About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

Because She Is Not You [Naega Aniraseo] Remake Ver. Sequel Fate [Choi Jonghyun]

1.        Title                      : Because She is Not You [Naega Aniraseo]
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Choi Jonghyun [Changjo Teentop*ceritanya author lagi kesem-sem sama ni bocah gara-gara lagu Missing you-nya*digamapar Yesung Oppa*makin ngaco], Jung Seulri, Jung Jiyoung, Choi Siwon, and member teentop yang lain. Other casts find by your self.
4.        Lenght                  : Oneshoot. Sebenernya ini FF gara-gara lagu Missing You [Naega Aniraseo] kan udah author bilang lagi kesem-sem sama ni bocah!! Apa sech ?
5.        Rated                   : PG 13/PG 15
6.        Genre                   : AU, Angst*maksa* romace. And other up to reader.
7.   Disclaimer    : FF pertama untuk Changjo oppa. Tapi aku lebih suka manggil ni bocah Choijo*hahahaha..*ketawa bareng bang Kyupil!! Story is Mine!! Typos(s) anywhere. NO Plagiat!! Ini kelanjutan dari Fate. Tapi kali ini fokus cerita kekehidupannya gebetan baru saja*tarik Changjo*

Story.....


Choi JongHyun[Changjo] POV
            Aku menatap jengah yeoja yang duduk dihadapanku. Ck!! Mengganggu. Kenapa hampir semua yeoja di dunia ini menyebalkan. Kerjaannya hanya merengek, meminta, dan memaksa. Aish!! Dasar makhluk menyebalkan. Walaupun memang tak semuanya seperti itu. Seperti- Jiyoung. Aku langsung menggeleng pelan, menepis pikiranku agar tidak lebih liar tentangnya.
“Oppa, kenapa diam saja ? Kau sedang tak enak badan ?” aku menepis tangan Seulri yang berusaha menyentuh keningku. Memangnya siapa dia ? Beraninya menyentuh diriku. Dasar yeoja kegatelan, sok manis. Ck!
“Ada apa Seulri-ah ?” tanya Ayoung. Dia yeojachingu Chunji, yah kami sedang berkumpul dirumah Chang Hyun Hyeong untuk sedikit merayakan karena dia baru saja diterima sebagai trainer. Dan tentu saja para yeoja kami ikut. Dan aku benci mengatakan ini, Seulri itu yeojachinguku. Aish, tunggu dulu. Dia memang yeojachingu-ku tapi aku tak mencintainya. Sama sekal tidak!! Kebiasaan buruk kalangan chaebol korea. Perjodohan untuk bisnis. Klasik memang, tapi karena itulah aku harus meninggalkan orang yang aku cintai. Tapi kupikir itu bukan karena bisnis semata tapi karena- sudahlah!!
“Jong Hyun oppa sepertinya kurang enak badan” aku hanya mencibir pelan. Aku memang tak baik-baik saja karena sebagian jiwaku pergi. Tidak ada disini.
“Bukankah Jong Hyun memang seperti itu. Seulri-ah, sebaiknya kau bantu yang lain didapur saja, biar tempat ini kami yang bersihkan. Enak Jong Hyun yang hanya duduk diam seperti bos” aku mendelik pada Chang Hee hyeong yang berkata seenak jidak. Kulihat Seulri hanya menurut dan berjalan menuju dapur. Aku bangkit dan membantu memindahkan sofa kepojok ruangan.
“Apa kau tak berlebihan padanya Jong Hyun-ah. Menurutku kau jangan seperti itu, jangan mengacuhkannya. Ia tak terlalu buruk untukmu” aku menghela nafas. Terserah kalian mau bicara apa.
“Aku sudah berkali-kali mengatakan pada eomma kalau aku tak setuju dengan perjodohan ini tapi beliau malah mengancam untuk mempercepat pertunangan kami. Yang benar saja, SMA saja belum lulus” aku menghempaskan diri diatas karpet tebal yang halus. Diikuti Niel hyeong.
“Lalu bagaimana dengan Siwon hyeong dan Jiyoung ? Kudengar mereka akan menikah setelah Jiyoung lulus. Kau masih mending hanya bertunangan saja” Aish mulai lagi. Aku kemari karena Jiyoung ada dirumah untuk membicarakan masalah pertunangan mereka yang tinggal menghitung hari. Dan aku tak sanggup melihatnya tersenyum disamping namja lain sekalipun itu Siwon hyeong!!
“Mereka berbeda. Mereka saling mencintai. Siwon hyeong sangat beruntung, apapun yang diinginkannya selalu menjadi prioritas abeoji” Yah, aku selalu merasakan ini. Abeoji selalu menyapa Siwon hyeong saat makan. Menanyakan bagaimana harinya, apa semuanya baik-baik saja. Mengingatkannya untuk tidak terlalu lelah. Dan aku- iri!!
“Apa karena kau masih mencintai Jiyoung hingga kau tak mau menerima Seulri Jonghyun-ah ? Kau melakukan ini semua untuk membuat Seulri muak denganmu dan membatalkan perjodohan kalian” aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Aku hanya berani mengutarakannya pada eomma. Aku takut mengatakannya pada abeoji. Jadi ini yang mungkin bisa kulakukan, walau aku tak tahu akankah ini berhasil.
“Tak ada cara lain”
“Kupikir Seulri sudah berusaha keras mendapatkan hatimu Jong Hyun-ah. Dia bahkan merubah dirinya untuk menjadi semirip mungkin dengan Jiyoung. Walaupun secara fisik mereka berbeda, tapi dari caranya berpakaian, caranya berucap, caranya menunjukan perhatiannya padamu- ia seperti Jiyoung” aku hanya diam. Kenapa mereka selalu saja mengatakan itu. Hey!! Tidakkah kalian berpikir akan perasaanku.
“Terserah apa kata kalian”
“Cobalah buka hatimu untuknya. Ini akan semakin sulit karena kau selalu menekan hatimu sendiri. Meyakinkan bahwa hanya Jiyoung yang kau cintai, tapi hati orang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Jangan tekan batinmu seperti itu Jonghyun-ah. Setidaknya mulailah untuk menerimanya hadir dalam hidupmu jika kau tak ingin membuka hatimu untuknya. Ingat kau tak sepantasnya memikirkan Jiyoung lagi. Apalagi berusaha memilikinya.”

***

“Oppa, ireona-bwa. Palli” aku mengerang pelan. Aish menyebalkan! Dulu aku datang kerumah Jiyoung untuk membangunkannya, sarapan bersamanya dan berangkat kesekolah bersama. Dulu!!
“Oppa, aku tunggu dibawah bersama ahjumma dan ahjussi. Ah ya. Seragam oppa juga sudah aku siapkan” kutahan Seulri dengan memegang lengan kirinya. Ia berbalik dan menatapku bingung. Aku menggunakan isyarat menyuruhnya untuk duduk ditepi ranjang. Masih kugenggam lengan kirinya erat.
“Wae oppa ? Butuh yang lain” dia memang gadis yang baik. Tapi hatiku mudah memilih Young Bi, tapi dengan begini aku seolah-olah namja yang kejam. Membiarkan gadis yang tulus sepertinya menungguku.
“Mulai sekarang berhentilah menjadi memakai pita biru ini dikepalamu. Ganti gaya rambutmu, berhenti memakai parfum ini, berhenti membangunkanku tidur, berhenti mengikuti Jiyoung karena selamanya kalian tetap saja berbeda. Karena kau tahu selamanya aku hanya mencintai Jiyoung”
“Berhentilah, sebelum lebih menyakitkan dari ini. Jika kau mencintaiku maka lepaskan aku. Tak ada pihak yang bahagia jika seperti ini” kataku lembut. Kuusap pucuk kepalanya memberinya ketenangan namun tak berapa lama ia sedikit berontak, menarik lengan kirinya yang masih kugenggam erat.
“Kau jahat oppa. Jiyoung eonni adalah yeojachingu Siwon oppa. Kau tak pantas mencintainya, kau tak pantas memiliki rasa ini untuknya. Kau jahat!! Lepaskan oppa!!” teriaknya padaku. Ini pertama kalinya ia berteriak seperti ini padaku. Bagus!! Dengan begitu ia akan muak padaku.
“Tidak sebelum kau mengiyakan ucapanku tadi. Batalkan perjodohan ini, aku yakin mereka hanya mendengarkanmu” ucapku tajam. Tiba-tiba ia mengangkat wajahnya dan menatapku. Pipinya basah dengan air mata dan hidungnya sedikit memerah.
“Kau egois oppa!! Kau hanya mementingkan dirimu sendiri, kau tak tahu aku begitu mencintaimu oppa. Bagaimana aku bisa bernafas jika tak ada dirimu. Bagaimana aku bisa bangun dari tidur jika tak ada dirimu sebagai semangatku untuk menjalani hidup. Kau hanya memikirkan dirimu oppa!! Neo nappeun namja!!” aku hanya diam, kubiarkan ia menumpahkan segalanya. Dengan begitu semuanya akan cepat selesai.
“Karena jika kita tak egois maka hidup kita seperti boneka mainan orang kita sendiri”
“Kalau begitu aku juga ingin egois. Apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi milikku. Selama ini aku sudah cukup bersabar, seperti katamu- aku akan berhenti menjadi seperti Jiyoung eonni. Kupikir kau hanya menyukainya dalam keadaan yang wajar, ternyata aku salah. Dan aku tak peduli!!! Selamanya kau akan tetap milikku oppa!!!” genggamanku pada lengan kirinya merenggang dan itu digunakan Seulri untuk pergi dari kamarku. Bahkan sekarang dalam kisah ini tak ada yang bahagia, satupun!!

***

            Aku bersenandung menyusuri jalan setapak menuju bukit kecil dekat sekolahku. Seongji High School. Tempat dimana aku menenangkan diri. Dibawah pohon ek menunggu matahari terbenam. Kusentuhkan tanganku pada pucuk ilalang yang hidup liar ditepian jalan kecil ini. Sampai diatas bukit dapat kulihat jalanan Seoul yang padat, gedung tinggi tempat orang-orang egois dan langit senja yang berwarna oranye. Seperti biasa aku duduk dibawah pohon ek ini untuk menenangkan pikiranku sejenak. Dan orang yang membawaku ketempat ini untuk pertama kali adalah Jiyoung. Dia memintaku menemaninya disini untuk menenangkan diri saat ia sedang ada masalah dengan Siwon hyeong.
            Hembusan angin sore hari yang tak terlalu kencang membuatku nyaman berada disini. Kenapa hanya aku yang diperlakukan seperti boneka ? Aku tak diijinkan untuk menjadi seorang artis aku menurut. Aku tak diijinkan untuk mengikuti sanggar tari aku menurut. Apa kau harus menurut juga pada orang tuaku- dijodohkan dengan Seulri ? Yak Choi Jonghyun!! Kau ini manusia kenapa kau menurut begitu saja seperti boneka ? Neon jeongmal babogateun namja!! Sampai kapan aku seperti ini terus ? Apakah sampai mati kau akan seperti ini ? Terlahir dari istri kedua memang berbeda jika aku terlahir dari istri pertama. Mungkin abeoji akan menyayangiku seperti ia menyayangi Siwon Hyeong.

***

            Aku berjalan santai ditrotoar menuju halte bis. Guguran bunga sakura jatuh begitu saja dipinggir jalan dan sesekali tersoak terbawa angin malam. Kumasukan kedua tanganku kesaku hodi putih yang kupakai karena udara cukup dingin malam ini. Ck!! Kenapa yeoja itu ingin bertemu ditaman ? Bukankah biasanya ia selalu muncul begitu saja dihadapanku jika ia mau. Kenapa aku harus repot-repot keluar menemuinya. Tapi jika dipikir-pikir ia mirip denganku. Dulu aku selalu berusaha berada disamping Jiyoung, walau pada akhirnya Siwon hyeong tetap yang menjadi pemilik hatinya.
            Kuedarkan pandanganku untuk mencari Seulri. Ah!! Itu dia. Duduk dibangku taman dengan wajah menunduk. Aku berjalan mendekatinya, kutepuk bahunya pelan. Ia mengangkat wajahnya, biasanya ia akan tersenyum cerah seperti  Jiyoung tapi kini berbeda. Ia tak tersenyum sama sekali. Aku duduk disampingnya memandang lurus kedepan.
“Aku akan ke Jepang sampai lulus SMA nanti. Jadi sekitar 2 tahun”
“Lalu ?” ia menghembuskan nafasnya pelan.
“Aku tetap tak akan melepasmu sampai kapanpun. Aku memang akan pergi tapi nanti aku akan kembali. Aku tetap akan berusaha untuk mendapatkan hatimu bagaimanapun caranya, tapi kali ini dengan caraku sendiri, menjadi diriku bukan orang lain. Aku akan tetap mengejarmu seperti ini hingga kau lelah. Hingga kau menerima cintaku, hingga kau terbiasa dengan diriku. Hingga kau tak bisa seharipun hidup dengan benar jika aku tak ada disampingmu seperti aku saat ini” aku menatapnya jengah. Air mukanya terlihat begitu tegas, tak seperti biasanya.
“Seperti yang selalu kau katakan padaku, aku berbeda dengan dirinya jadi aku tak ingin menjadi seperti dirinya. Dan inilah diriku Choi Jonghyun” aku menatapnya yang berdiri didepanku.
“Dan kumohon berhenti memikirkannya oppa. Hiks.. hiks” ia jatuh tertunduk dihadapanku. Sebenarnya aku tak tega tapi- itu seolah memberi harapan palsu padanya.
“Aish!! Seulri-ah, bangunlah. Jangan seperti ini. Kau membuatku seolah-olah aku namja yang tak memiliki perasaan” aku memegang pundaknya dan membawanya kembali duduk disampingku. Kuusap air matanya yang masih terus turun dari matanya.
“Kumohon oppa, berhenti oppa!! Kau tak pantas mengharapkannya” aku hanya menghela nafas mendengar gumamannya yang terdengar jelas ditelingaku.

***

            Aku menghela nafas lega saat Cho uisanim keluar dari UGD dengan wajah cerah. Syukurlah. Aku dan abeoji langsung menghampirinya. Aku hanya diam karena abeoji lebih dahulu bertanya.
“Nyonya Choi baik-baik saja, hanya luka lecet dibeberapa bagian tapi- Nona Seulri- ia agak serius. Ia mengalami patah tulang pada kaki kirinya. Mungkin butuh waktu yang cukup lama agar bisa berjalan normal. Mungkin sekitar 3-4 bulan. Dan sekarang ia belum sadar” tubuhku lemas. Ya Tuhan!! Semoga Seulri baik-baik saja.

***

            Aku mendorong pelan kursi roda menuju taman rumah sakit. Melihatnya hanya duduk diam dan menatap kosong kedepan membuat hatiku sedikit bergetar. Apa karena kecelakaan itu otaknya menjadi tak benar ? Aish!! Pikiran bodoh dari mana itu Choi Jonghyun!! Aku berjongkok didepannya, kugenggam hangat tangannya yang halus. Benar-benar seperti tuan putri, tapi maaf aku tak bisa mencintaimu dengan tulus Seulri-ah.
“Bagaimana keadaanmu sekarang ? Apa sudah lebih baik ?” Aku menatap matanya namun ia enggan menfokuskan tatapannya padaku. Tapi ia rela menolong eomma hingga ia sendiri yang terluka. Wanita memang sulit dimengerti!!
“Seulri-ah” kutangkupkan kedua tanganku dipipinya yang terlihat menirus. Agak pucat dengan mata sayu yang menatapku kosong.
“Kenapa kau sekarang menjadi pendiam seperti ini ? Ini bukan dirimu, jangan seperti Seul. Kau membuat orang khawatir. Katakan sesuatu. Kau membuatku takut” tiba-tiba bibirnya sedikit bergetar dan setetes air mata turun mengenai tanganku yang menangkup pipinya. Kuusap air mata yang satu demi satu berjatuhan dengan ibu jariku namun matanya tetap sembab karena air mata itu terus turun.
“Aku sekarang lumpuh. Hiks.. aku tidak hiks.. bisa berjalan dengan normal. Secantik apapun diriku- hiks. Sekaya apapun keluargaku.. walaupun aku keturunan chaebol.. tetap saja hiks. Aku cacat. Hiks.. aku- aku” kurengkuh tubuhnya yang bergetar. Benar, perkiraan uisanim salah. Kaki kirinya harus diamputasi yang sekarang ia- cacat.
“Ulljima.. Seulri-ah!!” kuusap-usap rambut hitamnya dengan lembut. Membuatnya senyaman mungkin dalam pelukanku.
“Kau- hiks.. pasti jijik padaku kan ? Aku- Aku yang meminta orang tua-ku untuk mengatur perjodohan denganku. Kau pasti muak dengan yeoja sepertiku kan Jonghyun-ssi ? Hiks.. Kuakui semuanya hiks.. dan aku sadar sekarang- cinta memang tak bisa dipaksa bukan ?” aku tahu.. aku tahu.. aku tahu kau begitu mencintaiku. Kau terlalu baik untuk orang seperti Seulri-ah, kau putri bungsu dari
“Tapi apa benar-benar tak bisa ? Aku ingin sepertinya yang begitu dicintai olehmu. Saat kau tersenyum hangat dan memeluknya hangat. Aku- aku juga ingin oppa.. apakah tak bisa ?”
“Ini karma kan Jonghyun-ssi ? Aku- tak memiliki muka untuk bertemu denganmu lagi. Aku terlalu tak tahu diri. Aku ingin- sendiri” aku menghela nafas. Sejujurnya aku ingin tertawa bahagia melihatnya seperti ini tapi- ia seperti ini karena menolong uri eomma. Bukankah aku orang yang tak tahu terima kasih jika seperti itu ?
“Kembalilah tersenyum seperti dulu. Karena aku- Aku- tak membencimu” kuusap pipinya lalu mengecupnya singkat. Biasanya aku akan mengecup pipi Young Bi bila ia merajuk padaku. Entahlah, aku bingung untuk bersikap bagaimana dengan Seulri.
“Aku pergi” aku melangkah menjauh. Sekitar 5 meter aku berhenti dan berbalik menatap punggungnya yang kembali bergetar. Sedikit rasa iba hinggap dibenakku.

***

“Jonghyun-ah. Apa yang kau lakukan pada Seulri eoh ? Kenapa tiba-tiba Seulri mengatakan hendak membatalkan perjodohan ini. Anak bodoh!! Dia sudah menyelamatkan eomma. Kau itu tak tahu terima kasih eoh ? Kapan eomma mengajarimu seperti ini. Kau membuat abeoji malu Jonghyun-ah, kau tak sadr eoh ?” aku hanya meringis kesakitan saat tiba-tiba eomma menjewer telinga kiriku. Aish... eomma!!
“Aku tak tahu eomma. Jeongmal!! Lepaskan. Neomu appeuda” kuusap-usap telingaku yang masih terasa perih. Aku ikut duduk disofa bersama eomma yang memasang wajah kesal. Tapi eomma, anakmu yang tampan, kyeopta ini tak tahu apa-apa!!
“Sebenarnya apa yang selama ini terjadi antara kau dan Seulri” nada bicara eomma berubah menjadi serius, apa aku harus mengatakan yang sebenarnya pada eomma ? Tapi- bagaimana jika eomma menyetujui perjodohan ini dibatalkan ? Bukan apa-apa tapi- aku takut banyak namja yang hanya mengincar harta keluarga Seulri lalu membuangnya. Aku tahu betul seluk beluk kehidupan kalangan chaebol.
“JONGHYUN!!!” aku meringis saat eomma berteriak tepat disamping telingaku. Aigoo..
“Untuk alasannya membatalkan pertunangan ini aku tak tahu. Tapi yang jelas- aku sudah pernah mengatakannya pada eomma bukan jika aku hanya mencintai Jiyoung. Dan aku mengatakannya pada Seulri. Aku tak tahu kenapa semuanya jadi seperti ini” kusandarkan kepalaku pada pundah eomma yang hangat. Jemari eomma terus meyusuri rambutku dan mengecup puncuk kepalaku sayang.
“Lalu kenapa ia membatalkan perjodohan ini ?” aku hanya menggelengkan kepala.
“Sewaktu aku menjenguknya ia terlihat begitu terpuruk. Ia menjadi pendiam dan tak seceria dulu. Ia bahkan memintaku untuk meninggalkannya sendiri, padahal dulu ia selalu menempel padaku. Mengganggu!!”
“Kau mencintainya ?”
“Tidak!! Mungkin tak akan pernah. Aku hanya simpati padanya. Hanya diurus para pelayan dan tumbuh tanpa kasih sayang seorang eomma. Itu membuatku bertahan walaupun ia membuatku kesal” kuakui, jika dulu akan langsung bersorak gembira saat mendengar perjodohan ini dibatalkan. Tapi sekarang- entahlah!! Saat melihat dirinya yang rapuh sendirian dalam kegelapan. Aku- ingin- sedikit meringankan bebannya. Menyediakan bahu untuk tempatnya bersandar, mungkin ?
“Anak manja, mana yang akan kau pilih. Meneruskan perjodohan atau membatalkan perjodohan ?”
“Memangnya aku memiliki kuasa untuk itu eomma. Mungkin sekarang aku akan tetap meneruskan perjodohan, ia sedang dalam masa terpuruk. Dan Jiyoung- sekarang dia adalah tunangan Siwon hyeong. Aku bisa apa eomma. Dia seperti bintang yang tak pernah bisa kuraih. Ia terlalu tinggi dan menyilaukan untukku”
“Kalau begitu berhenti mencintai Jonghyun-ah. Eomma yakin kau pasti bisa”
“Tapi aku merasa ia terlalu baik untukku eomma. Eomma tahu bukan aku hanya anak dari istri kedua. Abeoji selalu membedakanku dengan Siwon hyeong. Aku tak memiliki apapun yang bisa dibanggakan. Sedangkan ia- Seulri terlalu baik untukku, aku bahkan secara langsung melukai hatinya. Ia-”
“Berhenti berpikiran seperti itu Jonghyun-ah. Kau anak eomma yang paling eomma sayangi. Jangan berpikiran seperti itu. Abeoji juga menyayangimu Jonghyun-ah” aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Aku tak ingin eomma terlalu banyak pikiran. Tapi eomma- aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa menilai mana orang yang menyayangiku dan tidak.

***

            Kutatap cincin dari emas putih yang baru saja melingkar dijari telunjukku. Aku menatap mendongak menatap langit malam yang hanya dihiasi dengan beberapa bintang dan bulan yang penuh. Hembusan angin malam menemani kesendirianku. Berkali-kali kuhembuskan nafas dengan kasar. Apakah ini benar ? Ya, aku ragu. Pertunangan. Dengan Seulri.
“Kenapa kau melakukannya ? Apa karena ini paksaan dari Choi Ahjussi ? Apa karena Choi Ahjussi mengancammu ? Apa karena ini permintaan dari Choi Ahjumma ? Atau- karena sekarang aku lumpuh hingga kau iba padaku ? Bukankah dengan keadaanku yang seperti ini bisa menjadikanmu alasan untuk membatalkan perjodohan ini ? Kenapa kau justru meminta mempercet pertunangan kita ? Kau membuatku bingung” aku memandangnya yang terus memainkan jari tangannya sendiri. Kualihkan pandanganku kembali kelangit yang semakin hitam pekat karena kabut.
“Disini dingin sebaiknya kita masuk. Kajja” aku berdiri dan hendak mendorong kursi rodanya namun tangannya menghentikanku.
“Wae ?”
“Jawab dulu pertanyaanku. Apa alasanmu ?”
“Itu tak penting, sekarang lebih baik kita masuk” kuhiraukan pertanyaan yang dia ajukan karena aku yakin ini akan membuatnya seperti yeoja yang egois. Kudorong kursi rodanya memasuki untuk kembali kerumah.
“Jonghyun-ssi!!”
“Kau tak pernah seformal ini denganku. Seul, bukankah dulu aku berjanji akan menjagamu ? Aku akan menepatinya, jadi berhenti seperti ini. Jadilah dirimu yang dulu. Banyak orang yang kehilangan sosokmu yang ceria.”
“Tapi kau tak termasuk bukan ? Jonghyun-ssi, bisakah kau belajar mencintaiku ?” langkahku terhenti. Aku tak ingin orang yang kuanggap yeodongsaeng-ku sendiri terpuruk. Ia kembali seperti saat kami kanak-kanak dulu. Ia begitu manis.
“Akan kucoba jadi mulai sekarang kembalikan Shin Seulri yang kukenal arra !!” mianhae Seulri-ah, tapi seberapa kerasnya aku mencoba. Pada akhirnya aku tetap tak bisa berpaling dari Jiyoung. Maaf, karena membohongimu. Aku tersenyum melihat sudut bibirnya tertarik keatas.
“Gomawo” Mian Seul!!
***
END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar