About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

The Lost Memories [Cho Kyuhyun]


1.        Title                      : The Lost Memories
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Cho Kyuhyun, Shin Hyeyoung and other casts find by your self.
4.        Rated                   : PG 13/PG 15
5.        Lenght                  : Oneshoot
6.        Genre                   : AU, Romance, and other up to reader.
7.        Disclaimer            : Story is Mine!! No Plagiat. Typo(s) anywhere. Untuk FF ini saya no coment sendiri karena saya juga gak tahu kenapa bisa buat FF ini, judul awalnya ‘Can I Get Your Heart’ tapi setelah sekian lama mendekam di Draft, FF ini selesai Judulnya jadi The Lost Memories...

Story...

Hyeyoung POV
            Aku hanya menunduk diam di dalam cafe bernuansa autumn. Yah, walaupun sekarang bukan musim gugur. Aku tak berusaha mencairkan atmosfer dingin antara kami. Karena seberapa besar usahaku untuk mencairkannya akan sia-sia saja. Dia diam aku sudah bersyukur daripada harus mendengar ucapan pedasnya yang membuat indra pendengaranku panas dan menusuk ulu hatiku. Tiba-tiba ia bangkit dan melesat pergi tanpa mengucap sepatah katapun. Kulirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. Sudah jam 8 malam, pantas ia melenggang pergi begitu saja. Aku meletakkan beberapa lembar uang dan melenggang pergi. Lagi-lagi ia meninggalkan aku lagi, sampai kapan harus seperti ini ?
***
Aku termenung menatap langit-langit kamarku yang bercat putih. Sejak mengenalnya kembali- ia berubah. Ia dingin padaku, sekalipun ia mengucapkan sesuatu itu pasti hanya menghinaku. Walaupun apa yang dikatakannya tak salah. Memang aku tak memiliki tubuh yang ideal, oke! Lebih tepatnya kau gemuk. Aku pendek, kakiku tak panjang. Aku tak cantik, mataku terbilang sipit. Lalu apa salahnya jika aku seperti itu ? Bukankah aku juga makhluk cipataan Tuhan sepertinya yang memang terbilang hampir sempurna. Jika mengingatnya yang begitu nyaris sempurna aku memang merasa tak pantas untuk memilikinya. Ia terlalu jauh untuk kuraih. Namun- menginggat kata-katanya dulu sewaktu kecil, menguatkan hati kecilku bahwa suatu saat nanti ia pasti akan menerimaku.
Aku memeluk boneka baby bear coklat muda dengan ukuran yang cukup besar. Menyembunyikan raut wajah kacauku dibalik boneka kesayanganku ini. “Babo!! Kenapa kau menangis lagi ? Uljima Hyeyoung!!” aku mengusap cincin perak polos yang melingkar di jari kelingking kiriku. Cincin yang dulunya berada di ibu jariku sewaktu kecil.
***
“Annyeong Oppadeul~” aku tersenyum cerah menatap namjadeul yang tengah ribut dimeja makan. Yah, apalagi selain berebut makanan seperti anak kecil. Apalagi Shindong oppa dan Eunhyuk oppa. Dasar!!
“Oppa, bukankah eomma sudah berkali-kali menasehati oppa untuk lebih memperhatikan pola makanmu oppa ?” aku berjalan mendekati Shindong oppa dan memeluknya dari belakang.
“Hyeong, kau dengarkan apa yang dikatakan yeodongsaengmu ini ? Kau itu harus diet hyeong. Ingat sebentar lagi kita akan comeback, jadi- sebaiknya aku saja yang menghabiskan sup iga ini” aku melepaskan pelukanku dan menarik kursi untuk duduk disamping Shindong oppa.
“Eunhyuk hyeong lebih baik lagi jika sup iga itu untuk Hyeyoung saja, kau mau Hye-ah ?” aku membalas pertanyaan Ryeowook oppa dengan gelengan sambil tersenyum.  
“Aku sudah sarapan oppa” kulihat Eunhyuk oppa menjulurkan lidahnya pada Shindong oppa dan Ryeowook oppa. Mereka benar-benar seperti anak kecil.
“Oppa, dimana Kyuhyun Oppa ? Kenapa tidak kelihatan ?” Awh... aku memegangi kepalaku yang terasa berdenyut karena jitakan dari Shindong oppa. Aish...
“Jadi kau kemari hanya ingin bertemu Kyuhyun ? Bukankah semalam kau baru saja bertemu dengannya ?” aku terdiam. Memang tidak ada yang tahu bagaimana hubunganku dengan Kyuhyun oppa yang sebenarnya. Aku tak ingin membuat mereka khawatir.
“Hyeyoung-ah, ! waegeurae ??” aku tersentak kaget lalu menggeleng cepat. Aku tak boleh terlihat mencurigakan. “Gwaenchana oppa, tadi eomma menyuruhku kemari untuk meminta pendapat Kyuhyun oppa tentang desain undangan ini” aku mengeluarkan contoh desain undangan yang aku bawa dari rumah. Mereka terlihat tercengang. Yah.. ini undangan untuk pernikahan sedangkan usiaku baru 18 tahun.
“Apa ini tidak terlalu cepat ?” tanya Shindong oppa mewakili ekspresi member Super Junior yang menatapku penuh tanda tanya.
“Apa Setan itu sudah melakukan itu padamu Hye-ah ?” kulihat karena ucapan tak masuk akal Eunhyuk oppa mendapat tatapan mematikan dari member Super Junior yang ada, terutama Shindong oppa. Ia-kan oppaku. Tak lama Shindong oppa berbalik menatapku. Aish... ia sepertinya terpengaruh dari ucapan tak bermutu Eunhyuk oppa. Aku mendesis pelan. Dasar namja yadong!!
“Tentu saja tidak oppa. Eh, baiklah aku kekamarnya dulu permisi” aku bangkit dan mengambil seluruh contoh undangan yang kubawa lalu melesat pergi.
***
            Sudah 5 menit lebih aku berdiri didepan pintu. Aku bingung. Ia tak suka padaku dan selalu memandang rendah diriku. Ia pasti berpikir jika ini hanya akal-akalanku saja untuk bisa bersamanya. Apa iya ia tak sungguh-sungguh pada ucapannya dulu ? Apa ia tak mengingatnya atau- ia menganggapnya hanya sebatas janji anak kecil belaka ?. mollayeo. Aku menganggkat tanganku bersiap untuk mengetuk pintu namun- Ceklet~~. Pintu itu terbuka lebih dulu. Dia hanya menatapku datar. Orang ini!!
“Oppa, eomma dan abeoji ingin kau yang memilih undangan ini untuk pernikahan kita” ia menatap sekilas sample undangan yang kubawa lalu melangkah masuk kembali kekamarnya. Aku mengikutinya. Kamar dengan aroma wangi tubuhnya.
“Memangnya kapan kita akan menikah ?” ia mengacak rambutnya gemas. Lalu menjatuhkan dirinya dikasur.
“Molla, eomma bilang ahjumma dan ahjussi yang memintanya sebelum aku ke Jerman” jawabku lirih.
“Memangnya kapan kau pergi ? Kenapa tidak pergi saja. Kenapa harus menikah dulu! Menyebalkan” aigoo. Wajahnya begitu lucu. Seperti itu- kau tak pernah berubah oppa.
“Aish, terserah. Sekarang kau pulang. Kka!” aku menurut. Ia memang tak pernah menganggapku. Saat aku berada diluar kamarnya ia menutupnya dengan keras. Aku mendekatkan telingaku pada pintu.
“Yeobosaeyeo. Eomma~”
“Aku-”
“Aish, aku tak mau eomma. Shireo!! Eomma aku tak mencintainya. Sudah aku bilang aku tak bisa. Ada sesuatu dalam hatiku yang mengganjal eomma~ kumohon mengertilah” aku tersenyum getir. Percuma saja pintunya ditutup jika pada akhirnya ia berbicara sambil berteriak. Bodoh!! Dan lebih bodoh lagi aku yang menunggu pria bodoh seperti itu. Kyu~ aku sakit. Neomu appeuda.
“Hye” eh ? aku berbalik. Oppa, jangan-jangan ?
“Oppa terlalu sering melihatmu menangis dalam diam. Ikut oppa” Shindong oppa menarik tanganku menunju kamarnya lalu menguncinya.
“Eotteohke ?” tanyanya dengan nada dingin. Ini pertama kalinya ia berbicara seperti ini padaku.
“Apa dia malu karena kau tak seperti yang diharapnya ? Jika ia lebih baik batalkan saja Hyeyoung-ah, oppa sudah bosan mendengarmu menangis dalam diam terus. Kenapa kau tak pernah mengadu pada siapa-siapa Hyeyoung-ah ?” aku hanya menunduk.
“Oppa, bukankah aku tak mengatakannya namun oppa tahu juga pada akhirnya” ujarku dengan suara parau. Aish, berhenti mengalir air mata bodoh!! Kau membuat Shindong oppa khawatir. Ia sudah berjuang sekuat tenaga untuk menghidupi keluarga jadi jangan tambah beban pikirannya.
“Jika sikap Kyuhyun belum berubah, lebih baik jangan menikah dengannya. Ia tipe orang keras kepala Hyeyoung-ah, oppa sudah lama mengenalnya” aku hanya mengangguk untuk membuatnya tenang. Mianhae oppa. Selamanya aku akan berada disisi Kyuhyun oppa. Apapun yang terjadi.
***
            Aku duduk termenung dipinggir sungai Han. Hari sudah mulai gelap tapi hatiku masih kacau. Atau mungkin- bimbang. Kenapa ? Tentu saja karena Kyuhyun oppa!! Apa benar ia tak mengingatku ? Atau ia pura-pura lupa denganku karena ingin mengingkari janjinya padaku ? Molla!!
            Aku menghirup udara sedalam-dalamnya lalu menghembuskannya perlahan. Beginilah caraku menenangkan pikiran. Menyendiri. Aigoo sudah jam berapa ini ? Hari ini keluarga Cho akan datang untuk membicarakan masalah pernikahan. Hyeyoung babo!! Aku harus cepat pulang.
***
“Mianhada ahjumma, ahjussi, appa, eomma. Aku benar-benar tak bisa menikah dengannya. Aku tak mencintainya. Mian, jika ini dipaksa maka itu hanya akan membuatnya sengsara karena hidup dengan orang yang tak bisa mencintainya sepenuh hati. Aku tak memiliki perasaan apapun dengan sampai saat ini” aku mendekatkan diri dibalik lemari kayu besar didekat ruang tengah. Itu suara Kyuhyun oppa. Tak salah lagi, jadi ia benar-benar serius dengan ucapannya. Tak berniatkah dirinya sedikit saja belajar mencintaiku. Siapa wanita pemilik hatinya itu sekarang ?
            Aku menegang melihat ekspresi appa. Aku tak mau ia sakit karena serangan jantung. Wajah Cho ahjussi terlihat memerah menahan marah pada putra bungsunya. Lebih baik aku disini daripada muncul dan membuat suasana makin keruh.
“Eh- Tuan Shin, apa Hyeyoung ada dirumah ?”
“Aniyo ia sedang keluar” appa- tangan kanannya tiba-tiba menyentuh dadanya. Eomma terlihat panik. Aigoo- aku berjalan setengah berlari menghampiri appa dan membantu eomma menuntunnya. Tujuan kami sekarang adalah rumah sakit.
***
            Aku menggigit kuku jariku sendiri. Cho ahjumma ikut bersama kami dan sendari tadi sibuk menenangkan eomma. Jika hanya aku yang disakiti tak apa tapi kini appa berbaring diatas ranjang putih itu karenanya. Mungkin ini akhir dari penantianku. Walau aku tak pernah mengungkapkan bahwa aku menyukainya setidaknya ia punya hati yang dapat menilai perasaanku padanya lewat caraku memperlakukannya.
“Hyeyoung” aku mendongak menatap eomma yang kini juga menatapku.
“Waeyo eomma ?”
“Ani, kau tak usah khawatir sekarang lebih baik kau pulang. Rumah sepi tak ada yang menjaga biar eomma yang menunggu appa sadar” aku mengangguk. Mengapa mereka tak mengatakan padaku apa yang baru saja terjadi. Kenapa mereka menyembunyikan ini dariku.
***
Author POV
“Mian, aku tak bisa mendidik putraku. Aku malu sekali pada kalian, aku sudah menganggap Hyeyoung seperti putriku sendiri tapi mengapa bocah itu berbicara asal. Aku mewakili keluargaku meminta maaf” Ny. Cho- wanita itu menggenggam erat jemari teman lamanya ingin mengatakan bahwa ia tulus mengatakan itu.
“Ne gwaenchana. Mungkin ia sudah memiliki kekasih. Wajar saja, ia tampan dan penuh pesona. Mungkin gadis itu lebih baik dari Hyeyoung” Ny. Shin berucap lirih. Ia bingung bagaimana cara menyampaikan ini pada putrinya. Setahunya putrinya sangat antusias dengan perjodohan ini.
“Tapi aku ingin Hyeyoung yang mendampingi Kyuhyun, walaupun aku tahu mereka masih muda. Ini alasanku untuk mempercepat pernikahan karena Kyuhyun terlihat menyembunyikan sesuatu dan aku takut itu akan mengecewakan kalian, walau pada akhirnya tetap sama saja”
“Hanna-ya, yang akan menjalani ini semua adalah mereka. Jadi biarkan mereka yang menentukan pilihan dalam hidup mereka. Walau kita sebagai orang tua memandang ini yang terbaik untuk mereka namun untuk mereka ini mungkin bukan yang mereka harapkan” kedua wanita itu menghela nafas.
“Geurae. Jeongmal mian Shin”
***
Hyeyoung POV
            Aku terburu-buru menuju rumah sakit karena pagi-pagi sekali eomma menelpon dan mengatakan ada sesuatu yang akan disampaikan appa dan ini penting. Aku menelusuri lorong rumah sakit, lalu aku mengetuk dulu pintunya sebelum aku masuk. Aku lega karena appa sudah sadar. Aku mendekati mereka dan menarik kursi untuk duduk disebelah eomma.
“Appa sudah baikan. Sebenarnya kemarin appa kenapa ?” aku berpura-pura tak tahu. Aku tak ingin membuat mereka terkejut jika aku tahu dan mereka mengkhawatirkanku.
“Hyeyoung-ah~”
“Ne appa. Wae ?”
“Perjodohan kalian dibatalkan sayang. Kau tak apa bukan ?” aku mengangguk sambil tersenyum. Walau ini sedikit dipaksakan tapi aku harap mereka tak menyadarinya.
“Ne tentu saja. Ia terlalu sempurna untukku, dia pantas mendapatkan yang lebih baik dariku dan dengan begitu aku akan lebih tenang belajar di Jerman. Appa, kapan appa keluar dari rumah sakit ?” kedua orang tuaku bernafas lega. Yah, tak apa. Lebih cepat ke Jerman lebih baik. Dengan begitu aku bisa menumpahkan semua beban air mata yang kutahan disini dan menjalani lembaran baru disana. setidaknya- jika aku tetap disini hatiku kembali tak rela melepasnya.
“Nanti sore. Kemarin appa hanya kaget saja, tapi sekarang sudah baikan. Kau lihat sendiri bukan ?” aku mengangguk lalu memeluk berdiri untuk memeluk appa yang tengah duduk diranjang. Pandanganku kualihkan pada eomma yang tengah menatap kami. Ternyata hanya aku yang menganggap ucapanmu dulu adalah sebuah janji. Ternyata-
“Aku ingin ke Jerman besok”
***
BUGH
            Kyuhyun terkapar di ruang Practice Dance karena pukulan Shindong. Bukan tanpa alasan, entah dari siapa ia tahu Kyuhyun membatalkan perjodohan dan membuat appanya masuk rumah sakit. Eunhyuk dan Donghae menahan Shindong sementara Ryeowook membantu Kyuhyun untuk berdiri.
“Hyeong kau jangan seperti ini” ucap Eunhyuk menahan Shindong untuk tidak menghajar Kyuhyun.
“Tapi ia sudah keterlaluan. Sejak ia bergabung dengan Super Junior aku sudah menganggapnya seperti dongsaengku sendiri seperti kalian dan kemarin ia membuat uri appa masuk rumah sakit. Ia pantas dihajar” ujar Shindong dengan penuh emosi. Kyuhyun mengusap bibirnya yang berdarah lalu melenggang pergi.
“Asal kau tahu- bahwa aku tak akan menganggapmu bagian dari Super Junior lagi dan anggap kita tak saling mengenal Tuan Cho Yang Terhormat”
***
Hyeyoung POV
            Aku memainkan ponsel putih ditanganku. Menghapus satu per satu foto dirinya yang kuambil diam-diam. Kenapa 4 tahun berlangsung begitu singkat ? Aku tak tahu harus bersikap seperti apa jika bertemu dengannya.
“Kau sudah bersiap-siap Young ?” aku menoleh kebelakang. Dia Allena- kami berbagi kamar diapartement sederhana ini.
“Yes!! Allena terima kasih sudah mau mendengarkanku selama ini” Ia mengangguk. Lalu kami berpelukan sebentar.
“Ingat, jika menyimpan semuanya sendiri kau bisa menelponku untuk berbagi” aku mengangguk.
“Ohya, jangan pernah bohongi dirimu sendiri” aku menaikan satu alisku. Allena hanya menggeleng pelan.
“Geu namja. Siapa aish!! Oh, Cho Kyuhyun. Bersikap biasa saja. Jangan terpaku padanya, jangan tatap matanya atau kau akan kembali jatuh pada pesonanya. Tapi- aku rasa kau- sekarang lebih baik Young. Carilah namja yang benar-benar mencintaimu jangan kau yang mencintainya” aish aku malas mendengar ceramahnya tentang cinta. Aish, takkan selesai.
“Stop nona Allena. Aku tak apa-apa, mungkin juga aku takkan bertemu dengannya- lagipula aku belajar banyak darimu” asal kau tahu wajah cantiknya itu menyimpan kenangan kelam. Jauh lebih kelam daripada aku. Ia menikah dengan namja yang ia kira mencintainya ternyata hanya mempermainkannya kemudian Allena ditinggalkan begitu saja tanpa status yang jelas. Tanpa cerai. Ckck.
“Aku tak ingin kau sepertiku. Tak tahu harus berbuat apa, Young”
“Maaf, sudah mengingatkanmu pada masa sulitmu”
***
“Oppa~!! Bogoshipo” aku memeluk tubuh Shindong oppa yang sudah tak sebesar dulu. Apa ia diet ketat ?
“Hyeyoung-ah, aigoo~ yeodongsaeng oppa ternyata sudah besar. Ckckck” aku melepaskan pelukan dengan Shindong oppa lalu menggenggam tangannya sambil berjalan keluar dari airport.
“Aku ingin bertemu dengan oppadeul oppa. Boleh ?” Shindong oppa menghentikan langkahnya tiba-tiba membuatku kaget. Aigoo~ Hyeyoung babo seperti kau memang salah bicara.
“Wae ?” dingin. Itu kesan dari pertanyaan yang ia lontarkan.
“Aku hanya ingin memberikan ini untuk mereka” Shindong oppa melirik sebentar kearah koper kecil yang ada ditangan kiri.
“Biar oppa saja”
“Geurae”
***
BUGH
“Dari Hyeyoung” Shindong melempar koper kecil itu kesofa lalu berlalu setelahnya. Eunhyuk, Donghae, Ryeowook dan Sungmin langsung mengerubungi koper itu lalu membukanya. Sedangkan Kyuhyun hanya terpaku dengan PSP yang masih ditangannya.
“Kyu, sepertinya ini untukmu” Sungmin meletakkan jam tangan hitam yang masih terbingkis rapi diwadahnya pada Kyuhyun. Tentu saja Sungmin tahu diluar kotak itu tertulis ‘Cho Kyuhyun’. Yah.. Hyeyoung memisah-misah oleh-oleh untuk mereka.
‘Dia kembali’ desis Kyuhyun dengan mata yang- mollayo tak bisa dijelaskan. Terpaku, senang, bingung, dan- khawatir.
***
Kyuhyun POV
            Aku bangkit dari tempat tidur. Aish kenapa hatiku tidak tenang ? Apa karena wanita itu kini kembali ? Molla~ tapi aku- jujur ada satu hal yang membuatku tak bisa merasakan tulusnya cinta. Seperti ada sesuatu dimasa laluku yang membuat diriku atau lebih tepatnya menjadikan diriku enggan merasakan cinta. Sesuatu yang melarang diriku untuk memberikan hatiku untuk yeoja. Kulirik jam yang ada didekat lemari kayu ah- baru jam 8 malam. Apa sebaiknya aku keluar untuk mencari udara segar ? Tapi aku sedang malas keluar!! Aigoo~
***
“Hyeyoung” benar, gadis itu berbalik. Wajahnya yang remang-remang karena posisinya membelakangi bulan tapi aku yakin ia Hyeyoung. Perintah dari mana kakiku berjalan mendekatinya hingga kami tepat berhadapan.
“C-cho Ky-kyuh-yun” tanganku terangkat dengan sendirinya, menyentuh pipi mulus itu hingga beralih ketengkuknya dan membawanya kepelukanku. Cho Kyuhyun!! Apa yang kau lakukan...
Author POV
            Hembusan angin musim gugur memainkan rambut Hyeyoung yang terlihat cantik dimata Kyuhyun. Yah.. sedari tadi mereka duduk setelah Hyeyoung melepaskan mereka dengan penuh kecanggungan Kyuhyun terus menatap Hyeyoung dari samping. Sedangkan Hyeyoung- yeoja itu menatap aliran sungai Han yang berada didepannya, menatap pantulan bulan di permukaan sungai itu dengan pandangan kosong. Dia takut- kepergiannya ke Jerman tak bisa merubah perasaannya pada Kyuhyun. Dia tak ingin egois dengan memikirkan perasaannya sendiri. Ia ingin mengalah tapi itu sulit, tak semudah yang ia pikirkan setelah kembali bertatap muka dengan namja Cho itu.
“Aku seperti sudah lama mengenalmu. Seperti pernah betemu dan begitu dekat” gumam Kyuhyun menatapi wajah Hyeyoung lekat-lekat. Mata itu- tak asing baginya!!
***
Epilog
“Oppa” bocah laki-laki berusia 10 tahun itu berbalik. Senyumnya terbit dan merentangkan kedua tangannya pada bocah perempuan yang berdiri didekatnya dengan boneka teddy bear ditangan kirinya.
            Bocah perempuan itupun menghambur kepelukan bocah laki-laki yang lebih tua itu darinya. Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. Bocah laki-laki itu heran kenapa temannya itu pendiam hari ini.
“Hyeyoungie kenapa ? Marah sama Kyu oppa ?” bocah yang dipanggil Hyeyoung itu menggeleng sambil memeluk boneka teddy bearnya. Wajahnya mengerucut sebal namun raut wajahnya tersirat kesedihan.
“Besok Youngie mau pindah, kata eomma jauh dari sini oppa” adu Hyeyoung kecil sambil termenung. Kyuhyun mengusap puncuk kepala Hyeyoung dengan raut yang berubah sedih.
“Berarti Kyu bakal sendiri lagi. Chingudeul gak ada yang mau main sama Kyu” Hyeyoung mendongak.
“Hyeyoung juga sedih” Kyuhyun melepaskan cincin yang dipakai dijari tengahnya. Cincin perak dengan ukiran namanya didalamnya.
“Untuk Hyeyoungie, jika kita bertemu lagi Oppa bisa mengenali Hyeyoungie karena itu cincin itu appa pesankan khusus untuk Kyu” mata Hyeyoung terlihat berbinar senang. Ia memberikan jari telunjuknya.
“Terlalu besar. Coba jempolmu Hyeyoungie” Hyeyoung mengangguk.
“Nanti kalau kita bertemu lagi Kyu oppa bakal nikahin Hyeyoungie supaya kita bisa bersama seperti eomma dan appa. Kemana appa pergi eomma pasti ikut” mereka menautkan jari kelingking mereka. Mengikat janji yang entah akan terbayar dimasa yang akan atau tidak.
***
            Inilah memori yang hilang. Kenangan yang tidak bisa diingat Kyuhyun karena kecelakaan yang dialaminya tahun 2007. Sebagian memori masa kecilnya hilang. Tapi tubuhnya tak hilang saat melihatnya, respon tubuhnya yang ia sendiri tak tahu bagaimana itu bisa terjadi.
End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar