About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

One Man [Han Namjaga] [Kim Jongwoon]


1.           Title                                : One Man [Han namjaga]
2.         Author                           : Fortunia Ryu
3.         Casts                             : Kim Jong woon, Jung Hyoeun, Kim Kibum, Shim Changmin and other casts find by Ur self
4.          Lenght                            : Songfict
5.         Rate                               : PG 15
6.         Genre                             : Hurt, Sad, Angst#Berharap#
7.          Disclaimer                     : Ini FF udah pingin lama bikin tapi masih bingung dengan alurnya mau gimana. Jadilah akhirnya seperti ini. Terwujudnya FF ini juga karena saya merasa sangat kehilangan seorang namja tampan nan imut lucu gembil ini wamil... pokoknya ff ini ada karena saya gak mau si Yeye wamil gak rela!! Story is mine!! No Plagiat, no BASH. Typo(S) anywhere. Wassalam.... mbungkuk bareng member SJ lengkap.

Story....


Author POV
Cham orae-dwan-nabwa, i mal chocha mosaek hal mankum
ni nunbinman bwado, nol hwanhi ta anun
ni chin-gu choreom, noye kurimja choreom
[Sungguh pasti telah lama, cukup lama hingga kalimat ini tak berarti lagi]
[Hanya melihat matamu, aku bisa tahu semuanya]
[Seperti temanmu, seperti bayanganmu]

                Yesung, main vocal dengan julukan Art Like Of Voice-Nya Super Junior ini terlihat tengah tersenyum. Sesekali ia kembali mengecek smartphone-Nya yang tentu saja itu membuat member lain penasaran dengan apa yang tengah dilakukan salah satu member mereka. Yah... kini mereka tengah bersantai di depan TV. Berkumpul bersama dan saling bercanda tanpa diburu waktu seperti biasanya. Setelah menyelesaikan Sushow 3 mereka, kini mereka diberi waktu 1 minggu untuk beristirahat dan setelahnya mereka akan comeback dengan album baru mereka.
“Hyeong, kau sedang apa ?” tanya Ryeowook yang duduk disamping kanan Yesung.
“Eoh ? Seperti biasa” jawab Yesung santai sambil tersenyum membuat member lain memperhatikan mereka berdua, khususnya Yesung.
“Aku penasaran dengan yeoja itu. Seperti apa dia ? Apa ‘Park’ itu marganya ?” tanya Eunhyuk. Yah, Yesung hanya memberitahu bahwa yeoja yang selama ini ada dihatinya itu dengan nama ‘Park’.
“Bukan”
“Lalu ?” tanya Eunhyuk lagi namun diacuhkan oleh Yesung yang lagi-lagi matanya terfokus pada layar Smartphone-nya.
‘Oppa, bagaimana kabar Kibum oppa ? Kenapa akhir-akhir ini ia sulit untuk kuhubungi ? Bahkan membalas sms-ku saja jarang. Tolong sampaikan salamku, katakan juga untuk menjaga kesehatannya. Kau oppa terbaikku -_-. Saranghae oppa‘
                Itulah sebaris kalimat yang terpampang dilayar smartphone dengan casing putih itu. Walau artian ‘Saranghae oppa’ untuk Yesung dan yeoja itu berbeda, namun ia senang. Setidaknya untuk membuat yeoja itu tersenyum, maka ia akan ikut tersenyum juga dibelakangnya.

Nul hamke hae-nnabwa
Niga himdul-ttaena sulpul tte
Werowo hal ttaedo ddo ibyol alh-koso
Apahal-ttaedo ni nunmul taggajul
[Pasti selalu bersama]
[Ketika masa-masa sulit atau sedihmu]
[Bahkan ketika kau kesepian dan menderita karena perpisahan]
[Walau aku menderita saat menghapus air matamu]

“Oppa, apa benar Kibum oppa dengan Sulli-ssi mereka memiliki hubungan khusus ? Kenapa mereka terlihat akrab akhir-akhir ini ?” aku menyeka aliran kecil yang menggenang dipelupuk mata yeoja yang kini berada dalam pelukannya.
“Apa yang kau katakan ? Bukankah kau sangat mencintainya ? Seharusnya kau percaya padanya. Kadang kita harus menutup telinga dan mata kita rapat-rapat. Hyoeun, bukankah Oppa pernah bercerita padamu. Tentang seseorang yang oppa cintai, oppa melepasnya karena oppa percaya ia akan bahagia dengan orang itu. Karena cinta berdasarkan pada kepercayaan. Jadi kau juga harus percaya pada Kibum. Maka hidupmu akan bahagia. Kau akan merasa tenang” Jung Hyoeun, Ia tak menangis tersedu-sedu, ia juga bukan tipe yeoja cengeng yang mudah menangis. Namun Hyoeun adalah tipe yeoja yang mudah sekali cemburu, namun ia tak pernah menunjukannya didepan Kibum. Hanya pada Yesung-lah ia mengadu.
“Tapi oppa,sudah 2 minggu ini ia tak menghubungiku. Aku- pernah melihatnya bersama Sulli-ssi tengah berada disebuah Bioskop. Apa aku terlalu over protective pada Kibum oppa ? Juga 2 minggu yang lalu kami bertengkar oppa. Apa aku memang kekanak-kanakan ?” Yesung tersenyum. Ia mengecup kening Hyoeun lembut dengan sayang.
“Tenanglah, oppa akan membantumu. Oppa akan mengatakan pada Kibum untuk menemuimu dan  kalian selesaikan masalah kalian sendiri” Hyoeun menatap Yesung khawatir. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri.
“Oppa, menurutku jangan. Kau pasti akan kena pukulan Kibum oppa. Aku tak enak padamu, kau selalu yang menjadi penengah dalam hubungan kami. Kau selalu memikirkanku, membuatku bahagia dan mengabaikan yeoja yang kau cintai. Aku bahkan tak tahu apapun tentang yeoja itu”
“Itu karena aku ini Oppa-mu dan kau-” telunjuk Yesung menunjuk kening Hyoeun. “Kau adalah yeodongsaengku. Yeoja kecil kesayanganku”  lanjut Yesung.
“Oppa, gomawo. Bagaimana menurut oppa jika aku berpisah saja dengan Kibum oppa” celetuk Hyoeun.
“Mwo ? Wae ?” tanya Yesung kaget. “Kami sudah banyak berselisih oppa”
“Lakukan yang terbaik menurutmu. Oppa selalu bersamaku”

*Han namjaga-isso nol nomu saranghan
Han namjaga-isso saranghae maldo mo-tha-nun
Ni gyote son nae-nilmyon ggot tah-ul koriye
Chasinboda gginun nol gachin naeka isso
[Ada seorang pria yang sangat mencintaimu]
[Aku seorang pria yang tak bisa mengatakan aku mencintaimu]
[Aku disampingmu, mengulurkan tangan hingga kau bisa meraihku disaat tertentu]
[Ada aku yang menyayangimu daripada diri sendiri]

“Oppa, menurutmu bagaimana ?Aku bingung. Aku memang menyukainya. Ani!! Maksudku aku adalah fans-nya. Tapi aku tak tahu aku menyukainya atau tidak” tanya Hyoeun sambil menyuapkan ice cream kemulutnya. Yesung meluangkan waktunya untuk bertemu dengan Hyoeun dan membatalkan rencananya ikut berlibut ke Jepang dengan member lain.
“Jadi ini yang kau sebut dengan urusan penting ?” tanya Yesung dengan nada kesal. Hyoeun tersentak. Ia menatap Yesung kaget. Ini pertama kalinya ia mendapat respon seperti itu dari Yesung.
“O-opp-pa, apa aku benar-benar mengganggumu ? Mian, jeongmal mianhada oppa. Aku memang tak tahu diri mengganggu waktu liburmu” Yesung terkekeh pelan lalu menentuh dagu Hyoeun yang duduk disampingnya karena Hyoeun menunduk.
“Apa Oppa terlihat marah ?”
“Oppa-”
“Tidak. Oppa senang jika kau selalu menganggap oppa. Oppa rasa Changmin itu- dia namja yang baik. Terserah kau saja. Oppa selalu mendukung keputusanmu” Yesung melepaskan tanganya dari dagu Hyoeun dan merangkul pundak yeoja itu.
“Oppa tak marahkan ?” tanya Hyoeun hati-hati.
“Oppa akan marah jika kau tak mau pergi ketaman bermain bersama oppa. Kajja” Yesung bangkit mendahului Hyoeun dan berjalan keluar kedai kecil dipinggir jalan itu.

Yesung POV
Noreul utke hanuni-rochik keugonman
Saengga-kha-go onje odisona noreul barabogo
Nol kuriwo hago ni kokchongman hanun
[Aku hanya berpikir untuk membuatmu tertawa]
[Kapan dan dimanapun aku melihatmu dan akan kehilanganmu]
[Yang ku khawatirkan hanya dirimu]

“Yesung hyeong. Chamkaman” aku berbalik dan kudapati seorang dongsaeng yang lebih tinggi dariku. Changmin. Soulmate magnae kami. Ia berlari kecil menghampiriku yang hendak berjalan keluar SM Ent.
“Kata Hyoeun aku harus meminta restu padamu. Hyeong, tolong restui aku. Aku berjanji padamu untuk menjaganya dengan baik. Memperhatikannya, merawatnya, dan membuatnya selalu tersenyum sepanjang hari” bahkan Changmin baru dekat dengannya kurang dari 2bulan. Kenapa begitu sulit untukku untuk mengekspresikan rasa sayangku pada yeoja yang aku cintai ?
“Hyeong!?”
“Eh ?” aku tersentak. Dapat kulihat Changmin harap-harap cemas. Yah, lagi-lagi untuk kebahagiannya, karena aku yakin ia hanya menganggapku seorang oppa dan tak akan lebih. Mungkin ia akan lebih baik dengan Changmin. Yesung, bukankah ini sudah biasa.
“Geurae. Aku merestuimu. Tapi jangan buat dia tersenyum sepanjang hari karena itu mengerikan Shim Changmin. Aku tak ingin yeodongsaengku tercinta gila karenamu” ujarku dengan tawa renyah. Sungguh miris. Jung Hyoeun, mengapa semakin lama kini kita semakin jauh ?
“Geurae, Hyeong. Boleh aku minta sesuatu ?” tanya Changmin yang membuatku menatapnya bingung.
“Wae  ?”
“Bisakah aku sedikit menjauh dari Hyoeun” aku mendelik menatapnya. Ia buru-buru mengeleng.
“Maksudku, beri aku waktu untuk lebih mengenal Hyoeun. Bagaimana bisa aku membahagiakannya jika aku tak mengenalnya. Sedangkan ia selalu bersamamu” aku mengangguk. Karena satu kata ‘percaya’ ia akan bahagia.
Chonboncchum sam-kigo wo
Tto manbonchum chuseurto bojiman, ma-rha-go hipo
Michilgot katunde
Neol warang nan an-go shipunde
[Untuk ribuan kalinya aku menelannya dan lagi untuk berjuta kalinya aku lebih mengendalikan diri tapi]
[Aku mungkin sudah gila]
[Aku ingin memeluk dan memegangmu]

“Ryeowook-ah eoddeohke ?” aku langsung memeluknya yang tengah duduk diatas ranjangnya dikamar kami.
“Waeyeo Hyeong ?” “Apuda, neomu apuda. Ini tak sepeti yang selalu kubayangkan. Ternyata ini lebih menyakitkan wook-ah.” Ujarku seteleh melepaskan pelukannya dan duduk disampingnya.
“Yak! Hyeong apa yang kau katakan ? Bukankah kau bilang kau pergi menemui Hyoeun ? Kenapa kau tiba-tiba datang dengan keadaan yang begitu kacau ?” aku hanya menggeleng lemah. Wook-ah, sebentar lagi ia akan menjadi milik orang lain. Tak lama lagi dan aku akan benar-benar kehilangannya.
“Ryeowook hyeong ini-” kualihkan pandanganku kearah pintu. Kibum, ia berdiri disana. Sepertinya ia menyadari keadaanku yang tengah tak baik.
“Gwaenchansumnika hyeong ?” aku mengangguk.
“Hyoeun. Ia akan menikah. Dan ia memintaku menggantikan appanya untuk mengantarnya dialtar nanti” ujarku dengan tatapan kosong.
“Lalu ?” tanya Ryeowook namun aku mengacuhkannya. “Yang benar saja hyeong ? Kusarankan untuk tak melakukannya. Itu sama saja kau menghancurkan dirimu sendiri” Kibum. Bodohnya aku tak tahu jika Kibum memutuskan Hyoeun karena tahu perasaanku padanya.
“Tapi aku-”

“Percaya ia akan bahagia ? Selalu kata-kata itu yang kau ulang Hyeong. Sebenarnya jika Hyeong mau mengungkapkannya pada Hyoeun aku yakin Hyoeun akan lebih bahagia denganmu hyeong. Lebih baik menjaga orang itu dengan tangan kita sendiri daripada menyerahkannya pada orang lain”


Han yeojaga-isso ireon nal morunun
Sarang badumyonso, sarang injuldo moruneun
Namankeum kkok pabogateun seulpeun neol tuga
I seun-gan-do nunmuri najiman haengbo-khan gol
Niga gyeote itki ttaemun-iya...
[Disana ada seorang wanita yang tak mengetahuiku]
[Yang menerima cinta tapi tak tahu jika itu sebuah cinta]
[Aku sama seperti orang bodoh dan menderita jika aku meninggalkanmu]
[Pada saat aku menangis, tetapi aku bahagia]
[Karena kau ada disampingku

“Yeobosaeyeo “ aku memandang semua member lalu menghembuskan nafas perlahan.
“Yeobosaeyeo ? Nuguseoyeo ?” aku mengatur suaraku.
“Aku-seseorang yang selalu ada disampingmu. Chukae karena besok kau akan menikah dengan orang yang akan membuatmu bahagia~”
“Yak!! Kau ini siapa ?”
“Aku hanya ingin kau tahu, aku mencintaimu. Selalu, aku menjagamu dari jauh dan selalu menjagamu dari jauh. Sebelum kau menjadi milik orang lain, aku hanya ingin kau tahu bahwa ada seorang namja pengecut dan bodoh hingga menyerahkanmu pada namja lain~”
“Yak!! Apa kau Kibum oppa ?”
“Tatalah hidupmu dengan baik. Karena mulai besok aku tak bisa selalu disisimu, ada orang lain yang akan menjagamu mulai besok. Tapi kau jangan khawatir aku selalu ada dibelakangmu. Menjadi bayanganmu untuk melindungimu” ya tuhan... aku sudah tak sanggup.
“Mian, aku tak dapat hadir besok. Hatiku sakit jadi dalam satu hari itu jagalah dirimu baik-baik. Malam ini aku memberanikan diri untuk mengatakannya padamu. Mencintaimu adalah sebuah pilihan. Tapi melihatmu bahagia dan tersenyum manis adalah kebutuhan. Aku percaya itu~”
“Ye-ye-sung Op-pa ?”
“Siapapun aku, aku akan selalu bersamamu. Disampingmu, walau aku tak bisa memilikimu. Jung Hyoeun. Saranghae, neo hanaman saranghamnika” PIP
                Kupejamkan mataku. Sedikit lega walau rasa sakit dan tak ingin kehilangannya lebih besar. Aku tersenyum pada Kibum yang duduk tepat didepanku.
“Melegakan bukan ? walau awalnya sakit. Jika ada seorang yeoja yang menarik perhatianmu, jangan ragu untuk mengejarnya. Dan jangan terpaku pada masa lalu karena masa lalu tak dapat diubah Hyeong”


Original By              : Kim Jong Kook - One Man
Singer                     : Kim Jong Woon - One Man [Immortal Song 2]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar