1.
Title : Because She is Not You
[Naega Aniraseo]
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Choi Jonghyun [Changjo
Teentop*ceritanya author lagi kesem-sem sama ni bocah gara-gara lagu Missing
you-nya*digamapar Yesung Oppa*makin ngaco], Jung Seulri, Jung Jiyoung, Choi
Siwon, and member teentop yang lain. Other casts find by your self.
4.
Lenght : Oneshoot. Sebenernya ini FF
gara-gara lagu Missing You [Naega Aniraseo] kan udah author bilang lagi
kesem-sem sama ni bocah!! Apa sech ?
5.
Rated : PG 13/PG 15
6.
Genre : AU, Angst*maksa* romace.
And other up to reader.
7. Disclaimer : FF pertama untuk Changjo oppa.
Tapi aku lebih suka manggil ni bocah Choijo*hahahaha..*ketawa bareng bang
Kyupil!! Story is Mine!! Typos(s) anywhere. NO Plagiat!! Ini kelanjutan
dari Fate. Tapi kali ini fokus cerita kekehidupannya gebetan baru saja*tarik Changjo*
Story.....
Choi JongHyun[Changjo] POV
Aku menatap jengah
yeoja yang duduk dihadapanku. Ck!! Mengganggu. Kenapa hampir semua yeoja di
dunia ini menyebalkan. Kerjaannya hanya merengek, meminta, dan memaksa. Aish!!
Dasar makhluk menyebalkan. Walaupun memang tak semuanya seperti itu. Seperti- Jiyoung.
Aku langsung menggeleng pelan, menepis pikiranku agar tidak lebih liar
tentangnya.
“Oppa, kenapa diam saja ? Kau sedang tak enak badan ?” aku menepis
tangan Seulri yang berusaha menyentuh keningku. Memangnya siapa dia ? Beraninya
menyentuh diriku. Dasar yeoja kegatelan, sok manis. Ck!
“Ada apa Seulri-ah ?” tanya Ayoung. Dia yeojachingu Chunji, yah
kami sedang berkumpul dirumah Chang Hyun Hyeong untuk sedikit merayakan karena
dia baru saja diterima sebagai trainer. Dan tentu saja para yeoja kami ikut.
Dan aku benci mengatakan ini, Seulri itu yeojachinguku. Aish, tunggu dulu. Dia
memang yeojachingu-ku tapi aku tak mencintainya. Sama sekal tidak!! Kebiasaan
buruk kalangan chaebol korea. Perjodohan untuk bisnis. Klasik memang, tapi
karena itulah aku harus meninggalkan orang yang aku cintai. Tapi kupikir itu
bukan karena bisnis semata tapi karena- sudahlah!!
“Jong Hyun oppa sepertinya kurang enak badan” aku hanya mencibir
pelan. Aku memang tak baik-baik saja karena sebagian jiwaku pergi. Tidak ada
disini.
“Bukankah Jong Hyun memang seperti itu. Seulri-ah, sebaiknya kau
bantu yang lain didapur saja, biar tempat ini kami yang bersihkan. Enak Jong
Hyun yang hanya duduk diam seperti bos” aku mendelik pada Chang Hee hyeong yang
berkata seenak jidak. Kulihat Seulri hanya menurut dan berjalan menuju dapur.
Aku bangkit dan membantu memindahkan sofa kepojok ruangan.
“Apa kau tak berlebihan padanya Jong Hyun-ah. Menurutku kau jangan
seperti itu, jangan mengacuhkannya. Ia tak terlalu buruk untukmu” aku menghela
nafas. Terserah kalian mau bicara apa.
“Aku sudah berkali-kali mengatakan pada eomma kalau aku tak setuju
dengan perjodohan ini tapi beliau malah mengancam untuk mempercepat pertunangan
kami. Yang benar saja, SMA saja belum lulus” aku menghempaskan diri diatas
karpet tebal yang halus. Diikuti Niel hyeong.
“Lalu bagaimana dengan Siwon hyeong dan Jiyoung ? Kudengar mereka
akan menikah setelah Jiyoung lulus. Kau masih mending hanya bertunangan saja” Aish
mulai lagi. Aku kemari karena Jiyoung ada dirumah untuk membicarakan masalah
pertunangan mereka yang tinggal menghitung hari. Dan aku tak sanggup melihatnya
tersenyum disamping namja lain sekalipun itu Siwon hyeong!!
“Mereka berbeda. Mereka saling mencintai. Siwon hyeong sangat
beruntung, apapun yang diinginkannya selalu menjadi prioritas abeoji” Yah, aku
selalu merasakan ini. Abeoji selalu menyapa Siwon hyeong saat makan. Menanyakan
bagaimana harinya, apa semuanya baik-baik saja. Mengingatkannya untuk tidak
terlalu lelah. Dan aku- iri!!
“Apa karena kau masih mencintai Jiyoung hingga kau tak mau menerima
Seulri Jonghyun-ah ? Kau melakukan ini semua untuk membuat Seulri muak denganmu
dan membatalkan perjodohan kalian” aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Aku
hanya berani mengutarakannya pada eomma. Aku takut mengatakannya pada abeoji.
Jadi ini yang mungkin bisa kulakukan, walau aku tak tahu akankah ini berhasil.
“Tak ada cara lain”
“Kupikir Seulri sudah berusaha keras mendapatkan hatimu Jong Hyun-ah.
Dia bahkan merubah dirinya untuk menjadi semirip mungkin dengan Jiyoung.
Walaupun secara fisik mereka berbeda, tapi dari caranya berpakaian, caranya
berucap, caranya menunjukan perhatiannya padamu- ia seperti Jiyoung” aku hanya
diam. Kenapa mereka selalu saja mengatakan itu. Hey!! Tidakkah kalian berpikir
akan perasaanku.
“Terserah apa kata kalian”
“Cobalah buka hatimu untuknya. Ini akan semakin sulit karena kau
selalu menekan hatimu sendiri. Meyakinkan bahwa hanya Jiyoung yang kau cintai,
tapi hati orang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Jangan tekan batinmu
seperti itu Jonghyun-ah. Setidaknya mulailah untuk menerimanya hadir dalam
hidupmu jika kau tak ingin membuka hatimu untuknya. Ingat kau tak sepantasnya
memikirkan Jiyoung lagi. Apalagi berusaha memilikinya.”
***
“Oppa, ireona-bwa. Palli” aku mengerang pelan. Aish menyebalkan!
Dulu aku datang kerumah Jiyoung untuk membangunkannya, sarapan bersamanya dan
berangkat kesekolah bersama. Dulu!!
“Oppa, aku tunggu dibawah bersama ahjumma dan ahjussi. Ah ya.
Seragam oppa juga sudah aku siapkan” kutahan Seulri dengan memegang lengan
kirinya. Ia berbalik dan menatapku bingung. Aku menggunakan isyarat menyuruhnya
untuk duduk ditepi ranjang. Masih kugenggam lengan kirinya erat.
“Wae oppa ? Butuh yang lain” dia memang gadis yang baik. Tapi
hatiku mudah memilih Young Bi, tapi dengan begini aku seolah-olah namja yang
kejam. Membiarkan gadis yang tulus sepertinya menungguku.
“Mulai sekarang berhentilah menjadi memakai pita biru ini
dikepalamu. Ganti gaya rambutmu, berhenti memakai parfum ini, berhenti
membangunkanku tidur, berhenti mengikuti Jiyoung karena selamanya kalian tetap
saja berbeda. Karena kau tahu selamanya aku hanya mencintai Jiyoung”
“Berhentilah, sebelum lebih menyakitkan dari ini. Jika kau
mencintaiku maka lepaskan aku. Tak ada pihak yang bahagia jika seperti ini” kataku
lembut. Kuusap pucuk kepalanya memberinya ketenangan namun tak berapa lama ia
sedikit berontak, menarik lengan kirinya yang masih kugenggam erat.
“Kau jahat oppa. Jiyoung eonni adalah yeojachingu Siwon oppa. Kau
tak pantas mencintainya, kau tak pantas memiliki rasa ini untuknya. Kau jahat!!
Lepaskan oppa!!” teriaknya padaku. Ini pertama kalinya ia berteriak seperti ini
padaku. Bagus!! Dengan begitu ia akan muak padaku.
“Tidak sebelum kau mengiyakan ucapanku tadi. Batalkan perjodohan
ini, aku yakin mereka hanya mendengarkanmu” ucapku tajam. Tiba-tiba ia
mengangkat wajahnya dan menatapku. Pipinya basah dengan air mata dan hidungnya
sedikit memerah.
“Kau egois oppa!! Kau hanya mementingkan dirimu sendiri, kau tak
tahu aku begitu mencintaimu oppa. Bagaimana aku bisa bernafas jika tak ada
dirimu. Bagaimana aku bisa bangun dari tidur jika tak ada dirimu sebagai
semangatku untuk menjalani hidup. Kau hanya memikirkan dirimu oppa!! Neo
nappeun namja!!” aku hanya diam, kubiarkan ia menumpahkan segalanya. Dengan
begitu semuanya akan cepat selesai.
“Karena jika kita tak egois maka hidup kita seperti boneka mainan
orang kita sendiri”
“Kalau begitu aku juga ingin egois. Apapun yang terjadi kau akan
tetap menjadi milikku. Selama ini aku sudah cukup bersabar, seperti katamu- aku
akan berhenti menjadi seperti Jiyoung eonni. Kupikir kau hanya menyukainya
dalam keadaan yang wajar, ternyata aku salah. Dan aku tak peduli!!! Selamanya
kau akan tetap milikku oppa!!!” genggamanku pada lengan kirinya merenggang dan
itu digunakan Seulri untuk pergi dari kamarku. Bahkan sekarang dalam kisah ini
tak ada yang bahagia, satupun!!
***
Aku bersenandung
menyusuri jalan setapak menuju bukit kecil dekat sekolahku. Seongji High
School. Tempat dimana aku menenangkan diri. Dibawah pohon ek menunggu matahari
terbenam. Kusentuhkan tanganku pada pucuk ilalang yang hidup liar ditepian
jalan kecil ini. Sampai diatas bukit dapat kulihat jalanan Seoul yang padat,
gedung tinggi tempat orang-orang egois dan langit senja yang berwarna oranye.
Seperti biasa aku duduk dibawah pohon ek ini untuk menenangkan pikiranku
sejenak. Dan orang yang membawaku ketempat ini untuk pertama kali adalah
Jiyoung. Dia memintaku menemaninya disini untuk menenangkan diri saat ia sedang
ada masalah dengan Siwon hyeong.
Hembusan angin
sore hari yang tak terlalu kencang membuatku nyaman berada disini. Kenapa hanya
aku yang diperlakukan seperti boneka ? Aku tak diijinkan untuk menjadi seorang
artis aku menurut. Aku tak diijinkan untuk mengikuti sanggar tari aku menurut.
Apa kau harus menurut juga pada orang tuaku- dijodohkan dengan Seulri ? Yak
Choi Jonghyun!! Kau ini manusia kenapa kau menurut begitu saja seperti boneka ?
Neon jeongmal babogateun namja!! Sampai kapan aku seperti ini terus ? Apakah
sampai mati kau akan seperti ini ? Terlahir dari istri kedua memang berbeda
jika aku terlahir dari istri pertama. Mungkin abeoji akan menyayangiku seperti
ia menyayangi Siwon Hyeong.
***
Aku berjalan
santai ditrotoar menuju halte bis. Guguran bunga sakura jatuh begitu saja
dipinggir jalan dan sesekali tersoak terbawa angin malam. Kumasukan kedua
tanganku kesaku hodi putih yang kupakai karena udara cukup dingin malam ini.
Ck!! Kenapa yeoja itu ingin bertemu ditaman ? Bukankah biasanya ia selalu
muncul begitu saja dihadapanku jika ia mau. Kenapa aku harus repot-repot keluar
menemuinya. Tapi jika dipikir-pikir ia mirip denganku. Dulu aku selalu berusaha
berada disamping Jiyoung, walau pada akhirnya Siwon hyeong tetap yang menjadi
pemilik hatinya.
Kuedarkan
pandanganku untuk mencari Seulri. Ah!! Itu dia. Duduk dibangku taman dengan
wajah menunduk. Aku berjalan mendekatinya, kutepuk bahunya pelan. Ia mengangkat
wajahnya, biasanya ia akan tersenyum cerah seperti Jiyoung tapi kini berbeda. Ia tak tersenyum
sama sekali. Aku duduk disampingnya memandang lurus kedepan.
“Aku akan ke Jepang sampai lulus SMA nanti. Jadi sekitar 2 tahun”
“Lalu ?” ia menghembuskan nafasnya pelan.
“Aku tetap tak akan melepasmu sampai kapanpun. Aku memang akan
pergi tapi nanti aku akan kembali. Aku tetap akan berusaha untuk mendapatkan
hatimu bagaimanapun caranya, tapi kali ini dengan caraku sendiri, menjadi
diriku bukan orang lain. Aku akan tetap mengejarmu seperti ini hingga kau
lelah. Hingga kau menerima cintaku, hingga kau terbiasa dengan diriku. Hingga
kau tak bisa seharipun hidup dengan benar jika aku tak ada disampingmu seperti
aku saat ini” aku menatapnya jengah. Air mukanya terlihat begitu tegas, tak seperti
biasanya.
“Seperti yang selalu kau katakan padaku, aku berbeda dengan dirinya
jadi aku tak ingin menjadi seperti dirinya. Dan inilah diriku Choi Jonghyun”
aku menatapnya yang berdiri didepanku.
“Dan kumohon berhenti memikirkannya oppa. Hiks.. hiks” ia jatuh
tertunduk dihadapanku. Sebenarnya aku tak tega tapi- itu seolah memberi harapan
palsu padanya.
“Aish!! Seulri-ah, bangunlah. Jangan seperti ini. Kau membuatku
seolah-olah aku namja yang tak memiliki perasaan” aku memegang pundaknya dan
membawanya kembali duduk disampingku. Kuusap air matanya yang masih terus turun
dari matanya.
“Kumohon oppa, berhenti oppa!! Kau tak pantas mengharapkannya” aku
hanya menghela nafas mendengar gumamannya yang terdengar jelas ditelingaku.
***
Aku menghela nafas
lega saat Cho uisanim keluar dari UGD dengan wajah cerah. Syukurlah. Aku dan
abeoji langsung menghampirinya. Aku hanya diam karena abeoji lebih dahulu
bertanya.
“Nyonya Choi baik-baik saja, hanya luka lecet dibeberapa bagian
tapi- Nona Seulri- ia agak serius. Ia mengalami patah tulang pada kaki kirinya.
Mungkin butuh waktu yang cukup lama agar bisa berjalan normal. Mungkin sekitar
3-4 bulan. Dan sekarang ia belum sadar” tubuhku lemas. Ya Tuhan!! Semoga Seulri
baik-baik saja.
***
Aku mendorong
pelan kursi roda menuju taman rumah sakit. Melihatnya hanya duduk diam dan
menatap kosong kedepan membuat hatiku sedikit bergetar. Apa karena kecelakaan
itu otaknya menjadi tak benar ? Aish!! Pikiran bodoh dari mana itu Choi
Jonghyun!! Aku berjongkok didepannya, kugenggam hangat tangannya yang halus.
Benar-benar seperti tuan putri, tapi maaf aku tak bisa mencintaimu dengan tulus
Seulri-ah.
“Bagaimana keadaanmu sekarang ? Apa sudah lebih baik ?” Aku menatap
matanya namun ia enggan menfokuskan tatapannya padaku. Tapi ia rela menolong
eomma hingga ia sendiri yang terluka. Wanita memang sulit dimengerti!!
“Seulri-ah” kutangkupkan kedua tanganku dipipinya yang terlihat
menirus. Agak pucat dengan mata sayu yang menatapku kosong.
“Kenapa kau sekarang menjadi pendiam seperti ini ? Ini bukan
dirimu, jangan seperti Seul. Kau membuat orang khawatir. Katakan sesuatu. Kau
membuatku takut” tiba-tiba bibirnya sedikit bergetar dan setetes air mata turun
mengenai tanganku yang menangkup pipinya. Kuusap air mata yang satu demi satu
berjatuhan dengan ibu jariku namun matanya tetap sembab karena air mata itu
terus turun.
“Aku sekarang lumpuh. Hiks.. aku tidak hiks.. bisa berjalan dengan
normal. Secantik apapun diriku- hiks. Sekaya apapun keluargaku.. walaupun aku
keturunan chaebol.. tetap saja hiks. Aku cacat. Hiks.. aku- aku” kurengkuh
tubuhnya yang bergetar. Benar, perkiraan uisanim salah. Kaki kirinya harus
diamputasi yang sekarang ia- cacat.
“Ulljima.. Seulri-ah!!” kuusap-usap rambut hitamnya dengan lembut.
Membuatnya senyaman mungkin dalam pelukanku.
“Kau- hiks.. pasti jijik padaku kan ? Aku- Aku yang meminta orang
tua-ku untuk mengatur perjodohan denganku. Kau pasti muak dengan yeoja
sepertiku kan Jonghyun-ssi ? Hiks.. Kuakui semuanya hiks.. dan aku sadar
sekarang- cinta memang tak bisa dipaksa bukan ?” aku tahu.. aku tahu.. aku tahu
kau begitu mencintaiku. Kau terlalu baik untuk orang seperti Seulri-ah, kau
putri bungsu dari
“Tapi apa benar-benar tak bisa ? Aku ingin sepertinya yang begitu
dicintai olehmu. Saat kau tersenyum hangat dan memeluknya hangat. Aku- aku juga
ingin oppa.. apakah tak bisa ?”
“Ini karma kan Jonghyun-ssi ? Aku- tak memiliki muka untuk bertemu
denganmu lagi. Aku terlalu tak tahu diri. Aku ingin- sendiri” aku menghela
nafas. Sejujurnya aku ingin tertawa bahagia melihatnya seperti ini tapi- ia
seperti ini karena menolong uri eomma. Bukankah aku orang yang tak tahu terima
kasih jika seperti itu ?
“Kembalilah tersenyum seperti dulu. Karena aku- Aku- tak
membencimu” kuusap pipinya lalu mengecupnya singkat. Biasanya aku akan mengecup
pipi Young Bi bila ia merajuk padaku. Entahlah, aku bingung untuk bersikap
bagaimana dengan Seulri.
“Aku pergi” aku melangkah menjauh. Sekitar 5 meter aku berhenti dan
berbalik menatap punggungnya yang kembali bergetar. Sedikit rasa iba hinggap
dibenakku.
***
“Jonghyun-ah. Apa yang kau lakukan pada Seulri eoh ? Kenapa
tiba-tiba Seulri mengatakan hendak membatalkan perjodohan ini. Anak bodoh!! Dia
sudah menyelamatkan eomma. Kau itu tak tahu terima kasih eoh ? Kapan eomma
mengajarimu seperti ini. Kau membuat abeoji malu Jonghyun-ah, kau tak sadr eoh
?” aku hanya meringis kesakitan saat tiba-tiba eomma menjewer telinga kiriku.
Aish... eomma!!
“Aku tak tahu eomma. Jeongmal!! Lepaskan. Neomu appeuda”
kuusap-usap telingaku yang masih terasa perih. Aku ikut duduk disofa bersama
eomma yang memasang wajah kesal. Tapi eomma, anakmu yang tampan, kyeopta ini
tak tahu apa-apa!!
“Sebenarnya apa yang selama ini terjadi antara kau dan Seulri” nada
bicara eomma berubah menjadi serius, apa aku harus mengatakan yang sebenarnya
pada eomma ? Tapi- bagaimana jika eomma menyetujui perjodohan ini dibatalkan ?
Bukan apa-apa tapi- aku takut banyak namja yang hanya mengincar harta keluarga
Seulri lalu membuangnya. Aku tahu betul seluk beluk kehidupan kalangan chaebol.
“JONGHYUN!!!” aku meringis saat eomma berteriak tepat disamping
telingaku. Aigoo..
“Untuk alasannya membatalkan pertunangan ini aku tak tahu. Tapi
yang jelas- aku sudah pernah mengatakannya pada eomma bukan jika aku hanya
mencintai Jiyoung. Dan aku mengatakannya pada Seulri. Aku tak tahu kenapa
semuanya jadi seperti ini” kusandarkan kepalaku pada pundah eomma yang hangat.
Jemari eomma terus meyusuri rambutku dan mengecup puncuk kepalaku sayang.
“Lalu kenapa ia membatalkan perjodohan ini ?” aku hanya menggelengkan
kepala.
“Sewaktu aku menjenguknya ia terlihat begitu terpuruk. Ia menjadi
pendiam dan tak seceria dulu. Ia bahkan memintaku untuk meninggalkannya
sendiri, padahal dulu ia selalu menempel padaku. Mengganggu!!”
“Kau mencintainya ?”
“Tidak!! Mungkin tak akan pernah. Aku hanya simpati padanya. Hanya
diurus para pelayan dan tumbuh tanpa kasih sayang seorang eomma. Itu membuatku
bertahan walaupun ia membuatku kesal” kuakui, jika dulu akan langsung bersorak
gembira saat mendengar perjodohan ini dibatalkan. Tapi sekarang- entahlah!!
Saat melihat dirinya yang rapuh sendirian dalam kegelapan. Aku- ingin- sedikit
meringankan bebannya. Menyediakan bahu untuk tempatnya bersandar, mungkin ?
“Anak manja, mana yang akan kau pilih. Meneruskan perjodohan atau
membatalkan perjodohan ?”
“Memangnya aku memiliki kuasa untuk itu eomma. Mungkin sekarang aku
akan tetap meneruskan perjodohan, ia sedang dalam masa terpuruk. Dan Jiyoung- sekarang
dia adalah tunangan Siwon hyeong. Aku bisa apa eomma. Dia seperti bintang yang
tak pernah bisa kuraih. Ia terlalu tinggi dan menyilaukan untukku”
“Kalau begitu berhenti mencintai Jonghyun-ah. Eomma yakin kau pasti
bisa”
“Tapi aku merasa ia terlalu baik untukku eomma. Eomma tahu bukan
aku hanya anak dari istri kedua. Abeoji selalu membedakanku dengan Siwon
hyeong. Aku tak memiliki apapun yang bisa dibanggakan. Sedangkan ia- Seulri
terlalu baik untukku, aku bahkan secara langsung melukai hatinya. Ia-”
“Berhenti berpikiran seperti itu Jonghyun-ah. Kau anak eomma yang
paling eomma sayangi. Jangan berpikiran seperti itu. Abeoji juga menyayangimu
Jonghyun-ah” aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Aku tak ingin eomma terlalu
banyak pikiran. Tapi eomma- aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa menilai mana
orang yang menyayangiku dan tidak.
***
Kutatap cincin
dari emas putih yang baru saja melingkar dijari telunjukku. Aku menatap
mendongak menatap langit malam yang hanya dihiasi dengan beberapa bintang dan
bulan yang penuh. Hembusan angin malam menemani kesendirianku. Berkali-kali
kuhembuskan nafas dengan kasar. Apakah ini benar ? Ya, aku ragu. Pertunangan.
Dengan Seulri.
“Kenapa kau melakukannya ? Apa karena ini paksaan dari Choi Ahjussi
? Apa karena Choi Ahjussi mengancammu ? Apa karena ini permintaan dari Choi
Ahjumma ? Atau- karena sekarang aku lumpuh hingga kau iba padaku ? Bukankah
dengan keadaanku yang seperti ini bisa menjadikanmu alasan untuk membatalkan
perjodohan ini ? Kenapa kau justru meminta mempercet pertunangan kita ? Kau
membuatku bingung” aku memandangnya yang terus memainkan jari tangannya
sendiri. Kualihkan pandanganku kembali kelangit yang semakin hitam pekat karena
kabut.
“Disini dingin sebaiknya kita masuk. Kajja” aku berdiri dan hendak
mendorong kursi rodanya namun tangannya menghentikanku.
“Wae ?”
“Jawab dulu pertanyaanku. Apa alasanmu ?”
“Itu tak penting, sekarang lebih baik kita masuk” kuhiraukan
pertanyaan yang dia ajukan karena aku yakin ini akan membuatnya seperti yeoja
yang egois. Kudorong kursi rodanya memasuki untuk kembali kerumah.
“Jonghyun-ssi!!”
“Kau tak pernah seformal ini denganku. Seul, bukankah dulu aku
berjanji akan menjagamu ? Aku akan menepatinya, jadi berhenti seperti ini.
Jadilah dirimu yang dulu. Banyak orang yang kehilangan sosokmu yang ceria.”
“Tapi kau tak termasuk bukan ? Jonghyun-ssi, bisakah kau belajar mencintaiku
?” langkahku terhenti. Aku tak ingin orang yang kuanggap yeodongsaeng-ku
sendiri terpuruk. Ia kembali seperti saat kami kanak-kanak dulu. Ia begitu
manis.
“Akan kucoba jadi mulai sekarang kembalikan Shin Seulri yang
kukenal arra !!” mianhae Seulri-ah, tapi seberapa kerasnya aku mencoba. Pada
akhirnya aku tetap tak bisa berpaling dari Jiyoung. Maaf, karena membohongimu.
Aku tersenyum melihat sudut bibirnya tertarik keatas.
“Gomawo” Mian Seul!!
***
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar