebelum malam yang berat datang

            Aku memasuki sebuah cafe dikawasan Nowon dekat tempat tinggalku. Seharusnya ini sudah memasuki musim gugur tapi mengapa hari masih panas seperti ini ? aku menghampiri seorang namja yang duduk didekat pintu memudahkanku mengenalinya.
“Annyeong hyeong” aku duduk didepannya. Matanya menelisik diriku. Hey ! memangnya kenapa ? Ada yang aneh dengan diriku ? Aku rasa tidak. Aish, membuat risih saja.
“Waeyo hyeong ?” ia mengfokuskan tatapan matanya padaku.
“Ckck, tak kusangka. Sepertinya adikku berbakat menjadi peramal” aku mencerna kata-katanya. Adik ? Bukankah adiknya hanya Lian dan Lian sudah-
“Dia mengatakan padaku bahwa ia sangat menyayangimu, ia tak ingin saat dirinya sudah tak ada disampingmu kau tetap akan tersenyum” aku menghela nafas. Babo Yeoja!!
“Untuk apa aku tersenyum sedangkan alasanku untuk tersenyum sudah tak ada. Lebih baik aku hidup dalam keterbatasan daripada aku sehat seperti sekarang tanpa dirinya. Adikmu sungguh bodoh hyeong. Ia membuatku jatuh cinta padanya dan meninggalkanku setelahnya, tanpa memberiku waktu untuk mengungkapkannya” rahang wajahnya mengeras tanda ia marah. Mungkin karena aku menjelek-jelekkan adiknya. Tapi sungguh aku begitu mencintainya hingga aku membenci diriku sendiri karena tak dapat mengendalikan perasaanku.
“Ini adalah yang ia tak mau. Banyak orang menyayangimu dan berharap kau sembuh. Kau memiliki masa depan yang cerah dan panjang. Orangtuamu begitu menyayangimu. Tapi dibanding dengan kami- aku dan Lian, bahkan orang tuaku berencana menjual Lian untuk mendapat uang untuk kesenangan mereka sendiri. Ini alasan sebenarnya Lian memberikan jantungnya untukmu. Bukan karena dia semata-mata mencintaimu. Ia berpikir akan lebih berguna jika jantung itu untukmu. Sebenarnya Lian tak ingin aku mengatakan ini padamu tapi kupikir kau perlu tahu. Dan ini- surat dari Lian yang baru bisa aku sampaikan padamu. Aku pergi, jalani hidupmu dengan baik jangan seperti ini” aku menatap amplop berwarna coklat tua bergaris-garis hitam. ‘Cho Kyuhyun’ itulah yang tertulis didepan amplop itu.

Geurae neo yeosseo nal terigo na on-geon
Nae jumeoni sok nae soneul kkok jabdeon
Geuhae neut ga-eul ye neo, ijen eodireul geot ni
Neoye balsori ga geuriwo

Ya, itu kau yang membawaku keluar dari sana
Kau menggenggam erat tanganku yang ada di sakuku
Kau selama akhir musim gugur tahun itu
Di mana kau berjalan sekarang?
Aku merindukan suara langkah kakimu

            Babo yeoja!! Kenapa kau meninggalkanku. Dulu, ditaman ini- bukankah aku memintamu untuk menungguku. Jika kau tak bisa mengapa memenuhinya kenapa keu menyanggupinya ?. Mengapa membuatku berantakan tanpa dirimu ? Lian- apa bedanya kau dengan Hyehwa ? Hah, tentu saja kalian berbeda. Hyehwa meninggalkanku karena tahu aku ini penyakitan sedangkan kau meninggalkanku untuk diriku- walau bagian dari dirimu tetap bersamaku. Aku tak puas jika hanya bersama bagian dari dirimu bukan dirimu seutuhnya. Aku akui aku serakah.
            Kumasukan tangan kananku kesaku celana panjangku. Mengambil amplop yang tadi siang belum sempat kubaca. Membuka amplopnya dan mengambil sepucuk kertas putih yang berisi tulisan tangannya.
            ‘Kyuhyun-ah, maaf aku berbohong. Keluargaku lebih dari itu. Maaf aku tak dapat menceritakannya padamu karena aku tak sanggup. Ketika melihatmu satu hal yan terlintas dalam pikiranku. Aku ingin membuatmu memiliki semangat untuk hidup, kau begitu beruntung dan sekarang aku merasa berguna. Aku- menyayangimu lebih dari sekedar teman. Maaf. Aku tahu aku lancang. Masuk dalam kehidupanmu secara tiba-tiba dan menghilang secata tiba-tiba pula. Anggaplah aku angin musim gugur. Menemanimu dalam kediaman. Aku selalu berdo’a untuk kebahagaianmu Kyu. Lanjutkan hidupmu. Aku tak ingin seperti yeojachingu yang lain pergi meninggalkanmu tanpa permisi walau aku memang bukan yeojachingumu. Lian’ aku menutup kertas dan memasukkannya kembali kedalam amplop. Dalam sesalku hanya satu. Andai aku menyatakannya waktu itu- mungkin setidaknya aku dapat mendengar pernyataan bahwa ia juga mencintaiku. Secara langsung.
            Aku melangkahkan kakiku meninggalkan taman ini. Malam semakin larut dan udara sedikit dingin mungkin sekitar 17˚C. Aku memasukkan tanganku kesaku cardigan putih yang kupakai. Syal biru muda pemberiannya kurapikan agar lebih menghangatkan leherku. Jalan dengan pohon ek disamping kanan kiri jalan. Ini memang jalan yang diperuntukan untuk pejalan kaki. Ingatan itu- masih jelas terekam diingatanku. Saat terakhir aku melihat wajahmu. Satu-satunya orang yang dapat menghangatkan hatiku di musim gugur yang dingin.

Geurae neo yeosseo ga-eul eul gareu chyeojun
Galsaek geuri umi kkeuti eobtneun bam
Daga-ol nae gyeo ureul, ije junbihae ya hae
Bami gilgo gin nae gyeo-ureul
Niga neomu manheun nae gyeo-ureul

Ya, itu kau yang mengajariku musim gugur
Sebuah malam dengan jalan cokelat panjang tak berujung
Aku harus mempersiapkan diri untuk musim dingin yang mendekatiku
Musim dinginku yang memiliki malam yang panjang
Musim dinginku yang memiliki dirimu lebih banyak

            Kami terus berjalan berdampingan. Walau angin malam musim gugur tak baik untuk kesehatanku, aku ingin bersamanya. Entah mengapa hari ini, aku benar-benar ingin menghabiskan waktu dengannya. Lian memasukkan tangannya kesaku sweater cream yang ia pakai. Malam semakin larut dan udara terasa dingin, hingga ekor mataku menatap sebuah kedai kecil diujung jalan. Aku menarik tangannya untuk mengikutiku.
“Ahjumma, aku ingin teh hangat saja. Udara begitu dingin, Lian. Kau ingin apa ?” aku menatapnya intens. Bola mata dari tadi bergerak tak diam. Aku tahu ia tengah gelisah namun aku tak tahu apa penyebabnya. Bahkan mengatakan yang sejujurnya pada yeoja berdarah China disampingku saja aku tak sanggup.
“Xian Lian!!” ia tergelonjak kaget saat aku memanggilnya dan menggenggam tangannya yang tadi kulepaskan.
“Eh!! Kyu~ mian tadi kau bilang apa ?” aku tersenyum dan mengangguk.
“Teh satu dan coffee satu ahjumma” aku sangat tahu dirinya. Disaat seperti ini ia pasti membutuhkan kopi. Menurutnya kopi selain bisa menghangatkan tubuh juga dapat menenangkan pikirannya. Sedangkan aku- orang dengan kelainan jatung sepertiku tak baik mengonsumsi kopi bukan ?
“Kalian sepasang kekasih ? Biasanya mereka akan memesan soju untuk diminum berdua. Kalian pasangan yang berbeda. Sangat romantis” komentar ahjumma itu sebelum pergi membuatkan pesanan untuk kami. Mungkin karena aku terus menggenggam tangannya erat seperti ini. Kami bukan sepasang kekasih namun kami akan segera menjadi pasangan kekasih setelah operasiku berjalan lancar.
“Ini sudah malam dan cuaca diluar tak baik untuk kesehatanmu Kyu~. Bukankah besok kau akan operasi ? Aku takut tubuhmu drop Kyu~, sebaiknya kita pulang saja” aku mengacak poninya gemas. Karena besok aku akan operasi jadi jika operasi itu gagal aku ingin bersamamu Lian. Aku mendekapnya dalam pelukanku, ia menenggelamkan wajahnya didadaku. Hey~ kenapa aku merasa seperti ia yang akan melakukan operasi ? Ketakutannya begitu ketara saat giginya bergemelatuk karena gemetar.
“Kita akan pulang tapi nanti. Aku masih ingin bersamamu Lian. Jebal~” samar-samar aku rasa ia mengangguk juga dalam pelukanku. Aku mengusap rambutnya sayang. Aku tak akan membiarkanmu sendiri di dunia ini Lian, bahkan orang tuamu aku tak akan membiarkan mereka membuatmu menitihkan air mata.
“Kau mau memenuhi permintaaku ?” aku melonggarkan pelukanku dan menatap manik-manik matanya yang terlihat berbinar karena air mata yang ada dibola matanya.
“Tunggu aku ditaman itu. Setelah operasi aku ingin mengatakan sesuatu padamu” aku melihat  matanya ragu. Lian- gadis ini sulit untuk kupahami.
“Eottheokhe ?” ia mengangguk samar tanpa menjawab. Terlihat ragu.
“Boleh aku memelukmu ?” aku mengangguk. Aroma tubuhnya yang begitu manis di indra penciumanku. Entah sejak kapan gadis dalam dekapanku ini menjadi semangatku untuk hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar