About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

The Fate [Jung Byunghee]

1.        Title                      : The Fate
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Lenght                  : Oneshoot
4.        Rated                   : PG 15
5.        Genre                   : AU, Unbreakable, Married life, Hurt. And other up to reader.
6.        Casts                    : Jung Byunghee [G.O MBLAQ], Shin Sungyoung, Choi Hyuna and other casts find by your self.
7.        Disclaimer            : Aish.. getok kepala Yoseob-ssi. Aigoo, oppa kenapa lagumu enak banget ya ? Ini lagu ada memang gara-gara caffeine-nya Yoseob oppa. Jadi kalau mau terima kasih pada Yoseob oppa. No Plagiat. Story is Mine. Typo(s). I’m ELF. Gamsahamnida. #BOW narik tangan Jeremy Kim.

Story...

Author POV
Prangg
            Lagi, Sungyoung hanya dapat meringkuk ketakutan dipojok kamar. Tubuhnya penuh dengan keringat dingin, tubuhnya sedikit bergetar dan air matanya turun begitu saja. Yeoja itu menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya yang ditekuk. Sementara seorang namja yang tengah mabuk berat berdiri sempoyongan didekat nakas kecil dimana ia biasa menyimpan vodka, tequila, atau sekedar soju biasa. Namja itu tak sadar bila ia melempar sembarangan botol minumannya yang telah habis dan hampir mengenai yeoja yang baru 2 bulan menjadi istrinya. Mungkin lebih tepatnya istri yang tak pernah ia inginkan. Bukan karena perjodohan tapi karena kesalahan.
“ Choi Hyuna~, hikk.. ke- hikk-napa kau hikk pergi dan hikk tak se-hikk-dikit-hikk-pun mendeng-hikk-arkan ku. Hahahaha... apa karena hikk wanita hikk bodoh itu heh ?”  yah kalimat itulah yang selalu keluar dari mulut namja itu membuat Sungyoung semakin bersalah, tapi dari rasa bersalah itulah mulai tumbuh rasa lain di hatinya dan itu- membuatnya sulit bernafas. Sakit dan menyesakkan paru-parunya. Seolah-olah paru-parunya ditekan kuat-kuat dan tak dapat bernafas.
***
“ Sungyoung-ah, tadi malam aku pulang jam berapa ? Aku tak ingat apapun, apa terjadi sesuatu semalam. Aku terlalu banyak minum”  Sungyoung tersenyum manis sambil menuangkan teh dicangkir suaminya. Setelah selesai ia duduk di kursi disamping suaminya.
“ Ah, sekitar jam 1 malam. Tadi malam tidak terjadi apa-apa, oppa muntah dan langsung tidur”  Byunghee, namja itu merasa tak yakin dengan jawaban istrinya. Bukan tanpa alasan ia berpikir seperti itu, bukankah orang yang mabuk berat akan bertindak tak beraturan, mengutarakan semua hal yang membuat otaknya mau pecah dan segala hal yang mengganjal hatinya. Ia tak ingin melukai Sungyoung, walau pada awalnya ia memang membenci yeoja yang duduk disampingnya sambil memakan nasi goreng yang dibuatnya dengan tenang. Tapi gadis itu tulus dan baik, tak seperti apa yang dipikirkannya selama ini.
“ Oppa, kenapa berhenti ? Apa masakanku tidak enak ? Atau oppa ingin makan yang lain, maaf tadi bangun kesiangan jadi hanya bisa membuat nasi goreng, lain kali aku akan memasakkan yang lain”  Byunghee tersenyum lalu menyerap tehnya sebentar.
“ Aniyo, ini enak. Tapi aku sedang ingin japchae”  ujar Byunghee sambil kembali memakan nasi goreng yang baru ia makan 3 sendok. Sungyoung terkekeh, lalu ia mengangguk paham.
“ Gaeurae oppa. Nanti aku akan mengantarkan bekal ke kantor oppa dan special hari ini japchae. Oppa, kau lucu sekali seperti yeoja hamil yang sedang ngidap saja” . “ Mungkin kau hamil dan aku yang ngidap, bisa sajakan ?”  Byunghee tersenyum melihat Sungyoung terdiam dan kembali makan dengan tenang.
“ Bukankah eomma berkali-kali mengatakan ingin segera memiliki cucu, jadi bisakah kita berikan ia seorang cucu”  Sungyoung terdiam, ia menelan dengan susah payah nasi yang masih ada dimulutnya. Yang ia pikirkan adalah bila Byunghee mabuk dan lepas kendali, ia tak ingin anaknya melihatnya karena Byunghee tak jarang melakukan kekerasan fisik padanya dan ia tak pernah tahu.
“ Aku terserah oppa saja, tapi oppa-”  Sungyoung terlihat ragu untuk meneruskan ucapannya melihat itu Byunghee tersenyum teduh meyakinkan Sungyoung.
“ Bisakah oppa berhenti minum. Bukan apa-apa hanya saja, alkohol tidak baik untuk kesehatan dan emm, aku- tidak suka bau alkohol”  ucap Sungyoung lirih. Sementara Byunghee hanya terdiam, pelariannya dalam masalah alkohol, menghilangkan rasa penat urusan pekerjaannya alkohol. Bagaimana bisa ia berhenti minum ?
“ Geurae, nae chagiya~”
***
            Sungyoung memasuki kamar tamu, ia berjalan ke dekat jendela untuk menyibak gorden, membuat ruangan ini terang. Ia melepas sprei yang basah karena tumpahan alkohol dan membawanya kebelakang. Ia masuk kembali dan membersihkan serpihan botol bekas alkohol yang berserakan dilantai. Ia sudah terbiasa dengan hal ini. Walau pada awalnya ia menyembunyikan ini karena merasa bersalah dan membiarkan suaminya-Byunghee-melampiaskannya, tapi sekarang karena ia ingin mendampingi suaminya.
            Setelah selesai Sungyoung duduk ditepi ranjang dengan sprei berwarna dasar biru. Matanya menerawang entah apa yang ia tatap sedangkan pikirannya kembali mengenang bagaimana ia bertemu suaminya dan akhirnya menikah. Dan semuanya terkesan—buruk.
***
“ Jung Sajangnim”  Byunghee mendongak melihat siapa yang datang keruangannya. Dengan gerakan mata ia mengatakan ‘ada apa ?’ pada sekertarisnya.
“ Nona Choi Hyuna ingin menemui anda”  Byunghee tergagap. Yeoja yang ia cintai kini datang menemuinya untuk pertama kalinya setelah ia menikah. Yeoja yang menghilang bagai ditelan bumi yang mampu memporak-porandakan hidupnya.
“ Sajangnim”  Byunghee tersadar dari lamunannya. Ia mengangguk dan tak lama setelah sekertarisnya keluar seorang yeoja masuk.
“ Annyeong Byunghee-ssi”  Hyuna-yeoja itu membungkuk memberi hormat pada Byunghee, membuat Byunghee tertegu. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada Hyuna saat ini. Hyuna berjalan mendekati Byunghee dan duduk didepannya.
“ Ada apa Hyuna-ah ? Kenapa kau baru datang ? Kau tahu aku kacau tanpamu”  suara itu- sejujurnya membuat hati Hyuna bergetar. Ia dapat merasakan keputusaan disana, tapi bukan ini niatnya.
“ Mian oppa. Tapi bisakah kau membantuku. Aku butuh pekerjaan sekarang, ku mohon oppa”  wajah sendu itu tak mampu bagi Byunghee untuk menolak permintaanya. Tak sampai 5 detik Byunghee mengangguk membuat Hyuna tersenyum girang tapi sudut bibirnya terangkat sedikit membentuk senyuman yang err-seringaian mungkin lebih tepat.
“ Mulai hari ini kau bisa menjadi sekertarisku”  ucap Byunghee dan membuat hati yeoja dengan dress putih gading selutut itu kegirangan. ‘semua akan lebih mudah dan itu karena kau sendiri Jung’
***
            Sungyoung berjalan menuju ruangan suaminya. Ia merasa ada yang aneh. Entahlah, biasanya didepan ruangan Byunghee-suaminya ada Kang Jihyun-sekertaris suaminya. Karena tidak ada Jihyun ia langsung masuk dan menemukan Byunghee sedang duduk disofa bersama seorang yeoja. Mereka tertawa bahkan Byunghee merangkul pundak yeoja itu. Sungyoung menepis pikiran buruknya lalu berjalan mendekati mereka.
“ Oppa, ige- japchae yang kau minta tadi pagi”  Byunghee memperbaiki duduknya dan melepas rangkulannya pada Hyuna.
“ Gomawo Sungyoung-ah, kenalkan ini Hyuna, Choi Hyuna”  wajah Sungyoung langsung memucat. Nama yang selalu disebut Byunghee tanpa sadar saat mabuk. Nama yang membuatnya merasakan jantungnya berdetak tak karuan karena sakit. Paru-paru yang berfungsi tak normal seolah diremas membuatnya sulit bernafas.
“ Ah, annyeong Hyuna-ssi. Aku Shin Sungyoung. Ah- mungkin sekarang lebih tepatnya Jung Sungyoung”  jujur. Sungyoung ingin menyatakan pada yeoja itu bahwa dia adalah pemilik Byunghee sekarang tapi keanehan ditangkap Sungyoung. Hyuna-yeoja itu justru tersenyum sinis samar dan ia yaki itu ditunjukan untuknya.
“ O-oppa. Aku pulang dulu annyeong”  Sungyoung langsung melesat pergi. Ia berlari menuju tangga darurat. Sesampainya disana air matanya sudah mengalir begitu deras. Pipinya sudah basah. Matanya sudah sembab. Mata dan hidungnya memerah karena dingin dan akibat menangis.
‘Oppa- bahkan menggenggam tanganku saja kau tak pernah. Dengan santainya kau merangkul wanita lain didepanku- didepan istrimu sendiri. Kau- kau tak mengerti akan sesakit ini oppa. Ini sangat sakit. Neomu appeuda’ Sungyoung berlutut, ia mencengkram dadanya. Oksigennya menghilang entah kemana membuatnya sulit bernafas.
“ Young”  namja berkulit putih pucat itu ikut berjongkok menyamakan tingginya dengan Sungyoung. Menganggat dagu yeoja yang menangis tanpa isakan dan menghapus air matanya dengan ibu jarinya lembut.
“ Jebal uljimmarago~”  Sungyoung hanya diam. Jika ia membuka mulut ia yakin bahwa yang keluar justru isakan.
“ Apa yang ia lakukan padamu ?”  Sungyoung hanya diam tak menanggapi ucapan teman yang sudah dianggap kakaknya. Pikirannya kosong!! Karena saudara sepupu namja berkulit putih pucat itu yang kini menjadi suaminya.
***
“ Oppa kenalkan ini Choi Seunghyun. Dia namjachinguku. Kami bertemu di Busan saat kau memutuskan untuk menikah”  ucap Hyuna setelah melepaskan pelukannya dengan Seunghyun. Byunghee belum sepenuhnya tersadar, tubuhnya terasa kaku. Ia pikir ia bisa bersama lagi dengan Hyuna namun nyatanya tidak.
“ Oppa!!”  Byunghee tersentak. Namun dirinya kembali merasa kaku. Matanya menangkap tangan kiri Seunghyun melingkar dipinggang Hyuna posesif.
“ Oppa!! Kenapa melamun lagi ? Oppa mau makan apa ?”  Byunghee tergagap.
“ Samakan saja denganmu”  rasa sakit bahkan lebih sakit dari pada saat Hyuna pergi begitu saja tanpa kabar. Kedua telapak tangannya mengepal, menahan emosinya untuk tidak meledak ditempat ini. Walau matanya terus menatap tajam Seunghyun dan Hyuna yang sibuk dengan dunia mereka sendiri.
“ Aku ketoilet sebentar”  Byunghee mendesah kesal. Bahkan ucapannya barusan tak mendapat tanggan apapun. Ia berjalan cepat menuju kamar mandi walau tak ada yang ingin ia lakukan disana. setidaknya ia tak ingin melihat kelakuan mereka yang membuat hatinya hancur. Lagi dan lagi.
“ Kerja bagus Hyuna-ah, gomawo chagiya~”  terukir jelas senyum kemenangan di bibir Seunghyun. Tangannya sibuk menyuapi yeojachingunya dengan sumpit dan menarik perhatian pengunjung lain. Pasangan serasi. Pikir mereka.
***
“ Yak!! Jung Byunghee!!”  Kyuhyun. Sedari tadi ia terlihat histeris. Terakhir ia minum dan Byunghee seperti ini adalah sebelum Hyuna datang kembali kekehidupannya. Ia pikir dengan adanya Hyuna didekat sepupunya ini ia tak akan mabuk-mabukan seperti ini. Tapi nyatanya ? Bahkan kemejanya saja basah karena alkohol.
“ Waeyo Kyu-ah ? Apa ia tak tahu aku sangat bergantung padanya ? Apa ia tak dapat merasakan bahwa aku masih mencintainya. Sangat mencintainya. Aku tak bisa hidup dengan benar tanpa Kyu.. sekarang aku harus bagaimana Cho Kyuhyun ?”  Byunghee mengusap wajahnya kasar. Air matanya turun bercampur dengan keringat. Suasana bar yang ramai membuat suaranya yang melengking tenggelam begitu saja.
“ Kenapa kau tak pernah mencoba mencintai Sungyoung hyeong ? Bukankah ia istrimu. Ia istri sahmu Hyeong. Ia wanita yang baik”  ujar Kyuhyun lirih. Sungyoung adalah temannya dan ia tahu persis bahwa Sungyoung mencintai sepupunya ini. Namun ironisnya sepupunya ini justru tergila-gila pada wanita lain dan menjadi seperti orang gila tiap malam seperti ini.
***
“ Oppa”  Sungyoung terperanjat kaget. Wajah Byunghee penuh luka memar dan sudut bibirnya mengeluarkan darah. Begitu juga dengan tangannya. Darah segar mengalir dari punggung tangannya.
“ Young, dimana kamar kalian ? Biar aku saja yang mengangkatnya”  Sungyoung menunjuk kamar tamu yang berada disamping ruang santai. Kali ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, biasanya Byunghee akan terus memanggil-manggil nama Hyuna tapi kali ini Byunghee hanya diam tanpa ekspresi. Tak lama Kyuhyun datang dan menghampiri Sungyoung yang sedang mencari kotak obat.
“ Young”  panggil Kyuhyun membuat Sungyoung memusatkan perhatiannya pada Kyuhyun.
“ Nan gwaenchana. Jeongmalyeo Kyuhyun-ah, gomawo sudah mengantarnya pulang dan membantuku selama ini”  Kyuhyun menghela nafas.
“ Aku tak bertanya kau baik-baik saja atau tidak. Young, ini sudah terlalu lama. Kalian tak bisa seperti ini, ini menyakitimu Young. Aku tak tega melihatmu meringkuk ketakutan saat Byunghee hyeong mengamuk. aku-”
“ Jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja. Kyuhyun-ah, ini sudah terlambat. Aku tak bisa pergi darinya. Ia sudah seperti oksigen bagiku aku tak bisa tak melihat wajahnya dalam sehari saja. Setidaknya aku bisa merawatnya bukan jika terjadi hal-hal seperti ini”  Kyuhyun terus menyimak setiap penuturan Sungyoung sambil mengekori yeoja itu menuju kamar tamu. Kenapa kamar tamu ? Karena saat Byunghee sudah tertidur pulas Sungyoung akan memindahkan Byunghee ke kamar mereka dan membersihkan kamar ini pagi harinya. Ia tak mungkin membiarkan kamar mereka berantakan karena amukan Byunghee.
“ Ck, kau memang keras kepala. kau sama saja dengan Byunghee hyeong. Kalian memang serasi”  celetuk Kyuhyun dan hanya dibalas senyuman dari Sungyoung.
“ Gomawo, atas pujian dan sindirannya tuan Cho. Ohya bagaimana Jung ahjumma ? Aku dengar ia sakit”  dengan telaten Sungyoung membersihkan luka diwajah Byunghee dengan kain dan air hangat.
“ Aish, sudah kubilang panggil uri eomma Cho ahjumma, bukan Jung ahjumma arrachi ? Ia sudah baikan sekarang tapi masih rawat inap dirumah sakit. Kau pandai sekali mengalihkan pembicaraan”
***
“ Oppa bagaimana Dakjuk-nya ? Wajah oppa sedikit pucat dan tapi malam oppa demam jadi aku pikir Dakjuk baik untuk pencernaan oppa”  Byunghee tersenyum manis seperti biasa. Ia kembali menyendokkan bubur itu dan berakhir dimulutnya.
“ Oppa, kenapa tidak dijawab ? Aish, menyebalkan!!”  gerutu Sungyoung membuat Byunghee terkekeh geli. Akhir-akhir ini memang Sungyoung kerap kali merajuk.
“ Aigoo, uri anae. Achimae neomu yeppuda”  kata Byunghee dengan kerlingan matanya.
“ Oppa aku tanya bagaiamana makanannya ? Aish, apa Kyuhyun yang membuatmu menjadi menyebalkan seperti ini ? Aish, bocah itu. Jinjja!!”  desis Sungyoung, namun tak lama raut wajahnya berubah seketika. Ia terburu-buru bangkit. Wajahnya sedikit memucat, bukan sakit tapi takut. Ia terus berusaha mengelurkan apa yang ada dalam perutnya. Ia tak ingin Byunghee mengetahuinya secepat ini dan ia takut Byunghee tak menginginkannya. Tak menyayangi buah hati yang kini berada didalam rahimnya.
“ Sungyoung-ah”  Byunghee memijit tengkuk Sungyoung namun yang keluar hanya air liur saja. Pikiran Byunghee langsung tertuju pada satu hal.
“ Geuraeyeo ?”  Sungyoung terdiam. Ia tak bergerak, menatap pantulan dirinya dan suaminya yang ada dicermin.
***
Byunghee POV
“ Hyeong!!”  tak kuhiraukan panggilan Kyuhyun. Kuteguk lagi segelas vodka untuk menghilangkan pening dikepalaku yang tak kunjung hilang. Melupakan sejenak sakit hatiku yang tak kunjung terobati.
“ Sebenarnya apa yang membuatmu begitu terluka ?”  aku menatapnya dengan senyum getir. Wajahnya begitu serius saat menanyakannya. Tapi Kyuhyun-ah, kau tak akan mengerti rasa sakit ini. Dan kau tak tahu bagaimana cara aku mengungkapkannya. Ini begitu menyesakkan.
“ Kau takkan memahaminya karena kau tak pernah merasakannya. Terima kasih karena kau sudah mau menemaniku, kau boleh pulang jika kau mau”  hampir setengah botol vodka habis kutenggak tapi belum membuat kesadaranku menghilang. Mungkin sekarang alkoholpun tak mampu membuatku melupakan masalah. Sial!!
“ Hah!! Mungkin aku memang tak merasakannya. Tapi seorang wanita yang begitu kusayangi merasakannya”  perasaan wanita ? Aku tak tahu!! Karena wanita hanya membuatku merasakan sakit.
“ Kau tahu ? Rasanya saat orang yang kita cintai menangis karenamu. Memilih pergi dari hidupmu karena dirimu, untuk kebaikanmu walau yang sebenarnya kau butuhkan adalah dirinya. Juga rasa tak rela saat melihatnya tersenyum bersama orang lain, untuk orang lain walau kau sadar bahwa kau tak punya hak apapun atas dirinya. Saat dirimu tak bisa berbuat apa-apa. Hanya dapat mengikuti arus kehidupan, diombang-ambingkan takdir yang tak menentu”  melihat Hyuna tersenyum pada Seunghyun membuat darahku mendidih, apalagi saat mereka berpelukan. Ingin sekali aku meninju wajah pria bodoh itu!! Tapi aku bahkan tak dapat berbuat apa-apa saat aku harus melihat Hyuna menangis sendiri karena perjodohan itu.
“ Lalu bagaimana dengan temanku ? Dia seorang wanita. Sosok suami yang seharusnya menjadi tempatnya bersandar justru menyakitinya. Menyiksanya secara tak langsung”  kilatan mata Kyuhyun terlihat berbeda. Ada apa dengan bocah ini ?
“ Lalu apa urusannya denganku ?”  ucapku acuh.
“ Ia jauh lebih sakit daripada dirimu. Suaminya mencintai wanita lain tapi didepan temanku itu suaminya bersikap seperti suaminya mencintai dirinya. Seburuk apapun sikap suaminya ia selalu menyembunyikannya. Aku hanya bisa melihatnya menangis dari kejauhan karena jika aku terang-terangan berada disampingnya ia hanya akan tersenyum tegar. Ia- memang pintar sekali menyembunyikan kesedihannya dari orang lain. Tapi ia juga terlalu bodoh karena itu sama saja melukai hatinya terus-menerus. Meringkuk sendirian diataas dinginnya lantai, melihat suaminya terus berucap mencintai wanita lain”  heh! Wanita yang menarik.
“ Jika aku yang menjadi wanita itu sudah kulayangkan gugatan cerai pada suamiku”  cetusku sambil menegak vodka. Hah, rasanya kini seperti meneggak air putih biasa.
“ Yah, kau benar!! Akupun akan melakukan hal yang sama denganmu. Padahal aku mengenal siapa suaminya, tapi ia selalu bisa menahanku untuk diam seolah tak tahu apa-apa”
“ Siapa wanita itu ?”
“ Kau tertarik dengannya ? wanita itu adalah Sungyoung. SHIN SUNGYOUNG!!”
“ Mwo!!!k-ka-kau- hajiman-”  Buuggh
“ DAN AKU INGIN SEKALI MELAKUKAN INI DARI DULU PADA SUAMINYA YANG BODOH!! YANG MENGANGGAP WANITA YANG HAMPIR MEMBUAT PERUSAHAANNYA SENDIRI JATUH ADALAH PIHAK YANG PALING TERLUKA. RASA BERSALAH YANG BODOH!!!” Buggg
            Jadi- aku ? Apa yang aku lakukan selama ini. Aish, pukulan Kyuhyun cukup membuat darah keluar dari sudut bibirku ternyata. Kuusap kasar  darah yang keluar dari sudut bibirku, walaupun cukup perih. Ah, kubenarkan posisi dudukku yang hampir terjatuh.
“ Apa yang kau lakukan ?”  tanyaku tenang. Nafas Kyuhyun terlihat terengah-engah. Dadanya naik turun tak karuan.
“ Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu Jung Byunghee!!! KAU TAHU TIDAK KAU MEMBUATNYA KETAKUTAN SAAT KAU MELAMPIASKAN AMARAHMU. KAU TAK SAKIT HATI TAPI KAU SALAH MENGARTIKAN DAN MELEBIH-LEBIHKAN TUAN JUNG YANG TERHORMAT”  Apa yang dikatakannya benar ? Kyuhyun memang tak pernah membohongiku. Tapi- bukankah kata Sungyoung aku langsung tertidur ?
“ Sebaiknya kau lihat saja video ini. Aku memasang cctv dikamar tamu kalian karena aku takut terjadi apa-apa dengan Sungyoung. Kau tak akan percaya jika aku yang mengatakannya bukan Tuan Jung ? Aku pergi”  aku menatap punggung Kyuhyun yang berjalan menjauh dan kepingan CD yang ada diatas meja bar bergantian.
“ Ah satu lagi. Hyuna itu tak tulus mencintaimu tuan Jung. Sebaiknya lebih baik kau pikirkan saja apa yang akan terjadi dengan rumah tanggamu setelah ini. Hyuna hanya ingin membuatmu terpuruk, merusak hidup dan kehidupanmu. Kau bisa pegang kata-kataku”
***
Author POV
            Sungyoung mengusap-usap tengkuknya yang tak gatal. Ia tersenyum kaku sambil menyantap sarapannya. Dari tadi pagi Byunghee tak berbicara sepatah katapun padanya, jika ditanya hanya mengangguk atau menggeleng. Dan lebih membuatnya risih adalah Byunghee, suaminya tercinta menatapnya tanpa berkedip dengan pandangan menelisik.
“ Oppa waeyo ? kau- aneh sekali hari ini”  Byunghee hanya menatapnya datar lalu mulai menyantap sarapannya. Mengabaikan pertanyaan dari istrinya.
‘Apa terjadi sesuatu ? Apa Byunghee oppa berniat berpisah denganku ? Apa karena ia belum siap menerima anak yang kukandung, dan tak ingin menjadi seorang ayah ?’ Sungyoung menggigit bibir bawahnya sendiri, tangan kirinya mengusap perutnya yang mulai sedikit membesar. Yah sudah 4 bulan. Pikirannya melayang kemana-mana. Karena ia tahu bahwa suaminya itu mencintai wanita lain, hal yang paling ditakutkan dalam keluarganya adalah perpisahan. Ia menunduk, matanya mulai berkaca-kaca. Biasanya ia bisa mengendalikan diri untuk tidak memperlihatkan air matanya pada orang lain. Dari ekor mata Byunghee, ia dapat melihat mata istrinya yang biasanya berbinar saat terkena cahaya kini mulai berkaca-kaca.
“ Aku tak pernah melihatmu menangis”  Sungyoung tersadar dari pikiran kalutnya. Ia mengusap dengan gerakan cepat kumpulan air mata yang hampir tumpah dari matanya.
“ Karena aku bahagia oppa, untuk apa aku menangis”  Sungyoung menatap Byunghee yang juga tengah menatapnya. Sungyoung tersenyum tulus tapi sudut bibirnya sedikit bergetar. Byunghee menatap setiap inchi wajah istrinya. Baru ia sadari bahwa senyum tulus itu sarat akan rasa sakit. Ucapan Kyuhyun kembali terinang ‘Tapi ia juga terlalu bodoh karena itu sama saja melukai hatinya terus-menerus. Meringkuk sendirian diataas dinginnya lantai, melihat suaminya terus berucap mencintai wanita lain’.
            Byunghee memegang kedua bahu istrinya. Namun ia masih menatapnya tanpa ekspresi. Wajah Sungyoung yang berusaha tersenyum cerah kini berubah, walau senyum itu masih tetap tercetak disana namun kini air matanya turun tanpa kendali dari Sungyoung.
“ Seberapa bahagianya kau hidup denganku ?”  Byunghee menarik lengan kiri Sungyoung dan menggulung kaos lengan panjang yang dipakai Sungyoung hingga terlihat luka memar dilengan atas yang masih terlihat membiru. Sungyoung berusaha menarik lengannya tapi Byunghee menahannya. Menatapnya tegas hingga membuatnya menunduk.
“ Kau bahagia ?”
“ JAWAB AKU JUNG SUNGYOUNG!!”  Sungyoung tak terisak. Ia takut, takut Byunghee akan meninggalkannya. Padahal ia berusaha menutupi semua.
“ Kau bahagia seperti ini ? Hidup dengan orang yang memperlakukanmu seperti ini. Kau benar-benar wanita bodoh”  tubuh Sungyoung melemas saat lengannya dilepas begitu saja oleh Byunghee.
“ Kumohon, jangan tinggalkan aku oppa”  gumam Sungyoung yang membuat air mata Byunghee turun. Ia menangis. Bukannya menyalahkan dirinya tapi justru menahannya untuk tidak pergi. Sungguh wanita bodoh.
Grepppp
“ Mana mungkin aku meninggalkanmu Young ? Kau tahu, aku membuat wanita yang kucintai menangis. Kupikir wanita itu baik-baik saja. Tapi ternyata ia menangis dibelakangku dalam diam”  Bisik Byunghee ditelinga Sungyoung. Siapa wanita yang dimaksud suaminya ? Apakah ini sebuah pengakuan secara langsung bahwa Byunghee mencintai wanita lain ? Apakah ini akhir dari segalanya.
“ Hiks..hiks”  untuk pertama kalinya Sungyoung menangis dihadapan orang lain sampai sesegukan. Dadanya terasa sakit, melepas Byunghee sama saja melepas oksigen untuknya bernafas.
“ Ulljima”  Byunghee mengelus puncuk kepala Sungyoung. Tangannya merengkuh tubuh wanita yang tanpa sadar ia sakiti.
“ Maafkan aku, aku janji. Untuk menjagamu dan anak kita. Aku berjanji tak akan membuatmu menangis dalam diam seperti yang selama ini kau lakukan. Young-”  Byunghee mengangkat dagu Sungyoung hingga mata mereka saling menatap.
“ Aku tahu perbuatanku, sikapku, semua yang pernah aku lakukan padamu tak termaafkan tapi- bisakah aku memberiku satu kesempatan untuk memperbaiki ini semua. Kumohon, beri aku kesempatan untuk membuat diriku berguna sebagai seorang namja. Jung Sungyoung, aku memintamu untuk tetap berdiri disampingku walau suatu saat nanti aku jatuh dan tak memiliki apapun. Maukah kau menjalani sisa harimu untuk merawatku dan anak-anakku kelak ? Menyambut pagi hariku dengan senyum dan mengantarkan diriku kedalam alam mimpi dengan pelukan hangatmu”  jarak antara wajah mereka hanya 10 cm saja. Byunghee menangkupkan kedua tangannya dipipi istrinya yang berair mata.
            Tubuh Sungyoung kaku, lidahnya kelu. Tubuhnya terasa ringan. Ketakutan yang dulu selalu menghantuinya membuatnya enggan menutup matanya kini sirna. Pancaran mata suaminya begitu tulus membuat air matanya tak kunjung berhenti menyusuri pipi putihnya yang terlihat sedikit lebih tirus.
“ Kenapa tak menjawab ? Apa kau tak ingin berada disampingku Young ? Geurae, jika ini yang-”
“ Aniya!! Ani oppa. Aku- aku.. tak tahu harus berkata apa. Aku- begitu takut kehilanganmu oppa”  Byunghee mengalihkan tangannya untuk merengkuh tubuh istrinya. Ia tersenyum, mengelus rambut istrinya sayang.
“ Aku berjanji mulai sekarang tak akan ada kepura-puraan lagi. Yaksokhae!!”  bisik Byunghee menenggelamkan wajahnya diantara leher istrinya. Menghangatkan pagi awal musim gugur yang cukup dingin karena rintikan hujan turun membasahi bumi. Membawa sejuta berkah bagi umat manusia.
“ Kau hanya terlalu kaku hingga tak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang semu. Kau sendiri yang membuat hidupmu seperti ini. Sekali lagi jangan pernah menatap masa lalu jika itu menyakitkan”  walau dalam keadaan setengah sadar, tapi Byunghee masih bisa mendengarnya dengan jelas. Dan bahkan mengingatnya sampai detik ini.
Hidup itu hanya sekali, jadi buatlah dirimu berguna untuk orang lain, karena itulah saat dimana kau merasa benar-benar seperti hidup. Saat dimana kau menikmati hidup...

Nb : Ini pernah saya ikut sertakan dalam event tapi sayang kagak menang T_T 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar