1.
Title : Divisible
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Kim Kibum, Shin Injung, Im
Jiyoung other casts find by Ur self.
4.
Genre : I Don’t Know. Whatever. Up
to U
5.
Rated : PG 13/G
6.
Lenght : Ficlet
7.
Disclaimer : Story is Mine!! Kim Kibum, Kim Jong
Woon, Kim Heechul, Kim Jaejoong is Mine!! Typo(s)! Efek membaca fanfict
ini bila sakit berlanjut hubungi Dokter.
Story....
‘Oppa, kenapa kau tak berterus terang padaku ? Kau tahu ini jauh
lebih menyakitkan dari pada kau mengacuhkanku seperti dulu ataupun saat kau
belum bisa menerima aku masuk kedalam hidupmu’. Kukuatkan hatiku, aku berjalan
menuju meja dekat jendela yang diduduki oleh tunanganku.
“Oppa..” aku berusaha tersenyum dan menarik kursi untuk duduk
disampingnya. Aku dapat melihat ekspresi wajahnya yang jelas sekali ia terkejut
melihat aku ada disini.
“Oppa, Eonni ini siapa ? Kau tak mengenalkannya padaku ?” ceria,
senyum itu bohong!! Ini palsu!! Apa juga dengan cintamu ? Kulihat ia berusaha
memperbaiki air mukanya. Gelagapan.
“Ini-”
“Naneun Im Jiyoung imnida. Kau sendiri Ahgassi ?” kualihakan
tatapanku sepenuhnya dari Kibum Oppa menatap yeoja yang bernama Jiyoung ini.
Aku tersenyum tipis sambil mengulurkan tangan.
“Shin Injung. Senang berkenalan denganmu Injung Eonni. Bolehkan aku
memanggilmu begitu ?” ia menjabat tanganku lembut. Tapi ekspresinya langsung
berubah saat aku menyebutkan namaku. Bisa aku simpulkan bahwa Jiyoung
mengetahui Kibum Oppa adalah tunangan-ku dari reaksinya.
“A- Ak-ku ke-toilet dulu” Ia terbata-bata mengatakannya lalu dengan
agak berlari ia pergi meninggalkan aku yang sekarang menunduk. Sedangkan Kibum
Oppa ? Entahlah!! Aku tak tahu. Aku sebenarnya tak sanggup mengakuinya, tapi
firasat seorang wanita yang tulus mencintai namja-nya ini yang menuntunku untuk
menyelidiki ini.
“Sejak kapan ? Apa saat aku di Jepang ? Kumohon jujur Oppa” setelah
hening aku putuskan untuk membuka pembicaraan. Aku tak ingin menikah dengannya
jika ada orang lain dihatinya. Lebih baik pernikahan itu batal. Itu menurutku!!
“Apa maksudnya Chagiya~” Oppa... kau tak pandai untuk menutupi
keadaan seperti ini. Aku mengenalmu walau mungkin kau tak mengenalku
sepenuhnya. Aku hanya meminta kejelasan. Hanya itu.
“Tak usah ditutup-tutupi lagi. aku melihat semuanya secara langsung
dengan mataku sendiri. Dan ini bukan yang pertama kalinya. Berciuman dan
berpelukan apa itu teman ? Apa itu sahabat ? Apa itu saudara ? Apa Oppa
benar-benar mencintaiku ?” bicara tanpa saling menatap. Sepertinya itu
satu-satunya cara untuk menutupi air mataku yang mulai keluar tanpa aku ijinkan
tanpa isakan ini.
“Dia-. Nae Yeojachingu. Maksudku, ia bisa dibilang yeoja-ku saat
kau tak ada. Tapi ia bukan selingkuhanku. Dan aku-”
“Kau mencintainya bukan ?” aku memotong ucapannya. Karena memang
itu yang aku rasakan. Aku hampa saat bersamanya ataupun tidak. Karena hatinya
ada orang lain.
“Mian. Awalnya kau menerima perjodohan ini karena aku rasa aku
memang sudah bisa mencintaimu tapi ternyata saat aku bertemu dengan Injung
tanpa sengaja aku- aku, jatuh hati dengannya” aku tersenyum miris. 2 kali aku
dicampakan oleh namja karena yeoja lain. Sampai kapan aku harus seperti ini
terus ? mengenaskan!!
“Aku tak memaksamu, kau bebas memilih. Aku- kita bisa membatalkan
pernikahan itu. Bukankah undangan belum selesai dicetak ? Jadi masih ada waktu”
“Benarkah ?” mendengar nada bicaranya saja menyiratkan bahwa ia
sangat bahagia mendengar aku bisa membatalkan pernikahan kami. Bukankah itu
menunjukan bahwa dihatinya memang sudah tak ada lagi aku ?
“Ne”
“Tapi- apa alasannya jika kita membatalkan pernikahan. Orang tua-ku
pasti akan membunuhku jika aku mengatakan aku mencintai yeoja lain” lihatnya...
bukankah ia begitu menggemaskan ? Apa aku sanggup melepas namja seperti ini ?
“Katakan saja kita tidak cocok, lagi pula aku akan dipindah
tugaskan ke Jepang bulan depan. kita tak pernah sejalan, sepemikiran. Yah...
kurang lebihnya seperti itu” walau aku menunduk tapi dapat kulihat dari sudut
mataku ia mengangguk lucu. Imut...
“Injung-ah, Kita putus !!” aku hanya mengangguk mendengar seruannya.
Semoga kau bahagia. Sekarang kau bebas dari belenggu perjodohan yang memang
dari awal kau tolak itu Kim Kibum!!
Injung POV
Aku tak sanggup
untuk berada disana lebih lama. Duduk disampingnya dan melihatnya bertingkah
lucu hanya membuatku menjadi tak rela melepasnya. Sekarang aku duduk diatas
bukit kecil didekat namsan tower. Angin musim gugur berhembus sangat kencang.
Hah... untung kau memakai syal setidaknya bisa sedikit menghalangi angin untuk
tak terlalu menerpa tubuhku. Syal ini- pemberian Kibum Oppa. Besok aku
berencana untuk mengembalikan semua barang yang ia beri padaku. Tapi-
setidaknya biarkan aku membawa syal ini. Sebagai kenang-kenangan bahwa
setidaknya aku pernah mengambil hatinya.
“Oppa, aku tahu aku tak cantik, aku tahu tubuhku tak proporsional.
Aku tahu aku berkacamata. Aku tahu aku
seorang dokter dan rumah sakit tempat aku mengabdi adalah tempat yang paling
kau benci. Aku tahu tak ada satupun dari diriku yang layak untuk kau
pertahankan. Tapi setidaknya- apa aku begitu mudah untuk kau ganti dengan
wanita lain dihatimu ? Oppa, jujur aku tak sanggup. Kau terlihat begitu bahagia
bisa terlepas dari belenggu-ku. Apa aku sebegitu mengikatmu dan membatasi
dirimu hingga kau justru berpaling dariku” kalimat panjang yang mewakili hatiku
itu keluar begitu saja. Tempat ini tempat pertama kali aku bertemu dengannya.
Dan yang kedua adalah diacara perjodohan yang diadakan orang tua kami.
“Semoga suatu saat nanti jika kita bisa bertemu kembali aku ingin
aku sudah bisa membunuh rasa ini. Aku harap aku bisa. Karena ini begitu
menyiksa”
***
Kibum POV
2 Minggu ia menghilang. Ia sudah
sangat sulit aku temui. Aku memang memutuskannya. Tapi aku merasa kesepian
sekarang. Biasanya saat jam makan siang ia akan datang kemari untuk
mengantarkan makan siang. Ia akan memijat kepalaku dan bahuku yang terlalu
fokus pada pekerjaanku. Ia seperti istriku. Lebih tepatnya ia memerlakukannku
seolah-olah aku adalah suaminya. Padahal.. aku saja menduakannya.
“Kibum-ah. Kenapa kau tak makan ? Apa masakan eomma tidak enak ?”
aku tersadar dari lamunanku. Aku tersenyum tipis.
“Aniyo Eomma, hanya saja aku sedang tak selera makan. Mungkin
karena banya proyek yang harus aku tangani membuat selera makanku menurun”
aishh... Kibum babo!! Alasan macam apa itu ? sungguh tak masuk akal!!
“Dia sedang dalam masa menyesal membatalkan pernikahannya dengan
Injung Eomma. Padahal aku suka sekali dengan Injung. Aku sudah menganggapnya
yeodongsaeng-ku sendiri. Kau saja yang bodoh Kim Kibum menyia-yia-kan yeoja
sepertinya. Walau secara face ia standar tapi hatinya itu tulus” aku hanya
menunduk mendengar penuturan Heechul Hyung. Ia benar. Injung tulus padaku.
Kenapa aku baru menyadarinya sekarang ? Jika aku membutuhkannya.
“Sudah. Kalian makan dulu sebentar lagi jam 8. Dan kau Kibum-ah.
Nanti akan eomma mintakan suplemen atau vitamin untukmu. Juga penambah napsu
makan”
“Kalau penambah napsu makan eomma harus membawakan Injung kemari
baru napsu makannya pulih” celetuk Heechul Hyung sembarangan. Tapi benar juga.
Aku akan makan banyak jika ia yang
menyuapinya.
“Diam Kau Heechul-ah!! Lebih baik kau habiskan makanmu!!”
“Cekk. Selalu saja membela Kibum. Appa, kenapa eomma suka sekali
membela Kibum padahal anaknya bukan hanya dia”
“Kim Heechul~~~!!”
***
Cekleet
“Eomma!!” aku mengerutkan keningku bingung. Tak biasanya eomma
datang kemari. Ada apa ?
“Ini- vitamin dari Injung untukmu” aku tersenyum cerah. Aku
langsung mengambil botol berisi vitamin yang eomma letakkan diatas meja
kerjaku. Bahkan aroma tubuh Injung begitu menyengat dan menempel di botol
vitamin ini. Tangan hangatnya masih begitu dapat kurasakan.
“Dan surat ini darinya” aku menatap surat dengan amplop soft blue
dengan pita putih yang sekarang eomma keluarkan dari tasnya dan ia letakan
tepat dihadapanku.
“Kenapa ia membuat surat untukku eomma ? Bukankah jika ada hal yang
ia ingin bicakan denganku ia bisa bertemu langsung denganku”
“Eomma pergi dulu. kau akan tahu jawabannya saat kau membaca surat
itu” aku semakin bingung. Eomma keluar dari ruanganku dengan membekap mulutnya
dengan tangan kirinya. Matanya sedikit sembab memang tadi.
Annyeong Oppa..
Ini aku Injung.
Aku harap walau oppa tak mencintaiku kau masih mau mengingat aku dalam memori
hidupmu. Aku akan pergi. Bukan akan, aku sedang dalam perjalanan ke Jepang.
Atau mungkin aku juga sudah sampai di Jepang.
Dengan batalnya
pernikahan kita. Aku harap Oppa bisa bahagia. Aku harap Oppa tetap akan
tersenyum seperti dulu aku pernah melihat Oppa tersenyum bersama Jiyoung Eonni.
Kau sudah menyakiti hati seorang yeoja jadi kau tidak menyakiti hati seorang yeoja
lagi. kecuali kau adalah namja brengsek. Kekekekeke... aku bercanda Oppa.
Sampaikan salamku
pada Jiyoung Eonni. Akan aku pastikan aku akan hadir diacara pernikahan kalian
nanti tanpa ada rasa ini lagi dihatiku. Jadi Oppa tidak usah khawatir untuk
mengundangku.
Aku menulis ini
saat Ahjumma datang. Mungkin hanya vitamin ini saja yang bisa aku berikan
untukmu. Jika oppa mempunyai keluhan lain Oppa harus datang ke rumah sakit.
Rumah sakit tak seburuk yang kau pikirkan Oppa. Jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan.
Aku hanya ingin mengucapkan Jeongmal Gomapta dan Annyeongirago
Oppa...
Shin Injung..
Kuremas kertas ini
lalu membuangnya sembarang. Injung... berani kau meninggalkan aku......!!
***
Injung POV
Aku menengok
kesamping. Gumpalan awan terlihat jelas dan menutupi pandanganku untuk melihat
Korea. Gumpalan awan itu seperti salju yang turun dimusim dingin. Seperti kulit
namja itu.
Injung Babo!! Jika kau berniat melupakannya lupakan saja! Jangan
kaitan apapun dengannya lagi. ia sudah bahagia, sekarang tinggal kau menjadi
kebahagiananmu sendiri. Yakinlah jika kau bisa hidup tanpanya. Walau ia adalah
nafasmu, tapi sekarang ia adalah oksigen untuk orang lain. Walau ia adalah
tujuanmu hidup, tapi ia kini adalah tempat singgahnya orang lain. Jadi
berusalah untuk mandiri, Hwaiting!!
_______
End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar