About

Welcome To My Dream World... Enjoy... Catatan yang ingin aku bagikan

Telusuri

Minggu, 25 Agustus 2013

DIvisible [Kim Kibum]


1.        Title                      : Divisible
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Kim Kibum, Shin Injung, Im Jiyoung other casts find by Ur self.
4.        Genre                   : I Don’t Know. Whatever. Up to U
5.        Rated                   : PG 13/G
6.        Lenght                  : Ficlet
7.        Disclaimer           : Story is Mine!! Kim Kibum, Kim Jong Woon, Kim Heechul, Kim Jaejoong is Mine!! Typo(s)! Efek membaca fanfict ini bila sakit berlanjut hubungi Dokter.

Story....


‘Oppa, kenapa kau tak berterus terang padaku ? Kau tahu ini jauh lebih menyakitkan dari pada kau mengacuhkanku seperti dulu ataupun saat kau belum bisa menerima aku masuk kedalam hidupmu’. Kukuatkan hatiku, aku berjalan menuju meja dekat jendela yang diduduki oleh tunanganku.
“Oppa..” aku berusaha tersenyum dan menarik kursi untuk duduk disampingnya. Aku dapat melihat ekspresi wajahnya yang jelas sekali ia terkejut melihat aku ada disini.
“Oppa, Eonni ini siapa ? Kau tak mengenalkannya padaku ?” ceria, senyum itu bohong!! Ini palsu!! Apa juga dengan cintamu ? Kulihat ia berusaha memperbaiki air mukanya. Gelagapan.
“Ini-”
“Naneun Im Jiyoung imnida. Kau sendiri Ahgassi ?” kualihakan tatapanku sepenuhnya dari Kibum Oppa menatap yeoja yang bernama Jiyoung ini. Aku tersenyum tipis sambil mengulurkan tangan.
“Shin Injung. Senang berkenalan denganmu Injung Eonni. Bolehkan aku memanggilmu begitu ?” ia menjabat tanganku lembut. Tapi ekspresinya langsung berubah saat aku menyebutkan namaku. Bisa aku simpulkan bahwa Jiyoung mengetahui Kibum Oppa adalah tunangan-ku dari reaksinya.
“A- Ak-ku ke-toilet dulu” Ia terbata-bata mengatakannya lalu dengan agak berlari ia pergi meninggalkan aku yang sekarang menunduk. Sedangkan Kibum Oppa ? Entahlah!! Aku tak tahu. Aku sebenarnya tak sanggup mengakuinya, tapi firasat seorang wanita yang tulus mencintai namja-nya ini yang menuntunku untuk menyelidiki ini.
“Sejak kapan ? Apa saat aku di Jepang ? Kumohon jujur Oppa” setelah hening aku putuskan untuk membuka pembicaraan. Aku tak ingin menikah dengannya jika ada orang lain dihatinya. Lebih baik pernikahan itu batal. Itu menurutku!!
“Apa maksudnya Chagiya~” Oppa... kau tak pandai untuk menutupi keadaan seperti ini. Aku mengenalmu walau mungkin kau tak mengenalku sepenuhnya. Aku hanya meminta kejelasan. Hanya itu.
“Tak usah ditutup-tutupi lagi. aku melihat semuanya secara langsung dengan mataku sendiri. Dan ini bukan yang pertama kalinya. Berciuman dan berpelukan apa itu teman ? Apa itu sahabat ? Apa itu saudara ? Apa Oppa benar-benar mencintaiku ?” bicara tanpa saling menatap. Sepertinya itu satu-satunya cara untuk menutupi air mataku yang mulai keluar tanpa aku ijinkan tanpa isakan ini.
“Dia-. Nae Yeojachingu. Maksudku, ia bisa dibilang yeoja-ku saat kau tak ada. Tapi ia bukan selingkuhanku. Dan aku-”
“Kau mencintainya bukan ?” aku memotong ucapannya. Karena memang itu yang aku rasakan. Aku hampa saat bersamanya ataupun tidak. Karena hatinya ada orang lain.
“Mian. Awalnya kau menerima perjodohan ini karena aku rasa aku memang sudah bisa mencintaimu tapi ternyata saat aku bertemu dengan Injung tanpa sengaja aku- aku, jatuh hati dengannya” aku tersenyum miris. 2 kali aku dicampakan oleh namja karena yeoja lain. Sampai kapan aku harus seperti ini terus ? mengenaskan!!
“Aku tak memaksamu, kau bebas memilih. Aku- kita bisa membatalkan pernikahan itu. Bukankah undangan belum selesai dicetak ? Jadi masih ada waktu”
“Benarkah ?” mendengar nada bicaranya saja menyiratkan bahwa ia sangat bahagia mendengar aku bisa membatalkan pernikahan kami. Bukankah itu menunjukan bahwa dihatinya memang sudah tak ada lagi aku ?
“Ne”
“Tapi- apa alasannya jika kita membatalkan pernikahan. Orang tua-ku pasti akan membunuhku jika aku mengatakan aku mencintai yeoja lain” lihatnya... bukankah ia begitu menggemaskan ? Apa aku sanggup melepas namja seperti ini ?
“Katakan saja kita tidak cocok, lagi pula aku akan dipindah tugaskan ke Jepang bulan depan. kita tak pernah sejalan, sepemikiran. Yah... kurang lebihnya seperti itu” walau aku menunduk tapi dapat kulihat dari sudut mataku ia mengangguk lucu. Imut...
“Injung-ah, Kita putus !!” aku hanya mengangguk mendengar seruannya. Semoga kau bahagia. Sekarang kau bebas dari belenggu perjodohan yang memang dari awal kau tolak itu Kim Kibum!!
Injung POV
            Aku tak sanggup untuk berada disana lebih lama. Duduk disampingnya dan melihatnya bertingkah lucu hanya membuatku menjadi tak rela melepasnya. Sekarang aku duduk diatas bukit kecil didekat namsan tower. Angin musim gugur berhembus sangat kencang. Hah... untung kau memakai syal setidaknya bisa sedikit menghalangi angin untuk tak terlalu menerpa tubuhku. Syal ini- pemberian Kibum Oppa. Besok aku berencana untuk mengembalikan semua barang yang ia beri padaku. Tapi- setidaknya biarkan aku membawa syal ini. Sebagai kenang-kenangan bahwa setidaknya aku pernah mengambil hatinya.
“Oppa, aku tahu aku tak cantik, aku tahu tubuhku tak proporsional. Aku tahu  aku berkacamata. Aku tahu aku seorang dokter dan rumah sakit tempat aku mengabdi adalah tempat yang paling kau benci. Aku tahu tak ada satupun dari diriku yang layak untuk kau pertahankan. Tapi setidaknya- apa aku begitu mudah untuk kau ganti dengan wanita lain dihatimu ? Oppa, jujur aku tak sanggup. Kau terlihat begitu bahagia bisa terlepas dari belenggu-ku. Apa aku sebegitu mengikatmu dan membatasi dirimu hingga kau justru berpaling dariku” kalimat panjang yang mewakili hatiku itu keluar begitu saja. Tempat ini tempat pertama kali aku bertemu dengannya. Dan yang kedua adalah diacara perjodohan yang diadakan orang tua kami.
“Semoga suatu saat nanti jika kita bisa bertemu kembali aku ingin aku sudah bisa membunuh rasa ini. Aku harap aku bisa. Karena ini begitu menyiksa”
***
Kibum POV
2 Minggu ia menghilang. Ia sudah sangat sulit aku temui. Aku memang memutuskannya. Tapi aku merasa kesepian sekarang. Biasanya saat jam makan siang ia akan datang kemari untuk mengantarkan makan siang. Ia akan memijat kepalaku dan bahuku yang terlalu fokus pada pekerjaanku. Ia seperti istriku. Lebih tepatnya ia memerlakukannku seolah-olah aku adalah suaminya. Padahal.. aku saja menduakannya.
“Kibum-ah. Kenapa kau tak makan ? Apa masakan eomma tidak enak ?” aku tersadar dari lamunanku. Aku tersenyum tipis.
“Aniyo Eomma, hanya saja aku sedang tak selera makan. Mungkin karena banya proyek yang harus aku tangani membuat selera makanku menurun” aishh... Kibum babo!! Alasan macam apa itu ? sungguh tak masuk akal!!
“Dia sedang dalam masa menyesal membatalkan pernikahannya dengan Injung Eomma. Padahal aku suka sekali dengan Injung. Aku sudah menganggapnya yeodongsaeng-ku sendiri. Kau saja yang bodoh Kim Kibum menyia-yia-kan yeoja sepertinya. Walau secara face ia standar tapi hatinya itu tulus” aku hanya menunduk mendengar penuturan Heechul Hyung. Ia benar. Injung tulus padaku. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang ? Jika aku membutuhkannya.
“Sudah. Kalian makan dulu sebentar lagi jam 8. Dan kau Kibum-ah. Nanti akan eomma mintakan suplemen atau vitamin untukmu. Juga penambah napsu makan”
“Kalau penambah napsu makan eomma harus membawakan Injung kemari baru napsu makannya pulih” celetuk Heechul Hyung sembarangan. Tapi benar juga. Aku akan makan banyak  jika ia yang menyuapinya.
“Diam Kau Heechul-ah!! Lebih baik kau habiskan makanmu!!”
“Cekk. Selalu saja membela Kibum. Appa, kenapa eomma suka sekali membela Kibum padahal anaknya bukan hanya dia”
“Kim Heechul~~~!!”
***
Cekleet
“Eomma!!” aku mengerutkan keningku bingung. Tak biasanya eomma datang kemari. Ada apa ?
“Ini- vitamin dari Injung untukmu” aku tersenyum cerah. Aku langsung mengambil botol berisi vitamin yang eomma letakkan diatas meja kerjaku. Bahkan aroma tubuh Injung begitu menyengat dan menempel di botol vitamin ini. Tangan hangatnya masih begitu dapat kurasakan.
“Dan surat ini darinya” aku menatap surat dengan amplop soft blue dengan pita putih yang sekarang eomma keluarkan dari tasnya dan ia letakan tepat dihadapanku.
“Kenapa ia membuat surat untukku eomma ? Bukankah jika ada hal yang ia ingin bicakan denganku ia bisa bertemu langsung denganku”
“Eomma pergi dulu. kau akan tahu jawabannya saat kau membaca surat itu” aku semakin bingung. Eomma keluar dari ruanganku dengan membekap mulutnya dengan tangan kirinya. Matanya sedikit sembab memang tadi.
Annyeong Oppa..
            Ini aku Injung. Aku harap walau oppa tak mencintaiku kau masih mau mengingat aku dalam memori hidupmu. Aku akan pergi. Bukan akan, aku sedang dalam perjalanan ke Jepang. Atau mungkin aku juga sudah sampai di Jepang.
            Dengan batalnya pernikahan kita. Aku harap Oppa bisa bahagia. Aku harap Oppa tetap akan tersenyum seperti dulu aku pernah melihat Oppa tersenyum bersama Jiyoung Eonni. Kau sudah menyakiti hati seorang yeoja jadi kau tidak menyakiti hati seorang yeoja lagi. kecuali kau adalah namja brengsek. Kekekekeke... aku bercanda Oppa.
            Sampaikan salamku pada Jiyoung Eonni. Akan aku pastikan aku akan hadir diacara pernikahan kalian nanti tanpa ada rasa ini lagi dihatiku. Jadi Oppa tidak usah khawatir untuk mengundangku.
            Aku menulis ini saat Ahjumma datang. Mungkin hanya vitamin ini saja yang bisa aku berikan untukmu. Jika oppa mempunyai keluhan lain Oppa harus datang ke rumah sakit. Rumah sakit tak seburuk yang kau pikirkan Oppa. Jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan.
Aku hanya ingin mengucapkan Jeongmal Gomapta dan Annyeongirago Oppa...
Shin Injung..
            Kuremas kertas ini lalu membuangnya sembarang. Injung... berani kau meninggalkan aku......!!
***
Injung POV
            Aku menengok kesamping. Gumpalan awan terlihat jelas dan menutupi pandanganku untuk melihat Korea. Gumpalan awan itu seperti salju yang turun dimusim dingin. Seperti kulit namja itu.
Injung Babo!! Jika kau berniat melupakannya lupakan saja! Jangan kaitan apapun dengannya lagi. ia sudah bahagia, sekarang tinggal kau menjadi kebahagiananmu sendiri. Yakinlah jika kau bisa hidup tanpanya. Walau ia adalah nafasmu, tapi sekarang ia adalah oksigen untuk orang lain. Walau ia adalah tujuanmu hidup, tapi ia kini adalah tempat singgahnya orang lain. Jadi berusalah untuk mandiri, Hwaiting!!
_______
End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar