1.
Title : One Man [Han
namjaga]
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts
: Kim Jong
woon, Jung Hyoeun, Kim Kibum, Shim Changmin and other casts find by Ur self
4.
Lenght : Songfict
5.
Rate : PG 15
6.
Genre : Hurt, Sad,
Angst#Berharap#
7.
Disclaimer : Ini FF udah pingin lama
bikin tapi masih bingung dengan alurnya mau gimana. Jadilah akhirnya seperti
ini. Terwujudnya FF ini juga karena saya merasa sangat kehilangan seorang namja
tampan nan imut lucu gembil ini wamil... pokoknya ff ini ada karena saya gak
mau si Yeye wamil gak rela!! Story is mine!! No Plagiat, no BASH. Typo(S)
anywhere. Wassalam.... mbungkuk bareng member SJ lengkap.
Story....
Author POV
Cham orae-dwan-nabwa, i mal chocha mosaek
hal mankum
ni nunbinman bwado, nol hwanhi ta anun
ni chin-gu choreom, noye kurimja choreom
[Sungguh pasti telah lama, cukup lama
hingga kalimat ini tak berarti lagi]
[Hanya melihat matamu, aku bisa tahu
semuanya]
[Seperti temanmu, seperti bayanganmu]
Yesung,
main vocal dengan julukan Art Like Of Voice-Nya Super Junior ini terlihat
tengah tersenyum. Sesekali ia kembali mengecek smartphone-Nya yang tentu saja
itu membuat member lain penasaran dengan apa yang tengah dilakukan salah satu
member mereka. Yah... kini mereka tengah bersantai di depan TV. Berkumpul bersama
dan saling bercanda tanpa diburu waktu seperti biasanya. Setelah menyelesaikan
Sushow 3 mereka, kini mereka diberi waktu 1 minggu untuk beristirahat dan
setelahnya mereka akan comeback dengan album baru mereka.
“Hyeong, kau sedang apa ?” tanya Ryeowook
yang duduk disamping kanan Yesung.
“Eoh ? Seperti biasa” jawab Yesung santai
sambil tersenyum membuat member lain memperhatikan mereka berdua, khususnya
Yesung.
“Aku penasaran dengan yeoja itu. Seperti
apa dia ? Apa ‘Park’ itu marganya ?” tanya Eunhyuk. Yah, Yesung hanya
memberitahu bahwa yeoja yang selama ini ada dihatinya itu dengan nama ‘Park’.
“Bukan”
“Lalu ?” tanya Eunhyuk lagi namun diacuhkan
oleh Yesung yang lagi-lagi matanya terfokus pada layar Smartphone-nya.
‘Oppa, bagaimana kabar Kibum oppa ? Kenapa
akhir-akhir ini ia sulit untuk kuhubungi ? Bahkan membalas sms-ku saja jarang.
Tolong sampaikan salamku, katakan juga untuk menjaga kesehatannya. Kau oppa
terbaikku -_-. Saranghae oppa‘
Itulah
sebaris kalimat yang terpampang dilayar smartphone dengan casing putih itu.
Walau artian ‘Saranghae oppa’ untuk Yesung dan yeoja itu berbeda, namun ia
senang. Setidaknya untuk membuat yeoja itu tersenyum, maka ia akan ikut
tersenyum juga dibelakangnya.
Nul hamke hae-nnabwa
Niga himdul-ttaena sulpul tte
Werowo hal ttaedo ddo ibyol alh-koso
Apahal-ttaedo ni nunmul taggajul
[Pasti selalu bersama]
[Ketika masa-masa sulit atau sedihmu]
[Bahkan ketika kau kesepian dan menderita
karena perpisahan]
[Walau aku menderita saat menghapus air
matamu]
“Oppa, apa benar Kibum oppa dengan
Sulli-ssi mereka memiliki hubungan khusus ? Kenapa mereka terlihat akrab
akhir-akhir ini ?” aku menyeka aliran kecil yang menggenang dipelupuk mata
yeoja yang kini berada dalam pelukannya.
“Apa yang kau katakan ? Bukankah kau sangat
mencintainya ? Seharusnya kau percaya padanya. Kadang kita harus menutup
telinga dan mata kita rapat-rapat. Hyoeun, bukankah Oppa pernah bercerita
padamu. Tentang seseorang yang oppa cintai, oppa melepasnya karena oppa percaya
ia akan bahagia dengan orang itu. Karena cinta berdasarkan pada kepercayaan.
Jadi kau juga harus percaya pada Kibum. Maka hidupmu akan bahagia. Kau akan
merasa tenang” Jung Hyoeun, Ia tak menangis tersedu-sedu, ia juga bukan tipe
yeoja cengeng yang mudah menangis. Namun Hyoeun adalah tipe yeoja yang mudah
sekali cemburu, namun ia tak pernah menunjukannya didepan Kibum. Hanya pada
Yesung-lah ia mengadu.
“Tapi oppa,sudah 2 minggu ini ia tak
menghubungiku. Aku- pernah melihatnya bersama Sulli-ssi tengah berada disebuah
Bioskop. Apa aku terlalu over protective pada Kibum oppa ? Juga 2 minggu yang
lalu kami bertengkar oppa. Apa aku memang kekanak-kanakan ?” Yesung tersenyum.
Ia mengecup kening Hyoeun lembut dengan sayang.
“Tenanglah, oppa akan membantumu. Oppa akan
mengatakan pada Kibum untuk menemuimu dan
kalian selesaikan masalah kalian sendiri” Hyoeun menatap Yesung
khawatir. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri.
“Oppa, menurutku jangan. Kau pasti akan
kena pukulan Kibum oppa. Aku tak enak padamu, kau selalu yang menjadi penengah
dalam hubungan kami. Kau selalu memikirkanku, membuatku bahagia dan mengabaikan
yeoja yang kau cintai. Aku bahkan tak tahu apapun tentang yeoja itu”
“Itu karena aku ini Oppa-mu dan kau-”
telunjuk Yesung menunjuk kening Hyoeun. “Kau adalah yeodongsaengku. Yeoja kecil
kesayanganku” lanjut Yesung.
“Oppa, gomawo. Bagaimana menurut oppa jika
aku berpisah saja dengan Kibum oppa” celetuk Hyoeun.
“Mwo ? Wae ?” tanya Yesung kaget. “Kami
sudah banyak berselisih oppa”
“Lakukan yang terbaik menurutmu. Oppa
selalu bersamaku”
*Han namjaga-isso nol nomu saranghan
Han namjaga-isso saranghae maldo mo-tha-nun
Ni gyote son nae-nilmyon ggot tah-ul koriye
Chasinboda gginun nol gachin naeka isso
[Ada seorang pria yang sangat mencintaimu]
[Aku seorang pria yang tak bisa mengatakan
aku mencintaimu]
[Aku disampingmu, mengulurkan tangan hingga
kau bisa meraihku disaat tertentu]
[Ada aku yang menyayangimu daripada diri
sendiri]
“Oppa, menurutmu bagaimana ?Aku bingung.
Aku memang menyukainya. Ani!! Maksudku aku adalah fans-nya. Tapi aku tak tahu
aku menyukainya atau tidak” tanya Hyoeun sambil menyuapkan ice cream
kemulutnya. Yesung meluangkan waktunya untuk bertemu dengan Hyoeun dan
membatalkan rencananya ikut berlibut ke Jepang dengan member lain.
“Jadi ini yang kau sebut dengan urusan penting
?” tanya Yesung dengan nada kesal. Hyoeun tersentak. Ia menatap Yesung kaget.
Ini pertama kalinya ia mendapat respon seperti itu dari Yesung.
“O-opp-pa, apa aku benar-benar mengganggumu
? Mian, jeongmal mianhada oppa. Aku memang tak tahu diri mengganggu waktu
liburmu” Yesung terkekeh pelan lalu menentuh dagu Hyoeun yang duduk
disampingnya karena Hyoeun menunduk.
“Apa Oppa terlihat marah ?”
“Oppa-”
“Tidak. Oppa senang jika kau selalu
menganggap oppa. Oppa rasa Changmin itu- dia namja yang baik. Terserah kau
saja. Oppa selalu mendukung keputusanmu” Yesung melepaskan tanganya dari dagu
Hyoeun dan merangkul pundak yeoja itu.
“Oppa tak marahkan ?” tanya Hyoeun
hati-hati.
“Oppa akan marah jika kau tak mau pergi
ketaman bermain bersama oppa. Kajja” Yesung bangkit mendahului Hyoeun dan
berjalan keluar kedai kecil dipinggir jalan itu.
Yesung POV
Noreul utke hanuni-rochik keugonman
Saengga-kha-go onje odisona noreul barabogo
Nol kuriwo hago ni kokchongman hanun
[Aku hanya berpikir untuk membuatmu
tertawa]
[Kapan dan dimanapun aku melihatmu dan akan
kehilanganmu]
[Yang ku khawatirkan hanya dirimu]
“Yesung hyeong. Chamkaman” aku berbalik dan
kudapati seorang dongsaeng yang lebih tinggi dariku. Changmin. Soulmate magnae
kami. Ia berlari kecil menghampiriku yang hendak berjalan keluar SM Ent.
“Kata Hyoeun aku harus meminta restu
padamu. Hyeong, tolong restui aku. Aku berjanji padamu untuk menjaganya dengan
baik. Memperhatikannya, merawatnya, dan membuatnya selalu tersenyum sepanjang
hari” bahkan Changmin baru dekat dengannya kurang dari 2bulan. Kenapa begitu
sulit untukku untuk mengekspresikan rasa sayangku pada yeoja yang aku cintai ?
“Hyeong!?”
“Eh ?” aku tersentak. Dapat kulihat
Changmin harap-harap cemas. Yah, lagi-lagi untuk kebahagiannya, karena aku
yakin ia hanya menganggapku seorang oppa dan tak akan lebih. Mungkin ia akan
lebih baik dengan Changmin. Yesung, bukankah ini sudah biasa.
“Geurae. Aku merestuimu. Tapi jangan buat
dia tersenyum sepanjang hari karena itu mengerikan Shim Changmin. Aku tak ingin
yeodongsaengku tercinta gila karenamu” ujarku dengan tawa renyah. Sungguh
miris. Jung Hyoeun, mengapa semakin lama kini kita semakin jauh ?
“Geurae, Hyeong. Boleh aku minta sesuatu ?”
tanya Changmin yang membuatku menatapnya bingung.
“Wae
?”
“Bisakah aku sedikit menjauh dari Hyoeun”
aku mendelik menatapnya. Ia buru-buru mengeleng.
“Maksudku, beri aku waktu untuk lebih
mengenal Hyoeun. Bagaimana bisa aku membahagiakannya jika aku tak mengenalnya.
Sedangkan ia selalu bersamamu” aku mengangguk. Karena satu kata ‘percaya’ ia
akan bahagia.
Chonboncchum sam-kigo wo
Tto manbonchum chuseurto bojiman, ma-rha-go
hipo
Michilgot katunde
Neol warang nan an-go shipunde
[Untuk ribuan kalinya aku menelannya dan
lagi untuk berjuta kalinya aku lebih mengendalikan diri tapi]
[Aku mungkin sudah gila]
[Aku ingin memeluk dan memegangmu]
“Ryeowook-ah eoddeohke ?” aku langsung
memeluknya yang tengah duduk diatas ranjangnya dikamar kami.
“Waeyeo Hyeong ?” “Apuda, neomu apuda. Ini
tak sepeti yang selalu kubayangkan. Ternyata ini lebih menyakitkan wook-ah.”
Ujarku seteleh melepaskan pelukannya dan duduk disampingnya.
“Yak! Hyeong apa yang kau katakan ?
Bukankah kau bilang kau pergi menemui Hyoeun ? Kenapa kau tiba-tiba datang
dengan keadaan yang begitu kacau ?” aku hanya menggeleng lemah. Wook-ah,
sebentar lagi ia akan menjadi milik orang lain. Tak lama lagi dan aku akan
benar-benar kehilangannya.
“Ryeowook hyeong ini-” kualihkan
pandanganku kearah pintu. Kibum, ia berdiri disana. Sepertinya ia menyadari
keadaanku yang tengah tak baik.
“Gwaenchansumnika hyeong ?” aku mengangguk.
“Hyoeun. Ia akan menikah. Dan ia memintaku
menggantikan appanya untuk mengantarnya dialtar nanti” ujarku dengan tatapan
kosong.
“Lalu ?” tanya Ryeowook namun aku
mengacuhkannya. “Yang benar saja hyeong ? Kusarankan untuk tak melakukannya.
Itu sama saja kau menghancurkan dirimu sendiri” Kibum. Bodohnya aku tak tahu
jika Kibum memutuskan Hyoeun karena tahu perasaanku padanya.
“Tapi aku-”
“Percaya ia akan bahagia ? Selalu kata-kata itu yang kau ulang Hyeong. Sebenarnya jika Hyeong mau mengungkapkannya pada Hyoeun aku yakin Hyoeun akan lebih bahagia denganmu hyeong. Lebih baik menjaga orang itu dengan tangan kita sendiri daripada menyerahkannya pada orang lain”
Han yeojaga-isso ireon nal morunun
Sarang badumyonso, sarang injuldo moruneun
Namankeum kkok pabogateun seulpeun neol
tuga
I seun-gan-do nunmuri najiman haengbo-khan
gol
Niga gyeote itki ttaemun-iya...
[Disana ada seorang wanita yang tak
mengetahuiku]
[Yang menerima cinta tapi tak tahu jika itu
sebuah cinta]
[Aku sama seperti orang bodoh dan menderita
jika aku meninggalkanmu]
[Pada saat aku menangis, tetapi aku
bahagia]
[Karena kau ada disampingku
“Yeobosaeyeo “
aku memandang semua member lalu menghembuskan nafas perlahan.
“Yeobosaeyeo ?
Nuguseoyeo ?” aku mengatur suaraku.
“Aku-seseorang
yang selalu ada disampingmu. Chukae karena besok kau akan menikah dengan orang
yang akan membuatmu bahagia~”
“Yak!! Kau ini
siapa ?”
“Aku hanya ingin
kau tahu, aku mencintaimu. Selalu, aku menjagamu dari jauh dan selalu menjagamu
dari jauh. Sebelum kau menjadi milik orang lain, aku hanya ingin kau tahu bahwa
ada seorang namja pengecut dan bodoh hingga menyerahkanmu pada namja lain~”
“Yak!! Apa kau
Kibum oppa ?”
“Tatalah hidupmu
dengan baik. Karena mulai besok aku tak bisa selalu disisimu, ada orang lain
yang akan menjagamu mulai besok. Tapi kau jangan khawatir aku selalu ada
dibelakangmu. Menjadi bayanganmu untuk melindungimu” ya tuhan... aku sudah tak
sanggup.
“Mian, aku tak
dapat hadir besok. Hatiku sakit jadi dalam satu hari itu jagalah dirimu
baik-baik. Malam ini aku memberanikan diri untuk mengatakannya padamu. Mencintaimu
adalah sebuah pilihan. Tapi melihatmu bahagia dan tersenyum manis adalah
kebutuhan. Aku percaya itu~”
“Ye-ye-sung Op-pa
?”
“Siapapun aku,
aku akan selalu bersamamu. Disampingmu, walau aku tak bisa memilikimu. Jung
Hyoeun. Saranghae, neo hanaman saranghamnika” PIP
Kupejamkan mataku. Sedikit lega
walau rasa sakit dan tak ingin kehilangannya lebih besar. Aku tersenyum pada
Kibum yang duduk tepat didepanku.
“Melegakan bukan
? walau awalnya sakit. Jika ada seorang yeoja yang menarik perhatianmu, jangan
ragu untuk mengejarnya. Dan jangan terpaku pada masa lalu karena masa lalu tak
dapat diubah Hyeong”
Original By :
Kim Jong Kook - One Man
Singer :
Kim Jong Woon - One Man [Immortal Song 2]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar