1.
Title : The Lost Memories
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Cho Kyuhyun, Shin Hyeyoung
and other casts find by your self.
4.
Rated : PG 13/PG 15
5.
Lenght : Oneshoot
6.
Genre : AU, Romance, and other up
to reader.
7.
Disclaimer : Story is Mine!! No Plagiat.
Typo(s) anywhere. Untuk FF ini saya no coment sendiri karena saya juga gak
tahu kenapa bisa buat FF ini, judul awalnya ‘Can I Get Your Heart’ tapi setelah
sekian lama mendekam di Draft, FF ini selesai Judulnya jadi The Lost
Memories...
Story...
Hyeyoung POV
Aku hanya menunduk
diam di dalam cafe bernuansa autumn. Yah, walaupun sekarang bukan musim gugur.
Aku tak berusaha mencairkan atmosfer dingin antara kami. Karena seberapa besar
usahaku untuk mencairkannya akan sia-sia saja. Dia diam aku sudah bersyukur
daripada harus mendengar ucapan pedasnya yang membuat indra pendengaranku panas
dan menusuk ulu hatiku. Tiba-tiba ia bangkit dan melesat pergi tanpa mengucap
sepatah katapun. Kulirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. Sudah jam
8 malam, pantas ia melenggang pergi begitu saja. Aku meletakkan beberapa lembar
uang dan melenggang pergi. Lagi-lagi ia meninggalkan aku lagi, sampai kapan
harus seperti ini ?
***
Aku termenung menatap langit-langit
kamarku yang bercat putih. Sejak mengenalnya kembali- ia berubah. Ia dingin
padaku, sekalipun ia mengucapkan sesuatu itu pasti hanya menghinaku. Walaupun
apa yang dikatakannya tak salah. Memang aku tak memiliki tubuh yang ideal, oke!
Lebih tepatnya kau gemuk. Aku pendek, kakiku tak panjang. Aku tak cantik,
mataku terbilang sipit. Lalu apa salahnya jika aku seperti itu ? Bukankah aku
juga makhluk cipataan Tuhan sepertinya yang memang terbilang hampir sempurna.
Jika mengingatnya yang begitu nyaris sempurna aku memang merasa tak pantas
untuk memilikinya. Ia terlalu jauh untuk kuraih. Namun- menginggat kata-katanya
dulu sewaktu kecil, menguatkan hati kecilku bahwa suatu saat nanti ia pasti
akan menerimaku.
Aku memeluk boneka baby bear coklat
muda dengan ukuran yang cukup besar. Menyembunyikan raut wajah kacauku dibalik
boneka kesayanganku ini. “Babo!! Kenapa kau menangis lagi ? Uljima Hyeyoung!!”
aku mengusap cincin perak polos yang melingkar di jari kelingking kiriku.
Cincin yang dulunya berada di ibu jariku sewaktu kecil.
***
“Annyeong Oppadeul~” aku tersenyum cerah menatap namjadeul yang
tengah ribut dimeja makan. Yah, apalagi selain berebut makanan seperti anak
kecil. Apalagi Shindong oppa dan Eunhyuk oppa. Dasar!!
“Oppa, bukankah eomma sudah berkali-kali menasehati oppa untuk
lebih memperhatikan pola makanmu oppa ?” aku berjalan mendekati Shindong oppa
dan memeluknya dari belakang.
“Hyeong, kau dengarkan apa yang dikatakan yeodongsaengmu ini ? Kau
itu harus diet hyeong. Ingat sebentar lagi kita akan comeback, jadi- sebaiknya
aku saja yang menghabiskan sup iga ini” aku melepaskan pelukanku dan menarik
kursi untuk duduk disamping Shindong oppa.
“Eunhyuk hyeong lebih baik lagi jika sup iga itu untuk Hyeyoung
saja, kau mau Hye-ah ?” aku membalas pertanyaan Ryeowook oppa dengan gelengan
sambil tersenyum.
“Aku sudah sarapan oppa” kulihat Eunhyuk oppa menjulurkan lidahnya
pada Shindong oppa dan Ryeowook oppa. Mereka benar-benar seperti anak kecil.
“Oppa, dimana Kyuhyun Oppa ? Kenapa tidak kelihatan ?” Awh... aku
memegangi kepalaku yang terasa berdenyut karena jitakan dari Shindong oppa.
Aish...
“Jadi kau kemari hanya ingin bertemu Kyuhyun ? Bukankah semalam kau
baru saja bertemu dengannya ?” aku terdiam. Memang tidak ada yang tahu
bagaimana hubunganku dengan Kyuhyun oppa yang sebenarnya. Aku tak ingin membuat
mereka khawatir.
“Hyeyoung-ah, ! waegeurae ??” aku tersentak kaget lalu menggeleng
cepat. Aku tak boleh terlihat mencurigakan. “Gwaenchana oppa, tadi eomma
menyuruhku kemari untuk meminta pendapat Kyuhyun oppa tentang desain undangan
ini” aku mengeluarkan contoh desain undangan yang aku bawa dari rumah. Mereka
terlihat tercengang. Yah.. ini undangan untuk pernikahan sedangkan usiaku baru
18 tahun.
“Apa ini tidak terlalu cepat ?” tanya Shindong oppa mewakili
ekspresi member Super Junior yang menatapku penuh tanda tanya.
“Apa Setan itu sudah melakukan itu padamu Hye-ah ?” kulihat karena
ucapan tak masuk akal Eunhyuk oppa mendapat tatapan mematikan dari member Super
Junior yang ada, terutama Shindong oppa. Ia-kan oppaku. Tak lama Shindong oppa
berbalik menatapku. Aish... ia sepertinya terpengaruh dari ucapan tak bermutu
Eunhyuk oppa. Aku mendesis pelan. Dasar namja yadong!!
“Tentu saja tidak oppa. Eh, baiklah aku kekamarnya dulu permisi”
aku bangkit dan mengambil seluruh contoh undangan yang kubawa lalu melesat
pergi.
***
Sudah 5 menit
lebih aku berdiri didepan pintu. Aku bingung. Ia tak suka padaku dan selalu
memandang rendah diriku. Ia pasti berpikir jika ini hanya akal-akalanku saja
untuk bisa bersamanya. Apa iya ia tak sungguh-sungguh pada ucapannya dulu ? Apa
ia tak mengingatnya atau- ia menganggapnya hanya sebatas janji anak kecil
belaka ?. mollayeo. Aku menganggkat tanganku bersiap untuk mengetuk pintu
namun- Ceklet~~. Pintu itu terbuka lebih dulu. Dia hanya menatapku datar. Orang
ini!!
“Oppa, eomma dan abeoji ingin kau yang memilih undangan ini untuk
pernikahan kita” ia menatap sekilas sample undangan yang kubawa lalu melangkah
masuk kembali kekamarnya. Aku mengikutinya. Kamar dengan aroma wangi tubuhnya.
“Memangnya kapan kita akan menikah ?” ia mengacak rambutnya gemas.
Lalu menjatuhkan dirinya dikasur.
“Molla, eomma bilang ahjumma dan ahjussi yang memintanya sebelum
aku ke Jerman” jawabku lirih.
“Memangnya kapan kau pergi ? Kenapa tidak pergi saja. Kenapa harus
menikah dulu! Menyebalkan” aigoo. Wajahnya begitu lucu. Seperti itu- kau tak
pernah berubah oppa.
“Aish, terserah. Sekarang kau pulang. Kka!” aku menurut. Ia memang
tak pernah menganggapku. Saat aku berada diluar kamarnya ia menutupnya dengan
keras. Aku mendekatkan telingaku pada pintu.
“Yeobosaeyeo. Eomma~”
“Aku-”
“Aish, aku tak mau eomma. Shireo!! Eomma aku tak mencintainya.
Sudah aku bilang aku tak bisa. Ada sesuatu dalam hatiku yang mengganjal eomma~
kumohon mengertilah” aku tersenyum getir. Percuma saja pintunya ditutup jika
pada akhirnya ia berbicara sambil berteriak. Bodoh!! Dan lebih bodoh lagi aku
yang menunggu pria bodoh seperti itu. Kyu~ aku sakit. Neomu appeuda.
“Hye” eh ? aku berbalik. Oppa, jangan-jangan ?
“Oppa terlalu sering melihatmu menangis dalam diam. Ikut oppa”
Shindong oppa menarik tanganku menunju kamarnya lalu menguncinya.
“Eotteohke ?” tanyanya dengan nada dingin. Ini pertama kalinya ia
berbicara seperti ini padaku.
“Apa dia malu karena kau tak seperti yang diharapnya ? Jika ia
lebih baik batalkan saja Hyeyoung-ah, oppa sudah bosan mendengarmu menangis
dalam diam terus. Kenapa kau tak pernah mengadu pada siapa-siapa Hyeyoung-ah ?”
aku hanya menunduk.
“Oppa, bukankah aku tak mengatakannya namun oppa tahu juga pada
akhirnya” ujarku dengan suara parau. Aish, berhenti mengalir air mata bodoh!!
Kau membuat Shindong oppa khawatir. Ia sudah berjuang sekuat tenaga untuk
menghidupi keluarga jadi jangan tambah beban pikirannya.
“Jika sikap Kyuhyun belum berubah, lebih baik jangan menikah
dengannya. Ia tipe orang keras kepala Hyeyoung-ah, oppa sudah lama mengenalnya”
aku hanya mengangguk untuk membuatnya tenang. Mianhae oppa. Selamanya aku akan
berada disisi Kyuhyun oppa. Apapun yang terjadi.
***
Aku duduk
termenung dipinggir sungai Han. Hari sudah mulai gelap tapi hatiku masih kacau.
Atau mungkin- bimbang. Kenapa ? Tentu saja karena Kyuhyun oppa!! Apa benar ia
tak mengingatku ? Atau ia pura-pura lupa denganku karena ingin mengingkari
janjinya padaku ? Molla!!
Aku menghirup
udara sedalam-dalamnya lalu menghembuskannya perlahan. Beginilah caraku
menenangkan pikiran. Menyendiri. Aigoo sudah jam berapa ini ? Hari ini keluarga
Cho akan datang untuk membicarakan masalah pernikahan. Hyeyoung babo!! Aku
harus cepat pulang.
***
“Mianhada ahjumma, ahjussi, appa, eomma. Aku benar-benar tak bisa
menikah dengannya. Aku tak mencintainya. Mian, jika ini dipaksa maka itu hanya
akan membuatnya sengsara karena hidup dengan orang yang tak bisa mencintainya
sepenuh hati. Aku tak memiliki perasaan apapun dengan sampai saat ini” aku
mendekatkan diri dibalik lemari kayu besar didekat ruang tengah. Itu suara
Kyuhyun oppa. Tak salah lagi, jadi ia benar-benar serius dengan ucapannya. Tak
berniatkah dirinya sedikit saja belajar mencintaiku. Siapa wanita pemilik
hatinya itu sekarang ?
Aku menegang
melihat ekspresi appa. Aku tak mau ia sakit karena serangan jantung. Wajah Cho
ahjussi terlihat memerah menahan marah pada putra bungsunya. Lebih baik aku
disini daripada muncul dan membuat suasana makin keruh.
“Eh- Tuan Shin, apa Hyeyoung ada dirumah ?”
“Aniyo ia sedang keluar” appa- tangan kanannya tiba-tiba menyentuh
dadanya. Eomma terlihat panik. Aigoo- aku berjalan setengah berlari menghampiri
appa dan membantu eomma menuntunnya. Tujuan kami sekarang adalah rumah sakit.
***
Aku menggigit kuku
jariku sendiri. Cho ahjumma ikut bersama kami dan sendari tadi sibuk
menenangkan eomma. Jika hanya aku yang disakiti tak apa tapi kini appa
berbaring diatas ranjang putih itu karenanya. Mungkin ini akhir dari
penantianku. Walau aku tak pernah mengungkapkan bahwa aku menyukainya
setidaknya ia punya hati yang dapat menilai perasaanku padanya lewat caraku
memperlakukannya.
“Hyeyoung” aku mendongak menatap eomma yang kini juga menatapku.
“Waeyo eomma ?”
“Ani, kau tak usah khawatir sekarang lebih baik kau pulang. Rumah
sepi tak ada yang menjaga biar eomma yang menunggu appa sadar” aku mengangguk.
Mengapa mereka tak mengatakan padaku apa yang baru saja terjadi. Kenapa mereka
menyembunyikan ini dariku.
***
Author POV
“Mian, aku tak bisa mendidik putraku. Aku malu sekali pada kalian,
aku sudah menganggap Hyeyoung seperti putriku sendiri tapi mengapa bocah itu
berbicara asal. Aku mewakili keluargaku meminta maaf” Ny. Cho- wanita itu
menggenggam erat jemari teman lamanya ingin mengatakan bahwa ia tulus
mengatakan itu.
“Ne gwaenchana. Mungkin ia sudah memiliki kekasih. Wajar saja, ia
tampan dan penuh pesona. Mungkin gadis itu lebih baik dari Hyeyoung” Ny. Shin
berucap lirih. Ia bingung bagaimana cara menyampaikan ini pada putrinya.
Setahunya putrinya sangat antusias dengan perjodohan ini.
“Tapi aku ingin Hyeyoung yang mendampingi Kyuhyun, walaupun aku
tahu mereka masih muda. Ini alasanku untuk mempercepat pernikahan karena
Kyuhyun terlihat menyembunyikan sesuatu dan aku takut itu akan mengecewakan
kalian, walau pada akhirnya tetap sama saja”
“Hanna-ya, yang akan menjalani ini semua adalah mereka. Jadi
biarkan mereka yang menentukan pilihan dalam hidup mereka. Walau kita sebagai
orang tua memandang ini yang terbaik untuk mereka namun untuk mereka ini
mungkin bukan yang mereka harapkan” kedua wanita itu menghela nafas.
“Geurae. Jeongmal mian Shin”
***
Hyeyoung POV
Aku terburu-buru
menuju rumah sakit karena pagi-pagi sekali eomma menelpon dan mengatakan ada
sesuatu yang akan disampaikan appa dan ini penting. Aku menelusuri lorong rumah
sakit, lalu aku mengetuk dulu pintunya sebelum aku masuk. Aku lega karena appa
sudah sadar. Aku mendekati mereka dan menarik kursi untuk duduk disebelah
eomma.
“Appa sudah baikan. Sebenarnya kemarin appa kenapa ?” aku
berpura-pura tak tahu. Aku tak ingin membuat mereka terkejut jika aku tahu dan
mereka mengkhawatirkanku.
“Hyeyoung-ah~”
“Ne appa. Wae ?”
“Perjodohan kalian dibatalkan sayang. Kau tak apa bukan ?” aku
mengangguk sambil tersenyum. Walau ini sedikit dipaksakan tapi aku harap mereka
tak menyadarinya.
“Ne tentu saja. Ia terlalu sempurna untukku, dia pantas mendapatkan
yang lebih baik dariku dan dengan begitu aku akan lebih tenang belajar di
Jerman. Appa, kapan appa keluar dari rumah sakit ?” kedua orang tuaku bernafas
lega. Yah, tak apa. Lebih cepat ke Jerman lebih baik. Dengan begitu aku bisa
menumpahkan semua beban air mata yang kutahan disini dan menjalani lembaran
baru disana. setidaknya- jika aku tetap disini hatiku kembali tak rela
melepasnya.
“Nanti sore. Kemarin appa hanya kaget saja, tapi sekarang sudah
baikan. Kau lihat sendiri bukan ?” aku mengangguk lalu memeluk berdiri untuk
memeluk appa yang tengah duduk diranjang. Pandanganku kualihkan pada eomma yang
tengah menatap kami. Ternyata hanya aku yang menganggap ucapanmu dulu adalah
sebuah janji. Ternyata-
“Aku ingin ke Jerman besok”
***
BUGH
Kyuhyun terkapar
di ruang Practice Dance karena pukulan Shindong. Bukan tanpa alasan, entah dari
siapa ia tahu Kyuhyun membatalkan perjodohan dan membuat appanya masuk rumah
sakit. Eunhyuk dan Donghae menahan Shindong sementara Ryeowook membantu Kyuhyun
untuk berdiri.
“Hyeong kau jangan seperti ini” ucap Eunhyuk menahan Shindong untuk
tidak menghajar Kyuhyun.
“Tapi ia sudah keterlaluan. Sejak ia bergabung dengan Super Junior
aku sudah menganggapnya seperti dongsaengku sendiri seperti kalian dan kemarin
ia membuat uri appa masuk rumah sakit. Ia pantas dihajar” ujar Shindong dengan
penuh emosi. Kyuhyun mengusap bibirnya yang berdarah lalu melenggang pergi.
“Asal kau tahu- bahwa aku tak akan menganggapmu bagian dari Super
Junior lagi dan anggap kita tak saling mengenal Tuan Cho Yang Terhormat”
***
Hyeyoung POV
Aku memainkan
ponsel putih ditanganku. Menghapus satu per satu foto dirinya yang kuambil
diam-diam. Kenapa 4 tahun berlangsung begitu singkat ? Aku tak tahu harus
bersikap seperti apa jika bertemu dengannya.
“Kau sudah bersiap-siap Young ?” aku menoleh kebelakang. Dia
Allena- kami berbagi kamar diapartement sederhana ini.
“Yes!! Allena terima kasih sudah mau mendengarkanku selama ini” Ia
mengangguk. Lalu kami berpelukan sebentar.
“Ingat, jika menyimpan semuanya sendiri kau bisa menelponku untuk
berbagi” aku mengangguk.
“Ohya, jangan pernah bohongi dirimu sendiri” aku menaikan satu
alisku. Allena hanya menggeleng pelan.
“Geu namja. Siapa aish!! Oh, Cho Kyuhyun. Bersikap biasa saja. Jangan
terpaku padanya, jangan tatap matanya atau kau akan kembali jatuh pada
pesonanya. Tapi- aku rasa kau- sekarang lebih baik Young. Carilah namja yang
benar-benar mencintaimu jangan kau yang mencintainya” aish aku malas mendengar
ceramahnya tentang cinta. Aish, takkan selesai.
“Stop nona Allena. Aku tak apa-apa, mungkin juga aku takkan bertemu
dengannya- lagipula aku belajar banyak darimu” asal kau tahu wajah cantiknya
itu menyimpan kenangan kelam. Jauh lebih kelam daripada aku. Ia menikah dengan
namja yang ia kira mencintainya ternyata hanya mempermainkannya kemudian Allena
ditinggalkan begitu saja tanpa status yang jelas. Tanpa cerai. Ckck.
“Aku tak ingin kau sepertiku. Tak tahu harus berbuat apa, Young”
“Maaf, sudah mengingatkanmu pada masa sulitmu”
***
“Oppa~!! Bogoshipo” aku memeluk tubuh Shindong oppa yang sudah tak
sebesar dulu. Apa ia diet ketat ?
“Hyeyoung-ah, aigoo~ yeodongsaeng oppa ternyata sudah besar.
Ckckck” aku melepaskan pelukan dengan Shindong oppa lalu menggenggam tangannya
sambil berjalan keluar dari airport.
“Aku ingin bertemu dengan oppadeul oppa. Boleh ?” Shindong oppa
menghentikan langkahnya tiba-tiba membuatku kaget. Aigoo~ Hyeyoung babo seperti
kau memang salah bicara.
“Wae ?” dingin. Itu kesan dari pertanyaan yang ia lontarkan.
“Aku hanya ingin memberikan ini untuk mereka” Shindong oppa melirik
sebentar kearah koper kecil yang ada ditangan kiri.
“Biar oppa saja”
“Geurae”
***
BUGH
“Dari Hyeyoung” Shindong melempar koper kecil itu kesofa lalu
berlalu setelahnya. Eunhyuk, Donghae, Ryeowook dan Sungmin langsung mengerubungi
koper itu lalu membukanya. Sedangkan Kyuhyun hanya terpaku dengan PSP yang
masih ditangannya.
“Kyu, sepertinya ini untukmu” Sungmin meletakkan jam tangan hitam
yang masih terbingkis rapi diwadahnya pada Kyuhyun. Tentu saja Sungmin tahu
diluar kotak itu tertulis ‘Cho Kyuhyun’. Yah.. Hyeyoung memisah-misah oleh-oleh
untuk mereka.
‘Dia kembali’ desis Kyuhyun dengan mata yang- mollayo tak bisa
dijelaskan. Terpaku, senang, bingung, dan- khawatir.
***
Kyuhyun POV
Aku bangkit dari
tempat tidur. Aish kenapa hatiku tidak tenang ? Apa karena wanita itu kini
kembali ? Molla~ tapi aku- jujur ada satu hal yang membuatku tak bisa merasakan
tulusnya cinta. Seperti ada sesuatu dimasa laluku yang membuat diriku atau
lebih tepatnya menjadikan diriku enggan merasakan cinta. Sesuatu yang melarang
diriku untuk memberikan hatiku untuk yeoja. Kulirik jam yang ada didekat lemari
kayu ah- baru jam 8 malam. Apa sebaiknya aku keluar untuk mencari udara segar ?
Tapi aku sedang malas keluar!! Aigoo~
***
“Hyeyoung” benar, gadis itu berbalik. Wajahnya yang remang-remang
karena posisinya membelakangi bulan tapi aku yakin ia Hyeyoung. Perintah dari
mana kakiku berjalan mendekatinya hingga kami tepat berhadapan.
“C-cho Ky-kyuh-yun” tanganku terangkat dengan sendirinya, menyentuh
pipi mulus itu hingga beralih ketengkuknya dan membawanya kepelukanku. Cho
Kyuhyun!! Apa yang kau lakukan...
Author POV
Hembusan angin
musim gugur memainkan rambut Hyeyoung yang terlihat cantik dimata Kyuhyun.
Yah.. sedari tadi mereka duduk setelah Hyeyoung melepaskan mereka dengan penuh
kecanggungan Kyuhyun terus menatap Hyeyoung dari samping. Sedangkan Hyeyoung-
yeoja itu menatap aliran sungai Han yang berada didepannya, menatap pantulan
bulan di permukaan sungai itu dengan pandangan kosong. Dia takut- kepergiannya
ke Jerman tak bisa merubah perasaannya pada Kyuhyun. Dia tak ingin egois dengan
memikirkan perasaannya sendiri. Ia ingin mengalah tapi itu sulit, tak semudah
yang ia pikirkan setelah kembali bertatap muka dengan namja Cho itu.
“Aku seperti sudah lama mengenalmu. Seperti pernah betemu dan
begitu dekat” gumam Kyuhyun menatapi wajah Hyeyoung lekat-lekat. Mata itu- tak
asing baginya!!
***
Epilog
“Oppa” bocah laki-laki berusia 10 tahun itu berbalik. Senyumnya
terbit dan merentangkan kedua tangannya pada bocah perempuan yang berdiri
didekatnya dengan boneka teddy bear ditangan kirinya.
Bocah perempuan
itupun menghambur kepelukan bocah laki-laki yang lebih tua itu darinya. Setelah
beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. Bocah laki-laki itu heran kenapa
temannya itu pendiam hari ini.
“Hyeyoungie kenapa ? Marah sama Kyu oppa ?” bocah yang dipanggil
Hyeyoung itu menggeleng sambil memeluk boneka teddy bearnya. Wajahnya
mengerucut sebal namun raut wajahnya tersirat kesedihan.
“Besok Youngie mau pindah, kata eomma jauh dari sini oppa” adu
Hyeyoung kecil sambil termenung. Kyuhyun mengusap puncuk kepala Hyeyoung dengan
raut yang berubah sedih.
“Berarti Kyu bakal sendiri lagi. Chingudeul gak ada yang mau main
sama Kyu” Hyeyoung mendongak.
“Hyeyoung juga sedih” Kyuhyun melepaskan cincin yang dipakai dijari
tengahnya. Cincin perak dengan ukiran namanya didalamnya.
“Untuk Hyeyoungie, jika kita bertemu lagi Oppa bisa mengenali
Hyeyoungie karena itu cincin itu appa pesankan khusus untuk Kyu” mata Hyeyoung
terlihat berbinar senang. Ia memberikan jari telunjuknya.
“Terlalu besar. Coba jempolmu Hyeyoungie” Hyeyoung mengangguk.
“Nanti kalau kita bertemu lagi Kyu oppa bakal nikahin Hyeyoungie
supaya kita bisa bersama seperti eomma dan appa. Kemana appa pergi eomma pasti
ikut” mereka menautkan jari kelingking mereka. Mengikat janji yang entah akan
terbayar dimasa yang akan atau tidak.
***
Inilah memori yang
hilang. Kenangan yang tidak bisa diingat Kyuhyun karena kecelakaan yang
dialaminya tahun 2007. Sebagian memori masa kecilnya hilang. Tapi tubuhnya tak
hilang saat melihatnya, respon tubuhnya yang ia sendiri tak tahu bagaimana itu
bisa terjadi.
End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar