About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

Coagulation [You Leave Me Again....]

1.        Title                      : Coagulation [You Leave Me Again..]
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Lee Donghae, Choi Jina.
4.        Genre                   : AU, Angst, Romance.
5.        Rated                   : PG 13
6.        Lenght                  : Ficlet
7.        Disclaimer            : Tengah malam gak bisa tidur. Bongkar HP eh nemu video lama Coagulation – Super Junior KRY, track 3 album 4. Dan entah nama pingin buat untuk bang Ikan Mokpo. Story is Mine!! Typo(s) anywhere. No Plagiat.
Story....


Selalu ada yang membuat kita terpisah..
Bahkan sang waktupun enggan memihak kita...
“Kenapa harus ke China ? Kenapa tidak di Korea saja..” Jina, yeoja itu membekap mulutnya dengan telapak tangannya sendiri. Berusaha meredam suara isakan yang tak bisa ia tahan.
“Hanya 4 tahun chagiya~. Kumohon jangan seperti ini, kau membuatku tidak tenang” Jina sedikit tenang karena namja yang duduk disampingnya kini merangkul pundaknya dan menyandarkan kepalanya di bahu namja itu.
“Aku janji. Kalau kau takut aku berpaling aku tak akan pernah berpaling darimu. Ulljima” namja itu mengecup hangat puncuk kepala Jina memberi ketenangan bagi yeoja yang sibuk dengan isakannya.
어디서 어떻게 자꾸만 맺히는지 나도 모르죠
Eodiseo eoddeoke jagguman maetineunji nado moreujyo
Dari mana, bagaimana hal ini terus menerus terbentuk akupun tidak tahu
그냥 내가 많이 아픈 것만 알아요
Geunyang naega mani apeun geotman arayo
Aku banyak tersakiti, hanya itu yang kuketahui
뜨거웠던 가슴이 점점 싸늘하죠
Ddeugeowotddeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo
Hari yang hangat perlahan-lahan menjadi sangat dingin
뭐라고 말할지, 어떻게 붙잡을지 나도 모르겠잖아
Mworago malhalji, eoddeoke butjapeulji nado moreugetjjana
Aku tidak dapat berkata apapun, bagaimana cara menahannya pun aku juga tidak tahu
어떻게 어떻게 하죠
Eoddeoke nan eoddeoke hajyo
Bagaimana, apa yang harus kulakukan
***
“Oppa” namja itu tersenyum sambil melembaikan tangannya pada yeoja yang berlari menuju tempatnya berdiri. Karena kecerobohannya tak memperhatikan jalan, yeoja itu jatuh tersandung hingga kakinya terkilir membuat namja itu panik dan berlari menuju yeoja itu.
“Jina-ah, Ck! Kau ini, dasar ceroboh” Jina hanya meringis sambil memegangi kaki kirinya yang terkilir. Namja itu tanpa babibu lagi menggendong Jina dan membawanya menuju mobilnya yang di parkir di halaman kampus. Tak diharaukan tatapan para mahasiswa disini karena Jina tak pernah dekat dengan namja kecuali teman biasa.
***
            Didalam mobil, Jina terus tersenyum mengingat kenangan bersama namja yang duduk di belakang kemudi. Melihat gelagat yeojachingu-nya tak ayal membuat namja itu terkekeh geli.
“Waeyo oppa ? Kenapa kau terkekeh seperti itu ?”
“Aniyo, hanya saja aku gemas melihatmu yang dari tadi tersenyum tak jelas seperti remaja yang baru jatuh cinta saja” Jina terdiam. Dibenaknya terlintas sesuatu hal yang membuatnya kini menatap namja itu serius.
“Ini belum 4 tahun bahkan hanya 3 tahun lebih beberapa bulan. Bukannya aku tak senang oppa kembali tapi memangnya ada apa oppa kembali ke Korea ? Oppa tidak akan memberiku undangan pernikahanmu dengan yeoja lainkan ? Oppa tak akan meninggalkankukan ?” namja itu mengerem mobilnya mendadak. Jina mengamati baik-baik ekspresi namja itu.
            Jina tersentak melihat namja itu mengambil sesuatu dari saku jas hitamnya. Jina menggelengkan kepalanya. Undangan berbentuk persegi panjang dengan warna dasar biru muda. Tubuh Jina bergetar, matanya berkaca-kaca dengan deru napas yang tak beraturan.
“Jina”
“Andwae!! Ini bukan drama sore oppa. Katakan kalau kau hanya bercanda” suaranya bergetar. Ia mencengkram erat tasnya dengan mata yang fokus menatapi undangan itu. Seolah dengan menatapnya dapat membuat undangan itu musnah.
“Kau bohong” Jina mengalihkan pandangannya ke depan lalu memejamkan matanya saat mata itu benar-benar panas tak sanggup menatap wajah Donghae ataupun undangan sialan itu.
“Aku tidak terima penolakan” Jina tersentak saat sesuatu melingkar di jari manisnya dan saat ia membuka matanya wajah namja itu berjarak hanya 5 cm darinya.
“Aku sudah menanyakannya pada Ahjumma dan Ahjussi. Mereka setuju. Baca ini baik-baik” Namja itu mengecup kening Jina sambil meletakkan undangan itu ditangan Jina. Setelahnya tangan itu bergerak menghapus air mata yang masih keluar. Namja itu menjauhkan dirinya. Kembali duduk dibelakang kemudi.
Wedding...
Lee Donghae
            Choi Jina
14/08/2013
            Jina tersenyum. Ia menatap Donghae yang menatapnya dengan senyuman teduh.
“Mian, tapi kau usil sekali Lee Dongdong”
***
Jina POV
“Oppa, Donghae oppa!! Oppa berhenti, jangan tinggalkan aku. Oppa, tteonakajima!! Oppa~” aku hanya bisa berdiri sambil mericau tak jelas memanggil namanya. Tubuhku kaku walau aku ingin menggerakkannya. Ingin berlari memeluk tubuhnya menehannya untuk tidak meninggalkanku. Punggung itu perlahan berbalik.
“Oppa” panggilku sekencang mungkin. Sekeras yang aku bisa. Tapi Donghae oppa hanya tersenyum lalu kembali berbalik memunggungiku dan meninggalkanku sendiri.
“Oppa... hiks” kupejamkan mataku. Andai menangis bisa membuat sakit ini hilang...
“Jina, Jina-ah..” Kubuka mataku yang terasa sembab. Ini- kamarku ?
“Donghae oppa” benarkah ? Kupeluk erat tubuhnya. Kutenggelamkan wajahku didadanya. Menghirup aroma tubuh maskulinnya. Hanya mimpi...
“Gwaenchana Chagiya~”
***
Author POV
“Setelah ini kau ingin kemana ?” Donghae menoleh kearah yeojachingu-nya yang dari tadi hanya terdiam, sambil memainkan jari tangannya. Donghae menghela nafas, ia tahu suasana hati Jina sedang tidak baik. Ia memutar mobilnya, sadar ini bukan jalan menuju rumahnya Jina menoleh.
“Oppa”
“Akan kubuat kau tak murung lagi. Ck!! Ikut saja ok ?” Jina hanya mengangguk. Pikirannya masih penuh dengan mimpinya. Karena menunggu Donghae menjemputnya untuk fitting baju pengantin, Jina ketiduran dan biasanya ia tak bermimpi saat tidur siang. Itulah yang mengganggu pikirannya.
“Lotte World” Donghae mengangguk antusias.
“Kajja”
            Jina yang tadinya hanya diam kini terlihat antusias, wajahnya kembali cerah. Donghae tahu betul apa yang disukai dan membuat yeoja-nya tersenyum ceria. Hingga menjelang sore, mereka keluar dengan Jina yang berada dipunggung Donghae. Kelelahan mungkin ? Pasangan yang serasi. Aigoo~ romantisnya.
***
Jina POV
“Eotteokhae ?”
“Neomu yeppeo” ucapku sambil tertawa renyah menatapnya dari samping.
“Kalung itu dari eomma. Katanya itu pemberian appa dan itu turun-temurun” aku mengangguk paham. Aigoo~
“Eomma sangat ingin melihat kau memakainya. Sekarang eomma begitu menyayangimu sampai melupakan aku, anaknya sendiri!!” aku hanya tertawa mendengar celotehannya. Memang awalnya Lee Ahjumma kurang menyukaiku. Bahkan aku pernah hampir ditampar olehnya, tapi itu dulu.
            Aku menoleh kesamping dan mendapati wajah Donghae oppa tengah memandangku. Aish!! Kenapa kau menatapku seperti itu oppa. Ini musim semi kenapa udara begitu panas ? Wajahku~. Segera kualihkan pandanganku kedepan. Deg!!
“Oppa awas!!” petikku panik. Kulihat ia juga mengalihkan pandangannya kedepan.
“Remnya blong” aku membatu. Kupejamkan mataku enggan untuk melihat apa yang terjadi. Kami tidak menabrak truk itu tapi menabrak sesuatu entah apa yang membuat kepalaku pusing dan serasa berputar. Sesuatu menyayat kulitku perih ditangan dan sekitar wajahku. Donghae Oppa ?
            Kubuka paksa mataku perlahan. Pusing. Kutolehkan wajahku kesamping. Donghae oppa... inikah mimpi itu ? Tapi kenapa dalam mimpi itu kau pergi meninggalkanku ? Kuulurkan tanganku yang terasa sakit untuk menyentuh wajahnya.
“O-op-pa” kumohon bukan matamu oppa... aku tersenyum lega, ia menoleh dan membalas senyumanku dengan senyuman- lemah ?
            Aku baru sadar keadaan mobil yang terbalik dan- kaki Donghae oppa terjepit daskboard!! Kulepas seatbelt yang membelit tubuhku lalu merangkak mendekatinya. Kubuka seatbelt yang mengunci tubuh Donghae oppa, tapi kakinya- sulit dikeluarkan!! Hingga tangannya menghentikanku.
“Keluarlah, disini bahaya” aku menggeleng keras. Aku tak akan meninggalkan oppa. Biar aku berada dalam bahaya asal bersama oppa.
“Aku tidak akan keluar tanpa oppa”
“Jina-ah, jangan keras kepala. Sekarang keluar, biar saat petugas datang mereka yang membantu oppa keluar”
“Tapi itu sangat lama~ oppa bisa kehabisan darah. Oppa tak lihat kepalamu-”
Cup
            Kurasakan hangat dibibirku. Kupejamkan mataku merasakan air mata yang turun membasahi pipiku juga pipinya. Ia melepaskannya lalu tersenyum, sangat manis. Ia tak merintih kesakitan padahal aku tahu lukanya cukup parah. Kenapa kau selalu seperti ini oppa ?
“Tunggu aku diluar”
“Tapi oppa-”
“Oppa selalu mencintaimu Jina-ah, ulljima. Terima kasih sudah menemani hidupku selama ini” aku menggeleng tapi kurasakan beberapa orang menarikku hingga keluar dan menjauh dari mobil.
“Aku baik-baik saja. Selamatkan Donghae oppa kumohon”
“Iya nona tapi anda tenanglah” aku menghentakkan tanganku untuk melepaskan diri. Donghae oppa tak boleh meninggalkanku sendirian disini ? Aku harus ikut. Dia sudah berjanji tak akan meninggalkanku lagi..
“Tapi dia calon suamiku. Dia yang harus ditolong, dia yang terluka parah” Omona!! Api? Andwae
“lepaskan!!” kumohon seseorang mengertiku..
DUARR.. BOUMMMM
“Oppa~ hiks”
“Andwae!!” pandanganku mengosong, mimpi!! Semoga...
***
“Oh ya, kenapa hari kau terlihat murung?”
“Tadi aku bermimpi, oppa meninggalkanku”
“Aigoo~ itu hanya mimpi, aku tak akan meninggalkan yeoja cengeng yang akan menangis jika satu hari saja aku tidak menghubunginya. Yeoja paling cantik akan selalu kujaga”
“Geuraeyo?”
“Ehm, Geurae. Satu-satunya yang memiliki hatiku hingga akhir hayatku”
“Sinca ? Aku tak yakin”
“Biar waktu yang akan meyakinkanmu Nona Choi Jina~”
***

어떻게 다신 없으면 어떻게
Eoddeoke dasin neol bol su eopseumyeon nan eoddeoke
Bagaimana jika aku tidak dapat melihatmu lagi, apa yang harus kulakukan
내일 아침 나도 모르게 전화기에 손이 닿으면 그러면 나는 어떻게
Naeil achim nado moreuge jeonhwagie soni daheumyeon geureomyeon naneun eoddeoke
Setiap pagi tanpa kusadari tangan ini menggenggam telefon, oleh karena itu apa yg harus kulakukan
웃으며 너에게 좋은 모습 남기고 싶어 너를 봤지만
Useumyeo neoege joeun moseup namgigo sipeo neoreul bwatjiman
Aku ingin meninggalkan kesan yg baik dan senyuman kepadamu, tetapi ketika aku melihatmu
결국엔 흘러 내렸지
Gyeolgugen heulleo naeryeotji
Pada akhirnya air mataku jatuh menetes

End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar